
Lantas, apa saja manfaat identitas digital untuk inovasi industri pariwisata? Berikut beberapa di antaranya:
Salah satu manfaat utama penerapan identitas digital bagi industri pariwisata adalah munculnya peluang untuk contactless travel atau perjalanan tanpa kontak langsung.
Artinya, keseluruhan proses seperti booking hingga check-in hotel dapat dilakukan dari jarak jauh. Praktik ini bahkan telah dilakukan oleh sejumlah penyedia layanan pariwisata di dunia, salah satunya adalah Best Western Hotels & Resorts Australasia.
Mereka menggunakan solusi identitas digital dan teknologi biometrik untuk memangkas proses booking hingga check-in hotel, terutama di tengah pandemi Covid-19.
Saat itu, banyak wisatawan merasa khawatir akan penyebaran virus. Namun, dengan adanya sistem contactless menggunakan identitas digital, wisatawan jadi lebih percaya diri untuk menginap di hotel.
Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diperlukan penerapan strategi yang tepat bagi sektor akomodasi di Indonesia.
Identitas digital menawarkan banyak pilihan baru, salah satunya fasilitas WFH (Work From Hotel).
Salah satu strategi untuk membuat sektor akomodasi di tanah air dapat bertahan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pekerja profesional yang membutuhkan refreshing di tengah kesibukan pekerjaannya.
Era digital memungkinkan proses aktivitas menjadi serba cepat dan serba tersedia. Contoh paling umumnya, tidak ada orang yang ingin menunggu lama untuk kegiatan pemesanan tiket pesawat atau hotel.
Identitas digital membantu sektor industri yang dituntut untuk menjadi serba cepat, mudah, dan aman sambil tetap menjaga kualitas layanan, termasuk soal pembayaran.
Kini, sudah banyak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang beralih ke sistem pembayaran cashless environment (pembayaran digital) menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Jumlah merchant yang telah terintegrasi dengan layanan QRIS juga tidak sedikit dengan angka yang mencapai 28,75 juta pengguna hingga Desember 2022.
Ke depannya, jumlah merchant yang terintegrasi dengan layanan QRIS akan terus meningkat sehingga memudahkan wisatawan melakukan transaksi cashless.
Sektor pariwisata bisa menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia dengan membuat lokasi wisata yang Instagramable.
Strategi mempromosikan tempat wisata secara gratis ini dapat membantu meningkatkan jumlah wisatawan.
Sektor pariwisata yang menawarkan akses serba digital tentu harus dibarengi dengan kemudahan akses akomodasi lewat smartphone.
Hal ini pun memungkinkan wisatawan untuk melakukan check-in hotel secara contactless atau tak perlu bertemu langsung dengan pihak hotel, sehingga lebih cepat dan praktis.
Mudahnya akses akomodasi juga ditunjang oleh faktor keselamatan dan kenyamanan saat menginap oleh hotel yang dilengkapi dengan sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).
Demikianlah informasi tentang inovasi industri pariwisata melalui pengaplikasian identitas digital.
Selain meningkatkan kualitas terhadap destinasi wisata yang sudah ada, digitalisasi memiliki peran penting sebagai alat untuk menggali potensi daerah baru dan meningkatkan daya tarik destinasi tersebut. Mekanisme digitalisasi dalam penggalian potensi suatu daerah yakni sebagai berikut:
Lalu apakah digitalisasi pada sektor pariwisata akan selalu memberikan dampak positif pada perkembangannya?
Tentu saja tidak. Pada beberapa kondisi, mekanisme digitaliasi mempunyai dampak yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Beberapa dampak negatif digitalisasi terhadap perkembangan destinasi wisata beserta contohnya yaitu sebagai berikut:
Berikut sebagian contoh destinasi wisata yang rusak setelah viral di media sosial


Bagaimana cara mengatasinya?
Dampak negatif digitalisasi terhadap destinasi wisata baru di suatu daerah dapat diatasi dengan kerjasama yang baik dari pihak pemerintah daerah dan masyarakat sendiri sebagai wisatawan. Sebaiknya, pemerintah daerah harus selalu ΓÇ£mawasΓÇ¥ akan potensi daerah yang dimiliki sehingga pengelolaan wisata, pengaturan kuota kunjungan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, promosi pendidikan dan kesadaran lingkungan kepada wisatawan, serta implementasi praktik pariwisata yang bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan mampu dilakukan dengan lebih optimal. Kita sebagai masyarakat juga perlu mendukung pariwisata berkelanjutan dengan mengkuti peraturan yang ada, tidak merusak lingkungan, mempromosikan praktik pariwisata yang bertanggungjawab dibarengi dengan pengembangan usaha yang mendukung pariwisata tersebut, serta mendorong partisipasi dan kolaborasi kelompok masyarakat untuk ikut serta menjaga dan mengembangkan wisata sebagai potensi daerah miliknya.

ariwisata desa adalah aset yang berharga. Melalui keindahan alam, budaya lokal yang kaya, serta tradisi autentik, pariwisata desa menawarkan pengalaman unik kepada wisatawan yang mencari petualangan dan kedamaian yang jarang ditemukan di kota-kota besar. Namun, hingga saat ini, potensi pariwisata desa belum sepenuhnya dieksplorasi dan dimanfaatkan. Inilah saatnya untuk melihat ke arah digitalisasi pariwisata desa sebagai langkah menuju kemajuan yang lebih besar.
Pasalnya, digitalisasi telah mempermudah dan mempercepat proses yang ada di berbagai bidang. Digitalisasi pada sektor industri telah berkontribusi pada mudahnya akses informasi yang berimplikasi pada tingginya penjualan. Digitalisasi juga memudahkan dan mengefisiensikan sistem pada sektor pelayanan publik. Sedangkan di bidang kesehatan, digitalisasi dapat mengefektivitaskan sistem yang ada.
Selain itu, penerapan teknologi dalam sektor pariwisata desa memiliki potensi besar dalam meningkatkan jumlah pengunjung. Digitalisasi pariwisata desa dapat digunakan sebagai sarana promosi untuk menampilkan keindahan dan keunikan yang ditawarkan. Penelitian oleh Bagus Putu Wahyu Nirmala dan rekan-rekannya pada tahun 2020 telah membuktikan bahwa promosi melalui website dan penggunaan teknologi khusus seperti augmented reality dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Berbagai penerapan teknologi yang dapat membantu pariwisata desa, di antaranya adalah website, rekomendasi kuliner, hingga penerapan augmented reality untuk pengalaman berwisata yang lebih mengasyikkan. Selain itu, digitalisasi juga dapat merambat pada sistem pembayaran, pendaftaran, dan pendataan pengunjung. Tak hanya itu, kini juga sedang marak penerapan cashless sebagai metode pembayaran di berbagai sektor.
Digitalisasi pariwisata desa dalam jangka panjang akan berpengaruh pada perkembangan pariwisata desa. Hanya saja, beberapa hal perlu diperhatikan agar penerapannya dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Hal-hal tersebut diantaranya adalah inisiasi yang baik untuk memulai digitalisasi pariwisata desa, pelatihan teknologi kepada para pengelola pariwisata, hingga ketersediaan dana untuk memulai digitalisasi ini sendiri. (*)