Dlm konteks sejarah, ghazwul fikri sudah sejak jaman Nabi Adam as dan masih berlangsung terus. Setiap yg memusuhi Islam pasti melakukan ghazwul fikri. Tahapannya bisa macam2.
Tapi secara general, ghazwul fikri pasti dilakukan secara perlahan dan bertahap. Kita, misalnya, tdk serta-merta diajak utk membenarkan homoseksualitas. Tapi di TV, sejak awal 2000-an sdh biasa kita lihat presenter laki2 yg kemayu. Lama kelamaan kita jadi terbiasa melihat laki2 yg feminin.
Kita jg tdk diajak meninggalkan shalat, tp bisa diajak shalat tdk di awal waktu, meninggalkan shalat berjamaah dll. Lama2 kita terbiasa meremehkan shalat, dan bisa2 suatu hari benar2 nggak shalat lagi.
Kondisi umat skrg, mnrt saya, memperlihatkan polarisasi yg makin jelas. Makin kelihatan jelas siapa yg hatinya tergugah utk kembali ke Islam, tapi makin kelihatan jelas pula orang2 yg menjauh dari Islam. Dan di akhir jaman memang polarisasi ini akan semakin gamblang. Jadi tdk usah pesimis. Tahun 80-90an kan susah kita temui siswi berjilbab. Kalo skrg, yg berhijab syarΓÇÖi makin menjamur. Tapi yg pamer aurat jg banyak.