• Literatur Review adalah uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti
  • Tujuan akhir Literatur riview adalah untuk mendapatkan gambaran yang berkenaan dengan apa yang sudah pernah dikerjakan orang lain sebelumnya
  • Literatur review atau disebut juga tinjauan penelusuran pustaka merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan informasi yang relevan bagi penelitian
  • Penelusuran pustaka berguna untuk menghindari duplikasi dari pelaksanaan penelitian
  • dengan penelusuran pustaka maka akan dapat diketahui penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya
  • Literatur review berisikan ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (dapat berupa artikel, buku, slide, informasi dari internet, dll) terkait dengan topik penelitian yang dibahas
  • Literatur review yang baik haruslah bermafaat relevan, mutakhir dan memadai.
  • Landasan teori, tinjauan teori dan tinjauan pustaka semuannya merupakan cara untuk melakukan tinjauan literatur
  • Literatur review merupakan suatu cara untuk menemukan, mencari artikel artikel, buku- buku dan sumber-sumber lain seperti tesis, disertasi, prosiding,yang relevan pada suatu isi tertentu atau teori atau riset yang menjadi minat si peneliti
  • Literatur review yang didapatkan biasanya masih bersifat umum atau general (general problem)

Literatur rwview merupakan diskusi dari pengetahuan tentang topik yang sedang dipelajari atau bisa juga berupa hasil pengetahuan yang didukung dengan literatur riset dan merupakan fondasi dari penelitian

2 Komponen Utama Literatur Review

  1. Kerangka teori (Theorical Freamwork)
  2. Kajian yang terkait dengan topik maupun tema penelitian

3 Aspek Utama melakukan Literatur Review

  1. Survey artikel yang terkait dengan isu yang diminati oleh peneliti
  2. Lakukan evalusai, ringkas gambaran gambaran yang ada
  3. Dapatkan masukan yang terkait dengan isu dari publikasi yang terbaru hingga publikasi terlama sehingga peneliti bisa mendapatkan gambaran penelitian secara umum dan kompherensif

Beberapa Hal Terkait Literatur Review

  • Apa yang menjadi masalah dan kenapa masalah itu penting untuk dipecahkan?
  • Apakah masalah tersebut telah berhasil dipecahkan/ dipecahkan oleh peneliti lain?
  • Tetapkan permasalahan yang ada se simple/ sesederhana mungkin
  • Apakah metodologi penelitian sudah sesuai dan sudah dimulai?
  • Apakah kontribusi literatur review terhadap penelitian yang dilakukan?
  • Apakah kesimpulan yang bisa diambil terkait dengan permasalahan?
  • Apakah kesimpulan yang dibuat sudah cukup menjawab dari permasalahn yang ada?

Manfaat Literatur Review

  1. Identifikasi kesenjangan (identify gaps) penelitian
  2. Hindari pembuatan ulang (reinventing the wheel), sehingga bisa hemat waktu dan untuk hindari kesalahan kesalahan yang pernah dilakuakan orang lain
  3. Identifikasi metode yang pernah dilakukann dan yang relevan dengan penelitian yang dilakukan
  4. Meneruskan penelitian sebelumnya yang telah tercapai, sehingga penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun diatas platform pengetahuan atau ide yang sudah ada
  5. Untuk mendapatkan informasi tentang orang lain yang melakukan penelitian di area/fokus riset sama, sehingga dapat bergabung didalam komunitas ynga dapat memberikan kontribusi penelitian yang berharga

Langkah langkah Literatur Review

Langkah 1: Formulasikan Permasalahan

  • Pilihlah topik yang sesuai isu dan minat
  • Permasalahan harus ditulis secara lengkap dan tepat

Langkah 2: Cari Literatur

  • Cari literatur yang relevan dengan penelitian
  • Dapatkan gambaran(overview) topik penelitian
  • Sumber sumber penelitian sangan membantu bila didukung pengetahuan topik yang dikaji.
  • Sumber sumber tersebut berikan gambaran/ringkasan penelitian sebelumnya

Langkah 3: Evaluasi Data

  • Lihatlah kontribusi apa saja terhadap topik yang dibahas
  • Cari dan temukan sumber data yang tepat sesuai kebutuhan guna mendukung penelitian
  • Data bisa berupa data kualitatif, data kuantitatif maupun data yang berasal dati kombinasi keduanya

Langkah 4: Analisis dan Interpretasikan

  • Diskusikan dan temukan serta ringkas literatur

Untuk review sebuah literatur dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:

  1. Cara kesamaannya (compare)
  2. Cari ketidaksamaannya (contrast)
  3. Berikan pandangan (criticize)
  4. Banadingkan (synthesize)
  5. Ringkasan (summarize)

Tips!

  • Hal terpenting dalam membuat literatur review adalah fitur utama dalam membangun teori, yaitu dengan bandingkan antara konsep, teori dan hipotesis dengan literatur yang ada
  • Kunci utama dari proses ini adalah melihat sebanyak banyaknya literatur yang ada
  • Kemudian cari persamaan dan perbedaan yang terjadi antara literatur yang satu dengan literatur lainnya. dan cari alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi

Sumber Sumber Literatur Review

  1. Publikasi paper dijurnal nasional dan internasonal
  2. Tesis (S2), penulis ilmiah yang sifatnya mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yang diperoleh melalui penelitian
  3. Disertasi (S3), merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi untuk dapatkan gelar Doktor Falsafah (ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya
  4. Jurnal, Hasil hasil konferensi. Jurnal biasanya dihunakan sebagai bahan sitiran (sitasi) utama dalam penelitian karena jurnal memuat suatu informasi baru yang bersifat spesifikasi dan terfokus pada pemecahan masalah pada suatu topik penelitian
  5. Majalah, pamflet, kliping. majalah ilmiah merupakan sumber publikasi yang biasanya berupa teori, penemuan baru maupun berupa materi materi yang sedang populer dibicarakan dan diteliti
  6. Abstrak hasil penelitian
  7. Prosiding (proceedings). Pengambilan prosiding sebagai bahan literatur bisa memudahkan peneliti karena adanya kolaborasi antara peneliti dengan penulis prosiding yang mungkin berada astu Institusi, komuniti, peer group yang sama.
  8. Website yang memuat literatur ilmu komputer seperti, http://citeseer.nj.nec.com/cs, dan lainnya


Sitasi/Penyitiran

  • Sitasi (citation) sangat penting dalam penulisan ilmiah, karena penulis memerlukan bahan pustaka (literatur review) untuk mendukung hasil tulisan pnelitiannya
  • Sitasi menunjukan asal usul atau sumber suatu kutipan, mengutip pernyataan, atau salin.ulangi pernyataan seseorang dan mencantumkannya di dalam suatu karya tulis yang dibuat, namun tetap indikasikan bahwa kutipan tersebut merupakan pernyataan dari orang lain
  • Suatu dokumen akan disitir apabila relevan dengan kegiatan penilisan karya ilmiah yang dilakukannya
  • Penyitiran dokumen dilakukan dengan maksud membantu pengarang daptkan informasi tambahan guna memecahkan masalah yang diteliti
  • Pada dasarnya, semua kalimat, ide atau hasil karya yang bukan karya sendiri harus disebutkan sumbernya
  • Salah satu pemilihan dokumen yang disitir adalah kesesuaian topik dengan penelitian, namu ada juga yang menyitir dari dokumen yang berbeda dari topik penelitian, misalnya : untuk melihat analisa statistik/ analisa data lain yang mungkin bisa digunakan pada penelitian yang sedang dilakukan
  • Tahun terbitan dokumen adalah hal penting karena dokumen yang terbitannya lebih terbaru atau termutakhir memuat informasi dan pengetahuan baru yang sedang berkembang saat itu
  • Dokumen yang sifatnya lama.klasik juga masih bisa disitir, karena dokumen tersebut memberikan informasi yang masih relevan dengan keadaan saat ini, atau dokumen tersebut berisikan informasi awal perkembangan ilmu pengetahuan pada saat ini.

Sintesis

Salah satu komponen penting dalam reproduksi karya ilmiah adalah menyusun sintesis.

Ada pun beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan sebelum menyusun sintesis, yaitu membaca kritis, menyusun ringkasan, dan menyusun ikhtisar. 

Sintesis merupakan salah satu komponen penting dalam menyusun karya tulis ilmiah. Komponen ini merupakan tahap terakhir yang harus dilakukan penulis dan dapat menjadi penentu kelengkapan dalam karya tulis ilmiah. Sintesis adalah tulisan utuh dan baru mengenai rangkuman dari berbagai sumber rujukan mengenai pengertian atau pendapat. Rangkuman tersebut disusun menjadi suatu tulisan baru yang mengandung satu kesatuan yang sesuai dengan kebutuhan penulis. Dengan kata lain, Sintesis merupakan suatu rangkuman dari berbagai macam jenis sumber rujukan yang sejalan dan sesuai dengan kebutuhan penulis di dalam karya tulis ilmiah.
Fungsi sintesis dalam sebuah karya tulis ilmiah adalah sebagai pendapat, gagasan, atau ide baru yang diberikan oleh penulis untuk memecahkan masalah yang ditemukan.  Hasil dari sintesis dapat berupa sebuah data, fakta, informasi, atau ide pokok baru yang sebelumnya belum pernah ditulis oleh orang lain.

Sintesis juga dapat disebut sebagai intisari dari suatu karya ilmiah sehingga jangan sampai penulis hanya mengumpulkan berbagai informasi yang berasal dari berbagai sumber rujukan.

Dalam penyusunan sintesis, terdapat lima syarat membuat sintesis, yaitu:

  • penulis harus objektif dalam mengutip pendapat ahli,
  • penulis harus kritis terhadap sumber rujukan,
  • penulis dapat membentuk dan mempertajam sudut pandangnya,
  • penulis harus mencari kaitan antar sumber rujukan, dan
  • penulis mencari bagian dari sumber rujukan yang sesuai dengan kebutuhan karya ilmiahnya.

Cara Membuat Sintesi

Proses penyusunan sintesis dapat dikembangkan dalam penulisan karya tuis ilmiah. Proses penyusunan tersebut, antara lain:

  • membaca sumber rujukan secara cepat dan kritis,
  • meringkas gambaran umum dan rancangan yang dipilih dalam sumber rujukan berkaitan dengan topik yang sedang dikerjakan,
  • mencatat pokok pikiran yang berkaitan antara gagasan penulis dengan gagasan yang ada dalam sumber rujukan yang dibaca, dan
  • mencatat kritik penulis terhadap teori yang diajukan dalam sumber rujukan.

Contoh Sintesis 

ΓÇ£ΓǪ Seiring berkembangnya aktifitas pembangunan terhadap hutan pantai di kawasan ini, akan berdampak kepada hilangnya vegetasi tumbuhan yang semula hidup di kawasan tersebut. Dahuri, Rais, Ginting, dan Sitepu, (2001) menyatakan bahwa adanya aktivitas kegiatan di daerah pariwisata atau rekreasi dapat menimbulkan masalah ekologis yang khusus dibandingkan dengan kegiatan ekonomi lain mengingat bahwa keindahan dan keaslian alam merupakan modal utama, bila suatu wilayah pesisir dibangun sebagai tempat rekreasi masyarakat, biasanya fasilitas pendukung lain juga berkembang pesaFaktor pemicu kerusakan lingkungan yang terjadi baik pada ekosistem laut, ekosistem pantai maupun ekosistem lain adalah kebutuhan ekonomi (economic driven) dan kegagalan kebijakan (policy failure driven). Dimana sebagian penduduk yang berada di wilayah pesisir merupakan penduduk yang sering tergolong miskin. Kemiskinan dan ketidakpastian hidup menyebabkan kacaunya pola pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Pola konsumsi yang tinggi terhadap sumber daya alam akan mengakibatkan kegagalan kebijakan pengelolaan sumber daya alam akibat kegiatan ekonomi yang dapat merusak lingkungan (Fauzi, 2005). Dengan adanya kegiatan pembangunan diikuti dengan terbatasnya jalur penghijauan di kawasan pantai akan berdampak terhadap hilangnya vegetasi tumbuhan pantai yang dapat memberikan banyak manfaat salah satunya memberikan perlindungan terhadap bahaya tsunami ΓǪΓÇ¥ (Samin et al. 2016).

Pada bagian bercetak tebal merupakan sintesis yang dikembangkan oleh penulis. Bagian tersebut berangkat dari gagasan penulis yang menyatakan bahwa kegiatan pembangunan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan menyebabkan hilangnya vegetasi tumbuhan yang ada di lokasi tersebut. Selanjutnya penulis merujuk pada sumber rujukan yang dapat mendukung penelitiannya, seperti (1) adanya kegiatan di daerah pariwisata atau rekreasi dapat menyebabkan masalah ekologis yang khusus dibandingkan kegiatan ekonomi dan (2) rusaknya lingkungan pada ekosistem laut, ekosistem pantai, dan ekosistem lainnya dapat disebabkan oleh kebutuhan ekonomi dan kegagalan kebijakan. Rujukan tersebut digunakan oleh penulis untuk menghasilkan gagasan yang menyatakan bahwa adanya kegiatan pembangunan yang diikuti dengan terbatasnya jalur penghijauan di kawasan pantai dapat berdampak pada hilangnya vegetasi tumbuhan pantai yang dapat memberi manfaat perlindungan terhadap bahaya tsunami.











REFERENCE MANAGER 

  Dalam dunia penelitian dan karya ilmiah, merujuk kepada sumber informasi yang relevan adalah hal yang sangat penting. Mengelola dan mengatur referensi-referensi tersebut menjadi tugas yang semakin kompleks seiring dengan bertambahnya jumlah literatur yang tersedia.

Untuk membantu para peneliti dan akademisi dalam tugas ini, berbagai alat manajemen referensi telah dikembangkan. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan beberapa reference manager yang banyak digunakan dalam karya ilmiah.

Macam-macam Tools Reference Manager:

CITATION STYLE 

1. APA

Jenis yang pertama adalah APA Style, yaitu gaya penulisan daftar pustaka yang dikeluarkan oleh organisasi APA (American Psychological Association). Gaya ini bertujuan untuk membantu pemahaman dalam bidang ilmu sosial dan perilaku. Berikut contoh penulisannya: 

Kim, C., Mirusmonov, M., Lee. I. (2010). An empirical examination of factors influencing the intention of factors influencing the intention to use mobile payment. Computers in Human Behavior, 26, 310-322. Diakses dari http://www.sciencedirect.com

2. MLA 

Jenis kedua adalah MLA Style, yaitu gaya penulisan daftar pustaka yang dikembangkan oleh MLA (Modern Language Association). Tujuan dari style ini adalah untuk memudahkan penulis dalam menyusun kutipan di dalam naskah. Berikut contoh penulisannya: 

Jonathan, Karim. ΓÇ£Beyond Growth: Library and Development.ΓÇ¥ Annals of Library Research 40. 5 (2015): 1111-1130.

3. Harvard

Jenis style daftar pustaka yang ketiga adalah Harvard Style, yaitu salah satu gaya penulisan referensi yang mencantumkan nama penulis dan tahun di dalam kutipan teks, serta menuliskan sumber referensi tersebut secara rinci pada daftar pustaka di bagian akhir. 

Umumnya, Harvard Style digunakan di dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi di Indonesia. Berikut adalah contoh penulisannya: 

Darwin, K, Fox MK dan Zwart, H 2013, Panduan penulisan untuk siswa, Polite Press, Cambridge, dilihat 24 Mei 2020, https://www.umu.edu

4. Vancouver

Jenis selanjutnya adalah Vancouver Style, yaitu salah satu sistem penulisan daftar pustaka yang menggunakan penomoran dalam teks. Penomoran ini ditulis di dalam tanda kurung atau superskrip. Sifatnya diurutkan dan harus konsisten. Berikut contoh penulisannya: 

Dalam kutipan: 

Collins et al. (1) argue that this technique is highly effective. However, another study (2) conducted into the technique has raised doubts about the replicability of these results. 

Dalam daftar pustaka: 

1. Wilkinson IB, Raine T, Wiles K, Goodhart A, Hall C, OΓÇÖNeill H. Oxford handbook of clinical medicine. 10th ed. Oxford: Oxford University Press; 2017.

2. Levine GK, Faritsa K. Panduan perawatan kanker [Internet]. Yogyakarta: Kanisius; 2003 [dikutip 9 Oktober 2022]. Tersedia dari: https://www.education.edu/books/9463168.html 

5. Chicago

Selanjutnya adalah Chicago Style, yaitu gaya penulisan daftar pustaka yang dikembangkan oleh Chicago University Press sejak tahun 1906. Berikut contoh penulisannya: 

Google. 2009. ΓÇ£Google Privacy Policy.ΓÇ¥ Last modified March 11. 

 http://www.google.com/intl/en/privacypolicy.html.

6. ASA

Jenis style daftar pustaka yang keenam adalah ASA Style, yaitu gaya penulisan daftar pustaka yang dikembangkan oleh American Sociological Association. Berikut contoh penulisannya: 

Brelin, Gordon and Andrea Stum. 1978a. A Goal to a Better Health: Basic Cooking Skills. New Jersey: Health Foundation.

7. IEEE

Jenis lainya adalah IEEE Style, yaitu gaya penulisan daftar pustaka yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) yang merupakan salah satu institusi pendidikan di New York, Amerika Serikat. Berikut contoh penulisannya: 

[1]  Oliviero, Andrew and Woodward, Bill, ΓÇ£Cable DesignΓÇ¥ in Cabling The Complete Guide To Copper and Fiber Optic Networking, 4th ed. United State of America : Wiley Publishing, Inc, 2009. pp. 19 ΓÇô 33.

[2]  J. Moran, Michael and Shapiro, H.N., Fundamentals Of Engineering Thermodynamics, 2nd ed. United States of America : John Wiley and Son, 1993.

Mana yang Harus Digunakan?

Dalam jenis-jenis style daftar pustaka yang sudah dijelaskan, mana yang harus digunakan? Terkait hal ini, tentunya mengikuti kebijakan pihak yang lebih berwenang sesuai penjelasan sebelumnya. 

Jika Anda mahasiswa, dan hendak menyusun skripsi maupun tesis dan disertasi. Maka style disesuaikan dengan ketetapan pihak perguruan tinggi. Hal ini wajib disesuaikan untuk memenuhi kriteria bisa dinilai atau maju dalam sidang.




Terakhir diubah: Kamis, 3 Oktober 2024, 16:17