cikita handayani

cikita handayani

oleh cikita handayani -
Jumlah balasan: 0

Laporan bertajuk Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity yang diusung oleh McKinsey juga menyatakan peralihan ke ranah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$ 150 miliar dolar pada 2025. Sekitar 73 persen pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui perangkat selular dan akan terus terus bertambah dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan data e-marketer tahun 2013 yang dilansir dari situs Top Brand-Award, jumlah pengguna internet di Indonesia yang melakukan e-commerce mencapai angka 4,6 juta, sedangkan total transaksi mencapai US$1,8 juta atau sekitar Rp. 21,9 triliun dan terus bertambah setiap tahunnya. Data Sensus Ekonomi 2016 juga menyatakan bahwa e-commerce Indonesia akan terus tumbuh sekitar 17% dalam 10 tahun terakhir dengan total sekitar 26,2 juta usaha.

Berbagai keuntungan diberikan berkat kehadiran e-commerce, beberapa di antaranya:

1. Menghemat Waktu dan Biaya Perjalanan

Transaksi konvensional membutuhkan banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai toko fisik. Namun berkat kehadiran e-commerce, kita bisa mengunjungi toko secara online dengan beberapa kali klik saja.

2. Mencari Produk Lebih Cepat

Lewat e-commerce, kita dapat memanfaatkan kotak pencarian untuk mempersempit pencarian produk dan mencari beragam produk berdasarkan kategori-kategori yang tersedia.

3. Buka Sepanjang Waktu

Dengan e-commerce, kita bisa mencari berbagai kebutuhan kapan saja, karenanya berjalan selama 24 jam dan dalam rentang waktu 7 hari. Jika sebelumnya kita sulit menemukan toko fisik yang buka di malam hari atau pagi-pagi buta, lain halnya dengan e-commerce.

4. Perbandingan Belanja Jadi Lebih Mudah

Banyaknya produk yang ditawarkan oleh situs e-commerce membuat pelanggan lebih mudah untuk melakukan perbandingan belanja dan mendapatkan harga terbaik.

5. Biaya Lebih Rendah

Belanja online melalui e-commerce tidak jarang menawarkan harga yang lebih rendah karena banyaknya diskon-diskon yang diberikan.

Secara umum kita mengenal dua jenis e-commerce, yaitu B2C dan C2C. B2C (business to consumer) merupakan kegiatan jual beli online yang dilakukan antara produsen dengan konsumen akhir. Contoh dari B2C meliputi Lazada dan Bhinneka. Sedangkan C2C (consumer to consumer) merupakan model bisnis online yang transaksinya dilakukan antar konsumen. Jadi, kedua pihak tidak bertemu langsung tetapi melalui platform pihak ketiga. Contoh dari C2C meliputi Tokopedia dan Bukalapak.