Prosedur Audit

Prosedur Audit

by Rieka Ramadhaniyah -
Number of replies: 9

Prosedur audit piutang usaha antara lain :
  1. Pelajari dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan.
  2. Buat Top Schedule dan Supporting Schedule piutang pertanggal neraca.Minta aging shedule dari piutang usaha pertanggal neraca yang antara lain menunjukkan nama pelanggan (customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collections-nya.
  3. Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance ke subledger lalu totalnya ke general ledger.
  4. Test check umur piutang dari beberapa customer ke subledger piutang dan sales invoice.
  5. Kirimkan konfirmasi piutang: (1) Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirim surat konfirmasi. (2) Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi negatif. (3) Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di surat  konfirmasi. (4) Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien untuk dicari perbedaannya. (5) Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi
  6. Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal neraca sampai mendekati tanggal penyelesaian pemeriksaan lapangan (audit field work). Perhatikan bahwa yang dicatat sebagai subsequent collectionshanyalah yang berhubungan dengan penjualan dari periode yang sedang diperiksa.
  7. Periksa apakah ada wesel tagih (notes receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui kemungkinan adanya contingent liability.
  8. Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakah jumlah yang disediakan oleh klien sudah cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan terlalu kecil.
  9. Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan lain-lain, lebih kurang 2 (dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Periksa apakah barang-barang yang dijual melalui invoice sebelum tanggal neraca, sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum cari tahu alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa, yang dibatalkan dalam periode berikutnya.
  10. Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank, dan correspondence file untuk mengetahi apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.
  11. Periksa apakah penyajian piutang di neraca dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK
  12. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.

In reply to Rieka Ramadhaniyah

Re: Prosedur Audit

by Ratih Ayu Ningtiyas -
Selamat sore, Ibu. Saya Ratih Ayu Ningtiyas 1712120007. Izin bertanya, jika surat konfirmasi piutang yang dikirimkan kepada klien namun tidak ada jawaban dari klien tersebut, adakah cara lain yang dapat dilakukan auditor utk mengkonfirmasi nominal piutang yang bersangkutan. Mengingat nominal piutang tersebut cukup besar. Terima kasih sebelumnya.
In reply to Ratih Ayu Ningtiyas

Re: Prosedur Audit

by Rieka Ramadhaniyah -
Prosedur Alternatif jika surat konfirmasi tertulis pertama tidak di jawab maka ada konfirmasi tertulis kedua.
Jika tidak bisa dilakukan tertulis maka konfirmasi via telepon dan kunjungan langsung ke lapangan untuk mengecek ke pelanggan tersebut.

Jika masih belum berhasil maka silahkan menggunakan saldo piutang yang dibuat oleh Perusahaan dengan catatan bahwa saldo tidak dapat diverifikasi.
minimal sampel yang di cek adalah 30 % , jika sampel tidak cukup maka untuk meyakinkan naikkan jumlah sampel yang akan diperiksa.
In reply to Rieka Ramadhaniyah

Re: Prosedur Audit

by Dian Puspita Arta -
selamat sore bu, Saya Dian Puspita Arta 1712120011. Izin bertanya, Selain rekening koran bank untuk memeriksa piutang, adakah objek lain yang diperiksa auditor dalam pemeriksaan audit?
Terimakasih
In reply to Dian Puspita Arta

Re: Prosedur Audit

by Rieka Ramadhaniyah -
rekening koran tidak meyajikan jumlah piutang.

Penyajian piutang berdasarkan buku besar piutang dan daftar piutang yang disajikan
In reply to Rieka Ramadhaniyah

Re: Prosedur Audit

by Shely Dwi Pratiwi 1712129011p -
Ijin bertanya kembali bu, Untuk membuktikan bahwa unsur piutang yang dicantumkan di neraca didukung dengan catatan akuntansi yang memadai, prosedur audit bagaimana yang ditempuh oleh auditor ?
In reply to Rieka Ramadhaniyah

Re: Prosedur Audit

by Anggie Triana -

Selamat sore bu. Biasanya kasus umum piutang yang bermasalah itu seperti apa ya?

In reply to Anggie Triana

Re: Prosedur Audit

by Rieka Ramadhaniyah -
Hasil penagihan tidak sesuai jumlah maksimal sehinggan terbentuk Piutang Tidak Tertagih.

Jika Unit Simpan Pinjam maka yang sering terjadi adalah jumlah pinjaman dan jumlah yang tertera pada daftar tidak sesuai
In reply to Rieka Ramadhaniyah

Re: Prosedur Audit

by Arnum Rizky -
Ibu, saya arnum rizky npm 1712120118 mengenai tanggapan dari pihak bank apakah perusahaan yang ingin mengajukan piutang di haruskan menyiapkan rekening koran bank terkait ?
In reply to Rieka Ramadhaniyah

Re: Prosedur Audit

by FADHUR ROHMAN -
izin bertanya bu, terkait soal kuis
untuk pemahaman piutang lain lain terkait piutang pemegang saham dan piutang afiliasi kenapa tidak termasuk ke piutang lain lain ya bu apakah ada pembeda perlakunnya ya bu terimaksih