Forum Diskusi materi 6

Jumlah balasan: 48

Urutan kegiatan pembelajaran

1. Membaca materi 

2. Memahami Materi

3. Memberikan komentar dan menanggapi komentar teman dalam diskusi

4. diskusi forum di buka 30 menit setelah kelas dibuka

5. peserta yang aktif berdiskusi akan mendapatkan point tambahan


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Nika Renata -
Nama :Nika Renata
Npm :1912110394
Assalammualaikum umi ijin bertanya ,yang di maksud muwashafat itu apa ya umi ?
Sebagai balasan Nika Renata

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Sabella Nur afni -
Nama = Sabella Nur Afni

 NPM = 1811010138 

Izin menanggapi pertanyaan tentang muwashafat. 

Menurut saya setelah membaca materi 6 tersebut, muwashafat itu adalah ciri-ciri atau sifat-sifat ideal seorang muslim. 

Sebagai balasan Nika Renata

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
Muwasafat berasal daripada perkataan akar (wa-sho-fa) yang membawa maksud ciri-ciri atau watak atau rupa diri. Manakala muwasafat adalah pelaku kepada perkataan (wa-sho-fa) atau disebut sebagai (faiΓÇÖl) yang bermaksud penyerlahan watak secara khusus.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Fitria Nugraheni -
Nama :Fitria Nugraheni
Npm :1912110381
Assalammualaikum umi ijin bertanya yang di maksud dengan ayat ayat kauniyah itu apa ya Umi
Sebagai balasan Fitria Nugraheni

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
Ayat Qauliyah dan ayat Kauniyah adalah dua dari sekian tanda-tanda keberadaan Allah SWT. Melalui ayat qauliyah dan kauniyah kita bisa menemui sifat-sifat Allah.
Sebagai balasan Fitria Nugraheni

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh tia novitasari -
Nama:Tia novitasari
Nom:1912110476
Izin menjawab,
Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini.
Sebagai balasan Fitria Nugraheni

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh aulia hani -
tanda bahwa Allah itu ada baik seperti yang tercatat dalam kitab Allah maupun melalui tanda yang ditunjukkan makhluk ciptaan-Nya.
Sebagai balasan Fitria Nugraheni

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini.
Sebagai balasan Fitria Nugraheni

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Mei Vina -
Ayat kauniah yaitu ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT.
Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
Nama : Erlin Kusnita
Npm : 1912110371

Izin bertanya,
Apakah artinya berada dalam hadirat Allah?
Sebagai balasan Erlin Kusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
izin menjawab,
Adam dan Hawa menikmati hubungan yang dekat dalam hadirat Allah sebelum kejatuhan dalam dosa (Kejadian 3:8). Sejak peristiwa itu, dosa selalu mencegah kehadiran jasmani kita berhadapan dengan Allah (Keluaran 33:20). Pada saat ini hanya malaikat yang kudus dan tanpa dosa dapat berhadapan dengan Allah secara jasmani (Lukas 1:19). Akan tetapi umat Kristen mempunyai kehadiran Allah melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita (Yohanes 14:23; 15:4), dan berdiamnya hadirat itu hanya dapat diperoleh melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kita sadar terhadap realita keberadaan ini ketika kita taat pada Firman-Nya. "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib" (1 Petrus 2:9). Perhatikan bahwa Petrus berkata "kamulah bangsa terpilih...kepunyaan Allah sendiri." Jika kita merupakan milik-Nya, bukankah Ia hadir di antara kita? Kita tidak akan pernah kehilangan kehadiran Allah, sebesar apapun kegagalan kita; tidak ada dosa yang dapat membatalkan penebusan-Nya; kita tidak dapat mengusir Roh Kudus. Dosa kita dapat membangkitkan amarah Allah, namun orang percaya sejati tidak akan kehilangan Roh Kudus. Meskipun kita tidak kehilangan kehadiran Allah, mungkin kita dapat kehilangan "kesadaran" akan hadirat-Nya.

Setiap anak Allah merasakan ada kalanya bahwa kita kehilangan hadirat Allah dari waktu ke waktu, seolah-olah seperti tuan tanah yang pergi meninggalkan rumahnya untuk mengurus kepentingannya di luar. Akan tetapi Ia tidak pernah meninggalkan rumahnya kosong, karena jika ia pergi selamanya, maka semua barang milik-Nya akan Ia bawa, bukan? Ia telah meninggalkan perabotan dan harta benda-Nya di rumah itu, sehingga kita memperoleh kepastian Ia akan kembali. Semua orang percaya tahu bahwa ada waktu kegersangan rohani ketika Allah memutuskan untuk menguji iman kita. Ia mendorong kita melewati api-api penderitaan supaya iman kita semakin murni (Ayub 23:10; 1 Petrus 1:7).

Hadirat Allah secara praktis berupa perasaan sukacita! Banyak orang Kristen bermuka muram dan sedih karena mereka tidak merasakan kehadiran Allah. Persekutuan dengan Allah merupakan pengalaman yang manis bagi mereka yang berjalan dengan Allah dalam ketaatan dan iman. Persekutuan yang manis yang datang dari ketaatan dan keyakinan dalam Tuhan bukan sekedar perasaan. Persekutuan ini menopang kita, terutama di masa sukar, karena "sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu" (Nehemia 8:10).Yakobus, saudara Yesus, menulis, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" (Yakobus 1:2) karena pencobaan menghasilkan iman dan mengembangkan ketekunan. Ketika kita tekun melewati kesukaran, dengan membuktikan pada diri kita sendiri serta orang lain keaslian iman kita, kesadaran akan hadirat Allah semakin meningkat, sama halnya dengan sukacita kita.

Daud membahas sukacita yang hanya dapat dialami orang benar (Mazmur 16:11) - sebuah sukacita yang hanya berupa cicipan dibanding sukacita yang kekal yang kita rasakan ketika bertatapan muka dengan Tuhan kita kelak.
Sebagai balasan Erlin Kusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Fitria Nugraheni -
Izin menjawab
Adam dan Hawa menikmati hubungan yang dekat dalam hadirat Allah sebelum kejatuhan dalam dosa (Kejadian 3:8). Sejak peristiwa itu, dosa selalu mencegah kehadiran jasmani kita berhadapan dengan Allah (Keluaran 33:20). Pada saat ini hanya malaikat yang kudus dan tanpa dosa dapat berhadapan dengan Allah secara jasmani (Lukas 1:19). Akan tetapi umat Kristen mempunyai kehadiran Allah melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita (Yohanes 14:23; 15:4), dan berdiamnya hadirat itu hanya dapat diperoleh melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus.
Sebagai balasan Erlin Kusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Putri Aprilla Rani -
Izin menjawab

Secara sederhana "hadirat Allah" berarti manifestasi kehadiran Allah. Tetapi banyak orang yang relijius atau penganut agama, terutama non kristen, beranggapan bahwa Allah yang kudus itu tidak akan menyatakan kehadiranNya dan tinggal di antara manusia yang berdosa, sehingga keberadaan Allah itu seharusnya terpisah dari manusia, Allah itu berada di sorga dan manusia di bumi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ika Nurlyana -
Nama : Ika Nurlyana
Npm : 1912110392
Assalamuallaikum umi, izin bertanya
Apa yang dimaksud dengan Tafakkur dan Tadabbur?
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
izin menjawab,
Adapun perbedaannya, tadabbur adalah berfikir dengan melihat akhirnya. Sementara tafakkur adalah kekuatan dalam berfikir terhadap apa yang dilihat.
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Anggita Destiana -
Nama: Anggita Destiana
Npm: 1912110386

Izin menjawab:
"Tafakkur yaitu merenung kan fenomena yang terjadi pada alam semesta"
Sedangkan
"Tadabbur yaitu suatu gambaran penglihatan hati terhadap akibat-akibat segala urusan."

Tetapi baik tafakkur maupun tadabbur keduanya sama sama menggunakan mata hati.
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Fitria Nugraheni -
Adapun perbedaannya, tadabbur adalah berfikir dengan melihat akhirnya. Sementara tafakkur adalah kekuatan dalam berfikir terhadap apa yang dilihat
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh ima bahrum -
tafakkur itu maksudnya berfikir tadabbur merenungkan , terkait materi kita ini tafakur atau berfikir tentag fenomena kehidupan kita, u apa kita diciptakan tugas kita dan lain lain, untuk aktifitas tadabur misalnya tadabbur alquran , untuk kita renungkan dan mencari makna dari apa yang kita renungkan agar menambah keimanan kita kepada ALLAH
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
Tafakur dapat diartikan sebagai kegiatan merenung, memikirkan, ataupun mengenang berbagai macam gejala yang terjadi di alam semesta.

Tadabbur memiliki makna yang hampir sama dengan tafakur, yakni merenungi sesuatu secara komprehensif dan bertujuan untuk mengetahui maksud serta makna dari sesuatu tersebut secara mendalam.
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh aulia hani -
Tadabbur adalah salah satu cara untuk memahami Al-QurΓÇÖan. Kitab-kitab Tafsir yang kita kenal dan kita baca sekarang adalah hasil usaha yang optimal dari para ulama dalam mentadabburi dan memahami Aquran.
Tafakur berasal dari kata TAFAKKARO yang artinya merenungkan atau memikirkan.
Disebutkan di dalam hadits, bahwa tafakur sesaat adalah lebih baik daripada ibadah satu tahun. Dorongan untuk bertafakur, tadabur, berpikir, dan mengambil pelajaran dapat diketahui dari ayat-ayat Al-QurΓÇÖan dan hadits-hadits. Tafakur adalah kunci untuk memperoleh cahaya, asas meminta pertolongan dan perangkap ilmu.
Sebagai balasan Ika Nurlyana

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ayu Asela -
Nama : Ayu asela
Npm : 1912110393
Izin menjawab
Tafakur dapat diartikan sebagai kegiatan merenung, memikirkan, ataupun mengenang berbagai macam gejala yang terjadi di alam semesta.
Tadabbur memiliki makna yang hampir sama dengan tafakur, yakni merenungi sesuatu secara komprehensif dan bertujuan untuk mengetahui maksud serta makna dari sesuatu tersebut secara mendalam.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Anggita Destiana -
Nama: Anggita destiana
Npm: 1912110386
"Jalan menuju mengenal Allah"
Mempelajari Al Quran, dengan mengenal alam semesta, mu'jizat Allah yang memang tidak ada lagi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Putri Aprilla Rani -
Nama: Putri Aprilla Rani
Npm: 1912110357

Bila ada seorang kafir masuk Islam lalu di berbuat baik dan menjalankan perintah Allah, akankah ia masuk surga?? tapi bagaimana dengan dosa yg ia perbuat sebelum masuk Islam?? Apakah dosa tersebut di ampuni?? Kalaupun iya bukankan dosa syirik itu dosa yg tidak bisa di ampuni
Sebagai balasan Putri Aprilla Rani

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
Izin menjawab, 
Kebaikan ada yang bersifat universal, artinya orang mukmin dan kafir menganggap itu sebagai kebaikan, seperti sifat jujur, berbakti kepada orangtua dan membantu orang miskin.

Kebaikan yang disebut sebagai amal sholeh adalah kebaikan yang sifatnya lebih spesifik menurut pandangan Islam. Artinya, kebaikan tersebut harus sesuai dengan standar dan berada dalam koridor ajaran agama Islam.

Dari sini bisa dipahami bahwa kebaikan yang dilakukan oleh orang kafir tidak disebut sebagai amal sholeh, karena tidak memenuhi syarat yaitu pelakunya harus seorang muslim.

Kebaikan orang kafir tidak pernah sia-sia, kebaikan orang kafir mendapatkan balasan di dunia tapi tidak mendapatkan balasan di akhirat.

Orang kafir tidak mendapatkan balasan di akhirat, karena orang kafir tersebut tidak mengharapkan amalannya agar dibalas di akhirat nanti atau ia mengharapkan balasan tapi tidak memenuhi syarat untuk dibalas di akhirat, yaitu syarat sebagai seorang yang beragama Islam.

Allah TaΓÇÖala berfirman:

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Dan kami perlihatkan segala amal kebaikan yang dilakukan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan:23)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan arti ayat tersebut dengan berkata:ΓÇ¥Ketika Allah TaΓÇÖala menghisab amalan para hambaNya yang baik dan yang buruk pada hari kiamat. Pada waktu itu amalan orang-orang musyrikin yang disangka membawa kebaikan bagi mereka, ternyata tidak memiliki nilai apapun. Hal itu disebabkan tidak terpenuhinya syarat diterimanya amalan, yaitu ikhlas hanya kepada Allah dan sesuai dengan syariat AllahΓÇ¥ (Tafsir Ibnu Katsir 6/103)

Dan Allah menjelaskan dalam firmanNya yang lain:

Dan orang-orang yang kafir kapada Allah, amal-amal yang mereka kerjakan tidaklah diberikan pahala sama sekali, ia laksana fatamorgana di tanah yang rendah lagi datar, yang dilihat dan disangka air oleh orang-orang yang sangat dahaga, lalu ia pun mendatanginya, tetapi ketika mendatanginya dia tidak mendapati apapun (An Nur:39)

Rasulullah shallallahu ΓÇÿalaihi wa sallam bersabda:
Bahwasanya Allah TaΓÇÖala tidak mendzolimi seorang mukmin atas amalan kebaikan yang dia lakukan, Allah membalas kebaikannya di dunia dan di akhirat. Adapun orang kafir Allah memberinya makanan (rizki) di dunia sebagai balasan atas kebaikannya, akan tetapi ketika seorang di akhirat nanti, maka kebaikannya tidak ada nilainya lagi dan dia tidak mendapatkan balasan apa-apa. (HR. Muslim No.2162)

Imam An Nawawi berkata: ΓÇ¥Seluruh ulama telah berijmaΓÇÖ (bersepakat) bahwa seorang kafir setelah dia meninggal dunia, dia tidak mendapatkan pahala di akhirat dan tidak mendapatkan balasan atas amalan kebaikan yang dia lakukan di duniaΓÇ¥. (Syarah Shohih Muslim, 17/150)

Dari penjelasan dan dalil-dalil yang disebutkan, dengan jelas kita mengetahui bahwa balasan perbuatan orang kafir hanya di dunia, dan tidak mendapatkan balasan Allah Taala di akhirat karena dia tidak mengharap dari amalannya balasan di akhirat atau amalannya tersebut tidak ikhlas karena Allah dan tidak sesuai dengan syariat Allah. Artinya, orang kafir tidak mungkin masuk surga karena amalan kebaikan yang dia lakukan tidak memenuhi syarat sebagai amal sholeh yang memasukkannya ke dalam surga. Bahkan seorang muslimpun tidak mendapatkan pahala kebaikannya apabila tidak memenuhi syarat ikhlas dan sesuai syariat.
Sebagai balasan Putri Aprilla Rani

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
Izin menjawab, sesungguhnya yang menentukan diterima tidaknya amal maupun dosa kita hanyalah Allah SWT.selagi manusia masih mengetahui bahwa Tuhan hanyalah satu yaitu Allah tidak ada yang tidak mungkin bahwa orang tersebut bisa masuk surga.semua muslim di dunia akan masuk surga meskipun hanya memiliki iman seujung kuku lalu bagaimana dengan dosa dosanya?maka sebelum masuk ke syurga mereka di minta pertanggungjawaban nya terhadap dosa yang diperbuat
Sebagai balasan Putri Aprilla Rani

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Miftah Fauzan -
Assalamualaikum
Nama miftah fauzan
Npm 1612118005P
Izin menanggapi
Menurut saya masuk surga atau tidaknya seorang kafir yang bertaubat itu nantinya tergantung dari amal perbuatan nya kelak ketika bertaubat dan juga kehendak allah swt setidaknya apabila seorang kafir yang bertaubat tersebut tidak masuk surga nanti nya tetapi tidak akan lama di neraka karna dosa nya sudah semakin berkurang ditutup oleh amal sholehnya, terimakasih apabila ada kekurangan saya mohon maaf, Wassalamualaikum wr wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh aulia hani -
Nama : aulia hani
Izin bertanya, siapa yang kafir dan siapa yang pantas mengkafirkan seseorang ?
Sebagai balasan aulia hani

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
Izin menjawab,
Dua-duanya, saya rasa tidak ada. Jangankan di NKRI, di belahan dunia mana pun, bahkan dalam tradisi Islam itu sendiri, istilah ΓÇ£kafirΓÇ¥ untuk seseorang yang dianggap ΓÇ£berbedaΓÇ¥ tak pernah secara jelas mendapat wujud nyatanya. Lagi pula, itu hanyalah satu watak atau cara berpikir yang sangat dan paling dangkal yang pernah saya dengar.

Selain yang kafir, hal itu juga sangat berlaku ke soal siapa yang pantas untuk mengkafirkan orang lain. Hanya karena alasan berbeda, beda agama beda keyakinan, membedakan Islam dari non-Islam, pengkafir lalu merasa diri pantas untuk menyebut demikian.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh ima bahrum -
ditunggu ya silakan beri komentar masing masing tentang materi ini, materi ini tentang JALAN MENUJU MENGENAL ALLAH,
Jalan menuju mengenal ALLAH ada 2 macam yaitu secara qauliyah dan kauniyah,
dengan melihat alam semesta dapat meningkakan keimanan, karna ALLAM SEMESTA merupakan bukti adanya ALLAH , ayat qauliyah juga merupakan bukti adanya ALLAH,
ditungu komentarnya ya,, pertanyaan dan komentar berbeda ya
Sebagai balasan ima bahrum

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
Nama : Erlin Kusnita
Npm : 1912110371

Dapat disimpulkan bahwa, jalan menuju mengenal Allah SWT memiliki Muwashafat yang ingin dicapai yaitu Mengikhlaskan amal untuk Allah swt,
Mensyukuri nikmat Allah swt saat mendapatkan nikmat,
Menjauhi dosa besar,
Menahan anggota tubuh dari segala yang haram,
Tidak takabbur
Tidak Imma'ah (asal ikut, tidak punya prinsip).
Ayat-ayat kauniyah yaitu memikirkan alam semesta yang terbentang luas, seseorang dapat mengenal adanya Sang Pencipta dan Pengatur, sedangkan ayat-ayat qauliyah yaitu perjalanan untuk mengenal Allah melalui ayat-ayat kauniyah biasanya panjang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Mayang Novita -
Nama : Mayang Novita Sanjaya
Npm : 1512110433

Izin menyimpulkan ,
tadabbur adalah berfikir dengan melihat akhirnya. Sementara tafakkur adalah kekuatan dalam berfikir terhadap apa yang dilihat oleh mata ,

Jika ada orang kafir lalu merasa Islam itu baik, maka ia merupakan orang yg mendapat anugrah dari Allah SWT , dan org tersebut menjadi lebih baik dngn memeluk kepercayaan kpda Allah SWT .

Allah maha pengampun dosa, maha penyayang kepada hamba nya
Sebagai balasan Mayang Novita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
Nama : Ida ayu pangestu
Npm :1912110365

Jadi dapat disimpulkan bawah Jalan menuju mengenal Allah
Ayat qauniyah yaitu memikirkan alam yang terbentang luas dengan demikian Meraka harus mengetahui adanya bahwa sang pencipta .
Ayat qauliyah(Al Qur'an),sebagai pedoman kita mengenal sang pencipta karena isi dalam Alquran sangat lah jelas menyebutkan Allah SWT.kalau ada soalan tentang siapakah Allah maka jawabnya sudah tertera apa surat Al ikhlas atau ayat kursi yang menyebutkan 10 sifat sifat Allah.

Islam mengajarkan bahwa dalam membaca ayat ayat Alquran menggunakan akal dan naql.keduanya digabungkan sehingga mendapat hasil yang terbaik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Ida ayu Pangestu -
Nama :Ida Ayu pangestu
Npm :1912110365

Izin bertanya,bagaimana cara kita berdamai dengan hati kita untuk selalu memiliki sifat taffakur dan tadabbur?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh aely gusnita -
Assalamualaikum
Nama : Aely Gusnita
Npm : 1912110383
izin bertanya, contoh perbuatan dari tafakkur itu seperti apa yah?
Sebagai balasan aely gusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh aulia hani -
memikirkan tentang apa-apa yang telah diciptakan oleh Allah, mengakui bahwa Allah lah yang menciptkan itu semua dan sebagai sarana bagi kita untuk terus selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan olehnya


Sebagai balasan aely gusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Anggita Destiana -
Nama: Anggita Destiana
Npm: 1912110386
Izin menjawab
Tafakur alam itu adalah salah satu cara mendekatkan kapada Allah SWT dengan cara merenungi ciptaannya yang besitu maha hebat dan dahsyat ciptaan Allah.

salah satu caranya atau contoh perbuatan dari tafakkur adalah dengan mengunjungi tempat tempat indah tersebut, menikmati alam semesta ciptaan Allah yang maha Agung.
Sebagai balasan aely gusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Erlin Kusnita -
izin menjawab
Contoh
1. Melahirkan rasa cinta dan syukur kepada Allah
2. Melahirkan rasa cinta kepada akhirat.
3. Melahirkan sikap waspada terhadap perbuatan dosa
4. Melaksanakan ketaatan kepada Allah
5. Melahirkan rasa takut kepada Allah.
Sebagai balasan aely gusnita

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh ima bahrum -
berfikir sesekali memikirkan betapa besar kekuasaan ALLAH, melihat bulan sambil berfikir betapa Agungnya ALLAH menciptakan alam ini termasuk bulan
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh Mei Vina -
Nama : Mei Vina
Npm : 1912110362
Kelas : 2MA-P10


Izin bertanya ,
Apa ciri-ciri tadabur dan tafakkur?
Sebagai balasan Mei Vina

Re: Forum Diskusi materi 6

oleh ima bahrum -
cirinya sesuatu yang difikirkan dan direnungi adalah hal termasuk dalam kbaikan, alam semesta, tntang islam dal banyak yang lainnya, termasuk memikirkan kenapa ALLAH menciptakan sesuatu yang tidak kita inginkan, karna apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut ALLAH, dan sesuatu yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut ALLAH