1. Alasan menghambat inovasi:
a. Fokus pada perubahan kecil anggaran tahun sebelumnya, sehingga mempertahankan status quo dan takut risiko ide baru.
b. Tidak ada insentif: Menghemat atau berinovasi justru bisa membuat anggaran dikurangi tahun depan.
c. Kaku dan tidak fleksibel: Sulit mengalihkan dana cepat ke ide baru karena terikat pos pengeluaran dan prosedur rumit.
d. Kurang perhatian pada hasil: Lebih fokus pada jumlah dana yang dipakai daripada dampak program.
Alasan tidak sesuai di Indonesia;
a. Kebutuhan pembangunan besar dan beragam: Sistem lambat tidak mampu menampung dana besar untuk proyek strategis dan inovatif.
b. Dinamika sosial-ekonomi berubah cepat: Sistem kaku sulit menyesuaikan respons terhadap bencana, krisis, atau perubahan kebijakan.
c. Tuntutan akuntabilitas dan kinerja tinggi: Kurang memberikan informasi jelas tentang efektivitas dan efisiensi penggunaan dana.
d. Sudah adopsi sistem modern: Indonesia menerapkan anggaran berbasis kinerja yang lebih berfokus pada hasil dan inovasi.
2. A.Anggaran tradisional (line-item budgeting)
B. Incremental budgeting
C.Zero-Based Budgeting (ZBB). 
D. Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting)
yang paling cocok adalah : Anggaran berbasis kinerja (Performance Budgeting) Γ£ö
Alasan:
a. Fokus pada hasil (output & outcome), bukan hanya penggunaan dana
b. Membuat anggaran lebih efektif dan efisien
c. Memudahkan pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintah
d. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
e. Sudah mulai diterapkan di Indonesia, jadi lebih relevan dengan sistem saat ini