DISKUSI (TUGAS)

Jumlah balasan: 8

berdasarkan materi diatas dan contoh yang ada, coba anda cari suatu permasalahan misalnya yang ada dimasyarakat, kantor lurah, kantor camat, perusahaan swasta, umkm, sekolah dan lainnya. kemudian anda anda tentukan Tema, Topik dan Judul sebelum nantinya membuat suatu karya Ilmiah ?

Latar Belakang Masalah :

Tema   :

Topik   :

Judul   :

Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh muhammad Naufal -
Permasalahan di UMKM:

Banyak UMKM makanan ringan mengalami kesulitan dalam mempertahankan rasa dan kualitas produk karena tidak adanya standar baku produksi, sehingga rasa produk sering tidak konsisten dan mengurangi kepercayaan pelanggan.

---

Latar Belakang Masalah:
UMKM makanan ringan di Kelurahan Sukamaju mengalami peningkatan jumlah pesanan, tetapi diikuti dengan keluhan pelanggan mengenai rasa produk yang berubah-ubah. Hal ini disebabkan karena proses produksi masih dilakukan secara tradisional berdasarkan perkiraan (insting) tanpa adanya standar operasional prosedur (SOP) dan takaran bahan baku yang baku. Akibatnya, produk yang dihasilkan tidak seragam, baik dari segi rasa, tekstur, maupun aroma. Jika dibiarkan, hal ini dapat menurunkan loyalitas pelanggan dan daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif.

---

Tema :
Manajemen Operasional dan Pengendalian Mutu

Topik :
Penerapan standarisasi produksi untuk menjaga konsistensi kualitas produk UMKM makanan ringan

Judul :
“Pengaruh Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi terhadap Konsistensi Rasa Produk pada UMKM Keripik Singkong Berkah Rasa”
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh JEKI ANOSIS -
Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan dampak besar terhadap berbagai bidang, termasuk pelayanan publik pada Kepolisian Daerah Lampung. Pelayanan administrasi seperti pembuatan surat menyurat, dan dokumen lainnya masih banyak dilakukan secara manual. Proses tersebut menyebabkan pelayanan menjadi lambat, data mudah hilang, serta sering terjadi kesalahan pendataan.
Selain itu, masyarakat harus datang langsung ke Kepolisian Daerah Lampung dan menunggu proses administrasi yang cukup lama. Kondisi ini mengurangi efektivitas pelayanan publik dan menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah sistem informasi pelayanan surat menyurat berbasis web yang dapat membantu proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat melakukan pengajuan surat secara online dan pihak Kepolisian dapat mengelola data dengan lebih terstruktur.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Surat Menyurat Berbasis Web pada Kepolisian Daerah Lampung”.

• Tema : Penerapan Sistem Informasi Berbasis Web pada Pelayanan Kepolisian
• Tofik : Sistem informasi pelayanan surat menyurat berbasis web
• Judul : “Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Surat Menyurat Berbasis Web pada
Kepolisian Daerah Lampung”
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh APRICO BUDI WIBOWO -
Banyak UMKM di desa masih melakukan penjualan dan pencatatan keuangan secara manual. Hal ini menyebabkan data penjualan sering hilang, stok barang tidak terkontrol, serta promosi usaha kurang luas karena belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Akibatnya, perkembangan usaha menjadi lambat dan sulit bersaing dengan usaha lain yang sudah menggunakan sistem digital.

Tema :
Digitalisasi Sistem Informasi pada UMKM

Topik :
Perancangan Sistem Informasi Penjualan dan Manajemen Stok pada UMKM

Judul :
“Perancangan Sistem Informasi Penjualan dan Pengelolaan Stok Barang Berbasis Web pada UMKM Nangka Goreng”
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh Ringgas Junialis -
Latar Belakang Masalah :
Kedisiplinan merupakan salah satu pilar pembentukan karakter siswa. SMA Negeri 5 Bandar Lampung telah menerapkan sistem poin pelanggaran sejak tahun 2022. Setiap pelanggaran diberikan bobot poin tertentu, misalnya: terlambat (5 poin), tidak memakai atribut (3 poin), merokok (25 poin), dan penggunaan gawai tanpa izin (10 poin). Akumulasi poin 100 akan dikenakan sanksi panggilan orang tua dan skorsing.

Namun, data bagian kesiswaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, tercatat 78 pelanggaran, meningkat 30% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pelanggaran terbanyak adalah keterlambatan (34 kasus) dan penggunaan gawai (22 kasus). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa siswa cenderung menganggap poin sebagai "angka mati" yang tidak berdampak nyata karena sanksi jarang ditegakkan secara konsisten. Beberapa guru pun enggan mencatat pelanggaran karena proses administrasi yang rumit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem poin yang sedang berjalan dan mencari solusi agar sistem tersebut lebih berdampak terhadap perubahan perilaku siswa.

Tema :
Manajemen Kesiswaan dan Pembinaan Disiplin

Topik :
Efektivitas Sistem Poin Pelanggaran terhadap Penurunan Tingkat Pelanggaran Tata Tertib

Judul :
"Evaluasi Penerapan Sistem Poin Pelanggaran dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMA Negeri 5 Bandar Lampung"
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh ilham wahyudi -
Kendala dalam pengurusan dokumen administrasi (seperti KTP, KK, atau perizinan) di tingkat kantor kecamatan. Permasalahan utama biasanya meliputi lambatnya proses birokrasi, kurangnya pemanfaatan sistem digital, hingga budaya pelayanan aparatur yang kurang responsif. Hal ini menurunkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan transformasi tata kelola layanan agar kantor kecamatan dapat menjalankan perannya secara optimal, transparan, dan efisien.
Tema
Inovasi dan Tata Kelola Pelayanan Publik.
Topik
Optimalisasi Digitalisasi Pelayanan Administrasi Terpadu di Tingkat Kecamatan.
Judul
Evaluasi Implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan (Contoh: Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung).
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh ANDREA PAHLEFI -
Latar Belakang Masalah
Perkembangan Teknologi Digital menuntut sekolah menengah kejuruan untuk mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran dan pengelolaan usaha berbasis teknologi. SMK Negeri 6 Bandar Lampung sebagai sekolah yang berstatus BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah) telah memiliki beberapa teaching factory (Tefa) di berbagai jurusan seperti APHPi, TKJ, TSM, dan TKR serta ULW yang menghasilkan produk maupun jasa.
Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan pada pengelolaan dan pemasaran produk teaching factory yang belum sepenuhnya terintegrasi secara digital. Sebagian proses promosi, pendataan produk, transaksi, dan penyebaran informasi layanan masih dilakukan secara manual sehingga jangkauan pemasaran menjadi terbatas. Selain itu, masyarakat dan siswa juga belum memperoleh akses informasi yang cepat mengenai produk dan layanan Tefa sekolah.
Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka potensi pengembangan usaha sekolah serta peningkatan daya saing lulusan SMK akan terhambat. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem atau aplikasi digital yang mampu membantu pengelolaan dan promosi teaching factory secara lebih efektif, efisien, dan modern.
Tema
Transformasi Digital dalam Pengembangan Teaching Factory dan UMKM Sekolah
Topik
Digital System, Teaching Factory dan Marketing
Judul
“Implementasi Digitalisasi Teaching Factory berbasis Web dalam Meningkatkan Daya Saing BLUD di SMK Negeri 6 Bandar Lampung”
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh Noril Vios Tamjaya -
Latar Belakang Masalah
Pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Lurah Segala Mider, Bandar Lampung masih sepenuhnya manual. Warga harus datang langsung untuk menyerahkan berkas permohonan surat, dan kembali lagi beberapa hari kemudian hanya untuk mengecek statusnya. Antrean panjang serta tidak adanya saluran informasi yang transparan membuat proses ini tidak efisien dan menuai banyak keluhan. Hingga saat ini, belum ada sistem yang memungkinkan warga mengajukan surat dan memantau progresnya secara daring.

Tema
Sistem Informasi Pelayanan Publik

Topik
Digitalisasi layanan administrasi surat-menyurat di kantor kelurahan berbasis web

Judul
Rancang Bangun Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Surat Berbasis Website di Kantor Lurah Segala Mider, Bandar Lampung dengan Metode Modified Waterfall
Sebagai balasan Kiriman pertama

DISKUSI (TUGAS)

oleh riswan riswan -
DISKUSI ( TUGAS )
Riswan Sabtu, 23 Mei 2026

Latar Belakang Masalah
Kendala yang dihapai masyarakat dalam hal pengurusan administras surat menyurat, masih banyak terkendala karena pelayanan kurang maksimal di pemerintahan khususnya dikecamatan, masyarakat merasa kurang mendapatkan pelayanan yang prima.

Tema : Kualitas Pelayanan Birokrasi dan kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Pemerintah Daerah

Topik : Digitalisasi dan Optimalisasi Pelayanan Administrasi Publik di Tingkat Kecamatan

Judul : Analisis Hambatan dan Upaya Peningkatan Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Responsif