User Compatibility, yang berarti sebuah user interface harus sesuai dengan user yang menggunakannya. Misalnya saja sebuah interface yang mencolok dan penuh warna tidak akan tepat di buat untuk professor karena professor lebih memilih interface yang standard dan tidak penuh warna.
Produk Compatibility, yang berarti user interaface juga harus mempertahankan kompabilitas antar produk. Misalnya user interface yang lama dapat di korbankan jika tidak kompatibel dengan suatu produk baru yang dibuat.
Task Compatibility, Rancanglah user interace sesuai dengan
tugas yang akan dilakukan user. Jangan sampai user kesulitan menggunakan aplikasi karena user interfacenya tidak sesuai.
Workflow Compatibility, Jika command atau kegiatan yang dapat dilakukan user sangat banyak, maka organisasikan fungsi ΓÇô fungsi tersebut berdasarkan group atau yang lain agar user dapat lebih mudah melakukan tugasnya.
Consistency, Command atau fungsi suatu perintah di dalam user interface harus konsisten. Jangan membuat command ΓÇô command yang membuat user ambigu.
Familiarity, Gunakan gambaran atau konsep yang sudah familiar / sudah banyak orang tau. Misalnya saja untuk fungsi copy, cut, paste gunakan icon yang sesuai dan sudah banyak orang tau.
Simplicity, Suatu User Interface yang kompleks dapat membuat user tidak nyaman. Maka dari itu rancanglah user interface dengan tidak menampilkan semua fungsionalitasnya, sembunyikan fungsi ΓÇô fungsi yang kiranya tidak terlalu sering digunakan.
Direct Manipulation, Maksudnya adalah user langsung menyaksikan suatu perubahan yang user lakukan. Contoh sederhana saat kita mengetik ΓÇ£KΓÇ¥ di layar langsung keluar ΓÇ£KΓÇ¥ tidak perlu menunggu lama.
Control, User interface yang akan di buat harus sepenuhnya dapat mengontrol user. Jangan sampai user menjadi frustrasi gara ΓÇô gara interface yang out of control.
WYSIWYG, (What you see is what you get) Tampilan yang di sodorkan haruslah tepat seperti yang di inginkan user. Misalnya saat mencetak halaman document, system menyediakan fasilitas print preview dan yang keluar di kertas harus sama dengan tampilan print previewnya.
Flexibility, maksudnya adalah bagaimana membuat user interface yang fitur- fiturnya dapat di capai tidak hanya dengan 1 cara saja. Misalnnya untuk copy paste tidak hanya melalui menu edit saja melainkan dapat menggunakan hot key ctrl + c dan ctrl + v.
Invisible Technology, User dalam menggunakan aplikasi tidak perlu tahu apa saja yang sedang terjadi saat memnggunakan aplikasi tersebut. Misalnya untuk mennyalin tulisan saat di tekan tombol copy sebenrnya hal ini melalui banyak proses dan algoritma yang ruwet. Jika hal ini di jabarkan akan membuat interface ruwet dan tidak nyaman.
Robustness, maksudnya handal. Sistem yang di buat harus dapat menangani kesalahan user dengan menyediakan recovery atau semacamnya. Misalnya perintah undo saat user salah mengedit dokumen.
Protection, User interface yang dibuat harus melindungi user dari kesalahan ΓÇô kesalahan umum yang sering dilakukan. Misalnya saja menampilkan popup persetujuan saan menutup aplikasi yang belum di simpan.
Ease of Learning, User interface yang dibuat haruslah mudah di pelajari untuk user awam atau baru saja memakai aplikasi. Hal ini akan membuat user termotivasi untuk menggunakannya.
Ease of Use, maksudnya adalah user interface yang dibuat harus mudah di gunakan agar dapat mempercepat kinerja user baik user awam atau user berpengalaman. Hal ini akan membuat pekerjaan user semakin cepat selesai.