Diskusi atau Tanggapan

Jumlah balasan: 16

Bagaimana pendapat kalian mengenai situasi keamanan Laut Cina Selatan di tengah pendemi Covid 19, dalam perspektif  ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia.

Berikan tanggapan kalian di forum diskusi LMS


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Jean Berliana Adeline -
Pemerintah Cina menegaskan bahwa pihaknya berada dalam ΓÇ£siaga tinggiΓÇ¥ untuk menjaga wilayah perairannya. Hal ini menyusul masuknya kapal-kapal milik AS ke wilayah LCS sebagai bentuk penolakan terhadap klaim ekspansif Cina.

Pihak AS menyatakan, kapal penjelajah USS Bunker Hill tengah melakukan ΓÇ£operasi kebebasan bernavigasiΓÇ¥ di Kepulauan Spratly. Sehari sebelumnya kapal perusak USS Barry melakukan operasi serupa di Kepulauan Paracel Kedua wilayah tersebut merupakan titik panas sengketa teritorial antara Cina dengan negara-negara tetangganya.

Tak mau kalah, Cina lalu menggelar latihan kapal perang di wilayah Kepulauan Sparatly, dengan alasan meningkatkan kemampuan pengawalan terhadap kapal dagang Cina atas ancaman pembajakan.

Sikap Indonesia adalah, tetap menjaga perdamaian di LCS dan Indonesia menyerukan semua pihak agar menahan diri dari segala tindakan yang dapat berpotensi menggerus rasa saling percaya dan meningkatkan ketegangan di Lkawasan. Indonesia percaya bahwa situasi kondusif di Laut Cina Selatan dapat mendukung jalannya proses negosiasi CoC. Maka dari itu, Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan negosiasi CoC efektif, substantif, dan dapat terlaksana terlepas pandemi COVID-19.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Ilham Arifman -
Adapun pendapat saya mengenai situasi keamanan Laut Cina Selatan di tengah pendemi Covid 19, dalam perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia adalah sangat memprihatinkan yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan ditengah pandemi Covid 19. Oleh karena itu harus ada upaya perspektif nasional serta sikap bangsa indonesia yang harus peduli sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19, melihat situasi keamanan Laut Cina Selatan yang sangat memprihantinkan sekarang. Aapun upaya perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia yang harus diterapkan yaitu memastikan kebebasan navigasi dan penerbangan, serta mendorong semua pihak untuk menghormati hukum internasional laut, khususnya Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Alliza yuswan -
saat ini terkait dengan kemaritiman sudah diatur dalam kerangka hukum internasional bernama UNCLOS. Sebelum ada UNCLOS, lautan dianggap bebas dan tidak dimiliki oleh siapapun. Hingga 1957, lautan yang ada di Indonesia termasuk Laut Jawa, Selat Malaka, Laut Banda, Arafuru, dan lainnya termasuk perairan bebas.

seharusnya apa yang telah dilakukan Kementerian Luar Negeri saat ini bisa ditindaklanjuti secara terukur dengan aksi-aksi lain khususnya di meja diplomasi. Momen itulah yang dapat dijadikan ASEAN unjuk gigi. Hal itu karena pada dasarnya yang paling terancam langsung adalah negara-negara ASEAN.

Momentum itu bisa dimanfaatkan untuk membenahi kelemahan yang ada di komunitas ASEAN. Ia juga menyimpulkan, sebagai masyarakat ASEAN cara pandang untuk melindungi batas wilayah harus dikuatkan kembali dan jangan hanya terjebak pada nasionalisme kacamata kuda.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Dimas Ramadan -
Nama : Dimas Ramadan
Npm : 1812110170

Keadaan laut Cina Selatan sangat memprihatinkan terkait situasi di Laut Cina Selatan, yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan di saat upaya kolektif global sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19Saat ini negosiasi kerangka Kode Etik (Code of Conduct, CoC) terkait isu LCS antara ASEAN dan Cina tengah ditunda karena pandemi COVID-19. Indonesia menyerukan semua pihak agar menahan diri dari segala tindakan yang dapat berpotensi menggerus rasa saling percaya dan meningkatkan ketegangan di kawasan. Indonesia percaya bahwa situasi kondusif di Laut Cina Selatan dapat mendukung jalannya proses negosiasi CoC. Maka dari itu, kami tetap berkomitmen untuk memastikan negosiasi CoC efektif, substantif, dan dapat terlaksana terlepas pandemi COVID-19

Diplomasi pertahanan Indonesia 
menerapkan beberapa strategi yaitu: Dalam aspek negara, dimana indonesia melakukan strategi diplomasi terhadap negara-negara yang menclaim laut china selatan agar konflik di laut china selatan dapat berkurang  ketegangannya,dan juga lewat konflik ini indonesia sebagai motor dan pengagas terbukanya kerjasama multilateral antara negara-negara yang aktif dalam konflik laut china selatan tersebut. Strategi yang dilakukan indoesia yaitu membuat indonesia sebagai motor,penggagas dan jembatan dari pembentukannya forum-forum yang diadakan baik di asean,maupun asosiasi. Forum ini dibentuk agar konflik di laut china selatan dapat mereda,lalu munculnya solusi atas penyelesaian konflik tersebut. Menurut saya sebagai masyarakat Indonesia harus menjaga perdamaian stabilitas di laut Cina Selatan ditengah Pandemi Covid19 dan mendorong semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat dilakukan meningkatkan ketegangan, agar tidak adanya perseteruan antar negara ditengah musibah pademi Covid19
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Amanda Alif Muammar -
Nama :Amanda Alif Muammar
NPM :1812110202

Di tengah kemelut pandemi Covid-19, Cina tidak menyurutkan aktivitasnya memperkokoh cengkeraman di Laut China Selatan. Kawasan ini semakin tegang setelah AS dan Australia mengerahkan kapal-kapal perangnya. Tiga negara ASEAN (Filipina, Vietnam, dan Malaysia) berada di dalam pusaran ditempuh itu.
Sikap bangsa Indonesia terhadap laut cina selatan ?
Indonesia menegaskan akan menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan di tengah pandemi COVID-19. Indonesia mendorong semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh adinda pratiwi -
Nama : Adinda Pratiwi
NPM : 1812110054
Izin menanggapi pertanyaan yang di berikan
Bagaimana pendapat kalian mengenai situasi keamanan Laut Cina Selatan di tengah pendemi Covid 19, dalam perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia.
Menurut informasi yang telah saya baca , bahwasan nya Pemerintah cina menegaskan bahwa pihaknya berada dalam siaga tinggi untuk wilayah perairan nya dalam artiaan bahwa pemerintah cina menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara yang bisa mengambil alih lautnya , dalam kasus ini yang terjadi di negara kita republik Indonesia bahwa ada kapal cina yang memasuki teritorial laut Indonesia , artinya cina sudah melanggar dalam peraturan yang telah di tetapkan PBB , dan hal tersebut bisa mengundang kegaduhan untuk semua negara termasuk Indonesia , di dalam situasi pandemic covid 19 yang terjadi saat ini , situasi laut cina selatan masih terpantau kondusiv , hal tersebut memberikan peluang untuk negara Indonesia agar dapat mendukung jalan nya proses negoisasi CoC efektif , subtantif dan dapat terlaksana setelah pandemic covid19 berakhir , hal tersebut yang dilakukan pemerintah agar dapat mempertahakan teritorial laut Indonesia yang akan direbut oleh laut cina selatan, pemerintah Indonesia lebih berhati-hati dalam mengambil sebuah Tindakan atau keputusan , apabila tidak berhati-hati bisa menyebabkan perang antar negara , untuk itu semua warga Indonesia agar bisa bersikap tenang , dan tidak mendengarkan isu-isu yang ada yang bisa mengahancurkan negara Indonesia kita sendiri
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Citra Ayu Amanda -
Nama : Citra Ayu Amanda
Npm : 1812110064

Menurut pendapat saya Indonesia harus menjaga perdamaian stabilitas di laut Cina Selatan ditengah Pandemi Covid19. dan tetap menjaga perdamaian di LCS dan Indonesia menyerukan semua pihak agar menahan diri dari segala tindakan yang dapat berpotensi menggerus rasa saling percaya dan meningkatkan ketegangan di Lkawasan. Indonesia percaya bahwa situasi kondusif di Laut Cina Selatan dapat mendukung jalannya proses negosiasi CoC. Maka dari itu, Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan negosiasi CoC efektif, substantif, dan dapat terlaksana terlepas pandemi COVID-19. Pemerintah Cina menegaskan bahwa pihaknya berada dalam “siaga tinggi” untuk menjaga wilayah perairannya. Hal ini menyusul masuknya kapal-kapal milik AS ke wilayah LCS sebagai bentuk penolakan terhadap klaim ekspansif Cina. seharusnya apa yang telah dilakukan Kementerian Luar Negeri saat ini bisa ditindaklanjuti secara terukur dengan aksi-aksi lain khususnya di meja diplomasi. Momen itulah yang dapat dijadikan ASEAN unjuk gigi. Hal itu karena pada dasarnya yang paling terancam langsung adalah negara-negara ASEAN.

Momentum itu bisa dimanfaatkan untuk membenahi kelemahan yang ada di komunitas ASEAN.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Jonathan Alwie -
Nama: Jonathan Alwie
NPM: 1812110017

Pendapat dari saya mengenai situasi keamanan Laut Cina Selatan di tengah pendemi covid-19, dalam perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia yaitu sangat memprihatinkan yang mana bahkan bisa meningkatkan bahaya ditengah pandemi covid-19 ini. Oleh karena itu harus ada upaya dalam perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa indonesia yang peduli satu sama lain itu dibutuhkan dalam melawan covid-19, dan melihat situasi keamanan Laut Cina Selatan yang semakin memprihatinkan. Maka kita harus bisa peduli dengan masyarakat lain.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Nia Anisa -
menurut pendapat saya mengenai situasi keamanan laut cina selatan si tengah pandemi covid 19 dalam perspektif ketahannan nasional, dimana Pemerintah Cina menegaskan bahwa pihaknya berada dalam ΓÇ£siaga tinggiΓÇ¥ untuk menjaga wilayah perairannya. Hal ini menyusul masuknya kapal-kapal milik AS ke wilayah LCS sebagai bentuk penolakan terhadap klaim ekspansif Cina. Cina lalu menggelar latihan kapal perang di wilayah Kepulauan Sparatly, dengan alasan meningkatkan kemampuan pengawalan terhadap kapal dagang Cina atas ancaman pembajakan. Selain itu, Cina mengirim kapal penelitian Haiyang Dizhi 8 di perairan sekitar. Kapal itu dilengkapi juga dengan persenjataan sebagai sarana keamanan.
sikap bangsa indonesia sendri menunjukan keprihatinan atas apa yang sedang terjadi yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan di saat upaya kolektif global sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19 , indoesia juga terus mengikuti perkembangan aktivitas di Laut Cina Selatan (LCS). Indonesia juga sudah bersikap tepat dengan tidak terintimidasi oleh aktivitas Cina dan tetap menjunjung konvensi internasional. Untuk merespon Cina yang sudah siap siaga di Laut Cina Selatan, penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk bersatu mendorong mundur aktivitas Cina. Komitmen yang selalu ditegakkan adalah mewujudkan wilayah Laut Cina Selatan yang bebas dari konflik, menghormati wilayah perairan masing-masing, dan menjunjung penyelesaian masalah secara damai.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Krisna Krisna -
Nama :Krisna
NPM: 1912110025
2MA-S1
Dalam menanggapi kasus seperti ini ,menurut saya dalam mengatasi situasi laut selatan dalam situasi pandemi ini. Harus di lakukan Menjaga dan meningkatkan agar situasi itu selalu dalam kondusif dan tidak terjadi bentrok.
Termasuk menjaga perdamaian dan stabilitas LCS , dan memastikan kebebasan bernavigasi dan penderbangan serta mendorong semua pihak agar menghormati hukum laut internasional khusus nya dalam konvernsi Hukum laut PBB
(UNCLOS).
Indonesia percaya bahwa situasi kondusif di Laut Cina Selatan dapat mendukung jalannya proses negosiasi CoC. Maka dari itu, Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan negosiasi CoC efektif, substantif, dan dapat terlaksana terlepas pandemi COVID-19.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Dading Depati -
Nama: Dading Depati Alam
Npm: 1812110185

Pemerintah Indonesia menyatakan prihatin atas situasi saat ini...
Indonesia menyatakan keprihatinannya terkait situasi terkini di Laut Cina Selatan, yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan di saat upaya kolektif global sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19
Pemerintah china juga menegaskan bahwa pihaknya berada "siap siaga" untuk menjaga wilayah perairannya. Hal ini menyusul masuknya kapal-kapal milik AS ke wilayah LCS sebagai bentuk penolakan terhadap klaim ekspansif Cina.
Pihak AS menyatakan, kapal penjelajah USS Bunker Hill tengah melakukan ΓÇ£operasi kebebasan bernavigasiΓÇ¥ di Kepulauan Spratly. Sehari sebelumnya kapal perusak USS Barry melakukan operasi serupa di Kepulauan Paracel Kedua wilayah tersebut merupakan titik panas sengketa teritorial antara Cina dengan negara-negara tetangganya.

Tak mau kalah, Cina lalu menggelar latihan kapal perang di wilayah Kepulauan Sparatly, dengan alasan meningkatkan kemampuan pengawalan terhadap kapal dagang Cina atas ancaman pembajakan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Feni Lestari -
Nama : Feni Lestari
Npm : 1812110279

Situasi terkini di Laut Cina Selatan makin memanas yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan di saat upaya kolektif global sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19. Ketahanan negaradapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu negara untuk bersiap menghadapi bencana besar, untuk merespon dan segera memulihkan setiap gangguan yang terjadi untuk kembali ke kondisi normal.

Mengenai situasi keamanan Laut Cina Selatan di tengah pendemi covid-19, dalam perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia yaitu sangat memprihatinkan yang mana bahkan bisa meningkatkan bahaya ditengah pandemi covid-19 ini. Oleh karena itu Indonesia mempertahankan jika kondis tersebut melibatkan Indonesia/merugikan jika tidak Indonesia harus sebagai penengah. Harus mendorong masyarakat agar tidak ikut terlibat dan menahan diri sedangkan bangsa Indonesia sedang mengalami musibah yang sama virus covid 19.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh BAYU DESATRIA -
Nama : Bayu Desatria
Npm : 1912110033

Indonesia pada saat ini menyatakan keprihatinannya terkait situasi terkini di Laut Cina Selatan, yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan di saat upaya kolektif global sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19 serta Termasuk memastikan kebebasan navigasi dan penerbangan, serta mendorong semua pihak untuk menghormati hukum internasional laut, khususnya Konvensi Hukum Laut PBB
Terima kasih buuuu
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Billy Qorissa Wijaya -
Indonesia menegaskan akan menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan di tengah pandemi COVID-19. Indonesia mendorong semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Hani tiara Bella -
Dalam menanggapi kasus seperti ini ,menurut saya dalam mengatasi situasi laut selatan dalam situasi pandemi ini. Harus di lakukan Menjaga dan meningkatkan agar situasi itu selalu dalam kondusif dan tidak terjadi bentrok.
Termasuk menjaga perdamaian dan stabilitas LCS , dan memastikan kebebasan bernavigasi dan penderbangan serta mendorong semua pihak agar menghormati hukum laut internasional khusus nya dalam konvernsi Hukum laut PBB
(UNCLOS)
Dibutuhkan perspektif yang tepat untuk menjelaskan apakah suatu negara memiliki ketahanan terhadap bencana besar. Perspektif pertama tentu saja bencana itu sendiri. Ketika sebuah bencana besar datang, kita umumnya tidak dapat memprediksi seberapa besar fatalitasnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi atau Tanggapan

oleh Nabila Saffana -
Nabila S 1912110011
pendapat saya mengenai situasi keamanan Laut Cina Selatan di tengah pendemi Covid 19, dalam perspektif ketahanan nasional serta sikap bangsa Indonesia adalah sangat memprihatinkan yang mana berpotensi meningkatkan ketegangan ditengah pandemi Covid 19. Oleh karena itu harus ada upaya perspektif nasional serta sikap bangsa indonesia yang harus peduli sangat dibutuhkan dalam melawan COVID-19, melihat situasi keamanan Laut Cina Selatan yang sangat memprihantinkan sekarang. strategi penanganan bencana harus dirumuskan berdasarkan perspektif lain: infrastruktur, masyarakat, dan pemerintah. Infrastruktur di sini mencakup semua sumber daya dari sistem pemberian perawatan kesehatan: rumah sakit, dokter, perawat, tenaga medis, dan fasilitas dan peralatan medis.