Garis besar topik

    • Assalamualaikum.. kita lanjutkan ya pembahasan materi Teori Akuntansi .

      Hari ini yang kita bahas adalah Tentang Perumusan Teori Akuntansi. Materi ini ada di Bab 3 Buku Teori Akuntansi karangan Ghozali.

    • A. Teori Akuntansi

      Teori akuntansi merupakan cabang ilmu akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi merupakan suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Vernon kam membagi unsur teori dalam beberapa elemen, yakni: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.

       fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut:

      1. Menjadi pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya.
      2. Memberikan dasar kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
      3. Menentukan batas ΓÇô batas dalam hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
      4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan pada laporan keuangan.
      5. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan dengan laporan sebelumnya.

      Menurut Hendriksen (1982) kegunaan dari teori akuntansi sebagai berikut:

      • Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
      • Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.

      B. Sifat-sifat Teori akuntansi

      Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, antaralain:

      • ΓÇô Merupakan seperangkat prinsip yang logis, saling terkait dan membentuk kerangka umum
      • ΓÇô Berkaitan erat dengan penyusunan kebijakan dalam akuntansi
      • ΓÇô Harus mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda        antara satu sama lain
      • ΓÇô Harus dapat memberikan penjelasan tentang praktik akuntansi, menjawab dan menjelaskan         semua fenomena yang menjadi melatar belakang dari penerapan suatu metode dalam praktik     akuntansi.
      • ΓÇô Harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode LiFO dari pada FIFO dalam menilai persediaannya
      • ΓÇô Harus bisa memprediksi bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui
      • ΓÇô Sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi

         C. Teori dan Pembuatan Kebijakan Akuntansi

      Teori akukaitan dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama dengan faktor politik dan kondisi serta system ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan .Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai dasar dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor
      diantaranya:

      1. Teori akuntansi
      2. Faktor politik
      3. Kondisi ekonomi

      Teori akuntansi dapat bermanfaat jika rumusan teori itu dapat dijadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Jika seperti itu sudah seharusnya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang dimilikinya, bukan malah mengambil alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain.

      Hadibroto dalam Media Akuntansi 1988 menekankan pentingnya teori akuntansi. Menurut Hadibroto ada sinyalemen yang berkembang yang menganggap bahwa seolah teori akuntansi tidak dibutuhkan. Alasan yang menjadi dasar dari pemikiran ini ialah bahwa akuntansi bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu yang menjelaskan semua gejala ΓÇô gejala akuntansi di dalam praktiknya. Akuntansi memiliki sifat teknis dan procedural. Pandangan ini salah, karena teori akuntansi dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi, menjawab, dan menjelaskan semua fenomena yang menjadi latar belakang penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.

      Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai suatu susunan prinsip umum akan dapat memberikan efek:

      1. Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktik akuntansi ini dinilai
      2. Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan bisa mengikuti perkembangan ekonomi, sisial, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.
      https://daunbawangstore.wordpress.com/2017/04/20/teori-akuntansi-dan-perumusannya