Berikut adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan:
Jenis Data: Pertimbangkan sifat data yang ingin disajikan. Apakah data tersebut bersifat kuantitatif (angka) atau kualitatif (kategori)? Cartogram yang memperlihatkan perbandingan angka cenderung lebih baik untuk data kuantitatif.
Skala dan Proporsi: Cartogram harus mencerminkan skala data dengan benar. Pilih jenis cartogram yang dapat mempertahankan proporsi yang relevan, seperti cartogram berbasis area (area cartogram) untuk populasi dan cartogram berbasis kontur untuk data ekonomi.
Tujuan Penyajian: Tentukan apa yang ingin dicapai dengan penyajian data. Apakah tujuannya untuk menekankan perbandingan antara wilayah atau menggambarkan distribusi data? Cartogram yang berbeda dapat memberikan fokus yang berbeda.
Keterbacaan: Pastikan cartogram mudah dibaca. Pertimbangkan ukuran dan bentuk wilayah, serta jumlah data yang ditampilkan. Terlalu banyak informasi dapat membuat audiens bingung.
Konsep Visual: Pilih desain visual yang intuitif. Warna, label, dan simbol harus jelas dan tidak membingungkan. Penggunaan legenda yang baik juga penting.
Kontextualisasi: Berikan konteks tambahan jika perlu. Misalnya, informasi latar belakang tentang data yang disajikan atau penjelasan singkat tentang metode yang digunakan untuk membuat cartogram.
Uji Coba: Jika memungkinkan, lakukan uji coba dengan audiens target untuk melihat apakah cartogram dipahami dengan baik. Umpan balik ini dapat membantu memperbaiki desain.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, maka kita dapat memilih jenis cartogram yang tidak hanya tepat untuk data yang ingin disajikan, tetapi juga efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.