menurut saya demokrasi di Indonesia masih di kuatkan dengan penyogokan dalam bentuk apapun itu, contoh calon kepala daerah 1 membagi sembako, uang atau lainnya demi mencari suara. Dibeberapa orang mungkin tidak akan terlena dengan sogokan ia akan tetap memilih sesuai yg ingin ia pilih, tetapi di banyak orang lainnya pun sudah pasti terlena. Dan kepala daerah yang bertumpu pada kekuatan uang akan menjadi pintu masuk bagi perilaku koruptif para kepala daerah. Calon kepala daerah yang mengeluarkan biaya tinggi juga sudah hampir pasti berpikir bahwa biaya politik yang dikeluarkannya harus kembali. Di titik inilah, korupsi keuangan daerah akan menjadi jalan pintas untuk mengembalikan kapital yang telah dikeluarkan para kepala daerah.