Forum Diskusi

Jumlah balasan: 8

Adik-adik jika sudah selesai membaca materi dan menyimak video, silahkan didiskusikan bersama diforum ya

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Annisa Andini -
Assalamualaikum wr wb.
Izin bertanya umi, terkait materi yang telah umi berikan yaitu "Ghazwul Fikri " , Ghazwul Fikri sendiri kan berarti perang pemikiran atau metode yang dirancang secara sistematis dan terstruktur oleh musuh - musuh Islam untuk menghancurkan pemikiran / akidah dan mencuci otak kaum muslimin, yang jadi pertanyaan saya Ghazwul Fikri atau perang pemikiran ini hanya mereka lakukan kepada kaum muslimin umi??dan bagaimana cara kita mengatasi Ghazwul Fikri umi, agar kita tidak terjerumus didalamnya??
Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr wb.
Sebagai balasan Annisa Andini

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalaikumuussalam,
Ghazwul fikri memeng strategi yang musuh islam untuk menghancurkan umat islam, mereka membuat sebuah trik yang digunakan untuk menghncurkan umat islam melalui, pendidikan, ekonomi, politik, gaya hidup karna mereka tahu bahwa menghancurkan umat islam dengan senjata tidak akan menang. Cara yang mengatasi ghzwul fikri yaitu dengan
1. Mempelajari sejarah islam secara keseluruhan sehingga kaum muslimin tidak tertipu atau terpedaya dengan berita-berita bohong yang beredar,
2. Mempelajari ilmu islam dengan menanamkan dan mngajarkan aqidah sejak dini kepada anak-anak kaum muslimin.
3. Berkumpulah dengan orang -orang shaleh yang selalu meningatkan dalam kebaikan.
4. Berdakwah dengan mengamalkan ilmu yang sudah didapat
5. Meninggalkan nafsu dan cinta dunia dengan kembali kejalan allah (meninggalkan semua laragan allah dan melaksanakan perintah allah)
6. Memperbanyak amal shalih dan membaca alquran
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Dwi intan mutiara sari -
Assalamualaikum wr.wb ummi
Izin bertanya ummi bagaimana caranya menghentikan debat yg tidak berkesudahan dan sama sama keras kepala 1 sama lain dgn pendapatnya ini misal anak dgn ibunya kadang anak merasa yg dilakukan itu benar pdahal salah menurut ibunya itu bagaimana ya umii?
Terimakasih wasaalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Dwi intan mutiara sari

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalikumussalam

lebih baik mengalah, tidak melnjutkan perdebatan antara orng tua dengn anak. Belajr berjiwa besar , belajar tidak berburuk sngka kepada orng tua, setiap orng tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Jika perkataan orng tua untuk yang terbaik bagi anaknya lebih baik diikuti , dan jika menurut anak salah, bicaralah dengan sopan dan rendah hati agar tidak menimbulkan masalh yang berkepanjangan. semoga bisa dipahami ya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Fella Auly Nanda -
Assalamualaikum wr. wb umi? Jadi dari materi Ghazwul Fikri Bagaimana Cara kita Agar Terhindar Dari Ghazwul Fikri umi?
Terimakasih.
Sebagai balasan Fella Auly Nanda

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalikumuusssalam,
pertanyaanya hampir sama dengan annisa ya
cara mengatasi ghazwul fikri :
1. Mempelajari sejarah islam secara keseluruhan sehingga kaum muslimin tidak tertipu atau terpedaya dengan berita-berita bohong yang beredar,
2. Mempelajari ilmu islam dengan menanamkan dan mngajarkan aqidah sejak dini kepada anak-anak kaum muslimin.
3. Berkumpulah dengan orang -orang shaleh yang selalu meningatkan dalam kebaikan.
4. Berdakwah dengan mengamalkan ilmu yang sudah didapat
5. Meninggalkan nafsu dan cinta dunia dengan kembali kejalan allah (meninggalkan semua laragan allah dan melaksanakan perintah allah)
6. Memperbanyak amal shalih dan membaca alquran
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi

oleh Afifah Martasari -
Assalamualaikum wr. Wb umi
Saya Afifah martasari (1912110124) saya ingin bertanya Apa bahaya nya Ghazwul Fikri (perang pemikiran) bagi kita umat Islam?
Terimakasih umi
Wassalamualaikum wr. Wb
Sebagai balasan Afifah Martasari

Re: Forum Diskusi

oleh Diah aji Dharmayanti -
waalikumussalam
Pertama, al-ightirar (tertipu atau terpedaya) oleh musuh-musuh Islam.
Umat menjadi silau pada kekuatan dan kemajuan materi serta konsep-konsep dan pemikiran ataupun peradaban asing. Mereka menghirupnya tanpa filter seraya bersikap tak mau tahu bagaimana pandangan agama terhadapnya. Mereka mengadopsi konsep, sistem, atau pemikiran di bidang ekonomi, pendidikan, politik dan budaya; menelannya bulat-bulat dengan penuh kebanggaan karena merasa itulah yang paling baik bagi mereka.
Kedua, ar-rukun (kecenderungan) kepada orang-orang kafir yang memusuhi Islam.
Kekaguman terhadap orang-orang kafir dan tumbuhnya sikap inferior menyebabkan umat cenderung pada kekafiran.
Ketiga, al-mawaddah (mencintai dan berkasih sayang) kepada orang-orang kafir yang memusuhi Islam.
Perhatikanlah betapa bahayanya ghazwul fikri ini. Orang-orang kafir yang memusuhi Islam yang seharusnya mereka lawan, malah mereka jadikan kawan. Mereka mencintai dan berkasih sayang kepada orang-orang kafir dan musuh-musuh Islam itu, namun benci dan memusuhi saudara-saudaranya sendiri sesama muslim. Lalu menganggap sikap ini sebagai sikap bijak dan moderat.
Keempat, at-thaΓÇÖah (taat) kepada keinginan orang-orang kafir yang memusuhi Islam.
Karena telah terperdaya, cenderung, dan mencintai mereka, wajar saja jika sebagian umat ini ada yang senang hati taat dan patuh kepada keinginan-keinginan orang-orang kafir yang memusuhi Islam. Perilaku seperti ini mirip dengan perilaku munafikin pada masa lalu.
Kelima, al-ittibaΓÇÖ (mengikuti) kepada petunjuk-petunjuk mereka.
Keenam, at-tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir.
Karena selalu mengikuti orang-orang kafir dan musuh-musuh Allah, akhirnya umat ini betul-betul menyerupai mereka baik dalam corak pemikiran, perilaku, dan tampilan fisik. Padahal Rasulullah shallallahu ΓÇÿalaihi wa sallam telah melarang mereka melakukan hal seperti itu.
Ketujuh, al-walaΓÇÖ (loyalitas) kepada orang-orang kafir dan musuh-musuh Islam.
Inilah akhirnya yang terjadi. Muncul dalam tubuh umat ini orang-orang yang menyerahkan loyalitasnya kepada orang-orang kafir dan musuh-musuh Islam; mereka mencintai, menolong, mengikuti dan mendekat kepada mereka. Padahal Allah TaΓÇÖala telah melarangnya.