Teman adalah orang yang bisa membuat kita tenang dalam menghadapi persoalan kehidupan. Mereka ada dalam kehidupan kita dapat menjadi pelipur lara.

Nabi Muhammad SAW memberikan isyarat kuat agar kita menjadi orang yang pantas melakukan kebaikan kepada teman. Berikut beberapa hadis tentang bergaul dengan teman:

Pertama,

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً. (رواه البخاري)

Artinya: "Dari Abu Musa radliallahu ΓÇÿanhu, dari Nabi shallallahu ΓÇÿalaihi wasallam beliau bersabda: ΓÇ£Perumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi, bisa jadi penjual minyak wangi itu akan menghadiahkan kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wanginya sedangkan pandai besi hanya akan membakar bajumu atau kamu akan mendapatkan bau tidak sedapnya.ΓÇ¥ (HR.Al-Bukhari (no.5108), Muslim (no.2628), Ahmad (no.19163)).

Kedua,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي. (رواه مسلم)

Artinya: "Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ΓÇÿalaihi wasallam bersabda: ΓÇ£Sesungguhnya Allah TaΓÇÖala berfirman pada hari kiamat kelak: ΓÇ£Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini kunaungi mereka, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.ΓÇ¥ (HR. Muslim (no.4655), Ahmad (no.7190), Malik (no.1776)).

Ketiga,

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ. (رواه مسلم)


Artinya: "Dari Abu Dzar dia berkata; Nabi shallallahu ΓÇÿalaihi wasallam berkata kepadaku: ΓÇ£Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun terhadap kebaikan, walaupun kamu hanya bermanis muka kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu.ΓÇ¥ (HR. Muslim (no.4760), dan at-Tirmidzi (no.1833)).

Keempat,

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى إِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ. (رواه البخاري)

Artinya: "Dari Jarir bin Abdullah berkata: ΓÇ£Aku telah membaiΓÇÖat Rasulullah untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasehati kepada setiap muslimΓÇ¥. (HR.Al-Bukhari (no.55), Muslim (no.56), Ahmad (no.18760), at-Tirmidzi (no.1925), an-NasaΓÇÖi (no.4175), dan ad-Darimi (no.2540)).

Kelima,

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ… إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ.. . (رواه مسلم)

Artinya: "Dari Iyadh bin Himar Al Mujasyi’i, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berdiri berkhutbah pada suatu hari ditengah-tengah kami lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku” ia menyebut hadits seperti hadits Hisyam dari Qadatah, dalam haditsnya ia menambah: “Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku lalim pada yang lain.”…. (HR. Muslim (no.5109), kitab al-Jannah wa Shifatu na’imiha wa Ahliha, dan lafazh ini menurut riwayatnya, Abu Dawud (no.4685), dan Ibnu Majah (no.4179)).

Itulah hadis-hadis tentang pergaulan yang baik menurut Rasulullah. Yuk, kita bergaul dengan baik kepada teman baik teman dekat maupun teman yang masih jauh. Semoga Allah menjadikan pertemanan kita sebagai teman yang dirahmati Allah. Amin.[]

    Halaman

Terakhir diubah: Senin, 21 Juni 2021, 07:41