forum diskusi

Jumlah balasan: 7

Adik-adik setelah membaca materi dan menyimak video, silahkan beri kesimpulan dan hikmah dari fiqih Qurban, diforum diskusi ya.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Annisa Andini -
Assalamualaikum wr wb.
Kesimpulan saya setelah membaca materi dan menonton video yang telah umi berikan, bahwasanya Ibadah Kurban memiliki pesan moral yang sangat dalam. Seperti pesan yang terkandung dalam makna bahasanya. Qurb atau qurbân berarti “dekat” dengan imbuhan ân (alif dan nun) yang mengandung arti “kesempurnaan”, sehingga qurbân yang diindonesiakan dengan “kurban” berarti “kedekatan yang sempurna”. Kata Qurbân berulang tiga kali dalam al-Qur’an, yaitu pada QS.Ali Imran/3: 183, al-Ma’idah/5: 27, dan al-Ahqaf/46: 28.

Jadi, kurban adalah penyembelihan binatang tertentu yang dilakukan pada hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya (hari tasyrik), yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam ilmu fiqh, kurban juga disebut udhḫiyah (karena dilaksanakan dalam suasana Idul Adha) juga berasal dari kata dahwah atau dhuhaa (waktu matahari sedang naik di pagi hari), karena biasanya penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada waktu duha. Dari kata dahwah atau duhaa tersebut diambil kata daahiyah yang bentuk jamaknya udhḫiyah. Selain itu pula adapun hikmah yang dapat kita ambil dari berkurban.
1. Sebagai bukti nyata eksprei syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
2. bukti sebagai hamba bertaqwa.
3. Selain itu dengan kita berkurban kita dapat meraih ampunan dosa.
4. terakuinya sebagai umat Rasulullah Saw.
5. Selain itu dengan kita berkurban kita akan memperoleh pahala serta Rahmat yang besar dari Allah SWT.

Dari penjelasan diatas kita dapat disimpulkan bahwa berqurban memiliki keutamaan yang sangat besar. Maka dari itu, jika kita mampu secara ekonomi, sangat dianjurkan untuk berkurban.

Demikian beberapa keutamaan berqurban Idul Adha. Mengingat keutamaan berkurban ini sangat banyak, sudah saatnya kita menyisihkan sebagian harta kita untuk berkurban. Dengan menyisihkan harta untuk berkurban, terdapat berbagai makna kebaikan di dalamnya dan semoga Allah beri keluasan rejeki kepada kita untuk memenuhi nya dan menerima amal ibadah kurban kita. Amin.

Demikian dari saya kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Fella Auly Nanda -
Assalamualaikum wr.wb
Jadi kesimpulan dan hikmah dari fiqih Qurban
Dalam ilmu fiqih, kurban juga disebut udhḫiyah (karena dilaksanakan dalam suasana Idul Adha) juga berasal dari kata dahwah atau dhuhaa (waktu matahari sedang naik di pagi hari), karena biasanya penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada waktu duha. Dari kata dahwah atau duhaa tersebut diambil kata daahiyah yang bentuk jamaknya udhḫiyah.
hikmahnya :
1. pertama, sebagai bukti nyata ekspresi syukur, “Supaya mereka menyebut nama Allah atas apa yang Allah karuniakan kepada mereka berupa binatang ternak….” (QS. al-Hajj, 22 : 34);
2. kedua, bukti sebagai hamba bertaqwa, “Daging daging qurban dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya…” (QS al-Hajj, 22 :37)
3. Ketiga, terakuinya sebagai umat Rasulullah Saw, ΓÇ£Barang siapa yang mempunyai keluasan (harta) dan tidak mau berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami!ΓÇ¥ (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, Ad Daruquthni dan Al Baihaqi).
4. Keempat, meraih ampunan dosa, ΓÇ¥Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa dosa yang kamu lakukan...ΓÇ¥ (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)
5. Kelima, berpahala besar, "Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan," (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
6. Keenam, mendapat kesaksian yang indah dari hewan Qurban kita kelak, ΓÇ£Sesungguhnya ia (hewan qurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku dan bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban akan jatuh pada sebuah tempat di dekat Allah sebelum darah mengalir menyentuh tanah. Maka berbahagialah jiwa dengannya". (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Dwi intan mutiara sari -
Assalamualaikum wr.wb
Nama : Dwi Intan Mutiara Sari
Npm : 1912110092

Dari video dan materi yg sudah saya lihat hikmah dari berkurban adalah penyembelihan binatang tertentu yang dilakukan pada hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya (hari tasyrik), yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam ilmu fiqh, kurban juga disebut udhḫiyah (karena dilaksanakan dalam suasana Idul Adha) juga berasal dari kata dahwah atau dhuhaa (waktu matahari sedang naik di pagi hari), karena biasanya penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada waktu duha. Dari kata dahwah atau duhaa tersebut diambil kata daahiyah yang bentuk jamaknya udhḫiyah.

Adapun di antara hikmahnya adalah pertama, sebagai bukti nyata ekspresi syukur, “Supaya merek amenyebut nama Allah atas apa yang Allah karuniakan kepada mereka berupa binatang ternak….” (QS. al-Hajj, 22 : 34); kedua, bukti sebagai hamba bertaqwa, “Daging daging qurban dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya…” (QS al-Hajj, 22 :37)
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Sofi Yani -
Sofiyani (1912110105)
Assalamualaikum wr. Wb
Kesimpulan nya yaitu Mnrt bhs وقربانا-قربا-يقرب-قرب
artnya pndekatn diri/mndektkan dri
mnrut istilah adalah mnyembeli hwan trtentu (trnak) yang memenuhi syarat tertentu pada hari raya idul adha/hari tasyrik, yaitu tgl 11-13 dzulhijjah kpda Allah
dalil :
ولكل امة جءلنا منسكا
artinya dan bagi setiap ummat tlah kami syariaatkan penyembeliahan (kurban)
Q.S. Al-Hajj/22:34
Hikmah Qurban :

Untuk mengenang nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim dengan digagalkannya penyembelihan putranya, Ismail AS, yang kemudian ditebus dengan seekor kambing dari surga.
Untuk membagikan rizqi yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat manusia saat Hari Raya ‘Idul Adha, yang menjadi hari membahagiakan bagi umat Islam, supaya yang miskin juga merasakan kegembiraan seperti yang lainnya.  
Untuk memperbanyak rizqi bagi orang yang berqurban, karena setiap hamba yang menafkahkan hartanya di jalan-Nya maka akan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah Swt.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Alfitta Gisty -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh...
Kesimpulan saya setelah menonton video tentang qurban tersebut adalah
Kata udhhiyah dan dhahiyah adalah nama hewan sembelihan seperti unta, sapi dan kambing yang dipotong pada hari raya nahar (qurban) dan tasyrik sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah.

Dalil Qurban dalam Al-QurΓÇÖan

Allah telah mensyariatkan qurban sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ * إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

 Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3)

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ

 Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya)… (QS. Al-Hajj : 36)

 Maksud kata nahr adalah penyembelihan binatang qurban sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits bahwa Nabi SAW melakukan ibadah qurban dan begitu juga kaum muslimin. Para ulama telah sepakat (ijma’) akan pensyariatannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Afifah Martasari -
Assalamualaikum
Afifah Martasari (1912110124)


Ibadah qurban (kurban) adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang merupakan salah satu bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al Quran.


Fiqih Qurban
Qurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra Nabi Adam Alaihissalam diperintahkan berqurban. Maka Allah TaΓÇÖala menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk.

Hikmah Qurban
1. Mendekatkan diri  kepada Allah Swt.
Mengenang peristiwa besar yang dialami Nabi Ibrahim a.s. dan puteranya Nabi  Isma’il a.s., dalam rangka mentaati perintah Allah Swt. Karena itu, kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw. yang juga sedapat mungkin meneladani ketaatan  Nabi Ibrahim beserta Isma’il tersebut dalam rangka lebih mendekatkan diri  kepada Allah.
2. Agar umat Islam banyak mengingat Allah Swt. dengan mengagungkan dan memuji  nama Allah Swt. bersamaan dengan melakukan penyembelihan hewan qurban itu.  Daging hewan qurban kemudian dapat dinikmati bersama-sama antara yang  berqurban dan orang-orang lain yang menerima bagian daging qurban.
3. Berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin. Bagi fakir miskin, peristiwa qurban merupakan saat yang membahagiakan,  karena pada saat itu mereka dapat menikmati kelezatan daging qurban yang  mungkin tidak dinikmatinya di waktu-waktu yang lain.
4. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
5. Memudahkan masuk surga. Di akhirat kelak, binatang yang diqurbankan akan membantu mengantarkan  yang berqurban menuju surga.

Wassalamualaikum umi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: forum diskusi

oleh Widia Gita Pangestuti -
Assalamualaikum wr wb
Setelah saya membaca materi dan melihat video yang umi berikan ,bahwa ibadah kurban memiliki hikmah, Ada banyak hikmah dalam ibadah kurban. Pertama, setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas satu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan." Lalu, sahabat bertanya, "Kalau bulubulunya?" Beliau menjawab, "Setiap helai bulunya juga satu kebaikan." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Kedua, sebagai ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Kurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (berkurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kukukukunya, dan bulu-bulunya.

Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada AllahΓÇösebagai kurbanΓÇödi mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi). Ketiga, sebagai ciri keislaman seseorang. Rasul SAW bersabda, "Barang siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Keempat, sebagai syiar Islam. "Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS al- Hajj [22]: 34).

Kelima, mengenang ujian kecintaan Allah kepada Nabi Ibrahim (QS ash- Shaffat [37]: 102-107). Dan, keenam, sebagai misi kepedulian kepada sesama. Dalam hal ini, Rasul SAW bersabda, "Hari Raya Kurban adalah hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah SWT." (HR Muslim). Jika nilai-nilai ibadah kurban ini terus digali, diselami, dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, niscaya akan dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik. Wallahu a'lam.