Demokrasi diIndonesia belum dapat dikatakan baik, buktinya :
- Jika dilihat dari berbagai sudut pandang, proses demokrasi yang kini ada diIndonesia tidak memperlihatkan Indonesia sebagai Negara demokrasi. Lihat saja cara kampanye para calon presiden dan calon wakil presiden untuk menarik hati masyarakat Indonesia. Semua cara dihalalkan untuk mencapai kekuasaan tertinggi dinegeri, ini hingga bisa melupakan rasa kemanusiaan dan rasa persatuan yang seharusnya dilakukan oleh para calon pemimpin negeri ini. Saling menjatuhkan satu sama lain antar pendukung sudah menjadi hal biasa dilakukan baik itu melalui sikap,ucapan dan juga informasi yang ada di media masa.
- Bukan hanya nilai sila kelima saja yang telah banyak dilanggar dalam pelaksanaan pemilu di tahun 2014 lalu, masalah SARA pun banyak dilakukan oleh para simpatisan calon presiden dan calon wakil presiden. Antar pendukung saling mengejek satu sama lain, hingga mereka lupa bahwa apa yang mereka lakukan telah mencederai perasaan sebagian masyarakat Indonesia. Bukan hanya itu, jika dibiarkan berlarut-larut bukan tidak mungkin akan ada perpecahan yang terjadi di kalangan masyarakat pendukung yang dikhawatirkan akan merusak rasa persatuan masyarakat Indonesia yang merupakan salah satu nilai yang harus dilakukan dalam pelaksanaan demokrasi.
- Kemudian sila keempat juga sudah tidak nampak dalam pelaksanaan demokrasi di masa pemilu ini. Sila keempat yang berbunyi ΓÇ£Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilanΓÇ¥ menyatakan bahwa demokrasi yang memang didasarkan oleh konsep pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat harus dilakukan dengan benar. Rakyat Indonesia belum seluruhnya mengerti dengan benar apa itu demokrasi, sehingga sebagian masyarakat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab melalui hak pilihnya. Masyarakat dijanjikan dan diberi uang sebagai agar memilih salah satu pasangan. Asas pemilu yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, danadil sudah banyak yang tidak dilakukan.