Lewati ke konten utama
LMS IIB DARMAJAYA
  • Beranda
  • Kalender
  • Kategori
    Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
  • Panduan Penggunaan
    Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
  • Bantuan
  • Jadwal UJIAN
    Jadwal UTS Jadwal UAS
  • Selengkapnya
Masuk
LMS IIB DARMAJAYA
Beranda Kalender Kategori Ciutkan Memperluas
Ilmu Komputer Ekonomi & Bisnis Desain, Hukum & Pariwasata IBI Kemahasiswaan
Panduan Penggunaan Ciutkan Memperluas
Panduan Dosen Panduan Mahasiswa SK Rektor Prihal E-learning SK Senat Prihal E-learning
Bantuan Jadwal UJIAN Ciutkan Memperluas
Jadwal UTS Jadwal UAS
  1. Dasbor
  2. 2025 - 2| Dr.LUKMANUL HAKIM, SE.,M.Si |KBKA2
  3. PTM 3- TECHNOPRENEUR-Kreativitas & inovasi dalam bisnis -
  4. Tugas Pertemuan 3 ΓÇô Kreativitas dan Inovasi dalam Bisnis: Mengorganisasi Ide Inovatif

Tugas Pertemuan 3 ΓÇô Kreativitas dan Inovasi dalam Bisnis: Mengorganisasi Ide Inovatif

You are not enrolled in this course.
Syarat penyelesaian

Pada pertemuan ketiga ini, mahasiswa diberi tugas untuk menerapkan pemahaman mereka tentang konsep kreativitas dan inovasi dalam konteks technopreneurship, dengan fokus utama pada kemampuan mengorganisasi ide agar dapat diwujudkan menjadi solusi bisnis yang bernilai. Tugas ini bukan sekadar latihan konseptual, tetapi dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan praktis mahasiswa dalam mengubah ide kreatif menjadi rencana inovasi yang terstruktur dan realistis. Mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan bagaimana ide yang berawal dari pemikiran sederhana bisa dikembangkan menjadi proyek bisnis berbasis teknologi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.

Dalam tugas ini, mahasiswa diminta untuk mengidentifikasi satu masalah nyata di lingkungan sekitar mereka, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, atau industri, yang berpotensi diselesaikan melalui pemanfaatan teknologi. Setelah itu, mahasiswa harus menjelaskan proses berpikir kreatif yang digunakan untuk menemukan ide solusi tersebut. Penjelasan ini mencakup bagaimana ide awal muncul, apa faktor pemicunya, serta bagaimana proses eksplorasi dilakukan hingga ide tersebut terbentuk secara lebih jelas. Mahasiswa perlu menuliskan perjalanan berpikir mereka secara naratif, bukan sekadar dalam bentuk daftar, agar dapat menunjukkan kedalaman refleksi dan keaslian ide.

Tahap berikutnya dari tugas ini adalah mengorganisasi ide inovatif ke dalam bentuk kerangka pengembangan yang terstruktur. Mahasiswa harus menjelaskan bagaimana ide tersebut dipilih, disaring, dan divalidasi. Mereka perlu menguraikan pendekatan yang digunakan untuk menilai kelayakan ideΓÇöbaik dari sisi teknis, ekonomi, maupun sosial. Validasi dapat dilakukan melalui wawancara singkat dengan calon pengguna, survei kecil, atau analisis data sekunder yang relevan. Mahasiswa juga diharapkan mengaitkan langkah-langkah tersebut dengan teori yang telah dipelajari, seperti konsep innovation funnel, design thinking, atau minimum viable product (MVP).

Selanjutnya, mahasiswa harus menggambarkan strategi implementasi awal dari ide yang telah diorganisasi tersebut. Mereka perlu menjelaskan bagaimana ide dapat diubah menjadi bentuk nyata, siapa yang berperan dalam pengembangannya, dan teknologi apa yang akan digunakan. Dalam bagian ini, mahasiswa diminta menunjukkan kemampuan mereka untuk berpikir manajerial dan sistematisΓÇöbagaimana ide yang awalnya abstrak dapat diterjemahkan menjadi rencana yang dapat dijalankan. Misalnya, seorang mahasiswa yang mengusulkan ide aplikasi digital untuk membantu UMKM lokal harus menjelaskan tahapan pengembangan aplikasi tersebut, mulai dari desain awal hingga pengujian pengguna.

Bagian terakhir dari tugas ini adalah refleksi pribadi terhadap proses kreatif dan inovatif yang dilakukan. Mahasiswa diminta menulis bagaimana mereka memandang hubungan antara kreativitas dan inovasi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengorganisasi ide tersebut. Refleksi ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga menyadari proses berpikir dan pembelajaran yang terjadi selama merancang ide mereka. Di sinilah nilai pembelajaran technopreneurship benar-benar terasa, karena mahasiswa belajar untuk menyeimbangkan keberanian berinovasi dengan kemampuan analisis dan pengorganisasian yang matang.

Tugas ini menekankan bahwa seorang technopreneur sejati tidak hanya ditandai oleh kemampuan menciptakan ide-ide cemerlang, tetapi juga oleh kemampuannya mengelola, memvalidasi, dan mengimplementasikan ide tersebut dengan pendekatan strategis yang realistis. Dengan demikian, hasil tugas diharapkan bukan hanya berupa ide konseptual, melainkan rancangan inovasi yang memiliki arah pengembangan konkret, didukung oleh argumentasi teoritis, dan mempertimbangkan konteks sosial serta ekonomi yang ada.

Petunjuk Penulisan dan Pengumpulan
Mahasiswa diminta menulis laporan tugas dalam format esai akademik sepanjang 4ΓÇô6 halaman (Times New Roman 12 pt, spasi 1,5). Esai harus mencakup: latar belakang masalah, penjelasan ide, proses pengorganisasian, strategi implementasi, dan refleksi pribadi. Pengumpulan dilakukan dalam format PDF melalui sistem e-learning atau email dosen pengampu paling lambat satu minggu setelah pertemuan.

Pelajaran ini belum siap untuk diambil.

Made with ❤️ by ICT CENTER - IIB DARMAJAYA

Dapatkan aplikasi seluler