Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2024-2 | Yusminar Wahyuningsih,MM | PAR23208-Antropologi Pariwisata
  3. PERTEMUAN MINGGU 4| RABU 9 APRIL 2025 | 07.30-09.00| 2PA1 | 2 | TEORI | ATROPOLOGI
  4. PENDEKATAN ANTROPOLOGI PARIWISATA

PENDEKATAN ANTROPOLOGI PARIWISATA

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian


PENDEKATAN ANTROPOLOGI PARIWISATA

Mengenal Antropologi Kesehatan Halaman 1 - Kompasiana.comsosiologi dan antropologi ┬╗ Blog Archive ┬╗ Materi Antropologi SMA Kelas X :  Konsep Dasar, Peran Fungsi, dan Keterampilan Antropologi dalam Mengkaji  Kesamaan dan Keberagaman Budaya, Agama, Religi/Kepercayaan, Tradisi, dan  Bahasa.

Pendekatan antropologi pariwisata adalah 

pendekatan untuk mempelajari budaya dan sosial pariwisata. Pendekatan ini meneliti bagaimana pariwisata memengaruhi wisatawan dan masyarakat yang mereka kunjungi. 

Pendekatan antropologi pariwisata

  • Mempelajari kegiatan di balik layar yang menghubungkan pariwisata dengan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi suatu tempat 
  • Mempelajari bagaimana pariwisata memengaruhi budaya tuan rumah dan wisatawan 
  • Memahami interaksi dan transformasi yang terjadi ketika berbagai budaya bertemu 
  • Memberikan wawasan tentang globalisasi, identitas, dan pelestarian budaya

Pendekatan antropologi pariwisata adalah cara pandang yang digunakan para antropolog untuk mempelajari pariwisata sebagai fenomena budaya dan sosial. Pendekatan ini menekankan pada pemahaman mendalam tentang interaksi antara manusia, budaya, dan aktivitas pariwisata. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai pendekatan-pendekatan tersebut:

1. Pendekatan Etnografi:

  • Definisi:
    • Etnografi adalah metode penelitian yang melibatkan pengamatan langsung dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat yang diteliti.
    • Dalam konteks pariwisata, etnografi digunakan untuk memahami bagaimana masyarakat lokal mengalami dan merespons pariwisata.
  • Penerapan:
    • Antropolog yang menggunakan pendekatan ini akan menghabiskan waktu di lokasi wisata, berinteraksi dengan masyarakat lokal, dan mencatat pengamatan mereka.
    • Mereka juga akan melakukan wawancara mendalam untuk memahami perspektif dan pengalaman masyarakat lokal.
    • Contohnya, seorang antropolog dapat mempelajari bagaimana masyarakat adat menggunakan pariwisata untuk mempertahankan tradisi mereka.

2. Pendekatan Budaya:

  • Definisi:
    • Pendekatan ini berfokus pada analisis nilai-nilai, keyakinan, dan praktik budaya yang terkait dengan pariwisata.
    • Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana budaya lokal dipengaruhi oleh pariwisata, dan bagaimana budaya diproduksi dan dikonsumsi dalam konteks pariwisata.
  • Penerapan:
    • Antropolog akan menganalisis simbol-simbol budaya yang digunakan dalam promosi pariwisata, atau mempelajari bagaimana wisatawan menginterpretasikan budaya lokal.
    • Contohnya, mereka dapat meneliti bagaimana pertunjukan seni tradisional dikomersialkan untuk wisatawan.

3. Pendekatan Sosial:

  • Definisi:
    • Pendekatan ini berfokus pada dampak pariwisata terhadap struktur sosial dan hubungan antar individu dalam masyarakat.
    • Ini mencakup analisis tentang bagaimana pariwisata memengaruhi ekonomi lokal, distribusi kekuasaan, dan dinamika komunitas.
  • Penerapan:
    • Antropolog akan mempelajari bagaimana pariwisata menciptakan lapangan kerja baru, atau bagaimana pariwisata dapat menyebabkan konflik sosial.
    • Contohnya, mereka dapat meneliti bagaimana pariwisata memengaruhi hubungan antara generasi muda dan generasi tua dalam suatu komunitas.

4. Pendekatan Pengalaman:

  • Definisi:
    • Pendekatan ini menekankan pada pemahaman subjektif tentang bagaimana wisatawan mengalami dan menginterpretasikan budaya yang mereka kunjungi.
    • Ini mencakup analisis tentang motivasi wisatawan, persepsi mereka tentang budaya lokal, dan bagaimana pengalaman perjalanan memengaruhi identitas mereka.
  • Penerapan:
    • Antropolog akan melakukan wawancara dengan wisatawan untuk memahami pengalaman mereka, atau mempelajari bagaimana wisatawan menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman perjalanan mereka.
    • Contohnya, mereka dapat meneliti bagaimana wisatawan mencari pengalaman otentik dalam perjalanan mereka.

5. Pendekatan Kritis:

  • Definisi:
    • Pendekatan ini menganalisis pariwisata sebagai fenomena yang terkait dengan kekuasaan, ketidaksetaraan, dan globalisasi.
    • Ini mencakup analisis tentang bagaimana pariwisata dapat memperkuat atau menantang struktur kekuasaan yang ada, dan bagaimana pariwisata terkait dengan proses globalisasi dan perubahan sosial.
  • Penerapan:
    • Antropolog akan mempelajari bagaimana pariwisata dapat menyebabkan eksploitasi masyarakat lokal, atau bagaimana pariwisata digunakan sebagai alat untuk mempromosikan ideologi tertentu.
    • Contohnya, mereka dapat meneliti bagaimana pariwisata massal memengaruhi lingkungan dan budaya lokal.

Dengan menggunakan pendekatan-pendekatan ini, antropolog dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kompleksitas pariwisata dan dampaknya terhadap manusia dan budaya.

Antropologi pariwisata menggunakan berbagai pendekatan untuk menganalisis interaksi antara pariwisata, budaya, dan masyarakat. Pendekatan-pendekatan ini membantu memahami dampak pariwisata dari perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Berikut adalah beberapa pendekatan utama dalam antropologi pariwisata:


1. Pendekatan Ekologi Budaya

  • Fokus pada hubungan antara lingkungan alam, budaya, dan pariwisata.
  • Menganalisis bagaimana pariwisata memengaruhi ekosistem lokal dan praktik budaya yang terkait dengan lingkungan.
  • Contoh: Dampak pariwisata massal terhadap kelestarian alam dan adaptasi masyarakat lokal.

2. Pendekatan Ekonomi Politik

  • Meneliti struktur kekuasaan, kepemilikan, dan distribusi manfaat ekonomi dalam industri pariwisata.
  • Menganalisis ketimpangan ekonomi, eksploitasi sumber daya, dan peran aktor-aktor seperti pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal.
  • Contoh: Konflik antara investor pariwisata dan masyarakat adat atas penggunaan lahan.

3. Pendekatan Interpretif-Simbolik

  • Memahami pariwisata sebagai sistem simbolik yang membentuk makna dan identitas.
  • Menganalisis bagaimana destinasi, budaya, dan tradisi direpresentasikan dan dikonsumsi oleh wisatawan.
  • Contoh: Eksotisasi budaya lokal dalam promosi pariwisata.

4. Pendekatan Partisipatif

  • Menekankan keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengelolaan pariwisata.
  • Menganalisis bagaimana pariwisata dapat memberdayakan atau meminggirkan masyarakat lokal.
  • Contoh: Pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism).

5. Pendekatan Kritis

  • Mengkritisi dampak negatif pariwisata, seperti komodifikasi budaya, eksploitasi, dan ketimpangan sosial.
  • Menyoroti isu-isu seperti kolonialisme baru (neokolonialisme) dalam pariwisata.
  • Contoh: Pariwisata yang mengubah budaya lokal menjadi komoditas untuk kepentingan pasar.

6. Pendekatan Fenomenologis

  • Memahami pengalaman subjektif wisatawan dan masyarakat lokal dalam konteks pariwisata.
  • Meneliti makna dan nilai yang diberikan oleh individu terhadap kegiatan pariwisata.
  • Contoh: Pengalaman spiritual wisatawan di destinasi ziarah.

7. Pendekatan Antropologi Terapan

  • Menggunakan pengetahuan antropologi untuk memecahkan masalah praktis dalam industri pariwisata.
  • Fokus pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
  • Contoh: Merancang program pariwisata yang melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal.

8. Pendekatan Multikultural

  • Menganalisis interaksi antara budaya wisatawan dan budaya lokal.
  • Meneliti bagaimana perbedaan budaya memengaruhi dinamika pariwisata.
  • Contoh: Konflik atau harmonisasi antara nilai-nilai budaya wisatawan dan masyarakat setempat.

9. Pendekatan Gender

  • Meneliti peran dan dampak pariwisata terhadap gender.
  • Menganalisis bagaimana pariwisata memengaruhi peran gender, kesempatan kerja, dan kekuasaan dalam masyarakat.
  • Contoh: Peningkatan partisipasi perempuan dalam industri pariwisata.

10. Pendekatan Historis

  • Mempelajari perkembangan pariwisata dari perspektif sejarah.
  • Menganalisis perubahan budaya, sosial, dan ekonomi yang terjadi seiring dengan perkembangan pariwisata.
  • Contoh: Transformasi destinasi tradisional menjadi destinasi wisata modern.

11. Pendekatan Psikologis Budaya

  • Meneliti motivasi, persepsi, dan perilaku wisatawan dari sudut pandang budaya.
  • Menganalisis bagaimana budaya memengaruhi pengalaman dan harapan wisatawan.
  • Contoh: Perbedaan motivasi wisatawan dari berbagai latar belakang budaya.

12. Pendekatan Postmodern

  • Menganalisis pariwisata sebagai fenomena postmodern yang ditandai oleh globalisasi, hibridisasi budaya, dan konsumsi simbolik.
  • Menyoroti bagaimana pariwisata menciptakan realitas yang hiper-real (hyperreality).
  • Contoh: Destinasi wisata yang dibangun sebagai replika atau fantasi budaya.

Setiap pendekatan ini menawarkan lensa yang berbeda untuk memahami kompleksitas pariwisata dan dampaknya terhadap budaya dan masyarakat. Pemilihan pendekatan tergantung pada konteks penelitian dan tujuan analisis.

penjelasan pendekatan antropologi pariwisata

Antropologi pariwisata adalah bidang interdisipliner yang memadukan antropologi dengan studi pariwisata untuk memahami hubungan kompleks antara budaya, masyarakat, dan industri pariwisata. Pendekatan dalam antropologi pariwisata dirancang untuk menganalisis berbagai aspek pariwisata, mulai dari dampaknya terhadap budaya lokal hingga interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang beberapa pendekatan utama dalam antropologi pariwisata:


1. Pendekatan Ekologi Budaya

  • Fokus: Hubungan antara lingkungan alam, budaya, dan pariwisata.
  • Penjelasan: Pendekatan ini meneliti bagaimana pariwisata memengaruhi ekosistem lokal dan praktik budaya yang terkait dengan lingkungan. Misalnya, bagaimana pariwisata massal dapat mengancam kelestarian alam atau bagaimana masyarakat lokal beradaptasi dengan perubahan lingkungan akibat pariwisata.
  • Contoh: Dampak pembangunan resor wisata terhadap ekosistem terumbu karang.

2. Pendekatan Ekonomi Politik

  • Fokus: Struktur kekuasaan, kepemilikan, dan distribusi manfaat ekonomi dalam industri pariwisata.
  • Penjelasan: Pendekatan ini menganalisis bagaimana kekuasaan dan kepentingan ekonomi memengaruhi pengembangan pariwisata. Ini termasuk studi tentang ketimpangan ekonomi, eksploitasi sumber daya, dan peran aktor-aktor seperti pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal.
  • Contoh: Konflik antara investor pariwisata dan masyarakat adat atas penggunaan lahan.

3. Pendekatan Interpretif-Simbolik

  • Fokus: Pariwisata sebagai sistem simbolik yang membentuk makna dan identitas.
  • Penjelasan: Pendekatan ini meneliti bagaimana destinasi, budaya, dan tradisi direpresentasikan dan dikonsumsi oleh wisatawan. Ini termasuk analisis tentang eksotisasi budaya lokal dan pembentukan narasi tertentu tentang destinasi wisata.
  • Contoh: Promosi pariwisata yang menonjolkan budaya tradisional sebagai daya tarik utama.

4. Pendekatan Partisipatif

  • Fokus: Keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengelolaan pariwisata.
  • Penjelasan: Pendekatan ini menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa pariwisata memberikan manfaat bagi mereka. Ini juga mencakup analisis tentang bagaimana pariwisata dapat memberdayakan atau meminggirkan masyarakat lokal.
  • Contoh: Pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) yang melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi.

5. Pendekatan Kritis

  • Fokus: Dampak negatif pariwisata, seperti komodifikasi budaya, eksploitasi, dan ketimpangan sosial.
  • Penjelasan: Pendekatan ini mengkritisi praktik-praktik pariwisata yang merugikan masyarakat lokal dan lingkungan. Ini termasuk analisis tentang kolonialisme baru (neokolonialisme) dalam pariwisata dan ketergantungan ekonomi pada industri pariwisata.
  • Contoh: Pariwisata yang mengubah budaya lokal menjadi komoditas untuk kepentingan pasar.

6. Pendekatan Fenomenologis

  • Fokus: Pengalaman subjektif wisatawan dan masyarakat lokal dalam konteks pariwisata.
  • Penjelasan: Pendekatan ini meneliti makna dan nilai yang diberikan oleh individu terhadap kegiatan pariwisata. Ini termasuk analisis tentang pengalaman spiritual, emosional, dan kultural yang dialami oleh wisatawan dan masyarakat lokal.
  • Contoh: Pengalaman spiritual wisatawan di destinasi ziarah.

7. Pendekatan Antropologi Terapan

  • Fokus: Menggunakan pengetahuan antropologi untuk memecahkan masalah praktis dalam industri pariwisata.
  • Penjelasan: Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Ini termasuk perancangan program pariwisata yang melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal.
  • Contoh: Program pelatihan untuk masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi wisata.

8. Pendekatan Multikultural

  • Fokus: Interaksi antara budaya wisatawan dan budaya lokal.
  • Penjelasan: Pendekatan ini menganalisis bagaimana perbedaan budaya memengaruhi dinamika pariwisata. Ini termasuk studi tentang konflik atau harmonisasi antara nilai-nilai budaya wisatawan dan masyarakat setempat.
  • Contoh: Interaksi antara wisatawan asing dan masyarakat lokal di destinasi wisata.

9. Pendekatan Gender

  • Fokus: Peran dan dampak pariwisata terhadap gender.
  • Penjelasan: Pendekatan ini meneliti bagaimana pariwisata memengaruhi peran gender, kesempatan kerja, dan kekuasaan dalam masyarakat. Ini termasuk analisis tentang peningkatan partisipasi perempuan dalam industri pariwisata.
  • Contoh: Peran perempuan dalam pengelolaan homestay di destinasi wisata.

10. Pendekatan Historis

  • Fokus: Perkembangan pariwisata dari perspektif sejarah.
  • Penjelasan: Pendekatan ini menganalisis perubahan budaya, sosial, dan ekonomi yang terjadi seiring dengan perkembangan pariwisata. Ini termasuk studi tentang transformasi destinasi tradisional menjadi destinasi wisata modern.
  • Contoh: Sejarah perkembangan pariwisata di Bali.

11. Pendekatan Psikologis Budaya

  • Fokus: Motivasi, persepsi, dan perilaku wisatawan dari sudut pandang budaya.
  • Penjelasan: Pendekatan ini meneliti bagaimana budaya memengaruhi pengalaman dan harapan wisatawan. Ini termasuk analisis tentang perbedaan motivasi wisatawan dari berbagai latar belakang budaya.
  • Contoh: Perbedaan motivasi wisatawan Barat dan Asia dalam memilih destinasi wisata.

12. Pendekatan Postmodern

  • Fokus: Pariwisata sebagai fenomena postmodern yang ditandai oleh globalisasi, hibridisasi budaya, dan konsumsi simbolik.
  • Penjelasan: Pendekatan ini menganalisis bagaimana pariwisata menciptakan realitas yang hiper-real (hyperreality). Ini termasuk studi tentang destinasi wisata yang dibangun sebagai replika atau fantasi budaya.
  • Contoh: Taman tema yang menciptakan replika budaya tertentu.

Setiap pendekatan ini menawarkan perspektif unik untuk memahami dinamika pariwisata dan dampaknya terhadap budaya dan masyarakat. Pemilihan pendekatan tergantung pada konteks penelitian dan tujuan analisis yang ingin dicapai.

 Portal Belajar & Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy


Log masuk untuk melanjutkan

Maaf akun tamu tidak iizinkan untuk mengirim.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler