LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN SISTEM AKUNTANSI DENGAN MICROSOFT EXEL
Informasi keuangan dari suatu perusahaan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak luar memerlukan informasi ini untuk kepentingan mereka sedangkan bagian pihak manajemen informasi keuangan ini diperlukan untuk mengawasi dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan tersebut maka perlu disussun sistem akuntansi.Banyak para ahli memberikan pengertian sistem akuntansi yang berbeda, namun pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama.
Dengan adanya suatu sistem akuntansi yang memadai, untuk menjadikan akuntan perusahaan dapat untuk menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, bagi para pemiliki atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi.
Menurut Bodnar dan Hopwood (2008: 181) Sistem akuntansi adalah suatu catatan-catatan organisasi yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggung jawaban bagi aktivitas dan kewajiban yang berkaitan.Agar sistem tersebut dapat di gunakan maka pada matakuliah ini kita akan membahas langkah langkah dalam membangun sistem akuntansi dengan bantuan microsoft excel dengan langkah langkah berikut:
A. MENYIAPKAN BAGAN ATAU MASTER ACCOUNT DAN NOMOR ACCOUNT
Bagan Account atau Bagan Perkiraan merupakan akun akun yang akan di gunakan dalam transaksi yang terjadi di dalam suatu perusahaan atau organisasi, sedangkan Nomor Account merukan nomor atau index dari perkiraan yang di gunakan dalam transaksi yang bertujuan untuk mempermudah dalam pengidentifikasian akun akun dalam transaksi. Seperti telah di jelaskan pada bab sebelumnya bahwa akun di bagi kedalam 9 kelompok utama:
Contoh Penomoran Akun
|
1 |
Aktiva |
Kelompok |
||
|
1 |
Aktiva Lancar |
Sub-Kelompok |
||
|
|
1 |
Kas |
Akun |
|
|
|
2 |
Bank |
Akun |
|
|
|
3 |
Piutang |
Akun |
|
|
|
4 |
Persediaan |
Akun |
|
|
|
5 |
Biaya di Bayar dimuaka |
Akun |
|
|
2 |
Utang |
|||
|
3 |
Modal |
|||
|
4 |
Pendapatan |
|||
|
5 |
Harga Pokok Penjualan |
|||
|
6 |
Biaya Operasional |
|||
|
7 |
Biaya non Operasional |
|||
|
8 |
Pendapatan Lain lain |
|||
|
9 |
Biaya Lain lain |
|||
dari contoh di atas, maka untuk penomoran akun sebagai berikut:
|
No. Acc |
Nama akun |
|
11001 |
Kas |
|
11002 |
Bank |
|
11003 |
Piutang |
|
11004 |
persediaan |
|
11005 |
Biaya di bayar di muka |
|
dst |
|
Setelah membuat bagan perkiraan dan mengisi saldo awal masing masing akun seperti di bawah ini :

B. MEMBUAT TABEL JURNAL UMUM
Langkah selanjutnya adalah membuat tabel jurnal umum seperti gambar di bawah ini:

C. MEMBUAT TABEL BUKU PEMBANTU PIUTANG
Selanjutnya menyiapkan buku pembatu piutang, buka pembantu ini berfungsi sebagai alat kontrol terhadap piutang agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam melakukan penagihan, buku pembantu ini di buat sebanyak pelanggan atau konsumen yang melakukan pembelian secara kredit. Tabel Buku pembantu piutang dapat di lihat seperti gambar di bawah ini:

D. MEMBUAT TABEL BUKU PEMBANTU HUTANG
Selanjutnya menyiapkan buku pembatu utang, buka pembantu ini berfungsi sebagai alat kontrol terhadap utang agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam melakukan pembayaran, buku pembantu ini di buat sebanyak pemasok atau suplier yang meberikan penjualan secara kredit kepada perusahaan. Tabel Buku pembantu utang dapat di lihat seperti gambar di bawah ini:

D. MEMBUAT TABEL BUKU PEMBANTU PERSEDIAAN.
Selanjutnya menyiapkan buku pembatu persediaan, buka pembantu ini berfungsi sebagai alat kontrol terhadap perediaan agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam perhitungan persediaan, buku pembantu ini di buat sebanyak jenis persediaan yang di miliki. Tabel Buku pembantu persediaan dapat di lihat seperti gambar di bawah ini:
