1. 
Karena:
- Hanya berfokus pada perubahan kecil dari anggaran tahun sebelumnya → mempertahankan kondisi lama (status quo)
- Tidak ada dorongan untuk berinovasi → penghematan bisa membuat anggaran tahun berikutnya berkurang
- Bersifat kaku dan tidak fleksibel → sulit mengalihkan dana ke ide/program baru
- Lebih fokus pada jumlah dana (input) daripada hasil atau dampak (output/outcome)
- Anggaran tradisional (line-item budgeting)
- Incremental budgeting
- Zero-Based Budgeting (ZBB)
- Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting)
Yang paling cocok di Indonesia:
➡️ Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting)
Alasan:
- Fokus pada hasil (output & outcome)
- Lebih efektif dan efisien
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
- Memudahkan evaluasi kinerja pemerintah
- Sudah mulai diterapkan di Indonesia