Systematic Literature Review
Systematic literature review adalah metode penelitian untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan interpretasi terhadap semua hasil penelitian yang relevan terkait pertanyaan penelitian tertentu, topik tertentu, atau fenomena yang menjadi perhatian. Studi secara mandiri (individual study) merupakan bentuk studi primer (primary study), sedangkan systematic review adalah studi sekunder (secondary study).
Systematic Literature Review (SLR) didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, menilai dan menafsirkan semua bukti penelitian yang tersedia dengan tujuan untuk menyediakan jawaban untuk pertanyaan penelitian secara spesifik. Fungsi dari teknik analisis data Systematic Literature Review adalah melakukan sintesis sekaligus pendalaman dari berbagai hasil penelitian yang relevan. Dengan demikian fakta yang disajikan dalam hasil sintesa akan sangat bermanfaat untuk decision-maker sebagai pijakan keluaran kebijakan.
Tahapan Systematic Literature Review
Apabila kamu menggunakan Systematic Literature Review ada baiknya kamu perlu lalui tahapan-tahapan berikut:
PLANNING, di planning ini kita menentukan terlebih dahulu Research Question (RQ) atau pertanyaan penelitian. RQ adalah bagian awal dan dasar berjalannya SLR. RQ digunakan untuk menuntun proses pencarian dan ekstraksi literatur. RQ yang baik adalah yang bermanfaat, terukur, arahnya ke pemahaman terhadap state-of-the-art research dari suatu topik penelitian. Ada 5 elemen dalam menentukan RQ yaitu sering disebut dengan PICOC (Population》software application, software system dan information system. Jadi pada bagian ini kita menentukan perangkat lunak yang akan menampung populasi data. Intervention 》models, methods, techniques, datasets. Dibagian ini menentukan metode penelitian yang akan dijadikan acuan. Comparison 》pembanding dari berbagai penelitian, Outcome 》 hasil dari metode penelitian dan Context 》isi dari penelitian ( di bidang industry atau akademik)).
CONDUCTING, Tahapan conduting adalah tahapan yang berisi pelaksanaan dari SLR itu sendiri, Dimulai dari penentuan keyword pencarian literatur (search string) yang basisnya adalah dari PICOC. Pemahaman terhadap sinonim dan alternatif pengganti kata akan menentukan akurasi pencarian literatur kita. Kemudian langkah berikutnya adalah penentuan sumber (digital library) dari pencarian literatur. Karena literatur yang kita kumpulkan akan sangat banyak, mungkin ratusan atau ribuan paper, maka disarankan untuk menggunakan tool software untuk mempermudah kita mengelola literatur seperti Mendeley, Zotero, EndNote, dsb. Hal-hal yang harus disaring yaitu; publication year/tahun publikasi dari penelitian (misal 2016ΓÇô2019), publication type (journal, conference proceeding, search string (software), dan yang terakhir selected studies. Di selected studies ini kita menentukan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Langkah terakhir setelah kita mendapatkan literatur yang kita inginkan, adalah ekstraksi data (data extraction), kemudian melakukan sintesis berbagai hal yang kita temukan dari literatur-literatur yang sudah kita pilih (synthesis of evidence). Tujuan utama dari sintesis data adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi berbagai hasil penelitian dari berbagai literatur, dan untuk memilih metode yang paling tepat untuk mengintegrasikan penjelasan dan interpretasi dari berbagai temuan tersebut.
REPORTING, Reporting adalah tahapan penulisan hasil SLR dalam bentuk tulisan, baik untuk dipublikasikan dalam bentuk paper ke jurnal ilmiah atau untuk menyusun Bab 2 tentang Literature Review dari skripsi/tesis/disertasi kita. Struktur penulisan dari SLR biasanya terdiri dari 3 bagian besar, yaitu: Pendahuluan (Introduction), Utama (Main Body) dan Kesimpulan (Conclusion). Bagian Pendahuluan akan berisi latar belakang dan landasan mengapa SLR pada suatu topik itu penting dan harus dilakukan. Sedangkan Bagian Utama akan berisi protokol SLR, hasil analisis dan sintesis temuan, serta diakhiri dengan diskusi yang membahas implikasi dari hasil SLR. Bagian Kesimpulan akan berisi rangkuman dari temuan yang kita dapatkan, sesuai dengan RQ yang kita tetapkan di depan.
Perbedaan Systematic Literature Review dengan Literatur Review
Pasti kalian bertanya-tanya kira-kira apa sih perbedaan antara Systematic Literature Review dengan review literatur pada umumnya. Nah, ada sedikit perbedaan systematic literature review dengan review literatur yang umum dipakai dalam penelitian. Berikut adalah ringkasan perbedaan antar keduanya.
Metode Pengumpulan
Systematic Literature Review menggunakan pendekatan metodologi ilmiah untuk merangkum hasil penelitian. Sedangkan literature review biasanya tidak menggunakan pendekatan metodologi ilmiah. Jadi suka-sukanya penulis saja apabila menggunakan review literatur untuk tinjauan penelitian terdahulu.
Keterlibatan Partisipan
Systematic Literature Review melibatkan tim peneliti. Sedangkan literature review dikerjakan oleh seorang penulis.
Pencarian Hasil
Systematic Literature Review dilakukan pencarian hasil penelitian dan artikel dikerjakan secara sistematis. Sedangkan literature review pencarian hasilnya ataupun bukti-bukti artikel yang terkait tidak dikerjakan secara
Contoh Systematic Literature Review
Saya ambil salah satu contoh Systematic Literature Review Kepuasan Pelanggan terhadap Jasa Transportasi Online. Saat ini banyak penelitian yang meneliti faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Sehingga diperlukan review terhadap paper jurnal yang membahas tentang kepuasan pelanggan transportasi online. Metode yang digunakan penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap paper jurnal yang publish dari tahun 2016-2019. Terdapat tiga Research Question (RQ) yang ditetapkan pada penelitian ini.
Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah aplikasi yang banyak diteliti yaitu Go-Jek dan Grab, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan responden yang paling banyak digunakan sebanyak 100 orang dan faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan yaitu kualitas pelayanan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi agar para pelaku bisnis penyedia jasa transportasi online terus meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan yang berakibat pada penggunaan ulang jasa tersebut.