1.a.Kelangkaan adalah Keterbatasan menggunakan Sumber daya Manusia mencakup kuantitas, kualitas,dan waktu.
b.Pilihan adalah situasi yang terjadi karena adanya kelangkaan, menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif pilihan yang telah dibuat. Pilihan-pilihan tersebut meliputi pilihan dalam mengonsumsi dan pilihan dalam memproduksi. Tujuannya adalah agar sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kepuasan yang paling maksimal pada individu dan masyarakat.
c.Biaya Kesempatan adalah biaya yang di keluarkan untuk memperoleh yang hilang karena kita telah memilih alternatif lain dalam artian untung atau rugi atas barang yang di peroleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
2.a.Teori Ekonomi adalah Pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentang sebab-akibat,aksi reaks.daalm artian daya dunia dan validitas teori diukur dari kemampuan serta keakuratannya menjelaskan dan memprediksi gejala gejala yg diamati.Sedangakan
b.Model Ekonomi adalah pola dari suatu teori ekonomi yang dinyatakan secara verbal, diagram dan matematis.
3.(a).Perilaku produsen dan konsumen (b).Interaksi di pasar barang.(c).Interaksi di pasar produksi.
4.a.Harga Barang Itu Sendiri:Apabila harga suatu barang semakin murah, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah. Hal ini berlaku juga sebaliknya. Jika harga suatu barang semakin mahal, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang
b.Harga Barang Lain yang Terkait
Untuk harga barang lain yang terkait, dibedakan berdasarkan barang substitusi dan barang komplementer.
1. Barang Substitusi
Apabila harga barang substitusinya (pengganti) turun, maka permintaan akan barang tersebut akan berkurang. Tentunya karena harga barang substitusinya terasa lebih murah dibandingkan harga barang tersebut. Namun, apabila harga barang substitusinya naik, maka permintaan barang tersebut akan meningkat. Berarti hubungan antara harga barang substitusi dan jumlah permintaan barangnya berbanding lurus atau positif.
2.Barang Komplementer
Apabila harga barang komplementernya turun, maka permintaan akan barang tersebut akan naik. Sebaliknya, jika harga barang komplementernya naik, maka permintaan akan barang tersebut akan turun. Berarti hubungan antara harga barang komplementer dan jumlah permintaan barangnya berbanding terbalik atau negatif.
c.Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan konsumen akan menunjukkan daya beli konsumen. Semakin tinggi tingkat pendapatan, maka semakin meningkat permintaan terhadap barang tersebut.
d.Selera Masyarakat
Selera atau kebiasaan juga akan memengaruhi permintaan suatu barang. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat, permintaan terhadap barang itu pun akan meningkat.
e.Jumlah Penduduk
Semakin besar jumlah penduduk suatu daerah atau negara, maka semakin tinggi permintaan suatu barang untuk harga tertentu.
f.Prediksi Konsumen tentang Kondisi pada Masa Mendatang
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik di masa mendatang, maka kita akan berpikir untuk membeli barang itu sekarang daripada nanti setelah harganya naik. Hal ini akan mendorong orang lain untuk membeli lebih banyak pula pada masa kini, guna menghemat uang belanja di masa mendatang.
5.a.Harga Barang Itu Sendiri
Produsen atau perusahaan akan menawarkan lebih banyak barang jika harga barang tersebut naik. Begitupun sebaliknya. Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran barang tersebut akan sedikit
b.Harga barang lain terkait:Misalnya, seorang petani memiliki lahan yang dapat ditanami jagung atau kacang-kacangan. Nah, ketika harga jagung naik, maka petani akan mengurangi penanaman kacang dan menggantinya dengan jagung karena lebih menguntungkan.
c.Biaya Produksi
Produsen membutuhkan berbagai faktor produksi untuk dapat menghasilkan barang dan jasa. Oleh karena itu, jika biaya produksi mengalami kenaikan, maka harga barang akan cenderung naik
d.Jumlah Produsen
Semakin banyak jumlah produsen, maka semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan
e.Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap penawaran, dibedakan menjadi dua jenis, yakni pajak dan subsidi.
a. Pajak
Asumsinya, pajak akan menjadi beban penjual (penambah harga yang ditawarkan) dan mengurangi laba. Maka semakin besar pajak, jumlah barang yang ditawarkan akan menurun, begitu pula sebaliknya.
b. Subsidi
Subsidi dapat mengurangi biaya produksi, sehingga menjadi pengurang harga yang ditawarkan dan menambah laba. Karena itu, semakin besar subsidi, maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah
f.Faktor Alam
Pengaruh alam dapat mempengaruhi penawaran untuk produk pertanian dan perikanan. Misalnya, bagi para petani padi, iklim yang tidak menentu dapat menyebabkan gagal panen. Akibatnya, jumlah beras yang ditawarkan akan berkurang
g.Prediksi Produsen tentang Kondisi pada Masa Mendatang(Misalnya, produsen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga beras pada bulan depan. Maka, pada bulan ini, produsen akan mengurangi stok penjualannya dan menunggu hingga bulan depan untuk mengeksploitasi keuntungan yang mungkin bisa diperoleh akibat naiknya harga)