Sebagai mata rantai penting demi tercapainya tujuan perusahaan, hasil kerja dari karyawan perlu dimaksimalkan. Dengan begitu, perusahaan atau organisasi mampu bergerak lebih cepat dan efektif dalam meraih target yang ingin dicapainya.
Terdapat sederet opsi yang bisa dilakukan guna memaksimalkan kinerja karyawan di sebuah perusahaan. Masing-masing cara tersebut tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri saat diaplikasikan. Salah satu yang layak menjadi perhatian sebagai upaya dalam meningkatkan hasil kerja dari karyawan adalah performance management atau manajemen kinerja.
Secara ringkas, manajemen kinerja adalah sebuah upaya komunikasi antara atasan dengan karyawannya yang dijalani secara kontinyu. Lantas, bagaimana sih praktik dari manajemen kinerja ini sebenarnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut dan memaksimalkan efektivitas
Pengertian Manajemen
Manajemen kinerja adalah sebuah upaya komunikasi antara pihak atasan dengan karyawannya dan dilakukan secara terus-menerus. Tujuannya adalah agar target atau visi utama perusahaan dapat tercapai. Oleh karena itu, performance management harus bisa dijalankan dengan efektif oleh setiap perusahaan ataupun organisasi.
Di sisi lain, manajemen kinerja dapat membantu penyelarasan karyawan dengan sejumlah sumber daya lainnya dalam perusahaan yang bersangkutan. Dengan begitu, tujuan perusahaan mampu diraih dengan baik dan optimal.
Apa Saja Komponen Sistem Manajemen Kinerja?
Melansir dari The Balance Careers, sistem manajemen kinerja terdiri dari sejumlah komponen penting, yaitu:
Perencanaan
Dalam tahap ini, diskusi akan dilakukan oleh pihak manajemen bersama direktur perusahaan terkait tujuan serta hal-hal yang ingin dicapai perusahaan. Entah itu dalam jangka pendek, jangka panjang, maupun secara keseluruhan. Tahapan ini perlu dilakukan dengan matang agar karyawan memiliki panduan atau petunjuk dalam merancang seluruh tujuan dengan lebih mendetail.
Berbagai tujuan dalam siklus perencanaan ini tak melulu soal strategi bisnis, bisa juga mengenai indikator pencapaian dari performa karyawan di sebuah tim. Sebagai contoh, target, tugas, tindakan, dan pengembangan. Jika rencana tujuan ini telah ditetapkan, pihak manajer dapat mulai menentukan tujuan manajemen kinerja karyawan yang menjadi tanggung jawabnya.
Tujuan tersebut acap kali ditetapkan menggunakan metode SMART, yakni specific, measurable, achievable, relevant, serta time-bound. Di tahap ini juga bisa dilakukan perencanaan pada pengembangan karyawan.
Monitoring
Secara umum, proses monitoring hanya dilakukan sekali atau 2 kali dalam setahun. Pada tahap ini, manajer perlu melakukan sejumlah cara guna memastikan apakah beberapa tujuan yang telah direncanakan dapat diraih. Kalau nantinya ditemukan kendala pada karyawan, pihak manajer wajib membantu menyelesaikan perkara tersebut.
Jika diperlukan dan masih mungkin untuk dilakukan, manajer dapat melakukan penyesuaian kembali pada tujuan. Di tahap ini, tak menutup kemungkinan muncul tujuan atau target baru yang bakal ditetapkan akibat terjadinya sejumlah perubahan.
Reviewing
Selanjutnya, tahap pengkajian atau reviewing secara dua arah. Di setiap penghujung tahun, pihak karyawan dan manajemen akan berdiskusi terkait segala tujuan yang telah ditetapkan sejak awal dapat diraih dengan baik atau tidak. Tahap ini dinilai penting karena manajer dapat melakukan sejumlah kolaborasi dengan karyawan.
Semakin besar peran pekerja, maka akan semakin terpacu dan terdorong pula mereka untuk setia bekerja pada perusahaan tersebut. Berbagai hal yang perlu dikaji antara lain realitas tujuan yang telah ditetapkan sejak awal, serta bagaimana karyawan bisa mendapatkan keahlian atau pengalaman baru.
Penghargaan
Penghargaan adalah tahap manajemen kinerja yang tak boleh dilewatkan. Alasannya karena reward atau penghargaan merupakan hal yang mampu meningkatkan etos dan semangat kerja dari karyawan.
Jika perusahaan tak mampu memberi penghargaan yang cukup, semangat kerja para karyawannya tentu akan berkurang dan berpotensi untuk mencari kerja di tempat lain. Pemberian penghargaan bisa berupa peningkatan gaji atau jatah cuti, pemberian bonus, promosi jabatan, testimoni tertulis, dan banyak lagi yang lainnya. Saat karyawan mendapatkan penghargaan, siklus manajemen kinerja dapat dimulai kembali dari tahap awal.
Satu hal yang perlu diingat, keempat siklus manajemen kinerja wajib dilakukan secara kontinyu agar memberikan dampak yang optimal.
Metode Memaksimalkan Dampak Manajemen Kinerja
Manajemen Kinerja | Penilaian Kinerja | |
Penekanan | Berfokus pada hal integrasi guna kerja karyawan dapat sesuai tujuan perusahaan serta membantu perusahaan dalam mencapainya. | Lebih menekankan masukkan dan evaluasi terhadap karyawan. |
Tujuan | Menetapkan, memperbaiki, serta mengevaluasi performa karyawan. Dengan begitu, performa karyawan dapat ditingkatkan dan disesuaikan dengan tujuan dari perusahaan. | Menambah kinerja karyawan, mengembangkan keahlian dan bakat karyawan, serta menumbuhkan budaya perusahaan. |
Keterlibatan Karyawan | Pihak karyawan mampu memberikan kontribusi serta umpan balik atau feedback yang dapat dibicarakan dengan pihak manajer. | Biasanya dilakukan manajer karyawan dan tak terlalu melibatkan karyawan, bahkan tidak sama sekali. |