TEMPAT BERDISKUSI

Jumlah balasan: 20

SETELAH MEMBACA MATERI DAN MENYIMAK VIDEO BERIKAN TANGGAPAN KALIAN TERKAIT ETIKA PERIKLANAN DAN APA YANG MENJADI TUJUAN PERUSAHAAN SEHINGGA MEMBUAT IKLAN YANG MELANGGAR ETIKA DAN BERIKAN SOLUSINYA

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Dihan Topan Mahisa -
Iklan baik dalam bentuk apapun itu, merupakan salah satu media persuasif yang bisa menjadi sangat berpengaruh terhadap sudut pandang dan perilaku bagi orang-orang yang melihatnya. Terlebih lagi jika iklan disajikan dalam suatu multimedia audio-visual, dengan tema atau topik tertentu seta diperankan oleh bintang iklan ditambah dengan jargon atau jingle-jiingle yang mudah diingat, dihapal, dan ditirukan. Hal tersebut akan sangat mudah untuk masuk ke dalam pikiran pemirsa serta mempengaruhi perilakunya.
Berbicara mengenai iklan bukan hanya tertuju pada produk yang ditawarkan, namun juga keseluruhan isi atau konten di dalam iklan, termasuk tulisan, gambar, gerakan, hingga tema atau topik yang dimunculkan. Para kreator iklan bukan saja dituntut untuk dapat mengemas informasi secara menarik namun tetap memperhatikan etika-etika yang harus dipenuhi dalam penayangan iklan.
Iklan yang ditampilkan dalam tayangan video yang kita saksikan di LMS ini, merupakan contoh iklan-iklan yang dianggap melanggar etika penayangan iklan dan pertelevisian. Hal tersebut terjadi karena di dalam iklan-iklan tersebut, terdapat tulisan-tulisan yang kontroversi dan adegan-adegan yang dianggap seronok atau kurang pantas sehingga dapat memicu para pemirsanya untuk mengikuti atau melakukan hal yang sama seperti yang ditayangkan di dalam iklan. Hal tersebut tentu saja bertentangan dengan etika, apalagi di Indonesia sendiri dengan adat, budaya, & agama yang ada tentunya akan menyaring iklan-iklan yang dianggap kurang pas untuk ditayangkan yang berdampak pada psikologi penonton terlebih anak-anak di bawah umur.
Jadi menurut saya, iklan-iklan tersebut memang kurang layak untuk ditayangkan dan sekaligus sebagai pembelajaran bagi kita jika di suatu saat nanti kita dihadapkan dengan pembuatan iklan, dimulai dari ide-ide, tema yang akan dimunculkan, pemilihan media & pemeran / artis, bagaimana mencantumkan tulisan, hingga sampai ke penerbitan harus tetap memperhatikan etika-etika yang dipersyaratkan.
Terima kasih..
Sebagai balasan Dihan Topan Mahisa

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
sebenarnya pa yg menjadi tujuan si pembuat iklan dgn menayangkan iklan yg tidak ber etika, padahal yg mereka jual produk, bukan kontennya, seperti iklan pompa air tersebut, blum tentu org yang menonton akan tergugah/terstimuli utk membeli pompa air tesebut, sebab bagi sya pribadi ketika akan membeli sebuah produk maka bnyak hal yg harus sya pertimbangkan, baik itu harga, kualitas produk, daya tahan/keawetan, servis jika rusak, spare parts dsb, bagaimana pendapatmu,
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Dihan Topan Mahisa -
Saya setuju dengan kalimat terakhir Pak Rendra, kualitas memang hal utama yang dicari. Namun, dalam hal ini pembuat iklan nampaknya hanya mempertimbangkan 1 sisi bagaimana iklannya bisa dilihat, diingat, dan menarik orang terutama pengguna atau yang mencari produk pompa umumnya laki-laki, maka ditayangkanlah iklan dengan bintang iklan yang seksi dan menggoda, yang mungkin menurut pengiklan itu merupakan adegan yang masih dalam batas kewajaran, sedangkan publik menilai lain. Untuk semua iklan yang ada di dalam video tersebut, menurut saya yang ingin dicapai oleh pengiklan pertama kali adalah iklannya mudah diingat dulu tanpa memperhatikan aspek kualitas harga dan fitur-fitur yang ada dii dalam produknya. Maka, dengan orang mengingat iklan dan produk yang diiklankan, diharapkan ketika orang-orang ingin mencari produk jenis tersebut,, yang pertama kali diingat oleh mereka adalah iklan yang ditayangkan dengan konten yang cukup mencolok.
Sebagai balasan Dihan Topan Mahisa

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG ETIKA
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Dihan Topan Mahisa -
Etika merupakan
Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (KBBI).

Di dalam iklan-iklan tersebut
Mengandung pornografi
Bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Maka iklan dianggap tidak beretika
Sebagai balasan Dihan Topan Mahisa

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
SELAIN CONTOH TERSEBUT IKLAN PRODUK APA LAGI YANG MELANGGAR ETIKA DI INDONESIA
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Dihan Topan Mahisa -
Sejauh ini yang saya amati, iklan "Head and Shoulder" karena terdengar menyebutkan bahwa produk tersebut merupakan Shampoo nomor 1 di Dunia., karena secara etika periklanan tidak boleh menggunakan Kata ΓÇ¥Satu-satunyaΓÇ¥: Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata ΓÇ£satusa-tunyaΓÇ¥ atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menyebutkan dalam hal apa produk tersebut menjadi yang satu-satunya dan hal tersebut harus dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan.
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh suherman suherman -
menurut saya benar kata bapak pertama kuwalitas produk dan harga,apa lagi di kampung saya pak yang di utama itu adalah harga dan kualitasnya,
Sebagai balasan suherman suherman

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
SECARA TIDAK LANGSUNG BISA DI SIMPULKAN BAHWA IKLAN TERSEBUT TIDAK EFEKTIF, TETAPI MNURUTMU MNGAPA SI PEMBUAT IKLAN TIDAK MENONJOLKAN KELEBIHAN PRODUKNYA DI BANDING PRODUK LAIN JUSTRU LEBIH MENAMPILKAN KONTEN2 YG TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN NILAI TAMBAH PRODUK TERSEBUT
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh suherman suherman -
mungkin menurut pembuat iklan tidak perlu menonjolkan nilai tambah produk tersebut,karna dia yakin dari membuat iklan tersebut bisa lebih menarik dan menghipnotis konsumennya yang melihat iklan tersebut?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh suherman suherman -
menurut saya dari semua iklan tersebut memang tidak pantas untuk di tayangkan kan di televisi dan lainnya,karena iklan tersebut terdapat unsur porno dan fulgar yang tidak layak di tonton anak-anak mungkin tujuan perusahaan membuat iklan tersebut agar lebih menarik bahwa produk tersebut di yakini oleh orang2 yang melihatnya khusus nya orang dewasa.
solusi nya:
sebaiknya pihak stasiun televisi agar lebih memilih iklan yang akan di tayangkan atau jika sebuah status televisi ingin tetap menayangkan iklan tersebut lebih baik memperhatikan jam tayang dari iklan di saatt jam anak-anak sudah tertidur karena tidak seua iklan yang memuat konten dewasa di tampilkan di jam tidur anak-anak masih banyak iklan yang di tampilkan di sembarang waktu, untuk orang tua hendaknya selalu mengawasi setiap tayangan yang di lihat oleh anak di televisi maupun di handphone.
Sebagai balasan suherman suherman

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
APA YANG KAMU KETAHUI TERKAIT ETIKA PERIKLANAN
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh suherman suherman -
yang saya ketahui
1. patas dan layak kapan harus di tayangkan sesuai target market dan target audiens nya bernilai seni sehingga dapat mengundang daya tarik, hal layak
tidak memicu konflik sara, tidak mengandung porno grafi, tidak mengandung etika bisnis yang saling menjatuhkan produk tertentu, tidak plagiat dan membuat konten yang sesuai dengan kondisi produk yang di iklan kan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Hamdani . -
Untuk membuat konsumen tertarik , iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis, tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu , iklan dikomunikasikan kepada masyarakat luas melaluu media massa komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang, semua usia , golongan , suku, sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis.
Dengan iklan┬▓ tersebut menurut saya sangat melanggar , iklan yang tidak pantas untuk diiklan kan isi dari perilaku iklan tersebut, kata- katanya penyampaian nya sangat tidak baik untuk usia yang masih dibawah umur .
Sebagai balasan Hamdani .

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
APAKAH DENGAN CONTOH2 IKLAN TERSEBUT ANDA TERTARIK UNTUK MEMBELI PRODUK, KRN BAGI SYA PRIBADI SYA BLUM TENTU TERTARIK UTK MEMBELI PRODUK TERSEBUT, BAGAIMANA PENDAPATMU
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Hamdani . -
Tidak tertarik sama sekali yang timbul di benak saya bukan nya terpengaruh untuk membeli malah timbul rasa tidak mau untuk membeli dari segi penyampaian dan adegan iklan tersebut tidak ada etika,melanggar norma, moral , sehingga saya sebagai yang melihatnya pun timbul rasa jijik
Sebagai balasan Hamdani .

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Rendra Saputra -
APA YANG KAMU KETAHUI TERKAIT ETIKA PARIWARA INDONESIA (EPI)
Sebagai balasan Rendra Saputra

Re: TEMPAT BERDISKUSI

oleh Hamdani . -
Yang saya ketahui terkait etika pariwara indonesia (EPI) yaitu pedoman bagi kreatif periklanan, dalam etika pariwara indonesia bahwa etika pariwara indonesia diperlakukan sebagai sistem nilai dan pedoman terpadu tata krama dan tata cara yang berlaku bagi seluruh pelaku periklanan indonesia, keberadaan etika pariwara indonesia juga sangat berperan penting dalam membuat suatu eksekusi iklan yang benar dan tidak menyesatkan masyrakat luas, yang menjadi tiga poin yaitu: 1. Jujur, benar dan bertanggung jawab. 2. bersaing secara sehat. 3. melindungi dan menghargai, tidak merendahkan agama, budaya negara dan golongan serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku