PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

Jumlah balasan: 17

Berikan tanggapan Anda bagaimana cara merealisasikan masyarakat yang berfilsafat Pancasila khususnya pada saat pendemi covid 19.

Berikan tanggapan Anda di forum diskusi LMS 

DIWAJIBKAN MEMBERIKAN TANGGAPAN MELALUI LMS.

MOHON DIPERHATIKAN BATAS AKHIR TANGGAL DAN WAKTU TERAKHIR PENGIRIMAN !!! 


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh andreas krisjon manihuruk -
Dalam keadaan saat ini, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh deani intan sari -
Menurut saya cara untuk merealisasikan masyarakat yg berfilsafat pancasila pada saat pandemi Covid 19 adalah Nilai Pancasila harus menjadi kekuatan modal sosial yang mampu menjadi pengikat, perekat, penyambung dan pengait seluruh komponen kekuatan bangsa untuk bergotong-royong dan bersinergi untuk mengatasi masalah besar bangsa secara efisien dan efektif. Pancasila mampu menghasilkan energi positif seperti rasa tanggung jawab, kepedulian, kejujuran, kerja sama, solidaritas, transparansi untuk mewujudkan empati dan ikatan sosial antarmasyarakat, juga dengan pemerintah guna antisipasi dampak penyebaran Covid-19, sekaligus ekonomi dan bidang lainnya bergerak. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sesungguhnya tidak dapat bekerja sendiri tanpa mendapat dukungan dan kedisiplinan dari seluruh masyarakat. Strategi ke depan yang masih harus terus dilakukan ialah bagaimana meningkatkan stamina dan imunitas masyarakat, disiplin diri, dan kesadaran kolektif masyarakat mencegah penyebaran Covid-19. Maka dari itu, perlu kekuatan bersama untuk saling mengingatkan dan mengedukasi untuk patuhi norma hidup baru mengacu protokol kesehatan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Dila Mutiara -
Menurut saya cara merealisasikan masyarakat yang berfilsafat pancasila khususnya pada saat pandemi covid-19 yaitu dengan gerakan gotong royong di semua lingkungan. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas. Selain gotong royong kita sebagai masyarakat harus memengikuti peraturan yang di berikan oleh  pemerintah dan menjalankan 5M. Dan selalu menjaga kenersihhan lingkungan agar terhindar dari virus covid-19. Dan harus tolong menolong antara masayarakat agar terjaminnya ketentraman.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh M. Soleh Hendra Wijaya -
Nilai-nilai lainnya yang merupakan cerminan dalam kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong atau kebersamaan. Pada gilirannya nanti, perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal bukan saja menunjukkan keberhasilan melaksanakan gotong royong, tetapi juga dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional. Ketahanan nasional adalah upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan aset bangsa guna mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan. ΓÇ£Apabila ketahanan nasional diwujudkan melalui sumbangan masing-masing perseorangan, kita dapat segera memulihkan kondisi dari ancaman pandemi COVID-19,ΓÇ¥
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh septiana tri utami -
Menurut saya stelah dilihat dari yg terjadi saat ini suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19, dengan adanya keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah. Dengan adanya covid19 pemerintah hendak membuat praturan perkuliahan menjadi daring.
Sebagai balasan septiana tri utami

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh dustin bayu herlambang -
Pancasila menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas," dengan gotong royong kita mampu menekan laju penyebaran covid 19 sehingga kita bisa bisa memulai new normal
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh arya sanjaya -
Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia. Kini, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, nilai-nilai Pancasila ini diyakini bisa menjadi modal besar dalam melawan penyebaran virus mematikan ini."Pancasila menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas,"
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Muhammad nurul huda -
Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia. Kini, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 ini, nilai-nilai Pancasila menjadi modal besar dalam melawan penyebaran virus mematikan ini. Pancasila menjadi modal untuk mengatasi pandemi Covid-19. bisa melihat dari gerakan gotong royong pada masyarakat Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas terutama dalam menjaga protokol kesehatan. Tanpa adanya gotong royong, mungkin tidak akan mampu bertahan menghadapi Covid-19 ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Danang Yoga Pratama -
Filsafat tentu saja memiliki peran yang sangat penting dalam mengelaborasi setiap persoalan krusial, termasuk soal pandemi covid 19. Peran filsafat itu, meminjam ungkapan Slavoj Zizek, lebih sebagai unruhestifter ΓÇô ΓÇÿpencipta kegaduhanΓÇÖ.Peran ini sudah dihayati filsafat sejak zaman Sokrates, yakni ΓÇ£Die Jugend zu verderben, sie zu entfremden von der vorherrschenden ideologisch-politischen Ordnung, radikalen Zweifel zu sa?en und sie dazu zu befa?higen, eigensta?ndig zu denkenΓÇ¥ (ΓÇ£Mengguncang pikiran generasi muda, menjauhkan mereka dari tatanan politik ideologi mainstream, menabur keraguan radikal, dan memampukan mereka untuk berpikir mandiri.ΓÇ¥) Peran pentingSebagai unruhestifter, filsafat dapat menjalankan sekurang-kurangnya dua peran penting dalam mengatasi pendemi covid-19. Pertama, filsafat berperan mengkritisi model pembangunan ekonomi neoliberal yang telah menciptakan bencana ekologis.*Menurut perkiraan World Health Organization (WHO), setiap tahun sekitar 4,2 juta penduduk dunia meninggal akibat polusi udara (Bdk. https://www.who.int/health-topics/air-pollution#tab=tab_1). Perubahan iklim juga akan berdampak pada penambahan angka kematian sebesar 250 ribu orang dalam periode 2030- 2050. Jika tidak ada langkah radikal dalam mengubah model pembangunan, kerusakan ekosistem akan berakibat pada munculnya pandemi ganas lain di masa depan.Di hadapan sistem pembangunan yang eksploitatif dan destruktif terhadap ekologi, filsafat menampilkan kodratnya sebagai sebuah sistem berpikir subversif. Artinya, filsafat adalah sebuah metode berpikir kritis yang menentang setiap tatanan status quo.Berhadapan dengan paradigma pembangunan neoliberal mainstream, filsafat tampil sebagai sebuah kekuatan provokatif. Namun Zizek berpandangan bahwa peran subversif sangat sulit dijalankan filsafat dalam masyarakat Barat kontemporer.Alasannya, manusia modern tidak lagi hidup dalam sebuah tatanan totaliter. Tapi, masyarakat liberal yang mengajarkan: jadilah dirimu sendiri, beranilah mengungkapkan dirimu apa adanya. Jadi perbudakan justru terjadi di tengah kondisi yang seolah-olah bebas.Subjek dalam masyarakat modern, menurut Zizek, berada dalam samudera pilihan-pilihan bebas. Ia dapat bepergian ke mana saja dan mengonsumsi apa yang disukainya. Identitas personal dan kecenderungan seksual dapat selalu direkonstruksi secara baru.Seorang manajer atau pengusaha dapat mencoba pelbagai pekerjaan yang diinginkannya. Namun, pilihan-pilihan bebas itu akhirnya berubah menjadi keharusan untuk memilih dan bermuara pada jajahan atau perbudakan Ueber-Ich (superego): Kita harus terus mengonsumsi, menemukan diri secara baru, agar dapat mengikuti perkembangan supercepat masyarakat kapitalis.Akibat dari perbudakan Ueber-Ich, manusia modern terperangkap dalam budaya konsumtif dan hedonis. Guna memenuhi naluri hedonisme konsumtif masyarakat kapitalis, sistem ekonomi neoliberal melebarkan sayapnya ke negara-negara dunia ketiga yang memberi upah rendah kepada buruh dan mempekerjakan anak di pabrik-pabrik.Eksploitasi adalah sebuah keniscayaan agar roda mesin kapitalisme terus berputar. Tugas filsafat dalam kondisi seperti ini menurut Zizek ialah membuka mata generasi muda terhadap bahaya nihilisme yang berbusana kebebasan tanpa norma.Kita sedang hidup di masa krisis di mana identias kita tidak lagi berpijak pada tradisi. Suatu masa saat tak ada struktur makna dan tatanan nilai yang memampukan manusia untuk hidup melampaui prinsip hedonisme kapitalis.Kedua, filsafat memberikan pertimbangan etis atas kebijakan herd immunity untuk mengatasi pandemi covid-19. Herd immunity atau kekebalan komunitas terbentuk setelah mayoritas sembuh dari infeksi patogen. Caranya dengan vaksinasi atau membiarkan tubuh terinfeksi penyakit.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh FEBRI PRATAMA -
Pancasila menjadi modal bagi bangsa ini untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas, nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong harus terus dipupuk dan digalakkan. Tidak hanya dalam melawan Covid-19, tetapi dalam melawan berbagai bencana.Tanpa adanya gotong royong, Indonesia mungkin saja sudah bangkrut. Bahkan ibu Menteri Keuangan dengan jujur mengatakan gotong royong mampu membantu sehingga bangsa ini mampu bertahan menghadapi Covid-19 ini, dengan semangat gotong royong ini masyarakat bisa saling membantu satu sama lain dalam menghadapi pandemi ini. Masyarakat yang mampu membantu mereka yang ekonomi lemah. Bahkan ini terjadi tanpa imbauan dari pemerintah. Gotong royong adalah roh bangsa ini. Tanpa diperintah pun, masyarakat langsung melakukannya. Semangat ini harus terus digelorakan, tidak hanya saat pandemi Corona, tetapi nanti kalau wabah ini sudah berakhir.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Andrew Ferian -
menurut saya caera merealisasikan masyarakat yang berfilsafat Pancasila khususnya pada saat pendemi covid 19 adalah dengan gotong royong. Nilai-nilai gotong royong itulah yang saat ini sangat dirasakan di tengah masyarakat. Ada perasaan senasib, sepenanggungan, dan kekeluargaan di kalangan masyarakat dalam upaya mempertahankan kehidupan bersama. Perasaan senasib itu diungkapkan lewat perbuatan nyata dengan membantu sesama. Sejak pandemi covid-19 dinyatakan sebagai bencana nasional, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah sampai diberlakukan pembatasan sosial berskala besar. Intinya ialah bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah. sehingga gotong royong atau bekerja sama antar masyarakat dan pemerintah untuk saling menjaga satu sama lain agar kita dapat terbebas dari pandemi yang sedang melanda pada saat ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Arif Nur Listanto -
suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.


Nilai-nilai lainnya yang merupakan cerminan dalam kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong atau kebersamaan. Pada gilirannya nanti, perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal bukan saja menunjukkan keberhasilan melaksanakan gotong royong, tetapi juga dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Winarto . -
Dalam keadaan saat ini kita di haruskan menunjukan nilai nilai ideologi kebangsaan untuk mengatasi tantangan pada pandemi COVID 19. pada pancasila dimana nilai nilai pancasila yang membuktikan bahwa masyarakat saling membantu baik dari semua kalangan serta juga pemerintah dan beberapa substansi yang membantu menanggulangi COVID 19 tanpa adanya pancasila mungkin pandemi akan semakin merajalela dikarenakan masyarakat saling egois tidak tenggang rasa dan sebagainya, namun dengan adanya pancasila yagn tertanam pada diri kita secara tidak langsung membantu meringankan / mengurangi pandemi COVID 19 dengan menaati peratuan yang ada.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Sunarso . -
untuk merealisasikan masyarakat yabg berfilsafat pancasila pada saat pandemi covid 19 adalah dengan cara bergotong royong untuk menghindari kerumunan, mematuhi protokol kesehatan jika sedang diluar rumah supaya tidak merugikan orang lain. Dengan gotong royong kita bisa menekan penyebaran covid 19 ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Abdurahman Syarafi -
Assalamualaikum. Wr. Wb
.
.
Menurut saya suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Nilai-nilai lainnya yang merupakan cerminan dalam kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila adalah gotong royong atau kebersamaan. Pada gilirannya nanti, perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal bukan saja menunjukkan keberhasilan melaksanakan gotong royong, tetapi juga dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional. Kita bisa melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Ini membuktikan bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dalam cara berpikir, bertindak, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusian dan solidaritas,"
.
.
Waalaikumsalam. Wr. Wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Indah Amelia -
1. Ketuhanan yang Maha Esa
Sebagai masyarakat Indonesia yang beragama kita dianjurkan agar menjalankan ibadah sesuai dengan agama nya masing-masing di rumah saja.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sebagai masyarakat Indonesia kita harus saling tolong menolong dengan cara yaitu apabila saudara atau tetangga kita yang baru saja d PHK atau terkena musibah lainnya.
3. Persatuan Indonesia
Sebagai masyarakat Indonesia kita juga harus bersatu untuk menghentikan wabah virus Corona dengan cara yaitu Memakai masker, Rajin mencuci tangan dan Tidak bepergian di tempat keramaian.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawatan perwakilan
Pada sila keempat sebagai masyarakat Indonesia dalam menghadapai pandemi Covid 19 yaitu dengan cara berdiam diri di rumah saja.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menghormati keputusan pemerintah untuk keselamatan masyarakat dengan cara tidak bepergian keluar rumah apabila tidak terlalu penting.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: PENYAMPAIAN PENDAPAT/TANGGAPAN INDIVIDU

oleh Andre restu Nugraha -
Menurut saya Dalam keadaan saat ini, suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.seperti keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan,serta semangat gotong royong masyarakat bisa saling membantu satu sama lain dalam menghadapi pandemi ini Dan tetap mematuhi protokol kesehatan.