Nama : cici ramandani (1912110149)
Selamat sore pak
Air Asia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif murah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Air Asia memfokuskan diri pada segmen dengan biaya terjangkau atau low cost carrier (LCC). Air Asia telah menjadi perusahaan LCC terkemuka di Asia dengan perolehan laba bersih tahun 2012 sebesar RM 1,87 miliar ringgit (sekitar Rp 5,88 triliun), melonjak 238 persen dibanding 2011, sebesar 555 juta ringgit (Rp 1,73 triliun). Hal tersebut tidak lepas dari strategi perusahaan dalam menerapkan cost leadershipyang baik.
Kunci dalam menyajikan tarif rendah adalah konsisten menjaga biaya tetap rendah. Untuk mencapai biaya rendah dibutuhkan efisiensi tinggi di setiap bagian dari bisnis dan mempertahankan kesederhanaan. Oleh karena itu setiap proses sistem harus menggabungkan praktek-praktek industri terbaik. Komponen-komponen utama dari model bisnis LCC
Maskapai batavia air
Keputusan pailit PT. Metro Batavia disebabkan oleh utang sebanyak USD 4,68 juta yang sudah lewat jatuh tempo namun tidak kunjung di bayar. Tuntutan pailit ini telah diajukan semenjak 20 Desember 2012 dan diputuskan pada tanggal 30 Januari 2013.
Hutang ini bermula dari keinginan Batavia Air untuk mengikuti tender pelayanan haji dengan menyewa (leasing) dua pesawat Airbus A330 dari ILFC. Namun, dari total kontrak leasing selama 9 tahun, sudah 3 tahun berturut-turut Batavia Air kalah tender di Kementerian Agama untuk mengangkut jemaah haji.
Dalam gugatan ILFC, Batavia Air memiliki tagihan sebesar USD 440rb di tahun pertama, USD 470rb di tahun kedua, USD 500rb di tahun ketiga dan ke empat, dan USD 520rb di tahun kelima dan keenam. Keseluruhan hutang dari ILFC sebesar USD 4,68 juta ini memiliki tanggal jatuh tempo di 13 Desember 2012.
Selain gugatan dari ILFC, Batavia Air juga memiliki utang sebesar USD 4,94 juta kepada Sierra Leasing Limited yang jatuh tempo di 13 Desember 2012 juga. Analisa dari OSK Research Sdn Bhd di bulan Oktober 2012 memperkirakan total utang Batavia Air sebesar USD 40juta.
Sebagai perusahaan swasta (private corporation) Batavia Air juga tidak memiliki kewajiban untuk memberikan laporan keuangan nya secara publik, sehingga dalam hal ini juga sulit untuk memberikan menyimpulkan kondisi keuangan Batavia Air. Dari kasus pailitnya Batavia Air dapat dipahami bahwa ada celah pemasukan dan pengeluaran serta bias akan potensi bisnis bahwa semua itu tidak pasti. Oleh karena itu, pemanfaatan celah pasar yang diharapkan oleh pihak manajemen Batavia Air tidak berjalan sesuai rencana. Dengan demikian berpijak pada ulasan sebelumnya terdapat beberapa hal yang dapat diambil hikmahnya dari kasus pailitnya Batavia Air
Solusi
Batavia Air seperti yang diketahui merupakan suatu organisasi dan yang namanya organisasi mendeskrisikan kumpulan orang-orang yang secara sadar bergabung untuk mencapai visi organisasi. Berpijak pada definisi tersebut diketahui bahwa dalam tubuh Batavia Air terdapat cukup besar tenaga kerja. Nah apa yang akan terjadi pada mereka ketika Batavia Air dinyatakan pailit? Jawabannya adalah tenaga kerjanya sudah dipastikan tidak akan bekerja lagi, atau dengan kata lain akan menganggur. Hal inilah yang perlu dipikirkan oleh pihak manajerial Batavia Air karena jumlah kapasitas tenaga kerja yang cukup banyak akan berdampak pada aspek makro dan mikro. Dengan demikian berpijak pada kasus pailitnya Batavia Air, perusahaan-perusahaan lainnya dapat mempersiapkan program-program khusus guna menyelamatkan nasib tenaga kerjanya apabila perusahaan tempat mereka bekerja mengalami kasus yang sama dengan Batavia Air. Dalam jargon manajemen biasanya disebut sebagai corporate social responsibility (CSR) yakni bagaimana sebuah perusahaan memahami dan mengerti serta memberikan tangung jawab berupa solusi kepada stakeholder yang meliputi juga tenaga kerjanya apabila perusahaan mengalami pailit. Dengan demikian, jalankan program CSR sekarang juga untuk mempersiapkan sesuatu yang mungkin saja terjadi dari sekarang hingga di masa depan.