Forum Diskusi

Jumlah balasan: 22
Adik-adik jika sudah sudah selesai membaca dan mempelajari materi 6, silahkan didiskusikan diforum ya

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Sofi Yani -
Assalamualaikum wr wb
Izin bertanya saya sofiyani(1912110105) Bagaimana kita dapat mengenal Allah menjadikannya sebagai sandaran dan mencintainya?
Terima kasih
Sebagai balasan Sofi Yani

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuusalam
cara mencintai Allah
1. Selalu mengingat Allah (dalam kedaaan senang ataupun susah)
2. Selalu beribadah (dengan benar dan memberikan hsail yang terbaik)
3. Menaati semua perintahNya, menjauhi semua hal2 yg Allah benci
4. Menjadikan allah satu-satunya tempat bergantung, tempat meminta, menyadarkan segala nya hanya kepada allah, jang berhaap atau bergantung ke[pada manusia, karena kecewa yang didapat. Allah lah tempat memninta segala sesuatu. Semoga bisa dipahami ya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Data feba Anaya -
Assalamualaikum umi, izin bertanyaa.
Jika ada seorang yang mengaku dirinya beragama islam, tetapi dia tidak mengerjakan perintah2 allah, dia juga tidak mempercayai adanya Allah.
Apa itu bisa dikatakan kafir atau dia disebut Atheis?
Sebagai balasan Data feba Anaya

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuusalam
Islam adalah nama yang memiliki hakikat dan isi, sekedar mengaku/menamakan diri sebagai Muslim kalau tidak sesuai dengan hakikat isinya maka itu tidaklah berarti apa-apa. Hari ini banyak kita saksikan orang mengaku Islam, ber KTP Islam, beridentitas Islam, menggunakan pakaian islami, berkerudung (berjilbab), tetap saja perilakunya tidak islami. Bahkan tetap juga korupsi.
ΓÇ£Islam adalah istislaam (berserah diri) kepada Allah saja tidak kepada yang lain-Nya, dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dia tawakkal hanya kepada-Nya saja, dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya, dan dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna, dia tidak mencintai makhluk seperti kecintaan dia kepada Allah. Siapa yang enggan beribadah kepada-Nya maka dia bukan Muslim dan siapa yang disamping beribadah kepada Allah dia beribadah pula kepada yanq lain maka dia bukan orang Muslim.ΓÇ¥semoga bisa dipahami ya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Annisa Andini -
Assalamualaikum wr wb.
Izin bertanya umi,
Umi bagaimana cara menghilangkan prasangka buruk, mementingkan nafsu dan kepentingan duniawi yang menimbulkan keraguan dan kebimbangan, sehingga pada akhirnya menjadi kufur kepada Allah dan menolakNya. Sekian dari saya
Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr wb.
Sebagai balasan Annisa Andini

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
Waalaikumuusalam
Berburuk sangka termasuk perbuatan dosa, kepada manusia saja kita dilarang berburuk sangka apalagi kepada Allah Dzat yang maha menciptakan. Adapu cara - cara mengilangkan rasa berburuk sangka yaitu:
1. Membangun aqidah yang benar yang berpegang di atas prinsip husnudzon pada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin.

2. Melakukan tarbiyah dalam rangka mengokohkan aqidah dalam diri

3. Membiasakan diri untuk komitmen dengan adab-adab Islam di dalam menghukumi segala sesuatu.

4. Menjauhkan diri dari masalah-masalah subhat

5. Berusaha untuk berada dalam lingkungan yang baik

6. Mujahadah dan berusaha untuk mengendalikan hawa nafsu dan syahwat

7. Mempersepsikan manusia dengan realitas sekarang dan bukan masa lalunya

8. Senantiasa membaca buku-buku sejarah orang-orang yang shalih

9. Membutuhkan suplemen yang bisa memproteksi dan memberikan kekebalan terhadap hati dan pikiran agar kita tidak mudah terhasut buruk sangka, yaitu sebagai berikut:

ΓùÅ Jangan mencari kekurangan orang lain.

Manusia adalah tempatnya alfa, siapapun diri kita pasti pernah melakukan kesalahan, maka tugas utama kita bukanlah untuk menghakimi dan mencari kekurangan orang lain sehingga kita lupa bahwa diri kita sendiri sesungguhnya lebih banyak kesalahannya dibandingkan dengan orang yang kita nilai.

ΓùÅ Muhasabah diri setiap hari.

Muhasabah atau introspeksi diri merupakan sarana yang penting agar diri kita terhindar dari segala prasangka buruk, karena dengan adanya muhasabah diri setiap hari setidaknya kita bisa berkaca dan mengetahui kekurangan diri kita dibandingkan dengan menilai kekurangan orang lain.

ΓùÅ Perbaiki dan bersihkan diri dari sifat buruk

Tidak dapat dipungkiri bahwa diri kita ini akan semakin mudah untuk terjangkit sifat sifat buruk yang mendatangkan buruk sangka manakala kita tidak punya upaya untuk memperbaiki diri dan berkaca dari kesalahan masa lalu ataupun kesalahan orang lain. Maka kita harus berani menekankan kepada diri kita bahwa segala perbuatan buruk sangka hanya akan memakan kebaikan yang kita lakukan dan mengundang sifat sifat buruk yang lainnya.

Mari kita renungi juga Pesan dari Rasulullah SAW:

ΓÇ£Hati-hati kalian dari buruk sangka, karena itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangiΓÇ¥ (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Mulai saat ini, sertakan selalu hati dan pikiran yang bersih dan jernih dalam menilai sesuatu, karena hitamnya hati hanya akan membutakan segala kebaikan yang ada di depan mata kita, karena sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi di dalam hati kita dan segala sesuatu prasangka yang terbesit di dalam hati kita, tak pernah luput dari perhatian Allah SWT.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Afifah Martasari -
Assalamualaikum umi
Nama : Afifah Martasari
Npm. : 1912110124

Saya ingin bertanya apabila kita ingin memutuskan sesuatu tapi saat itu hati dan fikiran/logika kita tidak sejalan bagaimana umi? Apakah yang harus kita pentingkan terlebih dahulu

Terima kasih umi

Wassalamualaikum
Sebagai balasan Afifah Martasari

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuussalam
Biasanya dalam memutuskan suatu keputusan, kita sebagai manusia dikaitkan dengan yang namanya masalah. Selama kita hidup, tidak mungkin kita terbebas dari belenggu masalah. Masalah akan selalu datang secara tak terduga-duga dan menyusup dibalik setiap ketenangan yang ada. Oleh karena itu, satu ΓÇô satunya cara bagi kita adalah bagaimana menemukan sebuah solusi yang dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Tetapi, dengan pikiran dan akal sehat kita, akhirnya kita setiap manusia berusaha untuk mengatasi masalah demi masalah yang dihadapi. Setiap masalah yang kita hadapi, secara sistematis dan beruntun membuat kita mengetahui bagaimana hal itu terjadi. Sehingga akhirnya terbentuklah sebuah pola dimana kita akan menemukan beberapa solusi dari seluruh persoalan yang ada. Namun meski solusi telah muncul, kita masih dihadapi keraguan solusi manakah yang tepat. Kita pun menjadi ragu-ragu dan bimbang. Apakah pilihan yang kita pilih telah tepat? Jangan-jangan solusi yang kita pilih membuat masalah itu melebar, bahkan sampai memberikan masalah baru yang tidak terduga. Ketidakyakinan akan solusi yang kita pilih dari hasil pemikiran kita akhirnya menyebabkan kita terbelenggu kepada masalah itu tanpa bergerak kemana-mana. Semakin kita pikirkan semakin sulit menemukan sebuah solusi yang terbaik. Ini saatnya bagi kita untuk tidak terus-menerus menggantungkan penemuan solusi kepada pikiran kita. Mungkin saatnya rasio ditinggalkan dan beralih kepada hati kita. Disinilah hati berperan dan pikiran mulai ditinggalkan. Akibatnya, kita mulai bimbang dan semakin bertanya ΓÇô tanya tentang keputusan dan jawaban yang kita pilih. maka ketika mengambil segala keputusan apaun itu, selalu libatkan Allah, Karna ketika kita bergantung kepada Allah maka allah tidak akan mengecewakan hambaNya. walupun apa yng terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut allah, tetapi jika menurut Allah terbaik, itulah yang terbaik untuk kita, karna allah tahu apa yg kita butuhkan bukan kita inginkan, semoga bisa dipahami ya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Welly widiyana Putri -
Assalamualaikum umi....
Nama: welly widiyana putri
Npm:1912110120
Izin bertanya umi , apa balasan dari allah swt jika kita menekuni dan mengamalkan Ath-Thoriq Ila Ma'rifatillah
Terimakasih....
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Fella Auly Nanda -
Assalamualaikum umi
Izin bertanya umi,
Ath-Thoriq Ila Ma'rifatillah (Jalan Menuju Mengenal Allah) yang biasa disebut dengan maΓÇÖrifatullah berasal dari kata maΓÇÖrifah dan Allah. MaΓÇÖrifah berarti mengetahui, mengenal. Jadi Cara BermaΓÇÖrifat kepada Allah Swt itu gimana umi?
Sebagai balasan Fella Auly Nanda

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
Waalaikumuusalam
Dalam rangka mengenal Allah islam memadukan ayat-ayat Qouliyah dan kauniyah, karena tidak ada yang mengetahui hal-hal ghaib kecuali allah. Kerendahan hati yang mengakui keterbatsan kita, akan menghantarkan kita untuk mengenal allah secara islam. sehingga kita akan merujuk kepada dalil naqli maupun aqli yaitu berupa Firman Allah dan sabda Rsulullah. yang akan membuahkan rasa takut kepada-Nya, tawakal, berharap, menggantungkan diri, dan ketundukan hanya kepada-Nya. Sehingga kita bisa mewujudkan segala bentuk ketaatan dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya. Yang akan menenteramkan hati ketika orang-orang mengalami gundah-gulana dalam hidup, mendapatkan rasa aman ketika orang-orang dirundung rasa takut dan akan berani menghadapi segala macam problema hidup. semoga bisa dipahami ya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Dwi intan mutiara sari -
Nama : Dwi Intan Mutiara Sari
Npm : 1912110092

Assalamualaikum wr.wb. ijin bertanya umi apa saja sih yang menghalangi seseorang untuk mengenal allah swt?
terimakasih wasallamualikum wr.wb
Sebagai balasan Dwi intan mutiara sari

Re: Forum Diskusi

oleh Annisa Andini -
Waalaikumsalam wr wb.
Izin menjawab kalau menurut saya yang menghalangi kita mengenal Allah itu kembali lagi kepada sikap kita sendiri, atau dengan kata lain perilaku buruk kita yang merupakan Penyakit syahwat bisa berupa kefasikan, kesombongan, kezhaliman, dusta dan banyak bermaksiat. Penyakit-penyakit ini akan mengundang kemurkaan Allah swt dan menggelapkan hati sehingga sulit untuk mengenal Allah lebih dekat. Solusinya adalah setiap mukmin harus segera bangkit, bertaubat dengan kesungguhan untuk mengembalikan jati dirinya jauh dari penyakit hati. Penyakit syubhat akan mengarahkan seseorang pada kesesatan yang sama sekali jauh dari petunjuk Allah swt. Maka obat dari semua itu adalah mengasa hati dengan ilmu yang menunjuki ke jalan kebenaran sehingga Allah akan menerangi hati yang gersang dan gelap tersebut.
Sebagai balasan Dwi intan mutiara sari

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuusalam wr.wb
Secara garis besar, terdapat dua hal yang menghalangi manusia dalam mengenal Allah. Pertama, maradhus syahwat (berkaitan dengan penyakit hati; berupa nafsu dan kesenangan serta perilaku yang tidak terpuji). Kedua, maradhus-syubhat (berbagai hal yang menimbulkan keraguan, lebih banyak berkaitan dengan masalah akal dan logika).
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Amanda ayu Ningtias -
Assalamualaikum, izin bertanya umi Bagaimana caranya mencintai Allah dengan tulus bukan hanya mengenal Allah, dan meyakinkan diri agar menjauhkan diri dari larangan Allah swt,dan menjadikan iman kepada Allah sebagai tujuan hidup?
Sebagai balasan Amanda ayu Ningtias

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumusalam
Cinta kepada Allah merupakan konsekuensi keimanan. Tidak akan sempurna tauhid (peng-Esaan) kepada Allah hingga seorang hamba mencintai Tuhannya secara sempurna. Kecintaa tidak bisa didefinisikan dengan lebih jelas keculai dengan kata ΓÇ£kecintaanΓÇ¥ itu sendiri. Dan tidak bisa disifatkan dengan yang lebih jelas seperti kata ΓÇ£kecintaan ΓÇ¥ itu sendiri. Tidak ada sesuatu yang esensinya patut dicintai dari segala sisi selain Allah, yang memang tidak boleh ada penyembahan, peribadatan, ketundukan dan kepatuhan serta kecintaan yang sempurna kecuali hanya kepada Nya ΓÇôsubhanahu wa taΓÇÖala-.


Cinta kepada Allah, bukanlah sembarang cinta; tidak ada suatu apapun yang lebih dicintai dalam hati seseorang selain Sang Penciptanya, Kreatornya. Dialah Tuhannya, Sesembahannya, Pelindungnya, Pengayomnya, Pengaturnya, Pemberi rezekinya, dan Pemberi hidup dan matinya. Maka mencintai Allah ΓÇôsubhanahu wa taΓÇÖala- merupakan kesejukan hati, kehidupan jiwa, kebahagiaan sukma, hidangan batin, cahaya akal budi, penyejuk pandangan dan pelipur perasaan.

Tiada suatu apapun menurut hati yang bersih, sukma yang suci, pikiran yang jernih lebih indah, lebih nyaman, lebih lezat, lebih menyenangkan dan lebih nikmat dari pada kecintaan kepada Allah, perasaan tenteram damai di sisi-Nya dan kerinduan akan perjumpaan dengan-Nya.

Rasulullah ΓÇôshallallahu alaihi wa sallam- bersabda :

وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

ΓÇ£Aku memohon kepada-Mu agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang mendekatkan diriku untuk mencinta-Mu.ΓÇ¥

Suatu kecintaan yang apabila telah melekat di hati seseorang dan memuncak, akan menjadi al-Walah (ketundukan/peribadatan), dan al-Walah adalah kecintaan yang sangat dalam. Karenanya at-taalluh (ketundukan dan peribadatan) kepada Allah adalah bentuk kecintaan yang dalam kepada Allah dan kecintaan terhadap perkara yang datang dari sisi Allah.

Kebutuhan manusia akan cintaan secara mendalam kepada Allah jauh lebih mendesak dari pada bebutuhannya akan asupan zat gizi (makanan). Sebab jikalau kekurangan asupan zat gizi itu dapat merusak tubuh seseorang, maka kekurangan cinta yang mendalam (kepada Allah) dapat merusak jiwa spiritualnya.

Seorang mukmin ketika mengenal Tuhannya, pastilah ia cinta kepada-Nya. Ketika itulah dirinya memusatkan perhatian kepada-Nya. Jika ia telah dapat merasakan manisnya konsentrasi kepada-Nya, maka ia tidak lagi melihat dunia dengan kaca mata syahwat (kelezatan sesaat) dan tidak pula melihat akhirat dengan pandangan pesimistis (kendur semangat).

Cinta kepada Allah mendorong seseorang melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan, memacu seorang hamba melaksanakan amal ibadah sunnah, dan mencegahnya berbuat hal-hal yang makruh (tidak selayaknya dilakukan).
Cinta kepada Allah memenuhi hati seseorang dengan kelezatan dan manisnya iman. semoga bisa dipahami
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Ardila elis Fitriyani -
Assalamualikum

Izin bertanya umi

Bagaimana kah jika ada seseorang shalatnya selalu tepat waktu,rajin beribadah, rajin berpuasa ,rajin bersedekah tetapi seseorang tersebut menjadi dalang kejahatan misalnya beliau adalah seorang pengedar narkoba, perampok dan begal?

Terimakasih
Sebagai balasan Ardila elis Fitriyani

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
Waalaikumuusalam
hatinya memang cinta dunia. Sehingga ilmu agama dan ibadahnya itu untuk mendapatkan dunia yang ia inginkan. Rajinnya beribadah atau mencari ilmu bukan untuk mencari kedudukan di sisi Allah SWT, tapi untuk mencari kedudukan di depan orang/makhluk.

Seperti yang rajin ibadah di hatinya ingin dianggap saleh atau salehah, dipuji sebagai ahli masjid, dikagumi sebagai aktivis pengajian, hijabers dan sorbanbers. Demikian dengan yang rajin mencari ilmu, karena di hatinya ingin dianggap sebagai orang yang paham agama, mendapat gelar sarjana keagamaan, dipanggil ustaz atau ustazah, hafiz dan hafizah, dan sebagainya.

Ibadah dan ilmu yang diupayakan tidak ada urusan dengan ridhoAllah SWT, tapi untuk mencari kedudukan di sisi makhluk. Di hatinya adalah pencari dunia dengan amalan akhirat. Padahal Allah sudah pasti mengetahui. "Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (QS. al-Mulk [67]: 13)

Kalau kita bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mencari ilmu untuk meraih ridho-Nya, maka Allah sudah berjanji dalam surat al-Ankabt [29] ayat 69,"Dan orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami."Kalau Allah sudah menuntun kita, ilmu dan ibadah pun akan berbuah akhlak yang baik semoga bisa dipahami
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh fierizcha donna -
Assalamualikum umi.. Ijin bertanyaa bagaimana jika ada seseorang yang melakukan perintah" Allah hanya untuk mendapatkan sanjungan dari orang sekitar nya atau orang yang melihatnyaa.
Apakah amal ibadahnya ditrima Allah atau tidak??
Sebagai balasan fierizcha donna

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuusalam
Secara fitrah manusia, pastilah senang jika dirinya dipuji. Saat pujian datang -apalagi dari seseorang yang istimewa dalam pandangannya- tentulah hati akan bahagia jadinya. Berbunga-bunga, bangga, senang. Itu manusiawi. Namun hati-hatilah duhai saudariku, jangan sampai riyaΓÇÖ menghiasi amal ibadah kita karena di setiap amal ibadah yang kita lakukan dituntut keikhlasan.


Niat yang ikhlas amatlah diperlukan dalam setiap amal ibadah karena ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu amal di sisi Allah. Sebuah niat dapat mengubah amalan kecil menjadi bernilai besar di sisi Allah dan sebaliknya, niatpun mampu mengubah amalan besar menjadi tidak bernilai sama sekali.

ikhlas salah satu lawan dari ikhlas, yaitu riyaΓÇÖ.

Hudzaifah Ibnu Yaman pernah berkata:

ΓÇ£Orang-orang bertanya pada Nabi shallallahu ΓÇÿalaihi wa sallam tentang hal-hal yang baik sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal jelek agar aku terhindar dari kejelekan tersebut.ΓÇ¥ (HR Bukhari dan Muslim)
jika seorang beramal dengan tujuan ingin dilihat, misalnya membaguskan dan memperlama shalat karena ingin dilihat orang lain, maka inilah yang dinamakan riyaΓÇÖ. Adapun jika beramal karena ingin didengar orang lain, seperti seseorang memperindah bacaan Al QurΓÇÖannya karena ingin disebut qariΓÇÖ, maka ini yang disebut sebagai sumΓÇÖah.
jadi riya itu bisa menghapus pahala yang sudah didapat , semoga bisa dipahami
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Fitri Aisyah -
Assalamualaikum umi..
Mohon maaf umi saya ingin bertanya diluar dari materi 6, bagaimana hukum nya jika kita sholat berjamaah via online seperti video call dan lain sebagainya..
Terimakasih umi
Wassalamualaikum umi..
Sebagai balasan Fitri Aisyah

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuusalam
Menurut syarh al-MumtiΓÇÖ, jika makmum berada dalam masjid yang sama dengan imam dan memungkinkan untuk mengikuti seluruh gerakan imam dengan cara apapun, baik melihatnya maupun mendengarkan suaranya, maka syarat tersebut sudah cukup dan jamaΓÇÖahnya dianggap sah. Namun, jika makmum berada di luar masjid, maka ada satu syarat tambahan yakni shafnya harus bersambung dan tidak terputus.

Sementara menurut al-Utsaimin, pendapat yang kuat adalah shalat berjamaah harus memenuhi dua syarat yakni mendengar takbir dan bersambungnya shaf antara satu makmum dengan makmum lainnya. Menurut madzhab Hanafiyah, shalat jamaΓÇÖah batal jika lokasi imam berbeda dengan lokasi makmum. Menurut madzhab Hanabilah, shalat jamaah batal jika antara rumah dan masjid yang sedang diadakan shalat berjamaah terhalang oleh jalan yang ramai, sedangkan menurut madzhab SyafiΓÇÖiyah, shalat jamaah batal jika jarak antara rumah dan dan masjid lebih dari 300 hasta.

Dari pendapat di atas, bisa kita simpulkan bahwa tidak sah hukumnya shalat berjamaah di rumah dengan mengikuti live streaming maupun siaran radio dan televisi. Youtube, radio dan televis bukanlah imam yang boleh diikuti karena ketiganya dipisahkan jarak yang jauh. Jika tetap dilakukan, maka tujuan dari shalat berjamaΓÇÖah yakni menyambung silaturrahmi dengan tetangga dan saudara se-iman tidaklah tercapai.

Lajnah DaΓÇÖimah berfatwa bahwa seseorang yang berjamaΓÇÖah di rumah mengikuti speaker dari masjid, padahal antara makmun dan imam tidak bersambung sama sekali, maka shalatnya tidak sah.

semoga bisa dipahami