Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2022-2|Senin, 18.30-20.00|6AK-S1|2sks|T|AKT21223|Auditing 2|Riek
  3. Pertemuan 4 - Pemeriksaan Ekuitas
  4. Pemeriksaan Ekuitas

Pemeriksaan Ekuitas

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Ekuitas merupakan unsur penting dari keberadaan suatu entitas yang berorientasi pada profit atau keuntungan. Lazimnya, transaksi atas ekuitas tidak sering terjadi atau dengan kata lain volume transaksi yang berkaitan dengan ekuitas cukup rendah.

Dalam melakukan prosedur audit terhadap ekuitas, sangat dimungkinkan dalam satu periode laporan keuangan tidak ditemukan adanya perubahan saldo ekuitas pada entitas dan hanya menemui satu atau dua jurnal pendebitan atau pengkreditan di dalam akun saldo laba yang merupakan bagian dari ekuitas.

Meski volume transaksi atas ekuitas rendah, namun dalam transaksi yang muncul berkaitan dengan ekuitas nominal transaksinya bersifat material atau terbilang melibatkan rupiah yang besar. Dengan demikian, dalam pengujian substantif terhadap ekuitas, auditor melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap setiap perubahan akun-akun ekuitas dan umumnya hanya memerlukan waktu pemeriksaan yang singkat.

Penyajian ekuitas dilaporan posisi keuangan dan pengungkapan di catatan atas laporan keuangan menurut SAK ETAP yaitu :
  • Penyajian modal dalam neraca dilakukan sesuai dengan ketentuan pada akta pendiri entitas dan peraturan yang berlaku serta menggambarkan hubungan keuangan yang ada.
  • Modal dasar, modal yarg ditempatkan dan modal yang disetor, nilai nominal di banyaknya saham untuk setiap jenis saham yang dinyatakan dalam neraca.
  • Bila terdapat lebih dari satu jenis saham, hak preferen dari suatu golongan saham atas deviden dan pelunasan modal pada saat likuidasi dicantumkan dalam laporan keuangan.
  • Dalam hal terdapat tunggakan dividen atas saham preferen dengan hak dividen kumulatif, jumlah tunggakan tiap saham dan jumlah keseluruhan dividen periode sebelumnya diungkapkan dalam catatatan atas laporn keuangan.
  • Perubahan atas modal yang ditanam dalam tahun berjalan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
  • Modal disajikan dalam neraca setelah kewajiban. Bentuk penyajnannya sesuai Atas Pendirian Badan Usaha tersebut, misalnya saham adalah penyertaan modal dalam kepemilikan PT.
Prosedur Pemeeriksaan Ekuitas
1. Pelajari dan evaluasi internal control atas permodal dan transaksi jual beli saham, pembagian dan pembayaran deviden dan sertifikat saham.
Untuk mempelajari dan mengevaluasi internal control atas ekuitas biasanya digunakan Internal Control Questionnaires (ICQ) atau penjelasan narrative.

2. Minta Salinan (copy) dari akta pendirian, SK Pengesahan Menteri Hukum dan HAM, SAK BKPM/BKPMD, SAK Bapepam-LK, SK Presiden, untuk disimpan dalam permanent file.

3.    Cocokkan data yang ada dalam akta pendirian tersebut dengan modal yang tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) dan penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan.

4.    Untuk perusahaan yang baru didirikan dan perusahaan yang mempunyai tambahan setoran modal dalam periode yang diperiksa, periksalah bukti setoran dan bukti pembukuan lainnya serta otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang dan instansi pemerintah.
Caranya lihat buku besar untuk perkiraan modal, periksa apakah ada transaki kredit dalam perkiraan tersebut, jika ada periksa voucher referencenya apakah journal voucher atau bukti penerimaan kas/bank.
Jika referencenya bukti penerimaan kas/bank berarti setoran modal dilakukan dalam bentuk uang tunai (fresh money) dan auditor harus memeriksa bukti penerimaan kas atau kredit nota dari bank
Jika referencenya journal voucher, berarti setoran modal dilakukan dalam bentuk aset, non cash, misalnya aset tetap persediaain, surat berharga dan lain-lain (dalam bentuk inbreng).
Dalam hal ini auditor harus memeriksa journal voucher dan bukti pendukungnya, biasanya jika disetor dalam bentuk inbreng ada laporan dari appraisal mengenai nilai aset non cash yang dijadikan setoran modal.
Periksa apakah setoran modal dalam bentuk tunai, beberapa waktu kemudiarn ditarik kembali oleh pemegang saham dan oleh perusahaan dicatat sebagai piutang pemegang saham. Berdasarkan UU Perseroan Terbatas No. 1 Tahun 1995 hal tersebut tidak diperbolehkan, dan dari segi peraturan pajak jika ada piutang pemegang saham akan dikenakan pajak penghasilan atas bunga.
Selain itu perusahaan go public bisa menambah modal disetornya dengan melakukan Right Issue, yaitu mengeluarkan tambahan saham ditempatkan yang hak utama untuk membelinya diberikan kepada pemegang saham lama (misalnya setiap pemegang 3 saham lama diberi hak untuk membeli 1 saham baru). Jika pemegang saham lama tidak ingin menggunakan haknya, hak tersebut bisa dialihkan ke pihak lain.

Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler