Forum Diskusi Minggu ke 16

Jumlah balasan: 11

Urutan kegiatan Diskusi forum

1. Membaca materi 

2. Memahami Materi

3. Memberikan komentar dan menanggapi komentar teman dalam diskusi

4. diskusi forum di buka 30 menit setelah kelas dibuka

5. peserta yang aktif berdiskusi akan mendapatkan point tambahan


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh Dihan Topan Mahisa -

Assalamu'alaikum wr wb..

Mohon ijin menanggapi mengenai materi Hijrah yang disampaikan pada pertemuan kali ini., berikut sedikit penjelasan mengenai Ibrah, arti dan hikmah Hijrahnya Nabi Muhammad SAW..

Makna Hijrah
Hijrah, dalam kamus Al-Munawir Arab Indonesia, berarti pindah ke negeri lain, hijrah dan migrasi. Kata ini berasal dari kata dasar hajara-yahjuru yang berarti memutuskan dan meninggalkan.

Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam bentuk nominal hijrah diartikan dengan perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy, Makkah. Dan dalam bentuk verbal, berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya).

Hijrah adalah istilah yang sudah lama berkembang dalam kepustakaan Islam. Hal ini disebabkan karena sebutan hijrah itu mempunyai makna tersendiri lebih dari sekedar harfiyahnya. Hijrah membawa akibat yang sangat jauh dalam pemantapan ajaran Islam dilihat dari segi sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.

Dari pengertian hijrah di atas, maka ada dua makna yang dapat diambil, yaitu hijrah makani (perpindahan tempat), yakni dalam konteks fisik dan hijrah maΓÇÖnawi, yakni pada konteks non fisik.


Peristiwa Hijrah
Kapankah tepatnya beliau hijrah ke Madinah? Beragam informasi dijumpai pada kitab-kitab tarikh tentang peristiwa itu. Imam at-Thabari dan Ibnu Ishaq menyatakan, ΓÇ£Sebelum sampai di Madinah (waktu itu bernama Yatsrib), Rasulullah SAW singgah di Quba pada hari Senin 12 RabiΓÇÖul Awwal tahun 13 kenabian atau 24 September 622 M waktu Dhuha (sekitar jam 8.00 atau 9.00).

Di tempat ini, beliau tinggal di keluarga Amr bin ΓÇÿAuf selama empat hari (hingga hari Kamis 15 RabiΓÇÖul Awwal atau 27 September 622 M dan membangun masjid pertama; Masjid Quba. Pada hari Jumat 16 RabiΓÇÖul Awwal atau 28 September 622 M, beliau berangkat menuju Madinah. Di tengah perjalanan, ketika beliau berada di Bathni Wadin (lembah di sekitar Madinah) milik keluarga Banu Salim bin ΓÇÿAuf, datang kewajiban JumΓÇÖat (dengan turunnya ayat 9 surat al-JumΓÇÖah). Maka Nabi shalat JumΓÇÖat bersama mereka dan khutbah di tempat itu. Inilah shalat JumΓÇÖat yang pertama di dalam sejarah Islam. Setelah melaksanakan shalat JumΓÇÖat, Nabi SAW melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Keterangan di atas menunjukkan bahwa Nabi tiba di Madinah pada hari JumΓÇÖat 16 RabiΓÇÖul Awwal atau 28 September 622 M. Sedangkan ahli tarikh lainnya berpendapat hari Senin 12 RabiΓÇÖul Awwal atau 5 Oktober 621 M, namun ada pula yang menyatakan hari JumΓÇÖat 12 RabiΓÇÖul Awwal atau 24 Maret 622 M.

Terlepas dari perbedaan tanggal dan tahun, baik hijriyah maupun masehi, namun para ahli tarikh semuanya bersepakat bahwa hijrah Nabi terjadi pada bulan RabiΓÇÖul Awwal, bukan bulan Muharram (awal Muharram ketika itu jatuh pada tanggal 15 Juli 622 M).

Faktor Hijrah
Ada tiga peristiwa hijrah yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Hijrah pertama pada bulan Rajab tahun ke lima setelah kenabian, ke Habasyah, dilaksanakan oleh sekelompok sahabat yang terdiri dari dua belas orang laki-laki dan orang wanita, yang dipimpin Ustman bin Affan.

Hijrah ini didorong oleh berbagai tekanan yang dilancarkan orang-orang Quraisy sejak pertengahan atau akhir tahun keempat kenabian, terutamu diarahkan kepada orang-orang yang lemah. Hari demi hari dan bulan demi bulan tekanan mereka semakin keras hingga pertengahan tahun kelima, sehingga Makkah terasa sempit bagi orang-orang Muslim yang lemah itu.

Mereka mulai berpikir untuk mencari jalan keluar dari siksaan yang pedih ini. Dalam kondisi yang sempit dan terjepit ini, Rasulullah SAW memerintahkan beberapa orang Muslim hijrah ke Habasyah, melepaskan diri dari cobaan sambil membawa agamanya.

Habasyah atau sekarang Ethiopia suatu daerah di ujung Utara Afrika, merupakan daerah yang dikuasai oleh seorang raja yang adil bernama Ashamah An-Najasyi, tidak akan ada seorang pun teraniaya di sisinya.

Peristiwa hijrah kedua pada bulan Syawwal tahun kesepuluh setelah kenabian, ke ThaΓÇÖif, suatu daerah di sebelah tenggara Makkah, dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri dengan berjalan kaki bersama sahabat Zaid bin Haritsah.

Hijrah ini dilaksanakan setelah terjadi dua peristiwa besar yang berpengaruh pada diri Rasullah, khususnya dan orang-orang Muslim pada umumnya, yaitu meninggalnya Abu Thalib, paman beliau. Abu Thalib benar-benar menjadi benteng yang ikut menjaga dakwah Islam dari serangan orang-orang yang sombong dan dungu. Peristiwa meninggalnya Abu Thalib ini terjadi pada bulan Rajab tahun kesepuluh dari kenabian.

Kira-kira tiga bulan berselang setelah meninggalnya Abu Thalib, istri Rasulullah, Ummul Mukminin Khadijah Al-Kubra meninggal dunia pula, tepatnya pada bulan Ramadhan pada tahun kesepuluh setelah kenabian.

Dua peristiwa ini menorehkan perasaan duka dan lara di hati Rasulullah SAW. Belum lagi cobaan yang dilancarkan kaumnya, karena dengan kematian keduanya mereka semakin berani menyakiti dan mengganggu beliau. Sehingga beliau hampir putus asa menghadapi mereka.

Untuk itu beliau pergi ke ThaΓÇÖif, dengan setitik harapan mereka, penduduk ThaΓÇÖif, berkenan menerima dakwah atau minimal mau melindungi dan mengulurkan pertolongan dalam menghadapi kaum beliau. Sebab beliau tidak lagi melihat seseorang yang bisa memberi perlindungan dan pertolongan. Tetapi mereka menyakiti beliau secara kejam, yang justru tidak pernah beliau alami sebelum itu dari kaumnya.

Karena penderitaan yang bertumpuk-tumpuk pada tahun itu, maka beliau menyebutnya sebagai 'Amul-huzni' (Tahun Duka Cita), sehingga julukan ini pun terkenal dalam sejarah.

Peritistiwa hijrah ketiga menurut Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri terjadi pada tahun ke-14 setelah kenabian, ke Madinah (sebelumnya disebut Yatsrib, yang jaraknya kurang-lebih 400 kilometer dari Makkah), dilakukan secara bergelombang. Diawali oleh Abu Salamah RA, kemudian diikuti oleh MushΓÇÖab bin Umair RA, lalu disusul oleh para sahabat lainnya.

Sedangkan Rasulullah saw sendiri meninggalkan rumah beliau pada malam hari tanggal 27 Shafar menuju rumah sahabat sejatinya, Abu Bakar RA. Lalu mereka berdua meninggalkan rumah dari pintu belakang untuk keluar dari Makkah secara tergesa-gesa sebelum fajar menyingsing.

Di antara hal yang mendorong Rasulullah SAW untuk hijrah ke Madinah adalah ketiadaan bantuan dan perlindungan dari sanak familinya, yaitu setelah wafatnya Abu Thalib dan tampuk kepemimpinan Bani Hasyim beralih ke tangan Abu Lahab yang sama sekali menolak memberi perlindungan kepada beliau. Di samping itu juga, kesediaan penduduk Madinah untuk menerima Rasulullah SAW dan membantu beliau menyiarkan Islam.

Setelah hijrah ke Madinah, posisi Rasulullah SAW dengan sendirinya mengalami perubahan dan perkembangan. Kalau di Makkah beliau hanya berfungsi sebagai Rasul yang mengajak manusia mengesakan Allah SWT, sementara di Madinah beliau berperan tidak hanya sebagai sebagai Rasul tetapi sebagai pemimpin suatu masyarakat.

Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah, antara lain:
1. Hendaknya selalu berusaha mengubah kemunkaran sekuat tenaganya, dan jika tidak mampu maka hendaknya meninggalkan tempat kemunkaran itu dan tidak berdiam di tempat kemunkaran atau kemaksiatan tersebut. Tetapi selama usaha perubahan masih dapat dilakukan walaupun sedikit demi sedikit, maka tidak mengapa berdiam di sana sambil terus mengupayakan perbaikan.

2. Betapa rapinya Rasulullah SAW dalam merancang dan membuat ΓÇ£programΓÇ¥ dakwah. Walaupun dakwah ini pasti akan ditolong oleh Allah SWT dan beliau adalah seorang Rasul yang dijamin tidak akan dicelakai dan tidak akan dapat dikalahkan, tetapi beliau tetap menjalani semua sunnatullah (hukum sebab akibat) dalam keberhasilan dakwahnya sebagaimana manusia biasa lainnya.

3. Betapa luar biasanya usaha yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yang selalu mencoba berbagai inovasi baru dalam dakwahnya. Terobosan-terobosan yang beliau lakukan ini nampak dari pemilihan berbagai tempat beserta alasan-alasan yang relevan yang melatar-belakanginya.

4. Sebagai pemimpin, Rasulullah SAW sangat memikirkan masyarakatnya. Segala cara beliau usahakan agar para sahabatnya tidak disiksa dan diprovokasi oleh pihak lain. Beliau pula yang paling akhir keluar dari Makkah setelah semua sahabatnya selamat.

Dan mestinya masih banyak lagi iΓÇÖtibar atau pelajaran yang dapat dipetik darinya. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi penggugah untuk memulai langkah awal menuju yang baik dan yang lebih baik. Amin.

Terima kasih.,

Wassalamu'alaikum wr wb..

Sebagai balasan Dihan Topan Mahisa

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh ima bahrum -
trimakash tanggapannya dihan, harapannya dari materi ini kita smua khusunya yang ada di klas p8 ini bisa benar benar berhijrah dari keburukan kepada kebaikan,, dimulai dari hal yang paling penting dalam kehidupan kita, contohnya saja sholat,, sudahkan kita berhijrah meninggalkan kebiasaan kita misalnya meninggalkan sholat? atau menunda waktu sholat atau enggan pergi ke masjid untuk sholat lima waktu bagi laki laki, bagi yang wanita mungkin menutup aurat segera berhijrah dari kemalasan atau ketidak inginan menutup aurat padahal peringatan Allah sudah sangat jelas,, nah semoga kita semua bisa mengambil makna hijrah agar kita menjadi orang yang lebih baik
Sebagai balasan ima bahrum

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh Dihan Topan Mahisa -
Iya siapp Umi., saya juga berharap materi-materi yang telah disampaikan di dalam Kuliah Kajian Agama ini dapat menjadi bekal saya untuk mempertahankan dan menebalkan iman, tidak ada lagi alasan untuk meninggalkan dan menunda perkara yang wajib seperti sholat lima waktu, dapat dimudahkan langkah untuk bisa berjamaah ke masjid, serta dilapangkan dalam melakukan investasi kebaikan yang berhubungan dengan keimanan dan ketaqwaan. Bukan hanya saat berlangsungnya kuliah ini saja, terlebih dapat diaplikasikan secara konsisten di kehidupan sehari-hari..

Terima kasih banyak Umi atas materi-materi yang disampaikan, sangat bermanfaat meskipun saya mungkin salah masuk kelas yang terjadi secara insidentil, namun hal ini membuka pengetahuan saya dari sudut pandang yang berbeda.
Sebagai balasan Dihan Topan Mahisa

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh ima bahrum -
ya betul sekali dihan, karna kesempurnaan ilmu adalah jika sudah sampai pada taraf aplikasi atau pelaksanaanya, jika masih dalam teori saja dan belum dilaksanakan makan baru dapat setengahnya,, alangkah meruginya jika kita mengetahui ilmu tentang sesuatu tapi tidak dilaksanakan semoga kita semua diberi kemampuan oleh ALlah untuk menjalankan apa yang telah kita ketahui tentang agama ini
Sebagai balasan Dihan Topan Mahisa

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh Iis Nasari -
Penjelasannya bagus. Namun saya mau bertanya sebenarnya untuk muslim/muslimah yang baru berhijrah, baru mencoba mendalami islam, ilmu-ilmu islam tentang apa aja ya yg perlu di pelajari, di awal2 masa hijrah itu, untuk membuat semakin istiqomah? Mohon jawabannya..
Sebagai balasan Iis Nasari

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh Devina Nindia Putri -
Izin menanggapi,
Yang pertama kali adalah mengenal Allah kemudian
- Mengenal Rasulullah dan
- Mengenal QurΓÇÖan .
Ketika seorang sudah mengenal Allah maka dia akan semakin nikmat untuk ibadah.
Ketika seseorang mengenal Rasulullah maka dia akan mencintai Rasulullah dan mengikutinya
ketika dia mengenal Al QurΓÇÖan maka makin tenang hatinya.
Maka, Ahbib Ma syi-ta fainnahaa mufaariqotun

ΓÇ£cintai sesuka hatimu. Sesungguhnya yg kau cintai itu akan meninggalkanmu, tapi ketika kita mencitai Allah, Rosul dan Al QurΓÇÖan tidak akan meninggalkan kita.
wallohuΓÇÖalam
Sebagai balasan Devina Nindia Putri

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh ima bahrum -
trmakasih tanggapannya devina, mengenal Allah memang point yang sangat penting dan utama, umi sampaikan di kolom tanggapannya temannya tadi bahwa aqidah kepada Allah adalah hal yang paling pokok, hindari hal hal yang bisa merusak aqidah kita seperti percaya kepada dukun paranormal dal lainnya selain Allah, termasuk percaya kepada zodiak adalah hal yang dilarang dan bisa merusak aqidah kita kepada Alllah
Sebagai balasan Iis Nasari

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh Talitha Marshanda -
Izin menjawab
Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap Allah dan karena Allah swt. Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Allah dan Allah. Karena keikhlasan merupakan pijakan dasar dalam bertawakal kepada Allah. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas.
Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan.memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan diistiqamahi.Memperbanyak berdoa kepada Allah, agar kita semua dianugerahi sifat istiqamah
Mohon maaf apabila ada kalimat yg kurang atau salah
Sebagai balasan Talitha Marshanda

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh ima bahrum -
trimakasih tanggapannya thalita, semoga kita diberi kemudahan untuk beramal secara rutin ya,, dan mungkin ini bisa jadi point hijrah kita juga,, merutin kan perbuatan baik dan mennggalkan perbuatan yang buruk
Sebagai balasan Iis Nasari

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh ima bahrum -
sangat bagus pertanyaanya,, belajar itu wajib, terutama ilmu agama , bahkan nabi menyampaikan bahwa beljar agama wajib sampai kita meninggal nanti, sejak buaian hingga liang lahat, sesuai dengan apa yang disampaikan nabi dahulu , nabi menyampaikan hal yang paling pertama adalah masalah aqidah kepercayaan kita hanya kepada Allah, tidak berbuat syirik, tidak menduakan Allah dengan yang lain, nah itulah pondasi kita atau awal jika ingin belajar berhijrah maka perbaiki aqidah kita kepada Allah,, jika sudah baik aqidahnya baru dengan cara yang berkesinambungan kita belajar ilmu agama yang lain tentang sholat puasa dal lain lainnya , aqidah yang kuat juga bisa berpengaruh dengan keistiqomahan kita dalam ibadah , misalnya kita percaya bahwa ALLAH ADALAH SATU SATUNYA TUHAN YANG WAJIB DISEMBAH maka ketika azan berkumandang harusnya tidak ada lagi hal yang menghalangi kita untuk sholat, termasuh main HP dan sosmed,, dan masih banyak contoh lainnya yang mungkin kita masih sering lalai
Sebagai balasan Iis Nasari

Re: Forum Diskusi Minggu ke 16

oleh Berliana Fitriyani -
izin menanggapi,
salah satu yang terpenting pada awal awal masa hijrah selain iman adalah adab dan akhlaq. Nabi pun bahkan mengatakan tidak lah diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq. kemudian adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama. sedangkan akhlaq adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.

jadi bisa diambil kesimpulan untuk orang yang baru awal awal berhijrah dan apa yang perlu dipelajari adalah:
1. iman
2. adab
3. akhlaq