Saya belum pernah mencobanya
Hari Uposatha (bahasa Sanskerta: Upavasatha) merupakan hari dimana umat Buddha melakukan perenungan dan pengamatan yang sudah dilakukan sejak masa kehidupan Buddha Gautama dan masih dipraktikkan hingga hari ini. Buddha mengajarkan bahwa hari Uposatha diperuntukkan "membersihkan pikiran dari hal-hal kotor," yang menyebabkan ketenangan batin dan kebahagiaan. Pada hari ini, umat awam (upasaka/upasika) dan para biksu/biksuni secara intensif akan berlatih ajaran Buddha dan memperdalam pengetahuan mereka.
Kata "uposatha" berasal dari bahasa Sansekerta "upavasatha," yang mengacu pada hari puasa Vedic. Pada masa kehidupan Buddha Gautama, beberapa pertapa menggunakan bulan baru dan bulan purnama sebagai kesempatan untuk mengajarkan ajaran. Hari Uposatha kemudian ditetapkan oleh Buddha Gautama atas permohonan Raja Bimbisara, dan Buddha menginstruksikan kepada para biksu dan biksuni untuk memberikan ajaran (ceramah) kepada para penduduk pada hari tersebut. Buddha juga menginstruksikan kepada murid-muridnya untuk mengulangi Patimokkha.
Manfaat yang bisa di dapatkan dari seseorang yang menjalankan Uposatha:
1. Seseorang yang menjalankan Upostha-Sila akan mendapatkan kemakmuran dan kekuatan yang besar.
2. Bahkan seorang penguasa dunia di kehidupan selanjutnya bisa menjadi seorang penguasa dunia kembali apabila ia menjalankan Uposatha-sila.
3. Seseorang akan mendapatkan manfaat yang berkala seperti menikmati kemakmuran dan kemewahan yang besar di alam dewata dan manusia selama perjalanan dia di dalam samsara hingga ia mencapai Nibbana terbebas dari tunimbal lahir.
4. Dalam kehidupannya yang sekarang, ia kaan terlihat cerah, berbudi dan baik, dan juga seseorang bisa mendqapatkan rasa kagum dan cinta-kasih dari banyak pihak seperti mahluk-mahluk dewata, manusia dan juga mahluk-mahluk lainnya.
5. Dan banyak cerita seperti dewata-dewata yaitu Uttara, Sonadinna, dan Uposatha yang mendapatkan kebahagiaan dewata yang besar dikarenakan dimasa lalu menjalankan Uposatha-Sila.