Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

Jumlah balasan: 7

 Mari Aktifkan Forum ini...

 

 

 


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Nurita Sari -
Harga memegang peranan penting dalam terjadinya kesepakatan jual-beli dari produsen ke tangan konsumen. Melalui penetapan harga, akan terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, dengan permasalahan ini perusahaan biasanya mengadakan penetapan harga yang disepakati sebelum barang beredar di pasaran.
tujuan dari penetapan suatu harga adalah untuk mencapai target perusahaan, mendapatkan laba dari penjualan, meningkatkan serta mengembangkan produksi produk, serta meluaskan target pemasaran.
Dari kebanyakan teori ekonomi, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar pendapatan yang diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan dari penetapan harga hanya berdasarkan pada tingkat pendapatan atau keuntungan yang akan diperoleh. Namun dalam perkembangannya tujuan dari penetapan harga sebenarnya bukan hanya berdasarkan tingkat perolehan saja, melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.
http://www.beeaccounting.com/blog/3-strategi-penetapan-harga-yang-wajib-anda-ketahui/
https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-penetapan-harga-tujuan-metode-dan-strategi/

Memperoleh keuntungan atau laba sesuai perencanaan keuangan merupakan tujuan utama dari perusahaan, apalagi jika laba tersebut prosentasenya sangat tinggi dibandingkan dengan modal yang diinvestasikan.Laba perusahaan secara umum diperoleh dengan cara mengurangi jumlah penjualan dengan seluruh komponen biaya dan biasanya diukur dengan nilai prosentase Jumlah Laba : Jumlah Penjualan. Sebagai contoh pada umumnya perusahaan memberikan target prosentase laba minimal 10% dari jumlah penjualan.Memperoleh keuntungan atau laba sesuai perencanaan keuangan merupakan tujuan utama dari perusahaan, apalagi jika laba tersebut prosentasenya sangat tinggi dibandingkan dengan modal yang diinvestasikan.
Sasaran utama strategi pencapaian laba perusahaan & efisiensi modal usaha yang efektif adalah sebagai berikut:
Seberapa besar prosentase laba yang diperoleh dibandingkan dengan jumlah modal sendiri yang diinvestasikan dalam perusahaan.
Seberapa besar perputaran modal kerja dalam satu periode tertentu misalnya dalam satu tahun.

https://www.kembar.pro/2015/10/strategi-pencapaian-laba-perusahaan-dan-efisiensi-modal-usaha.html?m=1
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh M. Luqman Dimas N. -
Tujuan Penetapan Harga
Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.
Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis:
1. Memaksimalkan Laba
Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum.
2. Meraih Pangsa Pasar
Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan
3. Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha
Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.
4. Mempertahankan Pangsa Pasar
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada
5. Tujuan Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka.
6. Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan
Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas usaha bisnis yang dijalani.
Tujuan-tujuan dalam penetapan harga ini mengindikasikan bahwa pentingnya perusahaan untuk memilih, menetapkan dan membuat perencanaan mengenai nilai produk atau jasa dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan atas produk atau jasa tersebut.
Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga
1.Faktor Internal
a. Tujuan Pemasaran Perusahaan
(makimalisasi laba; mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan; meraih pangsa pasar yang besar; menciptakan kepeminpinan dlm hal kualitas; mengatasi persaingan; melaksanakan tanggung jawab sosial ; dll.)
b. Strategi Bauran Pemasaran
(harga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran lainya yaitu produk, distribusi dan promosi )
c. Biaya
(merupakan faktor yang paling menetukan harga minimal yang harus ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian, dalam hal ini biaya tetap dan variabel)
d. Organisasi
1) Manajemen perlu memutuskan siapa di dalam organisasi yang harus menetapkan harga.
2) Setiap perusahaan menangani masalah penetapan harga menurut caranya masing-masing.
3) Pada perusahaan kecil, umumnya harga ditetapkan oleh manajemen puncak.
4) Pada perusahaan besar, seringkali masalah penetapan harga ditangani oleh devisi atau manajer suatu lini produk.
5) Dalam pasar Industri, para wiraniaga diperkenankan untuk bernegoisasi dengan pelanggannya guna menetapkan rentang
(range) harga tertentu.
6) Dalam indutri penetapan harga merupakan faktor kunci (misalnya perusahaan minyak, penerbangan luar angkasa)
biasanya setiap perusahaan memiliki departemen penetapan harga tersendiri yang bertanggung jawab kepada
departement. Pemasaran atau manajemen puncak.
7) Pihak-pihak lain yang mempunyai pengaruh terhadap penetapan harga adalah manajer penjualan, manajer produksi,
manajer keuangan dan akuntan

2. Faktor Ekternal
a. Sifat Pasar dan Permintaan, setiap perusahaan perlu memahami sifat dan permintaan yang dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, oligopoli, atau monopoli. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah elastisitas permintaan
b. Persaingan ( Porter )
Ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri :
1) Persaingan dalam industri yang bersangkutan
2) Produk Substitusi
3) Pemasok
4) Pelanggan dan
5) Ancaman-ancaman baru
Informasi yang dibutuhkan untuk menganalisis karakteritik persaingan yg dihadapi :
1) Jumlah Perusahaan dalam Industri
2) Ukuran relatif setiap anggota dalam Industri
3) Deferensiasi Produk
4) Kemudahan untuk memasuki industri yang bersangkutan

c. Pengawasan Pemerintah
Pengawasan pemerintah juga merupakan faktor penting dalam penentuan harga. Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk : penentuan harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga, serta praktek-praktek lain yang mendorong atau mencegah usaha-usaha ke arah monopoli.
http://mitarizkoh.blogspot.com/2014/12/makalah-teori-penetapan-harga-ekonomi.html
Sebagai balasan M. Luqman Dimas N.

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh M. Luqman Dimas N. -
LANJUTAN

strategi yang ditempuh untuk pencapaian laba perusahaan yang efektif
1. Melakukan penyusunan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran atau Budgeting perusahaan.
2. Penerapan standar operating prosedur keuangan dan operasional, melalui pengawasan dan penerapan manajemen perusahaan
yang handal.
3. Efisiensi penggunaan modal kerja dengan melakukan seluruh kegiatan transaksi penjualan dengan cara tunai.
4. Manajemen persediaan bahan baku produksi yang efektif
5. Metode pembayaran ke supplier dengan menggunakan sistem kredit (account payable), dan diupayakan dana pembayarannya
bersumber dari hasil penjualan.
6. Pengelolaan manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan yang efisien.
7. Secara berkala dalam satu periode melakukan analisis laporan keuangan perusahaan, sebagai alat barometer terhadap
pencapaian nilai rasio efisiensi kinerja laporan keuangan perusahaan.

Semakin tinggi perputaran modal kerja yang diinvestasikan dalam perusahaan maka akan semakin baik kinerja keuangan dan membutuhkan modal yang minim untuk mencapai target prosentase laba yang besar

https://www.kembar.pro/2015/10/strategi-pencapaian-laba-perusahaan-dan-efisiensi-modal-usaha.html?m=1
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh nabila Puspita Putri -
1. )Strategi Dasar Terkait Penetapan Harga

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menentukan harga jual suatu produk. Berikut adalah tiga cara yang paling sering digunakan dalam strategi penetapan harga:

1. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Biaya

Metode ini adalah yang paling standar dan paling banyak digunakan, metode ini menentukan harga berdasarkan total biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk yang dijual, dan menambahkan sejumlah persentase tertentu sebagai laba. Ada 4 kategori dalam penetapan harga berdasarkan biaya, yakni:

1.Cost-Plus Pricing Method ΓÇô yaitu penetapan harga jual per unit berdasarkan jumlah biaya per unit ditambah jumlah tertentu sebagai laba atau margin (harga jual = biaya total + laba)

2. MarkΓÇôup Pricing ΓÇô yaitu penetapan harga yang Sering digunakan oleh pedagang perantara atau reseller/dropshipper dengan menambahkan harga beli dengan sejumlah laba tertentu (harga jual = harga beli + laba/markup)

3. Fixed Fee Pricing ΓÇô yakni penetapan harga berdasarkan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen produk tersebut ditambah sejumlah fee yang telah disepakati, jadi laba yang diperoleh tidak mempengaruhi harga jual barang

4. Target Pricing ΓÇô yakni penetapan harga yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi (ROI) sesuai dengan target yang diinginkan.

5. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Kebutuhan/Keinginan

2. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Kebutuhan/Keinginan
Strategi ini lebih mengutamakan kondisi ataupun kebutuhan konsumen. Strategi ini memungkinkan adanya perbedaan harga meskipun produknya sama, akibat beberapa faktor tertentu seperti letak geografis, waktu, dan sebagainya. Ada 2 macam kategori dalam strategi ini, yakni:

* Price Sensitivity Meter (PSM) ΓÇô yakni strategi penetapan harga yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pendekatan terhadap kebutuhan/permintaan konsumen. Metode ini didasari persepsi konsumen terhadap nilai/value produk yang diterima, apakah sebanding atau tidak. Untuk mengetahui apakah value suatu produk dapat diterima oleh konsumen, Anda bisa mengukurnya dengan PSM.

* Diskriminasi Harga ΓÇô yakni kebijakan untuk menentukan harga jual yang berbeda-beda untuk satu jenis produk yang sama dalam satu segmen pasar. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi diskriminasi harga misalnya wilayah, konsumen, waktu, kualitas, dan bentuk produk.

3. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan

Strategi ini menyoroti harga produk sejenis yang dikeluarkan oleh industri pesaing Anda. Ada dua metode yang bisa digunakan, yakni:

* Perceived Value Fixing ΓÇô yakni penetapan harga jual berdasarkan harga jual rata-rata produk sejenis.

* Sealed Bid Pricing ΓÇô yakni penetapan harga jual berdasarkan penawaran yang diajukan oleh pesaing.

2.) Strategi Menghasilkan Laba Besar

Strategi Meningkatkan Laba Perusahaan
Dalam teori ekonomi mikro, tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan secara teoritis laba adalah kompensasi atau resiko yang di tanggung oleh perusahaan, semakin besar resiko semakin pula laba yang di peroleh. Untuk memaksimalkan laba yang diperoleh setiap perusahaan bisa dicapai melalui bermacam-macam cara antara lain ialah melalui efisiensi di semua bidang, seperti produksi, sumber daya manusia, keuangan, dan lain sebagainya.
Secara garis besar ada tiga cara umum yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan laba yaitu meningkatkan penjualan, mengurangi biaya, dan menggunakan aset-aset perusahaan secara lebih baik.
1. Meningkatkan Penjualan
Meningkatkan penjualan bisa dilakukan dari dua segi : menaikkan harga jual dan menaikkan jumlah barang yang di jual. Meningkatkan harga jual dalam pengertian bukan untuk mengimbangi kenaikan bahan baku atau upah UMR yang naik, tetapi semata-mata adalah untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Untuk meningkatkan penjualan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

1. Meningkatkan Jumlah Customer Baru
Cara meningktakan jumlah customer baru bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, misalnya mengadakan pameran produk, menekan tim sales dengan memberikan target penambahan customer, melauncing produk baru, serta melakukan promosi besar-besaran.

2.Meningkatkan Jumlah Pembelian Per Customer
Cara untuk meningkatkan pembelian per customer bisa dilakukan dengan up selling (menawarkan produk dengan spesifikasi yang lebih besar dengan harga yang lebih mahal), cross selling (menawarkan produk subtitusi produk utama yang dibeli customer), dan ke tiga meningkatkan frekuensi pembelian produk customer dalam jangka waktu tertentu.

3.Mengurangi Biaya
Ada dua metode untuk mengurangi biaya yaitu dengan metode target costing untuk merancang produk dengan biaya serendah mungkin dan metode pengendalian operasional untuk meningkatkan produktivitas.
Target Costing dilakukan sebelum produk di produksi secara massal. Misalnya saja perusahaan mobil yang menjual produknya senialai 130 juta dengan biaya operasional sebesar 100 juta, artinya perusahaan mendapatkan omzet 30 %. Bila perusahaan ingin tetap menjual produk sebesar 100 juta, tetapi perusahaan ingin mendapatkan margin keuntungan sebesar 40 % persen, maka secara logika perusahaan harus memangkas biaya operasional produksi. Misalnya menggunakan bahan-bahan dalam negeri yang harganya lebih murah, memindahkan perusahaan ke daerah yang UMR- nya rendah, dan mengurangi spesifikasi produk tanpa menurunkan kualitas.

4. Menggunakan Aset-Aset Perusahaan secara Lebih Baik
Aset perusahaan dalam hal ini ada 2, yakni aset yang berupa SDM, dan aset yang berupa benda bergerak dan tidak bergerak. Aset SDM meliputi seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan. Penggunaan aset SDM secara lebih baik adalah menggunakan potensi karyawan semaksimal mungkin. Dalam hal ini yang paling berperan adalah divisi HR. Divisi HR harus berpegang pada prinsip the right man on the right job, the right man on the right place. Manajer HR harus mengetahui secara psikologi maupun konseptual mengenai potensi, skill, passion, dan talenta setiap karyawan. Tes psikologi dan pengamatan selama karyawan menjalankan training merupakan langkah awal untuk mengetahui potensi sebenarnya. Sedangkan aset bergerak adalah kendaraan, dan aset tidak bergerak adalah bangunan. Dalam hal ini menyewakan ruangan yang tidak terpakai di perusahaan adalah langkah yang efektif untuk menambah profit. Juga disarankan untuk membeli mobil sendiri daripada menyewa mobil di rent car yang menghabiskan banyak biaya operasional.

https://www.xendit.co/id/blog/3-macam-strategi-penetapan-harga-yang-perlu-anda-ketahui/

http://degasat.blogspot.com/2018/01/makalah-cara-meningkatkan-laba.html?m=1
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Ria septilia -
Ria septilia NPM: 1712110010

Strategi Penentuan Harga Untuk Perusahaan dengan Kekuata Pasar 

Keputusan harga oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki beberapa kekuatan pasar perusahaan monopoli, persaingan monopolistik dan oligopoly. Perusahaan dalam persaingan sempurna tidak memiliki kontrol atas harga yang mereka tetapkan untuk produk mereka, harga ditentukan oleh kekuatan pasar.

Strategi Harga Dasar Tinjauan dari Peraturan Dasar Profit maksimal
Sebuah Aturan Harga sederhana untuk Monopoli dan Persaingan MonopoliSebuah Aturan Harga sederhana untuk Oligopoli model Cournot

Tinjauan dari Peraturan Dasar Profit maksimal
Perusahaan-perusahaan dengan kekuatan pasar menghadapi permintaan miring ke bawah untuk produk mereka . Ini berarti bahwa dengan pengisian harga yang lebih tinggi, perusahaan mengurangi jumlah itu akan menjual. 


Sebuah Aturan Harga sederhana untuk Monopoli dan Persaingan Monopoli
Dalam kasus di mana manajer memiliki perkiraan permintaan dan biaya fungsi untuk produk perusahaan, perhitungan harga memaksimalkan laba sangatlah mudah. Dalam beberapa kasus, seorang manajer tidak memiliki akses ke bentuk perkiraan permintaan atau biaya fungsi. Hal ini terutama berlaku untuk para manajer perusahaan kecil yang tidak memiliki departemen penelitian atau dana untuk menyewa para ahli ekenomi untuk memperkirakan permintaan dan biaya fungsi . 

Strategi yang Bahkan lebih Menguntungkan Penghasilan
Analisis pada bagian sebelumnya menunjukkan bagaimana seorang manajer dapat melaksanakan MR=MC aturan untuk menetapkan harga maksimalisasi keuntungan. Mengingat perkiraan permintaan dan biaya fungsi, seperti harga dapat dihitung secara langsung. Atau, mengingat perkiraan tersedia untuk umum dari elastisitas permintaan, manajer dapat menerapkan aturan dengan menggunakan rumus markup yang sesuai. 

Ekstrak Surplus dari Konsumen
Perbedaan Harga,Bagian Harga,Harga dalam blok dan Komoditi Gabungan

Perbedaan Harga
Keputusan harga, perusahaan harus membebankan harga yang sama untuk setiap unit yang membeli konsumen di pasar. Namun terkadang, perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dengan pengisian harga yang berbeda untuk produk atau jasa yang sama, strategi yang disebut sebagai diskriminasi harga. Tiga jenis dasar harga diskriminasi pertama, diskriminasi harga yang kedua dan ketiga derajat diperiksa berikutnya. setiap jenis mensyaratkan bahwa manajer memiliki berbagai jenis informasi tentang konsumen.

Bagian Harga
Strategi lain bahwa perusahaan dengan kekuatan pasar dapat digunakan untuk meningkatkan keuntungan adalah dua bagian harga.

Harga dalam blok
Cara lain sebuah perusahaan dengan kekuatan pasar dapat meningkatkan keuntungan adalah dengan melakukan blok harga.

Komoditi Gabungan
Strategi lain manajer dapat digunakan untuk meningkatkan keuntungan adalah bundling komoditas . Komoditi bundling mengacu pada praktek bundling dua atau lebih produk yang berbeda bersama-sama dan menjual mereka pada satu "harga bundel.

Strategi harga untuk Biaya Khusus dan Struktur Permintaan
Strategi penetapan harga akan kita bahas dalam bagian harga - peak - load dan subsidi silang meningkatkan keuntungan bagi perusahaan yang memiliki biaya khusus dan struktur permintaan.Puncak- Penetapan beban hargaSubsidi PersilanganHarga TransferStrategi harga Pasar dengan kekuatan Persaingan HargaPenyesuaian HargaMendorong Loyalitas MerekHarga acak

Puncak- Penetapan beban harga
Banyak pasar memiliki periode di mana permintaan tinggi dan periode di mana permintaan rendah. Jalan tol cenderung memiliki lebih banyak lalu lintas pada jam sibuk dari pada waktu-waktu lain, perusahaan utilitas cenderung memiliki permintaan yang lebih tinggi pada siang hari dibandingkan pada jam-jam larut malam dan maskapai penerbangan cenderung memiliki lalu lintas berat selama seminggu daripada selama akhir pekan.

Subsidi Persilangan
Strategi penetapan harga berikutnya kita akan membahas subsidi silang relevan dalam situasi di mana perusahaan memiliki biaya dan melengkapi permintaan oleh konsumen untuk sekelompok produk yang saling tergantung.

Harga Transfer
Sejauh ini, analisis kami dari keputusan harga telah diduga bahwa seorang manajer bertugas harga dan output keputusan. Namun, sebagian besar perusahaan besar memiliki manajer hulu dan hilir yang harus membuat keputusan harga dan hasil untuk divisi mereka sendiri .

Strategi harga Pasar dengan kekuatan Persaingan Harga
Strategi harga akhir kita akan memeriksa harga cocok, mendorong loyalitas merek, dan acak - harga sangat berharga untuk perusahaan yang bersaing di Bertrand oligopoli.

Penyesuaian Harga
ketika dua atau lebih perusahaan bersaing dalam homogen - produk oligopoli, kesetimbangan Nash adalah untuk setiap perusahaan untuk mengisi biaya marjinal dan mendapatkan keuntungan nol. Namun jika permainan ini jauh diulang, perusahaan dapat mempertahankan hasil kolusi dengan mengadopsi strategi pemicu, yang menghukum saingan yang menyimpang dari harga tinggi.

Mendorong Loyalitas Merek
Strategi lain perusahaan dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan persaingan merek adalah untuk mengadopsi strategi yang mendorong loyalitas merek.

Harga acak
Perusahaan-perusahaan strategi akhir dapat digunakan untuk meningkatkan keuntungan di pasar dengan persaingan harga yang ketat adalah untuk terlibat dalam strategi acak harga. Dengan strategi harga acek, perusahaan bervariasi harganya dari jam ke jam atau hari ke hari.

KESIMPULAN :
Strategi harga yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan beberapa kekuatan pasar. Tidak seperti perusahaan- perusahaan di pasar persaingan sempurna, ketika ada sejumlah kecil perusahaan dan produk yang sedikit dibedakan, manajer dapat menggunakan strategi harga yang akan mendorong keuntungan ekonomi yang positif. Strategi ini berkisar dari aturan markup sederhana untuk strategi dua bagian harga yang lebih kompleks yang memungkinkan perusahaan untuk mengekstrak semua surplus konsumen.

https://slideplayer.info/slide/13875931/
https://www.scribd.com/doc/91633699/Penetapan-Harga-Atas-Dasar-Kekuatan-Pasar#:~:text=Penetapan%20harga%20atas%20dasar%20kekuatan%20pasar.,atau%20di%20bawah%20harga%20pesaing.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Rahmat Julianto -
Rahmat julianto NPM : 1712110393

1). Strategi Penetapan Harga
Strategi penetapan harga merupakan proses perusahaan dalam mengklasifikasikan dan menggolongkan produk yang dihasilkan apakah produk baru atau produk yang telah beredar.

1. Produk Baru
Dalam pengenalan produk baru perlu penetapan strategi harga. Berikut ini merupakan penetapan harga yang efektif terdapat 2 alterrnatif yaitu:

A. Harga Mengapung (Skimming Price)
Harga mengapung disebut juga dengan pendekatang skimming, pendekatan ini sangat efektif apabila terdapat perbedaan harga atas aspek tertentu dan pesaing relatif sedikit.

B. Harga Penetrasi
Harga penetrasi adalah memberikan harga lebih rendah agar tercipta pangsa pasar permintaan, umumnya diterapkan pada kondisi pasar yang tidak terfragmentasi ke dalam aspek berbeda produk dan itu tidak memiliki nilai simbolis yang tinggi.

2. Produk Yang Telah Beredar
Strategi penetapan harga pada produk yang telah beredar di masyarakat umunya tidak lepas dari posisi produk dalam siklus produk. Berikut 3 tingkatan dalam tahapan siklus, diantaranya:

A. Tahap Pertumbuhan
Tahap ini memiliki ciri-ciri yaitu penjualan akan meningkat dan disertai dengan munculnya pesaing.

B. Tahap Kematangan
Tahap kematangan ini memiliki karakteristik seperti fleksibilitas harga, hal tersebut terjadi karena tahap ini merupakan efektivitas strategi dalam penetapan harga.

C. Tahap Penurunan
Dalam tahap ini umumnya ditandai dengan menurunnya jumlah permintaan yang secara terus menurus. Selain itu tahap ini merupakan tahap akhir dalam daur hidup produk yang memiliki dua alternatif langkah utama yaitu:
-Strategi diskonting (pemotongan harga)
-Mempertahankan harga namun memotong biaya yang berhubungan dengan produk, khususnya dalam pengeluaran untuk promosi.
(https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-penetapan-harga-tujuan-metode-dan-strategi/#Strategi_Penetapan_Harga) tahun 2020

2). Strategi meningkatkan laba
Ada beberapa strategi sederhana untuk meningkatkan laba perusahaan, yaitu:
1. Mencari tahu margin laba kotor Anda dan melakukan analisa.
2. Meningkatkan harga produk atau layanan.
3. Mencari cara untuk meningkatkan nilai jual kepada pelanggan.
4. Menjual produk dengan kuantitas yang lebih besar.
Hindari untuk berkompetisi dengan para pesaing dalam hal harga.
5. Mencegah kemungkinan terjadinya pencurian di outlet.
Memperhatikan setiap tagihan dari supplier.
6. Mengatur alur kerja dan sistem serta meninjau ulang struktur operasional untuk efisiensi yang lebih baik.
(https://www.jurnal.id/id/blog/pengelolaan-profit-bisnis-agar-bisnis-terus-berkembang/) tahun 2019
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Mariana Aritonang Rajagukguk -
Penetapan harga adalah suatu strategi yang menjadi kunci dalam perusahaan sebagai bentuk konsentrasi dari deregulasi dan persaingan pasar secara global yang semakin sengit. Penetapan harga barang dan jasa merupakan suatu strategi kunci dalam berbagai perushaaan sebagai konsentrasi dari deregulasi, persaingan global yang kian sengit, rendahnya pertumbuhan di banyak pasar, dan peluang bagi perusahaan untuk memantapkan posisinya di pasar. Harga mempengaruhi kinerja keuangan dan juga sangat mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merek. Harga menjadi suatu ukuran tentang mutu produk pembeli mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produk ΓÇô produk yang kompleks.
Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang bisa menghasilkan pendapatan melalui penjualan. Suatu perusahaan harus bisa menetapkan harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen tertarik dan mau membeli produk yang ditawarkan dan perusahaan nantinya akan mendapatkan keuntungan.
Perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang ingin dicapai maka selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Umumnya metode penetapan harga terbagi menjadi 3 macam pendekatan yaitu:
a. Penetapan Harga Berdasarkan Biaya
Dalam metode penetapan harga ini memiliki faktor yang utama yaitu aspek penawaran (biaya). Dalam metode ini harga akan ditentukan berdasarkan dengan biaya produksi dan juga biaya pemasaran produk yang selanjutnya akan ditambah dengan jumlah-jumlah tertentu untuk dapat menutupi biaya-biaya langsung, biaya overhead, serta laba.
b. Penetapan Harga Berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor
Dalam metode penetapan harga ini umumnya dalam pelaksanaannya akan menggunakan harga pesaing sebagai referensi, tapi pendekatan ini cenderung cocok untuk produk yang standar di pasar oligopoli. Untuk menarik perhatian konsumen perusahaan akan menggunakan strategi harga yang telah dirancang.
c. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
Dalam metode penetapan harga ini dilakukan berdasarkan persepsi konsumen terhadap price value, price sensitivity serta perceived quality. Dalam mengetahui nilai harga atas kualitas suatu produk maka perlu dilakukan analisa Price Sensitivity Master (PSM), dalam menggunakan analisis ini umumnya konsumen diminta agar memberikan pernyataan mengenai harga apakah murah, mahal, atau pas kemudian dikaitkan dengan kualitas produk yang diterima.
Strategi Penetapan Harga
Strategi penetapan harga merupakan proses perusahaan dalam mengklasifikasikan dan menggolongkan produk yang dihasilkan apakah produk baru atau produk yang sudah beredar di masyarakat, strategi ini berkaitan dengan siklus kehidupan produk (Product Life Cycle) yang artinya bahwa suatu produk memiliki empat tahapan yaitu perkenalan, pertumbuhan, kematangan dan penurunan.

( https://majanajemen.blogspot.com/2015/04/strategi-penetapan-harga.html ) Th 2015

(https://www.pelajaran.co.id/2018/12/pengertian-penetapan-harga-tujuan-metode-dan-strategi-penetapan-harga.html ) Th 2018