Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

Jumlah balasan: 13

Mari Aktifkan Forum ini...


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh gusti asih -
nama :gusti asih
npm 1812110220

izin bertanya
bagaimana Cara untuk membentuk sebuah karakter yang kuat?

http://supardisaminja.blogspot.com/2015/01/cara-membentuk-karakter-kuat.html
Sebagai balasan gusti asih

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh vita dahlia -
Izin menanggapi pertanyaan dari gusti asih
Nama : Vita Dahlia
Npm : 1812110200
Kita hanya tinggal mengasah bakat dan kemampuan itu serta membangun karakter dalam diri kita sebaik-baiknya agar tujuan hidup kita tercapai dengan baik. langkah-langkah sederhana serta tahapan dalam membangun karakter yang baik dan benar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Empat Koridor Pembangunan Karakter
Bicara mengenai tata nilai, pada kondisi dewasa ini kita selalu mendewakan masalah uang, materi, dan masalah duniawi sehingga timbul situasi menyedihkan yang seakan-akan menggambarkan bahawa semuanya bisa dibeli. Kita bisa membeli apa saja, termasuk pangkat, jabatan, kedudukan, gelar kesarjanaan, dan lain-lain.
Antonim Scalia (seorang hakim tinggi di Amerika) membuat kata bijak tentang karakter. Beliau mengatakan bahwa:
ΓÇ£The only thing in the world not for slae is character.ΓÇ¥
Artinya: satu-atunya yang tidak dapat dibeli di muka bumi ini adalah karakter.
Jelas kalau karakter itu tidak dapat dibeli, padahal sangat penting dan diperlakukan dalam menentukan arah dan tujuan hidup kita, kita harus menumbuhkembangkannya sendiri melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan. Semua dilandasi dengan kesadaran dan kemauan kuat untuk mengembangkannya.
Character building is a never ending process; sejak didalam kandungan ibu sampai ahirnya kita meninggal semestinya kita selalu melakukan pembangunan karakter.
Dalam pembangunan akarakter, paling tidak ada empat koridor yang perlu dilakukan, yaitu:
Internalisasi tata nilai
Menyadari mana yang boleh dan mana yang tidak boleh (The does and the donΓÇÖts)
Membentuk kebiasaan (habit forming), dan
Menjadi teladan (Role model) sebagai pribadi berkarakter.

http://supardisaminja.blogspot.com/2015/01/cara-membentuk-karakter-kuat.html
Sebagai balasan gusti asih

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Putri ulil azmi -
Nama: putri ulil azmi
Npm: 1812110525

Izin menanggapi..

1.Bergaul dengan lingkungan atau orang yang baik,

Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik begitu pula pergaulan yang baik. Lingkungan yang baik akan membuat seseorang mengikuti lingkugan tersebut, bagaimana jika tidak berada pada lingkungan yang baik, jalan yang terbaik adalah cari lingkungan yang baik atau banyak-banyaklah bersilaturahmi dengan teman-teman yang baik.

2.Keyakinan yang benar,

Keyakinan yang benar tentunya akan memperbaiki karakter kita dengan benar, karena kita akan melakukan hal-hal yang benar dan berkualitas. Begitu pula jika mendapatkan kepercayaan atau keyakinan yang salah, maka itu akan menggerogoti karakter diri seseorang.


3.Pendidikan dan wawasan,

Pendidikan yang baik dan wawasan yang luas akan menjadikan seseorang mempunyai karakter yang baik, karena dengan pendidikan yang baik akan membentuk kepribadian yang baik pula dan wawasan yang luas akan membuka cakrawala untuk melihat dan menyaring semua yang akan didapatkan dan dilakukan.

4.Motivasi hidup,

Motivasi yang ada pada diri kita ataupun dari orang lain akan mengajarkan pada karakter yang benar dan menjadikan kita mempunyai semangat optimis. Sehingga tidak mudah terpengaruh dan bisa menjadi benteng yang kuat untuk mempertahankan kehidupan dari berbagai corak kehidupan dunia.

5.Kebiasaan-kebiasaan yang baik,

untuk membentuk karakter yang baik, sebaiknya seseorang selalu membiasakan mengerjakan kebiasaan yang baik. Lakukanlah kebiasaan yang baik itu secara konsisten. Kebiasaan yang baik akan membentuk karakter kita menjadi baik, oleh karena itu biasakan melakukan hal-hal yang baik walaupun itu kecil. Lakukan dan jangan malu-malu, karena kebaikan yang dilakukan itu untuk kita bukan untuk orang lain, begitupun keburukan yang dikerjakan akan berdampak pada diri sendiri. Biasakanlah sopan dan ramah kepada orang lain, membantu orang lain dan kebaikan-kebaian yang lain.
Sebagai balasan gusti asih

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Ananda Syamita -
Nama : Ananda Syamita Putri
Npm : 1812110160

Izin menanggapi pertanyaan gusti asih,
Cara membentuk karakter yang baik adalah peningkatan pada diri setiap pengusaha yang ingin menjadi orang yang baik dengan karakter yang baik. Hal tersebut akan mendukung pada perjalanan bisnis, karena dengan karakter yang baik, kita akan terbebas dari perbuatan yang salah yang harus dihindari. Diantara yang bisa membentuk karakter yang baik adalah :
1.Bergaul dengan lingkungan atau orang yang baik,
Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik begitu pula pergaulan yang baik. Lingkungan yang baik akan membuat seseorang mengikuti lingkugan tersebut, bagaimana jika tidak berada pada lingkungan yang baik, jalan yang terbaik adalah cari lingkungan yang baik atau banyak-banyaklah bersilaturahmi dengan teman-teman yang baik.
2.Keyakinan yang benar,
Keyakinan yang benar tentunya akan memperbaiki karakter kita dengan benar, karena kita akan melakukan hal-hal yang benar dan berkualitas. Begitu pula jika mendapatkan kepercayaan atau keyakinan yang salah, maka itu akan menggerogoti karakter diri seseorang.
3.Pendidikan dan wawasan,
Pendidikan yang baik dan wawasan yang luas akan menjadikan seseorang mempunyai karakter yang baik, karena dengan pendidikan yang baik akan membentuk kepribadian yang baik pula dan wawasan yang luas akan membuka cakrawala untuk melihat dan menyaring semua yang akan didapatkan dan dilakukan.
4.Motivasi hidup,
Motivasi yang ada pada diri kita ataupun dari orang lain akan mengajarkan pada karakter yang benar dan menjadikan kita mempunyai semangat optimis. Sehingga tidak mudah terpengaruh dan bisa menjadi benteng yang kuat untuk mempertahankan kehidupan dari berbagai corak kehidupan dunia.
5.Kebiasaan-kebiasaan yang baik,
untuk membentuk karakter yang baik, sebaiknya seseorang selalu membiasakan mengerjakan kebiasaan yang baik. Lakukanlah kebiasaan yang baik itu secara konsisten. Kebiasaan yang baik akan membentuk karakter kita menjadi baik, oleh karena itu biasakan melakukan hal-hal yang baik walaupun itu kecil. Lakukan dan jangan malu-malu, karena kebaikan yang dilakukan itu untuk kita bukan untuk orang lain, begitupun keburukan yang dikerjakan akan berdampak pada diri sendiri. Biasakanlah sopan dan ramah kepada orang lain, membantu orang lain dan kebaikan-kebaian yang lain.

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/mujaini/59c9b05ada14f9784c01cb02/cara-membentuk-karakter-yang-baik
Sebagai balasan gusti asih

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Putri Sriwahyuni -
cara membentuk karakter yang kuat bisa di mulai dengan 8 cara diantara :
-Belajar Mengharga Diri sendiri
Maksudnya ialah tidak menyulitkan diri dalam keadaan mencoba menerima apa yang kita miliki dan tidak menjadi beban orang lain.
-Bentuk Prinspi Diri Sendiri
Membentuk prinsip untuk hidup lebih baik.
-Penguasaan terhadap diri sendiri
Penguasaan diri sendiri tidak membiarkan orang lain membuat kita mengikuti keinginan
-Memperbaiki Masa Lalu
Mengubah masa lalu yang buruk dibuang jauh-jauh dan membuat lebih baik lagi
-Memperhitungkan Tindakan Yang diambil
Setiap memulai sesuatu hal yang akan dilakukan harus dipikirkan dan direncanakan harus benar benar matang.
-Komitmen
Memiliki komitmen dalam hal penting dalam hidup, mempwrtanggung jawabkan hidup sendiri.
-Kedisiplinan itu Penting
Membentuk kedisiplinan dalam diri dalam melelahkan aktivitas sehari hari dalam kebaikan.
Sebagai balasan gusti asih

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Iqbal Himawan -
Izin menanggapi pertanyaan gusti asih
Nama : Iqbal himawan
Npm : 1812110216

Karakter dapat terbentuk dari kebiasaan mulai dari anak-anak. Disisi lain pembentukan kebiasaan anak-anak tergantung dari apakah orang tua mereka bisa memberikan pengaruh baik atau buruk. Kebiasaan anak-anak ini dapat bertahan hingga remaja namun bisa berubah ketika berada dalam masa transisi dari remaja ke dewasa. Dari tahapan itulah bisa ditentukan karakter seperti apa yang ada di dalam diri. Berapa pun usia atau pengalaman anda, membangun karakter adalah proses pembelajaran seumur hidup yang melibatkan pengalaman, kepemimpinan dan dedikasi terus menerus untuk tumbuh dan dewasa.

Dalam pembentukan karakter unsur terpenting adalah pikiran yang didalamnya terdapat seluruh program dan pada akhirnya bisa mempengaruhi prilaku. Jika program yang tertanam sesuai dengan prinsip kebenaran universal, maka prilaku akan berjalan selaras dengan hukum alam. Sebaliknya, apabila program tersebut tidak sesuai dengan prinsip universal, maka prilakunya akan membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan.

Karakter tidak hanya terbatas pada pengetahuan saja. Orang yang memiliki pengetahuan tentang kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuannya itu. Oleh karenanya dibutuhkan tiga komponen untuk membentuk karakter yang baik, yaitu :

Pengetahuan tentang moral yang meliputi kesadaran moral, pengetahuan tentang nilai-nilai moral, penentuan sudut pandang, logika moral serta pengenalan diri.
Perasaan / penguatan emosi, melalui kesadaran akan jati diri, percaya diri, kepekaan terhadap orang lain, cinta kebenaran, pengendalian diri dan kerendahan hati.
Perbuatan moral yang dipengaruhi oleh kompetensi, keinginan serta kebiasaan
Ibarat sebuah kertas putih, karakter adalah tulisan yang akan menghiasinya. Jika tulisannya adalah hal yang baik maka kertas tersebut akan berisi hal baik, begitu juga sebaliknya. Sebagai sebuah proses pembelajaran yang dilakukan seumur hidup, membentuk karakter manusia adalah sebuah keharusan demi kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Sumber :

https://id.wikihow.com/Membangun-Karakter

https://www.kajianpustaka.com/2017/08/pengertian-unsur-dan-pembentukan-karakter.html
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Felix Yaow -
Nama : Felix Yaow
Npm. : 1812110044

Passion of knowledge bisa saya simpulkan adalah Knowledge atau pengetahuan menjadi poin utama yang perlu kamu kuasai untuk menemukan passion kamu.Karena dengan passion for knowledge seseorang memiliki dorongan untuk mempelajari suatu bidang keahlian.

Dengan begitu seseorang dapat menggali dan mendalami sebuah bidang keahlian sehingga bisa berkembang lebih pesat.

https://sukagitu.com/apa-itu-passion/
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Wahyu Saputra -
Nama : Wahyu Saputra
NPM : 1812110109
Izin bertanya pak
Apakah pendidikan sangat berperan penting dalam pembentukan karakter yang kuat ? Alasannya ?
Referensi : https://www.kompasiana.com/raidersmarpaung/5d16c8d9097f36112f3c8ee2/peranan-pendidikan-dalam-membangun-karakter-bangsa?page=all#sectionall
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Selvia . -
Nama : Selvia
Npm : 1812110194

izin menyimpulkan materi pak,
komponen karakter :

1. Moral knowing adalah pengertian atau pemahaman moral ini seringkali disebut dengan penalaran moral atau pemikiran moral atau pertimbangan moral hal yang penting untuk diajarkan, terdiri dari enam hal, yaitu: moral awareness (kesadaran moral), knowing moral values (mengetahui nilai-nilai moral), perspective taking, moral reasoning, decision making dan self knowledge.

2. Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral. yakni conscience (nurani), self esteem (percaya diri), empathy (merasakan penderitaan orang lain), loving the good (mencintai kebenaran), self control (mampu mengontrol diri) dan humility (kerendahan hati).

3. Moral Action adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Perilaku moral merupakan kemampuan untuk melakukan keputusan dan perasaan moral kedalam perilaku-perilaku nyata Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will) dan kebiasaan (habit).

sumber:https://docplayer.info/46323756-Komponen-karakter-thomas-lickona-oleh-kuncahyono-pasca-um.html
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh M Nevina -
Nama : M. Nevina
NPM : 1812110129
Assalamualaikum pak, izin menyimpulkan materi hari ini. Karakter adalah sesuatu yang terdapat pada individu yang menjadi ciri khas kepribadian individu yang berbeda dengan orang lain berupa sikap, pikiran, dan tindakan. Ciri khas tiap individu tersebut berguna untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Komponen karakter :
1. Moral knowing adalah hal yang penting untuk diajarkan, terdiri dari enam hal, yaitu: moral awareness (kesadaran moral), knowing moral values (mengetahui nilai-nilai moral), perspective taking, moral reasoning, decision making dan self knowledge.
2. Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Terdapat 6 hal yang merupakan aspek emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia berkarakter, yakni conscience (nurani), self esteem percaya diri), empathy (merasakan penderitaan orang lain), loving the good (mencintai kebenaran), self control (mampu mengontrol diri) dan humility (kerendahan hati).
3. Moral action adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will) dan kebiasaan (habit).
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://repository.radenintan.ac.id/2467/3/BAB_II.pdf&ved=2ahUKEwjSyuqcwKvqAhXae30KHaKMAMsQFjAIegQIBBAB&usg=AOvVaw12Es0y9eQNnopG-DLIv2cR
https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/tips-parenting/pendidikan-karakter-3-m.html
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh agus murtopo -
Nama : Agus Murtopo
NPM : 1812110140
Assalamualaikum pak izin menambahkan tentang materi bertumbuh dengan karakter yang kuat
Karakter kita terbentuk dari kebiasaan kita. Kebiasaan kita saat anak-anak biasanya bertahan sampai masa remaja. Orang tua bisa mempengaruhi baik atau buruk, pembentukan kebiasaan anak-anak mereka (Lickona, 2012:50).
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikir yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip universal, maka perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu pikiran harus mendapatkan perhatian serius.
Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukan-nya dipengaruhi oleh faktor bawaan (fitrah, nature) dan lingkungan (sosialisasi pendidikan, nurture). Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi-potensi tersebut harus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini.
Tujuan pembentukan karakter pada dasarnya adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik dengan tumbuh dan berkembangnya karakter yang baik akan mendorong anak untuk tumbuh dengan kapasitas komitmen-nya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukan segalanya dengan benar serta memiliki tujuan hidup. Masyarakat juga berperan dalam membentuk karakter anak melalui orang tua dan lingkungan.
Karakter tidak terbatas pada pengetahuan saja. Seseorang yang memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuannya, jika tidak terlatih (menjadi kebiasaan) untuk melakukan kebaikan tersebut. Karakter juga menjangkau wilayah emosi dan kebiasaan diri. 

Tiga Komponen karakter yang kuat
1.Pengetahuan tentang moral (moral knowing)
Dimensi-dimensi dalam moral knowing yang akan mengisi ranah kognitif adalah kesadaran moral (moral awareness), pengetahuan tentang nilai-nilai moral (knowing moral values), penentuan sudut pandang (perspective taking), logika moral (moral reasoning), dan pengenalan diri (self knowledge).
2. Perasaan/penguatan emosi (moral feeling)
Moral feeling merupakan penguatan aspek emosi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter. Penguatan ini berkaitan dengan bentuk-bentuk sikap yang harus dirasakan oleh peserta didik, yaitu kesadaran akan jati diri (conscience), percaya diri (self esteem), kepekaan terhadap derita orang lain (emphaty), cinta kebenaran (loving the good), pengendalian diri (self control), dan kerendahan hati (humility).
3. Perbuatan bermoral (moral action)
Moral action merupakan perbuatan atau tindakan moral yang merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will), dan kebiasaan (habit).

https://www.kajianpustaka.com/2017/08/pengertian-unsur-dan-pembentukan-karakter.html?m=1
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Salman Al Farisi -
Nama : Salman Al Farisi
NPM : 1812110116
Assalamualaikum pak, izin menyimpulkan materi hari ini.
Karakter atau disebut juga dengan watak secara umu merupakan sifat batin yang berpengaruh terhadap pikiran, perilaku, budi pekerti dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Dalam pendidikan karakter, Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik (components of good character) yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang mental dan moral action atau perbuatan moral. Hal ini diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan dan mengerjakan sekaligus nilia-niali kebajikan.

Moral knowing adalah hal yang penting untuk diajarkan, terdiri dari enam hal, yaitu: moral awareness (kesadaran moral), knowing moral values (mengetahui nilai-nilai moral), perspective taking, moral reasoning, decision making dan self knowledge.

Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Terdapat 6 hal yang merupakan aspek emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia berkarakter, yakni conscience (nurani), self esteem percaya diri), empathy (merasakan penderitaan orang lain), loving the good (mencintai kebenaran), self control (mampu mengontrol diri) dan humility (kerendahan hati).

Moral action adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will) dan kebiasaan (habit).

Proses Pembentukan Karakter
Karakter seseorang pada dasarnya terbentuk lewat proses pembelajaran yang panjang. Karakter manusia bukan bawaan ketika lahir, karena karakter dibentuk oleh faktor lingkungan dan juga orang yang ada sekitar lingkungan tersebut.

Karakter dibentuk melalui berbagai proses pembelajaran yang diperoleh dari berbagai tempat seperti rumah, sekolah, dan juga lingkungan tempat tinggal. Pihak yang memiliki peran dalam membentuk karakter seseorang adalah keluarga, guru dan teman

Karakter seringkali berhubungan erat dengan tingkah laku seseorang. Apabila seseorang mempunyai perilaku yang baik maka kemungkinan besar orang itu mempunyai karakter yang baik juga. Tetapi, apabila seseorang mempunyai perilaku yang buruk maka kemungkinan besar karakter yang dimiliki orang tersebut juga buruk.

Sumber:https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/tips-parenting/pendidikan-karakter-3-m.html
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/09/pengertian-karakter-unsur-jenis-proses-pembentukan-terlengkap.html
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Tempatnya diskusi disini... (ditunggu ya)

oleh Aditya Mandala putra -
Assalamualaikum pak
Nama:Aditya Mandala
Izin menyimpulkan pak materi hari ini
Dalam pendidikan karakter, Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik (components of good character) yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang mental dan moral action atau perbuatan moral. Hal ini diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan dan mengerjakan sekaligus nilia-niali kebajikan.

Moral knowing adalah hal yang penting untuk diajarkan, terdiri dari enam hal, yaitu: moral awareness (kesadaran moral), knowing moral values (mengetahui nilai-nilai moral), perspective taking, moral reasoning, decision making dan self knowledge.

Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Terdapat 6 hal yang merupakan aspek emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia berkarakter, yakni conscience (nurani), self esteem percaya diri), empathy (merasakan penderitaan orang lain), loving the good (mencintai kebenaran), self control (mampu mengontrol diri) dan humility (kerendahan hati).

Moral action adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will) dan kebiasaan (habit).

Melatih Kebiasaan Baik
Pendidikan karakter terhadap anak hendaknya menjadikan seorang anak terbiasa untuk berperilaku baik, sehingga ia menjadi terbiasa dan akan merasa bersalah kalau tidak melakukannya. Sebagai contoh, seorang anak yang terbiasa mandi dua kali sehari, akan merasa tidak enak bila mandi hanya satu kali sehari. Dengan demikian, kebiasaan baik yang sudah menjadi naluri, otomatis akan mebuat seorang anak merasa bersalah bila tidak melakukan kebiasaan baik tersebut.
Sumber:https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/tips-parenting/pendidikan-karakter-3-m.html