Menurut saya, ada dua sudut pandang terkait apakah pemasaran konvensional ini pada akhirnya akan benar-benar hilang digantikan dengan pemasaran digital.
Yang pertama, masih ada sebagian orang terutama ibu-ibu yang merasa lebih yakin atau lebih percaya jika berbelanja secara konvensional karena dapat melihat dan memilih secara langsung barang yang akan dibeli seperti sayuran, buah, daging, ikan, bumbu dapur dan berbagai kebutuhan dapur lainnya. Pasar konvensional juga masih menerapkan sistem tawar menawar harga dimana sistem ini juga masih menguntungkan bagi ibu-ibu yang sudah saling mengenal dengan penjual dan menjadi pelanggan tetap.
Yang kedua, ada juga sebagian ibu-ibu yang lebih tertarik dengan pemasaran digital karena lebih efisien. Selain itu pemasaran digital ini juga lebih menarik karena tampilannya yang jauh lebih modern menyesuaikan perkembangan digital dan minat konsumen, bisa diakses melalui aplikasi marketplace dan sosial media serta sering diadakan promo atau diskon.
Jadi, kesimpulannya adalah bahwa pemasaran konvensional tidak benar benar hilang tergantikan dengan pemasaran digital tapi pemasaran konvensional akan beradaptasi dengan menggabungkan sistem pemasaran konvensional dan pemasaran digital untuk tetap bertahan diera digitalisasi saat ini. Contohnya saat ini banyak resto atau cafe yang juga mempromosikan produknya melalui marketplace sehingga bisa diantar oleh kurir, butik yang juga menjual produknya dengan cara live di marketplace, bahkan tukang sayur keliling yang juga menerima pesanan khusus dari pelanggan melalui chat, dsb.