Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2022-2 | MA | Senin, 16:30:00 s/d 20:00:00 | MAN21424 | 4 SKS - TEORI |4MA-S1 | MANAJEMEN KINERJA |
  3. Pertemuan ke 3, Hari : Senin, Tanggal : 20 Maret 2023, Waktu : 16. 30- 20.00 : Materi : Dasar-Dasar Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
  4. Bahan Bacaan

Bahan Bacaan

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

7 Dasar perancangan sistem manajemen kinerja menurut Maskell (1981) adalah sbb :

1.Berkaitan langsung dengan strategi perusahaan.
2.Variabel-variabel diukur secara nonfinansial.
3.Fleksibel dan bervariasi tergantung lokasi perusahaan.
4.Dinamis dan selalu diperbaharui seiring perubahan zaman.
5.Sederhana dan praktis (mudah dilaksanakan).
6.Memungkinkan adanya umpan balik yang cepat bagi operator dan manajer yangbertanggung jawab melaksanakan     proses perbaikan.
7.Ditujukan untuk proses perbaikan.

7 Dasar perancangan sistem manajemen kinerja menurut Globerson (Stoop, 1996) sbb :

1.Kriteria kinerja yang akan diukur dalam setiap level organisasi berasal dari tujuanperusahaan.
2.Sistem manajemen kinerja yang dirancang memungkinkan untuk dipakai sebagai alat membedakan antar perusahaan sejenis (kaji banding atau benchmarking).
3.Tujuan perancangan sistem manajemen kinerja didefinisikan dengan jelas sejak awal.
4.Metode pengumpulan dan pengolahan data yang akan dipakai didefinisikan denganjelas.
5.Dalam penentuan besaran variabel, penggunaan rasio variabel lebih disukaidibandingkan dengan penggunaan angka absolut.
6.Kriteria kinerja yang dirancang di bawah kendali unit organisasi yang berhakmengevaluasinya.
7.Kriteria kinerja kuantitatif lebih disukai daripada kualitatif.

5 Dasar perancangan sistem manajemen kinerja menurut Wibisono (2006) sbb :
1.Mudah dimengerti
2.Beriorientasi jangka panjang
3.Berdasarkan atas basis waktu
4.Fokus pada perbaikan berkelanjutan
5.Menggunakan perbaikan kualitatif

Tahap Perancangan Sistem Manajemen KinerjaTahap-tahap dalam merancang sistem manajemen kinerja adalah sebagai berikut :

1.Fondasi. 
  Ada 4 fondasi yang diperlukan sebagai prinsip yaitu kemitraan, pemberdayaan, perbaikan kinerja yang terintergrasi,      dan tim yang mandiri
2.Informasi dasar. Informasi dasar yang diperlukan sebagai masukan dalam perancanganadalah lingkungan usaha           meliputi industri, pemerintah, masyarakat, pasar, pesaing, sertaproduk yang dihasilkan.
3.Perancangan. Perancangan sistem meliputi penentuan visi, misi, strategi, dan kerangka kerjayang digunakan sebagai     dasar penentuan variabel kinerja yang meliputi keluaran organisasi,proses internal, dan kemampuan sumber daya.
4.Penerapan. Pada saat penerapan ada pengujian yang meliputi pengukuran, evaluasi,diagnosis, dan tindak lanjut           apabila kinerja perusahaan menyimpang.
5.Penyegaran. Merupakan tahap evaluasi terhadap kemuktahiran sistem manajemen kinerjayang dirancang dengan         mempertimbangkan informasi dan perkembangan pengetahuanterkini


Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler