Menurut saya sistem pemilu langsung ini dimanfaatkan dengan tidak baik oleh kepala daerah. Hal ini dikarenakan setiap adanya pemilu, biaya untuk pemilu tersebut melambung tinggi dan menyebabkan ongkos untuk berdemokrasi semakin tinggi.
Bahkan calon kepala daerah juga harus mengeluarkan biaya kampanye dengan jumlah yang sangat besar, ditambah lagi mereka mengeluarkan anggaran lebih untuk "menyogok" rakyat dengan cara memberi mereka uang atau sembako agak rakyat tersebut memilih mereka, sehingga mereka dapat memenangkan suara tersebut.
Sehingga saat mereka sudah berhasil menjabat. Mereka melakukan korupsi guna mengembalikan "modal" yang mereka keluarkan saat mereka melakukan kampanye.