Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

Jumlah balasan: 22

Silakan Anda berdiskusi dengan dosen dan sesama mahasiswa mengenai materi yang diberikan!

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Kiki Meyrisa Ardelia Lestari -
Nama : Kiki Meyrisa Ardelia Lestari
NPM : 1912120005

Bu izin bertanya mengenai materi Tanda baca penyingkat / apostrof ini tanda yang dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam kontek ....ini mkasudnya bagaimana yah bu ?... Terimkasih bu ...
Sebagai balasan Kiki Meyrisa Ardelia Lestari

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rima Gustianita -
Hai, Kiki..
Tanda apostrof sebagai tanda penyingkat untuk menghilangkan bagian, seperti kata atau bagian angka pada tahun. Mungkin kalian sering atau pernah melihat tulisan yang terdapat bagian yang dihilangkan, misalnya pada kalimat: Pada 17 Agustus '45 terjadi peristiwa bersejarah yaitu proklamasi kemerdekaan Indonesia.
kalimat lain seperti, Semua 'kan terjawaab pada waktu yang tepat. Pada kalimat 1, tanda apostrof digunakan untuk menyingkat tahun, sedangkan pada kalimat 2 tanda apostrof digunakan untuk menyingkat bagian kata, yaitu kata "akan". Semoga dapat dipahami, ya..
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Ananda putri Amazona -
Nama:ananda putri amazona
NPM:1912120024

Bu saya izin bertanya,beda letak pemakaian tanda titik dua dan titik koma itu dimna ya bu?trus yang membuat beda nya itu apa ya bu?trimakasih bu
Sebagai balasan Ananda putri Amazona

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rima Gustianita -
Tanda titik dua dan titik koma berbeda fungsi pemakaiannya pada kalimat. Salah satu fungsi tanda titik koma sebenarnya setara seperti tanda koma, yaitu dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Contoh: Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
Sementara itu, tanda titik dua memiliki fungsi pemakaian yang lebih banyak daripada titik koma. Fungsi tanda titik dua, antara lain: diletakkan setelah kalimat atau kata yang memerlukan pemerian/perincian, dialog/percakapan, dan dipakai di antara jilid atau nomor halaman, bab dan ayat dalam kitab suci, dan lain-lain.
contoh: Surah Al-fatihah:1-7.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Sa fitri -
Nama : safitri
Npm : 1912120022
Bu izin bertanya , pada tanda elipsis digunakan pada bagian apa ya bu ? Terimakasih bu
Sebagai balasan Sa fitri

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Lidya intan Permatasari -
saya Lidya Intan Permatasai_1912120003
izin menanggapi bu, yang saya ketahui ada 2 kegunaan tanda elipsis
1. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya : Penyebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
2. Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.
Misalnya ; "Jadi, simpulannya ... oh, sudah saatnya istirahat."

Catatan:

(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
(2) Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).
Sebagai balasan Sa fitri

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rima Gustianita -
Tanda elipsis dipakai di dalam kalimat yang terputus atau terdapat kata/frasa yang dihilangkan. contoh: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
semoga dapat dipahami, ya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Lisia nara Sagita -
Nama:lisia Nara sagita
Npm: 1912120002
Ijin bertanya Bu sebenernya perbedaan antara puebi dan eyd yang paling signifikan itu apa ya Bu ? Trimakasih
Sebagai balasan Lisia nara Sagita

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Miranda Margaretha -
Ijin menanggapi bu
Nama: Miranda Margaretha
NPM: 1912120019
Ada 3 perbedaan yang dapat ditemukan, yaitu sebagai berikut :

1. Penambahan huruf vokal diftong.
- EYD, huruf diftong hanya 3 yaitu, ai, au, dan ao.
- EBI huruf diftong ditambah satu yaitu ei. Contohnya pada kata geiser dan survei.

2. Penggunaan huruf kapital.
- EYD, tidak diatur bahwa huruf kapital digunakan untuk menulis unsur julukan.
- EBI, unsur julukan tidak diatur ditulis dengan awal huruf kapital.

3. Penggunaan huruf tebal.
- EYD, fungsi huruf tebal ada 3 yaitu:
a. menuliskan judul buku, bab dan semacamnya
b. mengkhususkan huruf, dan
3. menulis lema atau sublema dalam kamus.
- EBI, fungsi ketiga dihapus.

Maaf apabila masih kurang tepat bu.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh hafidh faresi ifanka -
Nama: Hafidh Faresi Ifanka
NPM : 1911050151

Izin bertanya Bu, mohon penjelasan terkait penulisan ( Covid-19 ). Apakah ada standar tertentu untuk menggunakan tanda atau simbol (-) dalam sebuah kata?
Sebagai balasan hafidh faresi ifanka

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rima Gustianita -
pada penulisan covid-19 yang digunakan adalah tanda hubung. Menurut saya, sebenarnya pada penulisan covid-19 tidak perlu menggunakan tanda hubung. Tanda hubung sesuai fungsi pada EBI digunakan untuk (1) menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris (pemenggalan), (2) kata ulang, (3) menyambung huruf pada kata yang dieja satu persatu, (4) merangkaikan kata dalam unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing, dan lain sebagainya. Mungkin pada penulisan covid-19 tanda hubung dimaksudkan untuk menunjukkan urutan ke-19 atau mengacu ke tahun tersebarnya virus covid tersebut yaitu tahun 2019 dengan menghilangkan bagian angka tahun menjadi hanya 19. Jika benar begitu, tanda yang dipakai seharusnya ialah tanda apostrof bukan tanda hubung. Apakah rekan-rekan mahasiswa lain ada yang ingin menyanggah atau menanggapi?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Lidya intan Permatasari -
Nama : Lidya Intan Permatasari
NPM : 1912120003

Bu, izin bertanya tanda kurung yang harus kami pahami memiliki berapa jenis ya bu ? dan penggunaan tanda kurung itu sendiri bagaimana ya bu ?
Trimakasih bu.
Sebagai balasan Lidya intan Permatasari

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rima Gustianita -
Terdapat tanda kurung dan tanda kurung siku. keduanya memiliki perbedaan fungsi penggunaan. Tanda kurung lazimnya digunakan oleh beberapa fungsi, yaitu (1) mengapit tambahan keterangan, (2) mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan, (3) mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan, (4) mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Pada praktiknya, tanda yang sering digunakan ialah tanda kurung.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rivan Arnas -
Nama : Rivan Arnas
Npm 181150167

Izin bertanya bu,untuk penulisan kata "Sholat" Dalam b indonesia yang benar sholat atau salat ya bu ,dan mengapa demikian? Trimakasih bu
Sebagai balasan Rivan Arnas

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Carolline ivanca Maurielle.s -
selamat siang ibu izin menanggapi atas pertanyaan dari rivan arnas
nama : Carolline Ivanca Maurielle. S
NPM ; 1912120031

Menurut kamus KBBI Untuk penulisan kata "sholat" yang benar adalah "salat" mengapa begitu? karena menurut KBBI arti dari Salat adalah Rukun Islam kedua berupa ibadah kepada Allah SWT. Salat juga merupakan manifestasi doa kepada Allah SWT .

Maaf jika ada yang salah atau kurang tepat jawabn sata ibu terima kasih
Sebagai balasan Rivan Arnas

Re: Tempat Berdiskusi Pertemuan 3

oleh Rima Gustianita -
penulisan kata baku dari "shalat/sholat" menurut KBBI ialah "salat" yang berarti sembahyang atau ibadahnya umat Islam. Dalam bahasa Indonesia asli, jarang sekali ditemukan pola konsonan kh-, sh-, sc-,sy-, ch-, dan lain sebagainnya. Kata "shalat" merupakan serapan/pinjaman dari bahasa Arab, maka disempurnakan ke dalam ejaan bahasa Indonesia menjadi "salat". Semoga dapat dipahami.