Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

Jumlah balasan: 15

Urutan kegiatan pembelajaran

1. Membaca materi 

2. Memahami Materi

3. Memberikan komentar dan menanggapi komentar teman dalam diskusi

4. diskusi forum di buka 30 menit setelah kelas dibuka

5. peserta yang aktif berdiskusi akan mendapatkan point tambahan


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh clarissa aurellia -
Assalamualaikum umi
Saya ingin bertanya,
Keutamaan Dzikir salah satunya Ibadah yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya disisi Allah.
Apakah Dzikir kedudukan nya lebih tinggi dr shalat mi?
Sebagai balasan clarissa aurellia

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Rani Satyaningrum -
waalaikumsalam wr.wb
izin menanggapi, setau aku sholat merupakan dzikirullah yang utama. jadi menurutku sholat lebih utama kemudian diikuti dzikir.
mohon maaf apabila salah
Sebagai balasan clarissa aurellia

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh anita dewi -
Waalaikumsalam izin menanggapi umi, kedudukan shalat adalah yang sangat tinggi dalam islam.karena ΓÇÄShalat merupakan rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.dan dzikir-dzikir yang terdapat dalam rangkaian ibadah shalat itu lebih baik
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Devina Nindia Putri -
Assalamualaikum wr.wb umi dan teman teman, saya ingin bertanya, apa hukumnya Dzikir BerjamaΓÇÖah dengan memiringkan badan ke kanan dan ke kiri dan mengeraskan suara?
Sebagai balasan Devina Nindia Putri

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh ima bahrum -
wa alaikum salam. yang ada hukumnya, berdzikir setelah shalat. adapun sendiri sendiri atau berjamaah, tidak ada dalil yang kuat., mana yang lebih baik. yang tidak baik adalah yang tidak berdzikir. wa Allahu a'lam
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Amalia Damara Dinda -
Assalamuallaikum umi dan teman-teman.

Izin bertanya, apakah yang paling baik dilakukan, dzikir dalam hati atau dengan lisan mi?

Terimakasi umi
Sebagai balasan Amalia Damara Dinda

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh ima bahrum -
berdzikir dalam semua keadaan, baik dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, baik zhahir maupun bathin. yang paling baik adalah yang dapat memperkuat ke khusu'an. dan tiap orang bisa berbeda2 kondisinya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Rafiska Septiasa -
assalamualaikum, izin bertanya.
adakah adab yang harus dilakukan ketika berdzikir?
terimakasih sebelumnya.
Sebagai balasan Rafiska Septiasa

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Talitha Marshanda -
Waalaikumusalam izin menjawab pertanyaan diatas
Jika ia sambil duduk disuatu tempat, hendaklah menghadapkan dirinya ke arah kiblat dan duduk dengan sikap yang penuh rasa khusyuk, merendahkan diri, tenang, anggun dan menundukan kepala.
Jika ia melakukan zikir bukan dengan cara tersebut diperbolehkan dan tidak makruh bila hal tersebut dilakukannya karena uzur. Tetapi jika tanpa uzur, berarti ia meninggalkan hal yang paling afdal.
Zikir merupakan hal yang dianjurkan dalam semua keadaan, kecuali dalam keadaan yang dikecualikan diantaranya ialah makruh melakukan zikir ketika sedang duduk menunaikan hajat, ketika sedang melakukan persetubuhan, ketika khutbah sedang dilakukan (bagi orang yang mendengar suara khatib), ketika sedang berdiri dalam salat (mengingat keadaan seperti ini menuntut orang yang bersangkutan sibuk dengan bacaan Alqurannya) dan ketika mengantuk. Tetapi tidak makruh melakukan zikir di jalan.
Mohon maaf apabila salah ataupun ada yang kurang
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Iis Nasari -
Assalamualaikum izin bertanya bu. Apakah zikir yang tidak khusyuk bisa di terima sama Allah SWT. Kemudian bagaimana cara kita supaya bisa khusyuk dalam berzikir.
Sebagai balasan Iis Nasari

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh anita dewi -
Waalaikumsalam izin menanggapi,menurut saya sebaiknya dzikir dilakukan dengan khusyu, karena dzikir adalah selalu ingat kepada Allah swt.dzikir tidak khusyuk diterima atau tidak Walhualam bishawab.

Sedangkan cara agar khusyuk dalam dzikir adalah selalu mengingat akan kebesaran Allah SWT dan kekuasaanNya yang meliputi semua yang ada di alam raya semesta ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Pertemuan Minggu ke 12

oleh Dihan Topan Mahisa -
Assalamu'alaikum wr wb.,

Mohon ijin menanggapi..

Saya termasuk orang yang gampang-gampang susah berdzikir, terkadang rajin, tapi di suatu waktu begitu malas dan berat berdzikir kepada Allah, salah satu penyebab yang dijelaskan oleh ulama adalah karena hawa nafsu. Selain itu, saya juga suka berdzikir namun hati tetap lalai. Sungguh keadaan tersebut adalah tidak baik bagi seorang muslim.

Berikut ini merupakan cara bagaimana agar kita bisa istiqamah menunaikan dzikir dan hati tetap terjaga..

Zikir merupakan amalan mengingat Allah SWT dengan menyebut nama-Nya. Amalan ini dianjurkan untuk dijalankan dengan penuh ketulusan.
Tetapi, kondisi orang saat berzikir berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang mulutnya melafalkan zikir namun hati lalai, tetapi ada juga orang yang mulutnya berzikir dan hatinya terjaga.

Ulama kenamaan Ibnu Athaillah, membuat uraian tentang zikir dalam kitabnya Al Hikam, menyitir Surat Ibrahim ayat 20.

Jangan tinggalkan zikir karena kelalaian hatimu yang tidak bersama Allah karena kelalaian tanpa zikir lebih buruk daripada kelalaian dengan zikir. Bisa jadi Allah mengangkatmu dari zikir dengan kelalaian ke zikir dengan hati terjaga, dari zikir dengan hati terjaga ke zikir dengan hati waspada, dari zikir dengan hati waspada ke zikir fana. Allah berfirman, 'Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit.'

Ibnu Athaillah sangat menganjurkan setiap Mukmin berzikir, meskipun dalam keadaan hati lalai. Karena bagi Ibnu Athaillah, zikir adalah jalan bagi mereka yang ingin dekat dengan Tuhannya.

Sebagian ulama bahkan menyebut zikir sebagai jalan penyatu antara hamba dengan Sang Khalik. Syekh Burhanuddin As Syadzili Al Hanafi dalam kitab Ihkamul Hikam, menyebut zikir dengan lafal apapun dapat membuka pintu langit.

" Menurut saya, zikir yang diperintahkan ustaznya apakah itu 'Laa ilaaha illallaah', 'Allah', atau zikir lainnya sesuai pertimbangan kemaslahatan ustaz adalah kunci pintu ruang utama penyaksian Allah, penyatuan dengan-Nya, pokok dari fondasi kehadiran (wushul) jiwa-jiwa suci di majelis Allah nan suci lagi mulia."

Terima kasih,
Wassalamu'alaikum wr wb..