- Kegagalan Pasar, Rent Seeking, Kebijakan Pemerintah dan Pasar Internasional.
1. Kegagalan Pasar adalah suatu kondisi dimana pasar mengalami keruntuhan atau gagal dalam menyediakan kebutuhan pasar secara efisien atau ketimpangan antara produsen dan konsumen. Kegagalan pasar terjadi jika mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, mekanisme pasar akan menyebabkan barang yang dihasilkan menjadi sangat banyak atau sangat sedikit dan dalam hal yang sangat ekstrim kegagalan pasar akan menyebabkan pasar tidak terjadi sehingga barang dan jasa tertentu tidak dihasilkan oleh pasar tersebut.
-Penyebab kegagalan pasar
Adanya kegagalan informasi
Informasi yang Asimetris atau ketidakpastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Atau salah satu pihak yang bernegosiasi di pasar memiliki informasi yang berhubungan dengan barang yang diperdagangkan sementara pihak lain tidak. Ketidaksamaan informasi ini dapat mengakibatkan keuntungan bagi salah satu pihak dan kerugian bagi pihak yang lain. Misalnya seseorang yang berniat menjual tanah, tetapi tidak mengetahui harga transaksi yang terjadi pada beberapa waktu terakhir. Maka si penjual berpotensi mengalami kerugian dibandingkan calon pembeli yang telah memiliki informasi tersebut. Kerugian penjual terjadi akibat tidak dimilikinya informasi yang berakibat ketidakmampuannya untuk memperoleh harga yang adil sesuai kehendak pasar yang efisien.
Barang Bersama (Common goods)
Dasar adanya sistem
pasar persaingan adalah adanya hak pemilikan yang memberikan hak pemilikan kepada setiap individu atas suatu barang sehingga ia dapat mengecualikan orang lain untuk memanfaatkan barang itu .
Barang Publik
Barang publik adalah barang yang tidak eksklusif dan tidak bersaing untuk mendapatkannya yang dapat disediakan dengan murah. Namun begitu tersedia, akan sangat sulit mencegah orang-orang untuk mengkonsumsinya
Adanya unsur ketidak sempurnaan pasar
Alokasi sumber-sumber ekonomi yang efisien tidak dapat diserahkan pada mekanisme pasar oleh karena adanya monopoli, atau adanya usaha yang mempunyai biaya marjinal yang selalu menurun , dan adanya usaha yang mempunyai biaya marginal nol.
Adanya pasar yang tidak lengkap
Suatu pasar dikatakan lengkap apabila pasar tersebut menghasilkan semua barang dan jasa yang biaya produksinya lebih kecil dari pada harga yang mau dibayar oleh masyarakat. Ada beberapa jenis jasa yang tidak diusahakan oleh pihak swasta dalam jumlah yang cukup walaupun penyediaan jasa tersebut lebih kecil dari pada apa yang mau dibayar oleh masyarakat. Kondisi seperti ini yang disebut pasar tidak lengkap
Eksternalitas
Eksternalitas adalah akibat sampingan yang ditimbulkan oleh kegiatan mengkonsumsi atau memproduksi. Seperti: polusi, pencemaran dll.
Yang dimaksud eksternalitas dalm hal ini adalah eksternalitas negatif.
Eksternalitas negatif (biaya eksternal) adalah biaya terhadap pihak ketiga selain pembeli dan penjual pada suatu macam barang yang tidak direfleksikan dalam harga pasar.
Ketika terjadi eksternalitas yang negatif, harga barang atau jasa tidak menggambarkan biaya sosial tambahan (marginal social cost) secara sempurna pada sumber daya yang dialokasikan dalam produksi.
- Peran Pemerintah Mengatasi Kegagalan Pasar
*Bentuk-Bentuk Campur Tangan Pemerintah
Membuat Peraturan-peraturan
Tujuan pokok dari peraturan pemerintah adalah agar kegiatan-kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan khalayak ramai. Contohnya peraturan mengenai syarat kerja pada para pekerja di sektor industri adalah dibuat untuk menjamin dalam pemberian gaji, upah dan tunjangan lain yang wajar dan tidak menindas. Contoh lain peraturan mengenai lokasi pengembangan perusahaan yang bertujuan agar industri tidak dikembangkan secara sembarangan, sehingga kegiatan industri ini tidak mengganggu masyarakat sekitar dan menghindari pencemaran udara. Peraturan dibuat oleh pemerintah meliputi berbagai aspek kegiatan ekonomi, bukan saja terbatas pada kegiatan dan pendirian industri tetapi juga kegiatan ekspor impor, perbaikan lalu lintas, pengembangan perusahaan dan aspek kegiatan ekonomi lainnnya.
*Menjalankan Kebijakan Fiskal dan Moneter
Kebijakan Fiskal adalah Strategi dan langkah-langkah pemerintah dalam pengeluarannya dan dalam sistem dan cara-cara pengumpulan pajak. Kebijakan Moneter adalah langkah-langkah pemerintah untuk mempengaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yaitu mempengaruhi suku bunga, operasi bank-bank dan mengatur jumlah uang yang beredar. Kedua kebijakan ini sangat penting dalam mengatur kegiatan ekonomi. Perekonomian selalu menghadapi masalah inflasi dan pengangguran, kebijakan ini merupakan tindakan untuk mengatasi kenaikan harga dan kekurangan pekerjaan.
*Melakukan Kegiatan Ekonomi Secara Langsung
Kegiatan-kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mengurangi keuntungan-keuntungan perorangan dan memaksimumkan keuntungan sosial adalah kegiatan pengangkutan kereta api, perusahaan jasa untuk menyediakan air bersih, listrik dan telepon, dan perusahaan jasa pos. Campur tangan tersebut bertujuan untuk memaksimumkan keuntungan yang akan diperoleh masyarakat dari berbagai kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan ekonomi terdapat perbedaan nyata antara keuntungan yang dinikmati oleh orang yang melakukannya (keuntungan pribadi) dan keuntungan yang diperoleh masyarakat secara menyeluruh (keuntungan sosial). Adakalanya seseorang memperoleh keuntungan yang besar dalam kegiatan ekonomi yang dijalankan tetapi masyarakat mengalami kerugian.
- Tujuan campur tangan pemerintah:
* Pengawasan yang terbatas atas perilaku birokrat
Pemerintah tidak dapat mengawasi secara ketat perilaku para birokrat, sedangkan pelaksanaan kebijakan pemerintah umumnya didelegasikan pada berbagai tingkatan birokrat yang mempunyai presepsi dan kepentingan yang berbeda-beda sehingga kebijakan pemerintah mungkin menmbulkan hasil yang berbeda dengan apa yang diinginkan.
*Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan penindasan dapat dihindarkan.
Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil.
Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar dapat mempengaruhi psar agar mereka tidak - menjalankan praktek-praktek monopoli yang merugikan.
Menyediakan barang bersama yaitu barang-barang seperti jalan raya, polisi dan tentara yang penggunaannya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat.
Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dihindari atau dikurangi masalahnya.
Kegagalan Pemerintah Informasi yang terbatas
Banyak kebijakan pemerintah yang tidak dapat dilihat dampaknya karena sangat rumit dan sulit untuk diperhitungkan sebelumnya. Misalnya, kebijakan pemerintah untuk menghapuskan subsidi pupuk bagi petani sangat sulit untuk diperhitungkan secara akurat dampaknya bagi seluruh masyarakat.
*Pengawasan yang terbatas atas reaksi swasta
Suatu kebijakan pemerintah akan menimbulkan reaksi pihak swasta dan sering sekali pemerintah tidak dapat menghambat reaksi tersebut. Misalnya saja apabila pemerintah menurunkan subsidi BBM khususnya untuk bensin. Ini akan menyebabkan pemilik mobil beralih kepemilikan kendaraan yang menggunakan solar sehingga permintaan akan solar menjadi meningkat dan harganya naik. Dalam hal ini, karena pertimbangan untuk menjual mobil yang menggunakan bensin ke mobil yang menggunakan solar.
*Hambatan dalam proses politik
Dalam suatu negara demokratis terdapat pemisahan wewenang antara kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legiskatif. Sering terjadi kebijakan yang akan dilaksanakan oleh eksekutif trhambat oleh pengambilan keputusan karena harus disetujui terlebih dahulu oleh pihak legislatf.
https://romdhanithofan22.wordpress.com/2017/04/02/kegagalan-pasar-kegagalan-pemerintah-dan-campur-tangan-pemerintah/
http://hi.fisipol.ugm.ac.id/katalogtesis/strategi-kebijakan-pemerintah-indonesia-di-dalam-meningkatkan-daya-saing-produk-alas-kaki-di-pasar-global/
2. Rent Seeking
rent seeking (mencari rente) merupakan tindakan setiap kelompok kepentingan yang berupaya mendapatkan keuntungan ekonomi yang sebesar- besarnya dengan upaya yang sekecil-kecilnya, sehingga praktek rent seeking memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dan banyaknya pendapatan di atas normal yang terjadi pada pasar kompetitif yang melibatkan birokrat, pemilik modal, politisi dan masyarakat yang melakukan monopoli keuntungan dengan tindakan ilegal dan memanfaatkan kekuasaan yang mereka miliki (Olson, 1982).
Rent seeking ini juga terjadi dalam kerjasama yang sinergis antara
oknum pengusaha bermodal domestik maupun asing dengan birokrat atau pejabat
yang memiliki akses perizinan dan birokrasi, fasilitas wilayah dan proteksi dari
pengusaha lain. Pengusaha memperoleh keuntungan berupa sumber daya murah,
akses atas informasi yang mudah dan kebijakan yang berpihak pada pengusaha.
Sementara pejabat memperoleh keuntungan dalam imbalan suap dan peluang
untuk melakukan kolusi dan korupsi (Thamren Ananda, 2010)
http://scholar.unand.ac.id/28662/2/BAB%201.pdf
3. Kebijakan Pemerintah dan Pasar Internasional
- Kebijakan politik free trade (perdagangan bebas)
Politik free trade tidak melarang siapapun untuk melakukan perdagangan ke negara lain. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan ini dengan dukungan pihak-pihak terkait. Alasan dikeluarkannya kebijakan ini yaitu bila suatu negara terus melakukan perdagangan International, mengindikasikan bahwa produksi barangnya termasuk unggul sekali.
- Kebijakan politik proteksi
Kebijakan ini merupakan dari pemerintah secara langsung untuk melakukan perlindungan industri dalam suatu negara yang menjadi pelaku impor. Proteksi ini bertujuan untuk memperluas lapangan perkerjaan, membuat produksi dalam negeri menjadi maksimal, menjaga kestabilan perdagangan internasional dan memelihara tradisi perdagangan.
- Kebijakan bea cukai dan tarif perdagangan/ Kebijakan Tarif
Pada waktu melakukan perdagangan International keluar negeri harus ada bea masuk. Adanya kebijakan ini membuat produksi barang impor dan ekspor makin aman. Tentunya barang yang masuk dengan bea cukai tidak menjadi barang illegal karena sudah diizinkan oleh suatu negara.
Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Misalnya $6 untuk setiap barel minyak). Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor (Misalnya, tariff 25 persen atas mobil yang diimpor). Dalam kedua kasus dampak tarif akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.
-Kebijakan impor
Pada kebijakan perdagangan International lebih ditekankan pada pelarangan. Pemerintah melarang melakukan impor untuk melakukan perdagangan dengan alasan tertentu. Adapun alasan tersebut yaitu impor barang menjadi turun, harga barang mengalami kenaikan yang tinggi, produksi barang makin meningkat dan jumlah barang menurun
- Kebijakan politik autarki
Kebijakan perdagangan International ini sangat bertentangan dengan politik perdagangan bebas. Pasalnya kebijakan perdagangan autarki menekankan untuk menghindari pengaruh yang berasal dari negara lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh perdagangan International harus menurut keyakinan sendiri yang melihat aspek ekonomi, militer dan politik.
- Kebijakan subsidi Impor Ekspor
kebijakan subsidi merupakan pembatasan yang dilakukan pemerintah untuk menutupi harga barang produksi. Kebijakan ini memberikan dalampak dari perdagangan International. Dampaknya yaitu harga barang tetap, produksi barang dalam negara meningkat, impor barang turun dan jumlah barang pada pasar tetap.
Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri, seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor). Jika pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan harga luar negeri sama dengan nilai subsidi. Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya turun.
Pembatasan Impor
Pembatasan impor (Import Quota) merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor. Pembatasan ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan. Misalnya, Amerika Serikat membatasi impor keju. Hanya perusahaan-perusahaan dagang tertentu yang diizinkan mengimpor keju, masing-masing yang diberikan jatah untuk mengimpor sejumlah tertentu setiap tahun, tak boleh melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan. Besarnya kuota untuk setiap perusahaan didasarkan pada jumlah keju yang diimpor tahun-tahun sebelumnya.
- Kebijakan Larangan Pembatasan Ekspor dan Impor
Biasanya suatu negara tidak menyetujui penjualan produk dari negara tertentu. Hal ini disebabkan oleh produk tersebut tidak dibutuhkan oleh suatu negara sehingga ada kebijakan larangan ekspor yang dikeluarkan pemerintah. Demi adanya proses kelancaran perdagangan maka, kebijakan larangan ekspor ini sudah diterapkan sejak dulu.
- Kebijakan Dumping
Pemerintah mengeluarkan kebijakan perdagangan International dumping yaitu sebagai diskriminasi harga. Penjualan barang yang dilakukan oleh semua para produsen lebih murah bila dalam negeri. Berbeda kalau penjualan keluar negeri, barang bisa dipatok lebih mahal. Hal ini berpengaruh pada kurva permintaan yang lebih inelastis.
- Kebijakan Premi
Kebijakan ini terlihat sangat fantastis karena premi atau sebuah bonus akan diberikan pada produsen yang mencapai target penjualan dari pemerintah.
- Pengekangan Ekspor Sukarela
Bentuk lain dari pembatasan impor adalah pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement=ERA). VER adalah suatu pembatasan (Kuota0 atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak negara pengekspor dan bukan pengimpor. VER mempunyai keuntungan-keuntungan politis dan legal yang membuatnya menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai dalam beberapa tahun belakangan. Namun dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela persis sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan karena itu sangat mahal bagi negara pengimpor. VER selalu lebih mahal bagi negara pengimpor dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang sama. Bedanya apa yang menjadi pendapatan pemerintah dalam tariff menjadi (rent) yang diperoleh pihak asing dalam VER, sehingga VER nyata-nyata mengakibatkan kerugian.
- Persyaratan Kandungan Lokal
Persyaratan kandungan lokal (local content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an. Dalam kasus lain, persyaratan ditetapkan dalam nilai, yang mensyaratkan pangsa minimum tertentu dalam harga barang berawal dari nilali tambah domestic. Ketentuan kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang yang beriktiar mengalihkan basis manufakturanya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara (intermediate goods). Di amerika serikat rancangan undang-undang kandungan local untuk kendaraan bermotor diajukan tahun 1982 tetapi hingga kini berlum diberlakukan.
Sumber : https://bbs.binus.ac.id › 2018/05 › k...Kebijakan-Kebijakan Perdagangan Internasional – International Business ...
Manfaat Kebijakan Perdagangan International
- Bidang ekonomi
adapun manfaatnya yaitu dapat menambah pendapatan negara, menciptakan kemakmuran, pemenuhan kebutuhan suatu negara, menciptakan lapangan pekerjaan, membuat perkembangan produksi barang meningkat dan memberikan devisa untuk negara
- Bidang politik
Dalam bidang politik adanya perdagangan mampu menjalin kerja sama dengan negara lain. Kerja sama politik ini membuat kekuatan militer suatu negara makin kuat. Bila membutuhkan kekuatan politik maka, negara lain pasti siap membantu.
- Bidang sosial
Manfaat dari kebijakan perdagangan International dalam ini adalah dapat meminimalisir terjadinya krisis dan menjalin hubungan sosial yang baik dengan negara lain. Hubungan baik tersebut terus terjalin selama melakukan perdagangan International. Adanya kelancaran hubungan sosial maka, kedamaian bisa tercipta untuk kedua belah pihak.
perkembangan produksi barang meningkat dan memberikan devisa untuk negara.
https://misterexportir.com/kebijakan-perdagangan-internasional/