Ruang Diskusi

Jumlah balasan: 3
Materi Pembelajaran melalui video ini didiskusikan pada ruang ini. Silahkan secara tertulis mendiskusikan dengan teman atau antar kelompok. Dosen pengampu akan memberikan nilai keaktifitasan Mahasiswa, Silahkan memahami dan menganalisa materi video yang tersedia... Terimakasih.. Selamat berdiskusi...
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Ruang Diskusi

oleh mieke rahayu -
Ada beberapa hal berkaitan dengan barriers of innovation atau hambatan inovasi... video ini menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan materi hari ini. Silahkan diruliskan baik antar kelompok maupun secara personal. Silahkan,... ..Selamat berdiskusi ...
Saling menanggapi di forum ini..?ruang ini
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi

oleh syaifulloh 945 -
Saya coba menanggapi dari video The five hidden barriers to innovation, dalam hal ini yang merujuk pada lima halangan yang menghambat kemajuan dalam inovasi. Kelima halangan tersebut dapat saya tulis dalam bahasa saya..

Kurangnya motivasi dan penghargaan: Banyak organisasi tidak memberikan motivasi atau penghargaan yang memadai bagi para inovator. Hal ini membuat para karyawan kehilangan semangat untuk mencoba hal-hal baru.

Keterbatasan sumber daya: Kurangnya sumber daya seperti waktu, uang, dan personil, seringkali menjadi penghalang bagi inovasi. Hal ini menyebabkan para inovator tidak dapat melaksanakan ide-ide baru yang mungkin dapat meningkatkan kinerja organisasi.

Kebiasaan dan rutinitas: Kebanyakan organisasi memiliki kebiasaan dan rutinitas yang sulit untuk diubah. Hal ini menghambat kemampuan organisasi untuk memperkenalkan perubahan yang signifikan dalam produk, layanan, atau proses.

Kurangnya keterampilan dan pengetahuan: Inovasi memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Jika organisasi tidak memiliki karyawan yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, maka inovasi akan terhambat.

Ketakutan akan kegagalan: Ketakutan akan kegagalan sering kali menghambat inovasi. Banyak organisasi tidak ingin mengambil risiko untuk mencoba hal-hal baru karena takut gagal dan mengalami kerugian finansial atau reputasi.

Mengatasi lima halangan tersebut memerlukan perubahan sikap dan budaya organisasi yang inklusif, serta komitmen yang kuat dari manajemen untuk memfasilitasi inovasi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Ini sedikit tanggapan yang bisa saya artikan dalam video ini..
Maaf jika ada kesalahan atau kekurangan..
🙏
Sebagai balasan mieke rahayu

Re: Ruang Diskusi

oleh Agung Erianto Juliandono -
Assalamualaikum, good day everyone, mohon maaf lahir batin ya. Maaf baru bisa ikut bergabung dalam diskusi, after a very busy first week at the office since Lebaran. Setelah menonton video pada kanal youtube Great Place To Work dengan tema ΓÇ£Introduction to The Five Hidden Barriers to InnovationΓÇ¥, izin sy coba sedikit berkomentar dan menyimpulkan.

Menurut riset yang dilakukan Konsultan Julian Lute pada Great Place To Work berdasarkan analisis pada sekitar 500.000 tanggapan survei karyawan dari hampir 800 organisasi, dapat disimpulkan terdapat 5 rintangan tersembunyi yang sulit dilihat dan berpotensi memperlambat kelincahan serta daya cipta organisasi, yaitu:

1. Everyday Fear/ Ketakutan Sehari-hari: Ketika karyawan mengalami kecemasan seputar permintaan work-life balance, mereka cenderung untuk tidak berinovasi. Hal ini sesuai dengan salah satu penghambat inovasi dalam materi paparan kuliah pertemuan 5, yaitu Sibuk Rutinitas. Seorang karyawan yang alokasi waktu untuk rutinitas kehidupan normalnya padat, baik untuk pekerjaan maupun hal-hal pribadi kadang merasa cemas tidak dapat memenuhi ekpektasi kinerja yang diharapkan dan cenderung mereka enggan untuk membicarakan hal tersebut kepada pimpinan.

2. Purpose Gaps/ Kesenjangan Tujuan: Jika karyawan merasa tersisih dari misi dan kegembiraan organisasi, mereka juga akan segera merasa dikucilkan dari inovasi. Seorang karyawan garis depan yang kurang dilibatkan dalam pencapaian kinerja organisasi akan merasa kurang dibutuhkan sehingga akhirnya malas untuk ikut terlibat melahirkan ide-ide kreatif yang membantu capaian tujuan organisasi. Akbitanya terjadi kesenjangan antara karyawan tersebut dengan pimpinan eksekutif tingkat tinggi beserta tim karyawan lainnya. Hal ini sesuai dengan salah satu penghambat inovasi dalam materi paparan kuliah pertemuan 5, yaitu Menghalangi Ide Kreatif.

3. Running Too Lean/ Berjalan Terlalu Hemat: Ketika orang kekurangan sumber daya (terutama anggaran) untuk menyelesaikan pekerjaan mereka atau berjuang untuk membayar tagihan di tempat tinggal mereka, mereka akan kehilangan fokus sehingga tidak dapat berpartisipasi penuh dalam inovasi. Seorang karyawan yang merasa tidak didukung dengan anggaran yang cukup untuk melakukan pengembangan kompetensi profesional individu, atau bahkan anggaran perjalanan untuk menghadiri seminar/konferensi oleh organisasi dengan alasan keterbatasan anggaran dapat menjadi penghalang karyawan tersebut untuk berinovasi. Bahkan untuk seorang karyawan bergaji rendah yang mengakibatkan harus mengambil pekerjaan sampingan untuk mendapatkan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan memiliki lebh sedikit waktu dan sedikit komitmen untuk berinovasi dan memberikan segalanya untuk organisasi. Hal ini sesuai dengan salah satu penghambat inovasi dalam materi paparan kuliah pertemuan 5, yaitu Biaya Mahal.

4. Frontline Manager Funk/ Manajer Garis Depan yang Takut: Manajer garis depan sangat penting untuk mendorong inovasi, namun sering kali merasa diabaikan, terlalu banyak bekerja, dan kurang didukung oleh Top Leader. Seorang manajer garis depan yang jarang diajak berkomunikasi oleh top leader yang jarang turun ke garis depan akan kesulitan untuk meminta tanggapan dan menerima umpan balik atas kinerjanya. Manajer garis depan yang terlalu banyak bekerja sehari-hari sulit untuk melihat peluang dan tantangan karena ditinggal sendiri dan tidak didengar oleh top leader, akibatnya mereka merasa takut melakukan hal-hal baru di luar rutinitas. Hal ini sesuai dengan salah satu penghambat inovasi dalam materi paparan kuliah pertemuan 5, yaitu Tidak Memiliki Arah dalam Inovasi.

5. Stagnating Minds/ Pikiran Stagnan: Banyak orang tidak merasa memiliki kemampuan untuk tumbuh secara profesional, yang membuat mereka merasa mandek dan terhalang untuk menyumbangkan ide-ide baru. Rintangan ini mengacu pada karyawan-karyawan yang memiliki potensi namun tidak dikembangkan organisasi. Karyawan di organisasi ingin melakukan lebih tetapi tidak diberi kesempatan untuk terus melatih dan mengembangkan diri mereka sendiri. Mereka tentu berharap mendapatkan peluang pengembangan yang berharga untuk individu dan pada gilirannya dapat berharga untuk organisasi. Hal ini akan mengakibatkan padamnya minat mereka untuk melakukan inovasi sehingga tercipta pola pikir yang stagnan.
Peneliti menyebutnya dengan "penghalang tersembunyi" karena mereka umumnya luput dari perhatian pemimpin. ΓÇ£Ketakutan Sehari-hariΓÇ¥, misalnya, mengacu bukan pada masalah nyata karyawan yang takut di-PHK atau bos meneriaki mereka, tetapi pada cara yang lebih halus para pekerja merasa khawatir bahwa mereka tidak dapat mengambil cuti untuk mengurus diri sendiri atau keluarga mereka.

Well, thatΓÇÖs just my two cents. Terima kasih