NAMA: NUR HALIMAH
NPM: 1712110435
EKONOMI MANAJERIAL
STRATEGI BISNIS
Strategi bisnis adalah upaya perusahaan dalam mengambil kebijakan dan pedoman yang memiliki komitmen dan tindakan yang terintegrasi serta dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis
1. Limit Pricing
2. Redatory Pricing
3. Meningkatkan Biaya Pesaing dan Mengurangi Persaingan
4. Diskriminasi Harga dan Penetapan Harga Penetrasi
1. Limit Pricing
Strategi penetapan harga limit atau limit pricing merupakan strategi penentuan harga yang biasanya terjadi dalam
strategi bisnis monopoli. Dalam praktek tsb, suatu penjual atau distributor menetapkan harga yang sangat rendah hingga mencapai di bawah harga pasar.
Harga yang sangat rendah ini bisa mengakibatkan potensial kompetitor kehilangan kemampuannya untuk ikut memasuki pasar karena tidak bisa memberikan harga yang lebih rendah lagi.
Dalam strategi limit pricing ini memang perusahaan tersebut tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal. Namun, hal ini dilakukan untuk bisa menyingkirkan kompetitornya dari pasar sehingga mereka tetap bisa meraup banyak keuntungan. Strategi ini juga bisa menyebabkan perusahaan lain enggan untuk memasuki kompetisi ini. Meskipun begitu, hal ini termasuk ilegal di beberapa negara.
- Contoh Limit Pricing
Misalnya dalam suatu negara, perusahaan A dan perusahaan B merupakan dua perusahaan yang memproduksi produk yang sama. Perusahaan A sudah terlebih dahulu masuk ke dalam pasar penjualan produknya.
Setelah beberapa waktu, perusahaan B siap untuk mengeluarkan produknya yang sejenis dengan produk dari perusahaan A. Namun, rupanya perusahaan B menjual produk tersebut dengan harga yang sangat rendah dan memiliki margin keuntungan sangat rendah. Akibatnya, perusahaan B akan kesulitan memasuki pasar apabila mengeluarkan produk yang lebih mahal daripada perusahaan A.
Hal ini menyebabkan perusahaan B menjadi ragu-ragu untuk meluncurkan produk tersebut. Perusahaan A akan terus mendapatkan pelanggan dan keuntungan karena tidak ada pesaing dalam bidang tersebut. Konsumen atau pembeli produk perusahaan A juga tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada perusahaan lain yang menjual produk tersebut.
- Keuntungan Limit Pricing
Sebagai salah satu strategi yang bisa diterapkan dalam menentukan harga suatu barang atau jasa, limit pricing memang memiliki keuntungan. Bagi pelaku limit pricing, praktek ini bisa mengurangi kompetisi. Jika kompetitor bisa berkurang, maka perusahaan tersebut bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan dan tentunya akan mendapatkan lebih banyak lagi keuntungan atau profit.
- Kerugian Limit Pricing
- Limit pricing bisa dikategorikan sebagai perbuatan yang ilegal
- Mengurangi margin keuntungan perusahaan
- Konsumen memiliki pilihan yang terbatas
- Persaingan pasar yang kurang sehat
https://www.simulasikredit.com/strategi-penetapan-harga-limit-limit-pricing-strategy/
2. Predatory Pricing
- Definisi predatory pricing
Predatory pricing atau harga predatori didefinisikan sebagai strategi penetapan harga di mana harga yang ditetapkan atas suatu produk atau layanan sangat rendah dari harga pasaran industri dengan tujuan untuk menjangkau pelanggan baru, menyingkirkan pesaing, atau menciptakan hambatan bagi calon pesaing baru untuk memasuki pasar industri. Dari definisi tersebut, strategi predatory pricing tampak seperti strategi biasa dalam bisnis. Namun tidak dapat realisasinya.
Strategi predatory pricing sering kali dianggap sebagai tindakan ilegal dalam upaya memenangkan persaingan. Sebab, dengan menetapkan harga produk atau layanan yang begitu rendah justru akan menghilangkan persaingan sehat sehingga pasar lebih rentan terhadap monopoli. Penerapan strategi ini dinilai sebagai upaya yang disengaja untuk merusak pasar.
- Manfaat predatory pricing
Penerapan strategi predatory pricing tentu saja memiliki tujuan tertentu, baik untuk memenangkan persaingan pasar maupun menjangkau pelanggan baru secara lebih luas. Jika memang demikian, lantas apa manfaat yang diperoleh perusahaan dan juga pelanggan dengan penerapan strategi ini. Bagi perusahaan, predatory pricing jelas memberi kesempatan untuk bisa merebut dan menguasai pangsa pasar. Dengan menetapkan harga produk dan layanan serendah mungkin dari harga pasaran, akan menarik jumlah pelanggan lebih banyak dan tentunya volume penjualan akan mengalami peningkatan drastis.
- Dampak predatory pricing terhadap industri
Di balik manfaat penetapan harga yang rendah dalam strategi predatory pricing, terdapat pula risiko bahkan ancaman akan dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam perebutan pasar, umumnya persaingan akan dimenangkan oleh pemain yang mampu bertahan hingga akhir dalam menawarkan produk dan layanan berkualitas dengan harga rendah. Sebab strategi ini menuntut banyak pengorbanan, di mana perusahaan harus rela menekan laba bahkan menanggung kerugian akibat tingginya biaya produksi. Bagi perusahaan yang telah memiliki fondasi finansial kuat tentu tidak menjadi masalah. Namun lain halnya dengan perusahaan yang tergolong pemain baru dalam pasar industri terkait. Jika perang harga dalam industri terus berlanjut, maka cepat atau lambat akan ada pemain yang tidak mampu bertahan sehingga harus mundur bahkan menghilang dari persaingan tersebut sebab tak sanggup menanggung kerugian yang lebih besar. Akibatnya, pasar akan dikuasai oleh sebagian kecil pemain atau bahkan hanya menyisakan satu pemain saya yang memang kuat secara finansial. Secara lebih jauh, hal ini akan menciptakan dominasi pasar yang disebut dengan monopoli.
Mundurnya atau bahkan hilangnya pesaing tentu akan semakin melonggarkan persaingan. Dampaknya, kekuatan monopoli semakin besar dan meningkat. Pemain yang mampu bertahan dalam perang harga ini tentu akan menjadi pemenang sebagai penguasa pasar industri sehingga memiliki keleluasaan dalam mengatur pasar, terutama dalam penentuan harga. Untuk menutup kerugian atas besarnya biaya produksi dan kembali meningkatkan labanya, perusahaan yang memenangkan perang harga dan pemegang monopoli cenderung akan menaikkan harga produk dan layanan menjadi lebih tinggi. Kondisi ini tentu kurang menguntungkan bagi konsumen. Selain terdampak harga tinggi atas produk dan layanan yang bisa saja berlangsung dalam jangka panjang, konsumen juga dihadapkan pada kurangnya pilihan. Pada prinsipnya perang harga dalam persaingan tidak selamanya buruk, bahkan bisa memberikan dampak positif apabila semua pemain industri mampu bertahan. Namun, penerapan strategi predatory pricing dirasa hanya menguntungkan konsumen sementara waktu saja. Faktanya, predatory pricing justru ΓÇÿmembunuhΓÇÖ banyak pemain industri, terutama para pemain baru dan pemain yang kurang memiliki fondasi finansial yang kuat. Jika kondisi seperti ini, maka perang harga yang awalnya berdampak positif bagi konsumen, justru kemudian berbalik merugikan.
- Contoh penerapan strategi predatory pricing
Hadirnya pemain-pemain baru dalam industri yang sejatinya mampu menyemarakkan dan memberikan lebih banyak pilihan kepada pasar sering kali justru menjadi ΓÇÿmomokΓÇÖ bagi pemain lama yang bahkan telah menguasai sebagian besar pangsa pasar. Mereka menerapkan berbagai strategi untuk memenangkan persaingan bahkan menyingkirkan para pesaingnya. Strategi predatory pricing menjadi salah satunya. Tak hanya berlaku dalam industri lokal suatu negara, strategi predatory pricing juga digunakan untuk bersaing di pasar internasional. Contohnya sebut saja praktik dumping. Dumping dapat dipahami sebagai politik dagang yang menetapkan harga jual di luar negeri jauh lebih rendah dari harga normal, bahkan dari harga yang berlaku di negara tujuan ekspor. Dalam praktik dumping, perusahaan yang menerapkan strategi predatory pricing atau disebut dengan predator berusaha menaklukkan pasar asing baru dengan menjual produk-produknya di negara tujuan ekspor dengan harga lebih rendah dari yang dikenakan di negara tersebut. Risiko dan tantangan dari strategi predatory pricing ini adalah berusaha mencegah agar barang yang ΓÇÿdibuangΓÇÖ dibeli di luar negeri namun kemudian dijual kembali di pasar lokal yang menguntungkan. Perusahaan predator yang menerapkan strategi predatory pricing pasti mampu menyingkirkan bahkan ΓÇÿmembunuhΓÇÖ pesaing sehingga memenangkan persaingan. Belum tentu. Jika pesaing justru lebih kuat dari yang diharapkan, maka perusahaan predator dihadapkan pada dua pilihan, yaitu memperpanjang atau menyudahi penerapan strategi predatory pricing. Apabila memperpanjang, maka harus memiliki kekuatan yang cukup baik dari cadangan keuangan maupun sumber pendapatan lainnya. Namun apabila menyudahi, maka perusahaan predator harus lapang dada dalam berbagi pangsa pasar dengan para pesaingnya.
https://www.simulasikredit.com/apa-itu-predatory-pricing-strategi-penetapan-harga-predatory/
3. Meningkatkan Biaya Pesaing dan Mengurangi Persaingan
Apa itu persaingan bisnis? Persaingan bisnis merupakan sebuah kompetisi antara para penjual yang sama-sama berusaha ingin mendapat keuntungan, pangsa pasar, serta jumlah penjualan yang tinggi. Persaingan bisnis ini sudah menjadi sesuatu yang wajib dalam berbisnis pelaku bisnis termasuk pelaku bisnis online. Sekarang apakah Anda sudah siap menghadapi persaingan bisnis yang sudah semakin ketat ini?
Strategi Pemasaran Untuk Menghadapi Persaingan Bisnis:
* Social shopping
Metode berbisnis online dimana dalam penjualannya memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Melalui social shopping ini, peluang terbuka lebar bagi Anda. Anda bisa menggunakan media sosial sebagai toko Anda, sehingga tidak perlu membuka platform bisnis online. Dengan media sosial, Anda hanya perlu bergabung bersama forum-forum besar untuk menawarkan produk atau jasa Anda. Pengguna media sosial pun dari tahun ke tahun diketahui meningkat pesat. Semakin besar bukan peluang untuk mengembangkan bisnis online Anda?
- Flash sale dan diskon
Dua strategi pemasaran ini sudah sering dijalankan oleh para pebisnis untuk menjual produk mereka. Namun kedua jurus ini terbukti ampuh. Dengan menerapkan flash sale dan diskon, bisnis online Anda akan mengalam kemajuan dan berkembang dengan pesat. Mengapa demikian? Flash sale merupakan konsep sederhana dengan memberikan penawaran diskon atau potongan harga yang cukup tinggi dalam jangka waktu tertentu. Konsumen akan merasa tergiur dengan penawaran semacam ini. Semakin tinggi diskon yang Anda tawarkan maka akan semakin tinggi pula minat konsumen terhadap apa yang Anda tawarkan.
- Click to brick
Click to brick merupakan sebuah model bisnis dimana perusahaan terintegrasi secara online dan offline. Jadi bisnis ini dijalankan secara online dan offline. Pelaku bisnis ini dapat menjual barangnya secara langsung di toko dan secara tidak langsung melalui toko online. Jika Anda baru saja membuka usaha, metode ini bisa dibilang tidak cocok untuk Anda jalankan. Karena dalam penjualan secara offline pastilah dibutuhkan sebuah toko atau kantor sebagai tempat penjualan.
- ReCommerce
Di internet sudah banyak yang melakukan jual beli barang bekas. ReCommerce sendiri akan menjadikan Anda lebih inovatif dalam mencipatakan sesuatu. Anda bisa saja menjual barang bekas yang Anda miliki melalui toko online. Bukankah sekarang ini sudah banyak toko online yang tidak hanya menjual barang baru saja melainkan barang bekas juga? Ayo segera manfaatkan peluang besar ini melalui reCommerce.
(httppemasaran-ini/ ) s://www.herosoftmedia.co.id/persaingan-bisnis-jangan-takut-ikuti-strategi-
4. Diskriminasi Harga
yakni kebijakan untuk menentukan harga jual yang berbeda untuk satu jenis produk yang sama dalam satu segmen pasar. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi diskriminasi harga misalnya wilayah, konsumen, waktu, kualitas, dan bentuk produk.
Diskriminasi Harga, yakni kebijakan untuk menentukan harga jual yang berbeda untuk satu jenis produk yang sama dalam satu segmen pasar. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi diskriminasi harga misalnya wilayah, konsumen, waktu, kualitas, dan bentuk produk.
(https://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/penetapan-harga-tujuan-metode-dan-strategi/)