Assalamu'alaikum wr wb.,
Mohon ijin menanggapi..
Saya termasuk orang yang gampang-gampang susah berdzikir, terkadang rajin, tapi di suatu waktu begitu malas dan berat berdzikir kepada Allah, salah satu penyebab yang dijelaskan oleh ulama adalah karena hawa nafsu. Selain itu, saya juga suka berdzikir namun hati tetap lalai. Sungguh keadaan tersebut adalah tidak baik bagi seorang muslim.
Berikut ini merupakan cara bagaimana agar kita bisa istiqamah menunaikan dzikir dan hati tetap terjaga..
Zikir merupakan amalan mengingat Allah SWT dengan menyebut nama-Nya. Amalan ini dianjurkan untuk dijalankan dengan penuh ketulusan.
Tetapi, kondisi orang saat berzikir berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang mulutnya melafalkan zikir namun hati lalai, tetapi ada juga orang yang mulutnya berzikir dan hatinya terjaga.
Ulama kenamaan Ibnu Athaillah, membuat uraian tentang zikir dalam kitabnya Al Hikam, menyitir Surat Ibrahim ayat 20.
Jangan tinggalkan zikir karena kelalaian hatimu yang tidak bersama Allah karena kelalaian tanpa zikir lebih buruk daripada kelalaian dengan zikir. Bisa jadi Allah mengangkatmu dari zikir dengan kelalaian ke zikir dengan hati terjaga, dari zikir dengan hati terjaga ke zikir dengan hati waspada, dari zikir dengan hati waspada ke zikir fana. Allah berfirman, 'Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit.'
Ibnu Athaillah sangat menganjurkan setiap Mukmin berzikir, meskipun dalam keadaan hati lalai. Karena bagi Ibnu Athaillah, zikir adalah jalan bagi mereka yang ingin dekat dengan Tuhannya.
Sebagian ulama bahkan menyebut zikir sebagai jalan penyatu antara hamba dengan Sang Khalik. Syekh Burhanuddin As Syadzili Al Hanafi dalam kitab Ihkamul Hikam, menyebut zikir dengan lafal apapun dapat membuka pintu langit.
" Menurut saya, zikir yang diperintahkan ustaznya apakah itu 'Laa ilaaha illallaah', 'Allah', atau zikir lainnya sesuai pertimbangan kemaslahatan ustaz adalah kunci pintu ruang utama penyaksian Allah, penyatuan dengan-Nya, pokok dari fondasi kehadiran (wushul) jiwa-jiwa suci di majelis Allah nan suci lagi mulia."
Terima kasih,
Wassalamu'alaikum wr wb..