Experiential marketing tidak bisa sepenuhnya menggantikan tradisional marketing karena keduanya saling melengkapi terutama di era konsumen moderen yang mencari pengalaman emosional. Traditional marketing unggul dalam jangkauan luas dan kesadaran merek, sementara experiental marketing membangun ikatan emosional melalui interaksi langsung.
Contoh kasus nyata di industri saat ini yaitu "bun coffee" dengan marketing moderen mix tradisional yang baik , bun cofee memiiki berbagai menu kopi,cemilan, dan makanan berat dengan harga ramah di kantong,beberapa cabang dari bun coffee di lengkapi dengan photobooth (momenku) untuk mengabadikan momen konsumen dan ruang yang luas untuk meeting ,menyediakan area indor yang nyaman dengan fasilitas wifi dan area outdoor yang luas .promosi fokus pada feel emosional pelanggan agar mendorong loyalitas pelanggan  tinggi di tengah persaingan ketat coffee shop yang di bandar lampung .