Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2019-2-IBI19202-BAHASA INDONESIA-2-SKS-4SI-S1-RENI DILIYANTI
  3. PERTEMUAN KE-11 / MINGGU KE-12 (JUMAT, 19 JUNI 2020/ JAM 16:30-18:00 WIB)/ TOPIK, TEMA, JUDUL DAN PARAGRAF KARYA ILMIAH
  4. Forum Diskusi "Topik, Tema, Judul dan Paragraf Karya Ilmiah"

Forum Diskusi "Topik, Tema, Judul dan Paragraf Karya Ilmiah"

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Topik, Tema, dan Judul dalam Pembuatan Karangan Ilmiah

 

Suatu karangan ilmiah yang baik pada prinsipnya selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Ketiga bagian ini mempunyai fungsi yang berbeda namun selalu berkaitan dan berkesinambungan.

Karangan ilmiah harus mempunyai tujuan yang jelas, misalnya penemuan baru, teknik-teknik baru, atau hasil penelitian. Pengertian topik, tema dan judul sering kali dianggap tidak ada perbedaan. Akibat salah penafsiran tersebut, sering kali berakibat fatal dalam pembuatan karangan ilmiah. Oleh karena itu, pengertian topik, tema , dan judul hendaknya dibedakan secara jelas.

A.     Topik

1.      Pengertian Topik

Topik adalah pokok pembicaraan yang dipilih dan biasanya merupakan hal yang menarik untuk dikemukakan dan diketahui umum. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas.

Topik adalah sesuatu yang masih umum. Jika menulis hanya berdasarkan topik, maka akan mengalami banyak kesulitan. Topik perlu dirinci menjadi kerangka karangan agar lebih mudah. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.

Topik adalah segala yang ingin dibahas. Ini berarti, penulis sudah memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan dalam tulisan tersebut. Menurut Sabarti Akhadiah (1994: 211), ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik:

a)      Ada manfaatnya untuk perkembangan ilmu atau profesi.

b)      Cukup menarik untuk dibahas.

c)       Dikenal dengan baik.

d)      Bahannya mudah diperoleh.

e)      Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.

2.      Syarat Topik yang Baik

Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, di antaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Syarat lainnya antara lain:

a.)    Topik harus menarik perhatian penulis.

Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya. Suatu topik sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkan kesalahan. Bila terdapat hambatan ,penulis tidak akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengumpulkan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahkan masalah.

b.)    Diketahui oleh penulis.

Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-prinsip ilmiahnya.

Contoh:

┬╖         Mencari sumber-sumber data.

┬╖         Metode atau penerapan yang digunakan.

┬╖         Metode analisis yang akan digunakan.

┬╖         Buku-buku referensi yang digunakan.

c.)     Jangan terlalu baru, jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.

Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya dalam kepustakaan. Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya. Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.

d.)    Bermanfaat.

Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.

e.)    Jangan terlalu luas.

Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis. Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.

f.)     Topik yang dipilih harus berada di sekitar kita.

g.)    Topik yang dipilih harus yang menarik.

h.)    Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.

i.)      Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.

j.)      Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya.

k.)    Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.

 

B.      Tema

1.      Pengertian Tema

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Setiap tulisan mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen, puisi, novel, karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan harus memiliki sebuah tema. Tema merupakan salah satu hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

2.      Syarat-Syarat Tema yang Baik

Adapun syarat-syarat tema yang baik, antara lain:

a.)    Tema menarik perhatian penulis.

Tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.

b.)    Tema dikenal/diketahui dengan baik.

Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.

c.)     Bahan-bahannya dapat diperoleh.

Sebuah tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

d.)    Tema dibatasi ruang lingkupnya.

Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.

 

C.      Judul

1.      Pengertian Judul

Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul pada karangan ilmiah harus singkat dan padat, menarik perhatian, serta menggambarkan garis besar (inti) pembahasan.

Judul adalah identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang menarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan judul sebagai lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan.

Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, sehingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya. Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu.

2.      Fungsi Judul

┬╖         Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.

┬╖         Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk  membaca isinya.

┬╖         Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.

┬╖         Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.

3.      Syarat-Syarat Judul yang Baik

Syarat-syarat suatu judul yang baik adalah:

a.)    Asli, tidak menggunakan judul yang sudah ada sebelumnya.

b.)    Mencakup seluruh isi tulisan.

c.)     Singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frase yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.

d.)    Logis.

e.)    Provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.

f.)     Relevan dengan topik, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.

g.)    Menarik perhatian.

h.)    Sebaiknya judul berkalimat pendek (maksimum 10-15 kata).

i.)      Sesuai dengan perkembangan zaman dan membuat pembaca ingin mengetahui persoalan yang dilingkupinya.

4.      Macam-Macam Judul

Judul terbagi menjadi dua, yaitu:

┬╖         Judul langsung: judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya dengan bagian utama nampak jelas.

┬╖         Judul tak langsung: judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

 

Penulisan Paragraf dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa

Untuk memenuhi penulisan paragraf dalam karya ilmiah yang baik maka perlu memperhatikan syarat-syarat paragraf seperti kesatuan, pengembangan, kepaduan, kekompakan, dan pengembangan paragraf serta memahami penggunaan jenis-jenis paragraf. Paragraf mengandung aspek kesatuan, gagasan dasar itu dikemukakan ke dalam kalimat topik dan gagasan pengembang dikemukakan ke dalam kalimat ΓÇôkalimat pengembang serta kalimat-kalimat tersebut saling berhubungan, selanjutnya aspek pengembangan gagasan dasar dinyatakan ke dalam kalimat topik dan gagasan pengembang dinyatakan ke dalam kalimat-kalimat penjelas/lanjutan, aspek kepaduan, yakni keserasian hubungan antargagasan dalam paragraf yang berarti pula keserasian hubungan antarkalimat dalam paragraf, aspek kekompakan, yakni kekompakan struktural dan leksikal. Kekompakan struktural ditandai oleh adanya hubungan struktur kalimat-kalimat yang digunakan dalam paragraf dan kekompakan leksikal ditandai oleh adanya kata-kata yang digunakan dalam paragraf untuk menandai hubungan antarkalimat atau bagian paragraf, aspek pengembangan, yakni pembentukan paragraf dalam teks dikaitkan dengan paragraf yang lain, hasil pengembangan ini ialah untaian paragraf yang menunjukkan paragraf yang cocok dengan paragraf yang lain. Dalam pengungkapan gagasan/ide ke dalam paragraf bisa melalui paragraf deduktif, yakni kalimat topik diletakkan pada awal paragraf dan diikuti kalimat-kalimat pengembang, bila kalimat topiknya diletakkan akhir paragraf dan sebelumnya diawali gagasan-gagasan pengembang disebut paragraf induktif, bila kalimat topik terletak di awal dan akhir paragraf, gagasan pengembangnya diletakkan di antara keduanya disebut paragraf kombinasi, serta kalimat topik terletak pada setiap kalimat disebut paragraf deskriptif. Penerapan penulisan paragraf dalam karya ilmiah tersebut perlu dikembangkan gagasan dalam kalimat-kalimat, satuan paragraf, bab, atau subbab sehingga menjadi suatu karya ilmiah yang utuh. Penulisan karya ilmiah tersebut dituntut juga penginformasian secara utuh, artinya ketelitian dalam tulis-menulis ilmu yang menyangkut data, nama orang, nama tempat, hingga ejaan dan tanda baca.



Log masuk untuk melanjutkan

Maaf akun tamu tidak iizinkan untuk mengirim.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler