Garis besar topik

    • Assalamualaikum ...

      Apakabar...semoga sehat semua...pada pertemuan pertama ini sebelum kita membahas lebih lanjut tentang TEORI AKUNTANSI ada baiknya kita memahami terlebih dahulu Filsafat Ilmu dan Perkembangan Akuntansi. Dimana Filsafat disini kita kaitkan dengan metodologi penelitian Akuntansi. Sebagai bahan Referensi kalian bisa membaca buku TEORI AKUNTANSI karangan Imam  Ghozali BAB 1 hal 3.

    • Tugas:

      1. Bagaimana pandangan kalian terkait hubungan filsafat dengan perkembangan ilmu akuntansi?

      2. Cari artikel yang berkaitan dengan tema tersebut?

      3. Tugas dikumpul dalam bentuk doc.

    • Assalamualaikum..

      Melanjutkan pertemuan kemarin..

      Kita akan membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan teori sebagai landasan untuk memahami Akuntansi. Karena ketika kita belajar teori ..maka akan muncul berbagai  pertanyaan yang berkaitan dengan teori tersebut baik dari segi praktik, politik maupun sosial. Untuk itu kita perlu memahami beberapa hal yang berkaitan dengan Teori:

      1. Berbagai Pandangan Terhadap AKuntansi

      2. Apakah yang dimaksud dengan Teori

      3. Perumusan Teori

      4. Pengujian Teori

      Sumber Materi. Ghozali hal 23-36

    • Setelah kalian membaca materi dari buku ghozali ada beberapa hal perlu kalian jelaskan:

      1. Menurut kalian apa yang di maksud dengan Teori?

      2. Bagaimana perumusan teori menurut anda?

      3. Bagaimana pengujian dari sebuah teori

    • Assalamualaikum.. kita lanjutkan ya pembahasan materi Teori Akuntansi .

      Hari ini yang kita bahas adalah Tentang Perumusan Teori Akuntansi. Materi ini ada di Bab 3 Buku Teori Akuntansi karangan Ghozali.

    • A. Teori Akuntansi

      Teori akuntansi merupakan cabang ilmu akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi merupakan suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Vernon kam membagi unsur teori dalam beberapa elemen, yakni: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.

       fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut:

      1. Menjadi pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya.
      2. Memberikan dasar kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
      3. Menentukan batas ΓÇô batas dalam hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
      4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan pada laporan keuangan.
      5. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan dengan laporan sebelumnya.

      Menurut Hendriksen (1982) kegunaan dari teori akuntansi sebagai berikut:

      • Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
      • Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.

      B. Sifat-sifat Teori akuntansi

      Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, antaralain:

      • ΓÇô Merupakan seperangkat prinsip yang logis, saling terkait dan membentuk kerangka umum
      • ΓÇô Berkaitan erat dengan penyusunan kebijakan dalam akuntansi
      • ΓÇô Harus mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda        antara satu sama lain
      • ΓÇô Harus dapat memberikan penjelasan tentang praktik akuntansi, menjawab dan menjelaskan         semua fenomena yang menjadi melatar belakang dari penerapan suatu metode dalam praktik     akuntansi.
      • ΓÇô Harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode LiFO dari pada FIFO dalam menilai persediaannya
      • ΓÇô Harus bisa memprediksi bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui
      • ΓÇô Sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi

         C. Teori dan Pembuatan Kebijakan Akuntansi

      Teori akukaitan dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama dengan faktor politik dan kondisi serta system ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan .Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai dasar dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor
      diantaranya:

      1. Teori akuntansi
      2. Faktor politik
      3. Kondisi ekonomi

      Teori akuntansi dapat bermanfaat jika rumusan teori itu dapat dijadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Jika seperti itu sudah seharusnya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang dimilikinya, bukan malah mengambil alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain.

      Hadibroto dalam Media Akuntansi 1988 menekankan pentingnya teori akuntansi. Menurut Hadibroto ada sinyalemen yang berkembang yang menganggap bahwa seolah teori akuntansi tidak dibutuhkan. Alasan yang menjadi dasar dari pemikiran ini ialah bahwa akuntansi bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu yang menjelaskan semua gejala ΓÇô gejala akuntansi di dalam praktiknya. Akuntansi memiliki sifat teknis dan procedural. Pandangan ini salah, karena teori akuntansi dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi, menjawab, dan menjelaskan semua fenomena yang menjadi latar belakang penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.

      Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai suatu susunan prinsip umum akan dapat memberikan efek:

      1. Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktik akuntansi ini dinilai
      2. Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan bisa mengikuti perkembangan ekonomi, sisial, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.
      https://daunbawangstore.wordpress.com/2017/04/20/teori-akuntansi-dan-perumusannya

    • Assalamualaikum...

      Pertemuan kali ini kita membahas Aspek Kelembagaan Dalam Pengembangan Akuntansi. Proses pembentukan standar akuntansi /standart setting process merupakan proses yang cukup pelik oleh karena melibatkan aspek politik, bisnis, dan sosial budaya. Pokok bahasan ini menjelaskan bagaimana proses pembentukan standar baik di Amerika maupun di Indonesia. Dengan mengetahui sejarah penyusunan standar di Amerika akan memudahkan kita memahami proses penyusunan standar akuntansi di Indonesia. Berikut ini Perkembangan Akuntansi Di Amerika dan Di Indonesia.


    • Sumber materi bisa kalian baca di Bab 4. 

      Tugas:

      Berdasarkan Materi tersebut dan perkembangan jaman saat ini, uraikan perkembangan apa saja yang ada saat ini terkait perkembangan akuntansi di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya.

      Informasi tersebut kalian buat dalam bentuk tabel seperti tabel diatas.

    • Assalamualaikum, pertemuan kali ini kita membahas tentang Kerangka konseptual dalam pembentukan standar Akuntansi. Kerangka konseptual adalah suatu konstitusi, suatu system koheren dari hubungan antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

    • Assalamualaikum wr wb

      Hari ini kita membahas tentang standar akuntansi. Standar akuntansi tidak dipandang sebagai sesuatu yang berkaitan dengan akuntan. Dengan perkembangan jaman standar akuntansi di indonesia sudah mengalami perubahan.

    • Tugas: 

      Jelaskan bagaimana  perkembangan akuntansi  di indonesia hingga saat ini.

    • Assalamualaikum, kita melanjutkan materi Teori akuntansi..tentang Aset. Aset merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan didalam Laporan Posisi Keuangan. Laporan posisi keuangan dalam struktur akuntansi konvensional merupakan penghubung antara dua laporan laba rugi. Sementara penilaian terhadap aset merupakan proses penentuan besarnya potensi jasa yang dapat digunakan pada periode mendatang.

      Sumber: Ghozali, 2014 hal 245 bab 8.

    • PSAK tentangASET

      Acuan: 

      Persediaan, piutang, trading dan available for sale PSAK 14 Persediaan, PSAK 50, PSAK 70 PSAK 60, Plan Property dan Equipment, PSAK 16 Aset Tetap, PSAK 13 Properti investasi ,PSAK 26 Bunga Pinjaman, PSAK 48 Penurunan nilai Aset Tetap, PSAK 69 

    • Pengertian Aset Dalam Akuntansi, Jenis-Jenis Aset, Siklus, Perencanaan dan Penggunaan Aset

      Pengertian Aset Menurut Para Ahli
      Ilustrasi Aset

      Pengertian Aset Secara Umum

      Apa itu aset? Pengertian Aset adalah semua sumber ekonomi atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa depan. Di dalam ilmu akuntansi (baca: pengertian akuntansi), aset atau aktiva dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.

      Sumber ekonomi atau kekayaan tersebut adalah semua sumber daya yang dimiliki, baik itu dalam bentuk benda ataupun hak kuasa yang diperoleh di masa lalu dan dimaksudkan agar memberikan manfaat di kemudian hari.

      Untuk mendapatkan pengakuan sebagai aset, maka semua sumber ekonomi tersebut terlebih dahulu harus dapat diukur dengan satuan mata uang, baik itu dollar, rupiah, atau mata uang lainnya.

      Ada beberapa cara yang umum dilakukan untuk mendapatkan aset, misalnya dengan cara membeli, membangun sendiri, dan pertukaran aset.

      Pengertian Aset Menurut Para Ahli

      Definisi aset juga dijelaskan oleh para ahli, baik melalui pendapat, teori-teori, asumsi, dan juga melalui undang-undang. Berikut ini adalah pengertian aset menurut para ahli:

      1. Hidayat

      Menurut Hidayat pengertian aset adalah barang atau benda yang bergerak dan juga tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible), dimana keseluruhan hal tersebut mencakup aset atau harta aset dari suatu organisasi, instansi, badan usaha, ataupun perorangan.

      2. Munawir

      Menurut Munawir pengertian aset adalah sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang mampu menunjang perusahaan dalam harga perolehnnya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.

      3. Siregar

      Menurut Siregar pengertian aset adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nila komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha, instansi atau perorangan.

      4. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

      Menurut IAI pengertian aset adalah sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan mendatangkan manfaat ekonomis di masa depan bagi perusahaan.

      5. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

      Menurut PSAK No. 16 revisi tahun 2011 pengertian aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan, baik berwujud maupun tidak berwujud yang berharga atau bernilai yang akan mendatangkan manfaat bagi seseorang atau perusahaan tersebut.

      6. International Accounting Standards Committe (IASC)

      Menurut IASC pengertian aset adalah suatu sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu dimana diharapkan perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan.

      7. International Financial Reporting Standards (IFRS)

      Menurut IFRS definisi aset adalah suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan sendiri atau membeli) dan dari manfaat ekonomis masa depan (arus kas masuk dan aset lain) yang diharapkan.

      8. Financial Accounting Standards Board (FASB)

      Menurut FASB pengertian aset dalam kerangka konseptualnya (SFAC No. 6, prg. 25) adalah sebagai manfaat ekonomik masa depan yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai/ dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

      Jenis-Jenis Aset

      Seperti yang disebutkan sebelumnya, aset merupakan hak yang bisa dipakai dalam operasional perusahaan. Beberapa benda yang dianggap sebagai aset diantaranya; gedung/ bangunan, mobil, merk dagang, hak paten teknologi, uang kas, dan benda/ barang berharga lainnya.

      Pada umumnya, aset dibagi menjadi beberapa kategori untuk keperluan analisis (baca: pengertian analisis)

      1. Aset Lancar (Current Asset)

      Pengertian aset lancar adalah aset yang diharapkan dapat terealisasi dan memberikan manfaat dalam jangka pendek, yaitu sekitar satu tahun. Aset lancar ini berupa investasi jangka pendek, kas, piutang, persediaan, biaya yang harus dibayar, dan penghasilan yang masih diterima.

      2. Aset Tetap (Fixed Asset)

      Pengertian aset tetap adalah aset yang memiliki wujud dan siap untuk digunakan/ difungsikan dalam operasional perusahaan. Aset tetap tidak dimaksudkan untuk dijual, dan memiliki manfaat yang lebih dari satu tahun. Beberapa aset tetap meliputi; gedung, tanah, investasi jangka panjang.

      3. Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)

      Pengertian aset tidak berwujud adalah aset tetap yang tidak memiliki wujud dan memiliki manfaat dengan memberikan hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya. Beberapa aset tidak berwujud ini diantaranya; merk dagang, waralaba, hak cipta, goodwill, hak paten.

      4. Aset Lain

      Aset lain ini adalah gambaran berbagai pos yang tidak dapat secara layak digolongkan ke dalam aset lancar, aset tetap, dan aset tidak berwujud.


      Siklus Hidup Aset

      Hindrawan dkk mengatakan bahwa siklus hidup dari aset atau kelompok aset terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan. Berikut penjelasan singkat mengenai fase siklus hidup aset tersebut:

      1. Fase Perencanaan, yaitu tahapan dimana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan adanya permintaan atas aset.
      2. Fase Pengadaan, yaitu tahapan ketika aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli. Pengadaan aset ini tergantung kebutuhan dan sesuai perencanaan.
      3. Fase Operasi dan Pemeliharaan, yaitu tahapan ketika aset digunakan/ dimanfaatkan untuk tujuan yang ditetapkan. Pada fase ini biasanya juga terdapat aktivitas pembaruan, perbaikan, dan pergantian yang dilakukan secara berkesinambungan atas aset.
      4. Fase Penghapusan, yaitu tahapan dimana umur ekonomis suatu aset telah habis atau ketika kebutuhan akan aset tersebut telah hilang.

      Perencanaan Aset

      Masih menurut Hindrawan dkk, perencanaan aset yang baik seharusnya terdiri dari beberapa hal berikut ini:

      • Mengidentifikasi adanya permintaan akan aset, dan membeli aset yang diperlukan
      • Perencaan pengadaan aset sebaiknya menegaskan mengenai jenis dan waktu kebutuhan aset, serta menjelaskan cara pengadaan aset
      • Memaksimalkan pemakaian aset yang telah ada dengan begitu pengadaan aset baru tidak perlu dilakukan
      • Melakukan evaluasi terhadap aset yang dimiliki, apakah memiliki performa yang baik atau justru membutuhkan biaya tinggi dalam operasionalnya
      • Membuat skala prioritas dalam pengadaan dan atau penambahan aset
      • Membuat berbagai pertimbangan solusi non-aset untuk mengurangi kebutuhan akan aset

      https://www.maxmanroe.com/


    • Aset Tetap menurut IFRS:
      1. Komponen biaya perolehan merupakan perkiraan estimasi biaya untuk memindahkan aset
      2. Suku cadang dengan kriteria tertentu diakui sebagai aset tetap
      3. Penilaian aset tetap dikurangi dengan depresiasi dan penurunan nilai
      4. Pertukaran aset tetap tidak membedakan similar atau non similar, menggunakan harga wajar.
      5. Review atas masa manfaat, nilai residu setiap pelaporan
      6. Penilaian dengan menggunakan model revaluasi.

      Biaya perolehan aset tetap terdiri dari:

      a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain

      b) Biaya-biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen

      c) Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

      Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali:

      ΓÇô tidak memiliki substansi komersial

      ΓÇô Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal

      Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.

      Entitas harus memilih antara cost mode dan  revaluation model sebagai kebijakan akuntansinya, dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

       Klasifikasi Aset Tidak Lancar Menurut IFRS

      1. Investasi Bersifat ΓÇ£Held-to-maturityΓÇ¥
      Masuk dalam kelompok ini adalah instrument investasi yang disimpan hingga jatuh tempo, yang biasanya berjangka waktu panjang. Misalnya: efek hutang (debt securities), efek ekuitas, dan saham istimewa yang wajib ditebus oleh pihak lain (istilahnya ΓÇ£ redeemed preferred shares ΓÇ£). Investasi jenis ini diukur pada biaya teramortisasi.

      2. Property Investasi
      Yang dimaksud dengan ΓÇ£ Property Investasi ΓÇ¥ ( investment property) adalah property (=tanah, bangunan/gedung) yang diperoleh bukan untuk digunakan dalam operasional perusahaan secara normal, melainkan untuk mendapat keuntungan tertentu, misalnya: dengan cara disewakan atau dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

      Property investasi, awalnya, diukur sebesar nilai perolehannya. Selanjutnya, seiring waktu, property investasi diukur entah dengan menggunakan metode fair value atau model pengukuran berdasarkan biaya perolehan.

      3. Tanah, Bangunan, Mesin dan Peralatan
      Masuk dalam kelompok ini adalah bangunan, mesin dan peralatan, yang digunakan dalam operasional perusahaan guna menghasilkan barang/jasa, memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun buku.

      Masuk dalam kelompok ini, antara lain: tanah, bangunan/gedung, mesin, peralatan, furniture, dan kendaraan.

      Akumulasi penyusutan atas kelompok aset tak lancar ini harus disajikan dalam laporan keuangan atau di catatan kaki atau di bagian penjelasannya. Misalnya:

      Bangunan = xxx
      Dikurangi akumulasi penyusutan = (xxx)
      Nilai buku bangunan = xxx

      Atau

      Bangunan (net dari akumulasi Rp xxx) = xxx

      Metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan, harus disebutkan di bagian ΓÇ£penjelasan laporan keuanganΓÇ¥.

      4. Aset Tak Berwujud
      ΓÇ£Aset Tak BerwujudΓÇ¥ ( intangible assets ) adalah aset tak lancar perusahaan yang tidak memiliki wujud fisik, akan tetapi diharapkan akan mendatangkan manfaatΓÇöbaik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

      Masuk dalam klasifikasi ini adalah:
      1. Aset tak berwujud yang bisa diidentifikasi (misal: goodwill)
      2. Aset tak berwujud yang tidak bisa diidentifikasi (misal: merk dagang, patent, copyrights, dan biaya oragnisasional).
      IAS 38 mengharuskan perusahaan untuk mengamortisasi aset tak berwujud. Seperti halnya aset berwujud, akumulasi amortisasi aset tak berwujud-pun harus dinyatakan dengan jelas dalam laporan keuangan atau dicatatan kaki atau di bagian penjelasannya.

      5. Aset Dimiliki Untuk Dijual
      Sedikit mirip dengan property investasi, hanya saja ΓÇ£aset dimiliki untuk dijualΓÇ¥ tidak harus direncanakan sejak awal. Jika perusahaan berencana untuk menjual sekelompok aset, mesikpun tadinya digunakan untuk operasional, maka aset tersebut harus diklasifikasikan sebagai ΓÇ£aset dimiliki untuk dijualΓÇ¥.

      Menurut IFRS 5, ΓÇ£aset dimiliki untuk dijualΓÇ¥ diukur sebesar nilai buku yang lebih rendah atau nilai wajar dikurangi ongkos penjualan.

      6. Aktiva Lain-lain
      Segala aset tak lancar yang tidak bisa dimasukan ke dalam 5 klasifikasi di atas, masuk ke kelompok ini. Misalnya: ΓÇ£Uang MukaΓÇ¥ yang baru akan habis dibiayakan dalam jangka waktu lama (panjang), ΓÇ£Aset Pajak TangguhanΓÇ¥ yang waktu pemulihannya lama atau tidak pas

      Sumber:

      1.http://jurnalakuntansikeuangan.com/2012/11/neraca-klasifikasi-aset-dan-liabilitas-sesuai-ifrs

      2.http://trizulhijah.wordpress.com/2011/12/31/aset-tetap-ifrs

      3.http://estywidyastuty.blogspot.co.id/2014/01/aset-tetap-pada-ifrs.html


    • Instruksi Pengerjaan:

      1.      Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan

      2.      TIDAK diperkenankan pinjam meminjam alat tulis, mencontek dalam bentuk apapun. Apabila               hal    ini dilakukan konsekuensinya diberikan nilai 0 (nol) untuk nilai UTS ini.

      3.      Kerjakan 10 soal  di bawah ini.

      4.      SOAL DIKUMPULKAN dalam bentuk PDF


  • Assalamu'alaikum WrWb


    Semoga anak2 Ibu selalu sehat dan bahagia..

    Sebelumnya MK Teori akuntansi diampu oleh bu Nolita Siregar,  setelah UTS akan bersama bu Delli ya..

    Hari ini kita akan bahas terkait dengan Konsep Hutang dan Ekuitas, Ibu sertakan bahan bacaan dan vidio pembelajaran terkait, serta evaluasi pembelajarannya. Silahkan di pelajari, jika ada yang bingung, boleh tanya japri di WA (095789730295) atau gunakan fasilitas forum yang ada di lms ini. 

    Terus semangat menjadi lebih baik


    Wassalam,



  • Assalamu'alaikum...


    Setelah kemarin kita belajar konsep hutang dan ekuitas, hari ini kita masuk ke konsep pendapatan ya.. masih pakai buku Teori Akuntansi Imam Ghozali. Ibu sertakan bahan bacaan dan vidio pebelajaran, dan di akhir akan ada kuis, sebagai salah satu feedback/ evaluasi pembelajarannya. Terimakasih


    Wassalam,



  • Assalamu'alaikum..


    Kita masuk ke Bab konsep Biaya ya..

    Silahkan baca bahan bacaan yang ibu lampirkan dan vidio pembelajaran yang ibu sematkan. Selesaikan kuis yang ada ya..


    Wassalam

    Delli Maria

  • Assalamu'alaikum WrWb


    Kita masuk ke bab konsep Biaya ya..

    Silahkan dibaca bahan bacaan yang ibu lampirkan dan dengarkan berulang vidio pembelajaran nya ya..

    kUisnya juga dikerjakan. Semangat!


    Wassalam,


    • Pelatihan:

      1.         Apa yang dimaksud dengan Laba? Jelaskan!

      2.         Mengapa laba dikelompokkan dalam beberapa kelompok, jelaskan

      3.         Bagaimana konsep laba menurut akuntansi?

      4.         Bagaimana laba dilaporakan dalam laporan keuangan? Jelaskan disertai contohnya.

      5.         Jelaskan konsep pengakuan dan pengukuran laba?

      6.         Apakah yang Saudara ketahui tentang Income Smoothing, jelaskan! Bagaimana hal ini dapat terjadi.

      7.         Mengapa diperlukan kebijakan akuntansi? Apakah tujuannya dilakukan kebijakan akuntansi, jelaskan secara jelas.

      Selesaikan Pelatihan Tersebut

  • Assalamu'alaikum Wr Wb..


    Pengungkapan Laporan Keuangan ya..

    Menurut Wild, Larson, Chiapetta (2007, p.17) ΓÇ£laporan keuangan adalah suatu ringkasan dari Transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku bersangkutan yang berguna bagi pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Para pemakai laporan keuangan meliputi investor, karyawan, pemerintah serta lembaga keuangan, dan masyarakat.

    Lebih lanjut, silahkan baca bahan bacaan yang ibu sematkan dan vidio pembelajaran. serta kuis yang ada sebelum jam 20.00


    Wassalam



  • Assalamu'alaikum Wr Wb


    Alhamdulillah kita sudah masuk ke bab terakhir pada pertemuan kali ini, masuk ke bab pengungkapan sosial dan lingkungan pada perspeftif teori. Ibu telah lampirkan bahan bacaan nya dan vidio pembelajaran. Khusus pertemuan ini, tidak ada kuis :) 

    Persiapan untuk UAS Pekan depan, senin jam 8.50-12.00 ya.. 

    Materi UAS:

    1. Kosep Hutang dan EKuitas

    2. Kosep Pendapatan

    3. Konsep Biaya

    4. Konsep Laba

    5. Pengungkapan Laporan Keuangan

    6. Pengungkapan Sosial dan Lingkungan


    Semangat meraih ilmu, semoga berkah ilmu yang didapat dan bermanfaat bagi kehidupan kita kedepannya. Aamiin

    Wassalam,


    • Buatkan PPT Tentang Pengungkapan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan dengan sub pokok

      - definisi

      - sejarah

      - Teori / grand theori terkait TJSL

      - pentingnya pengungkapan TJSL

      - tujuan

      - manfaat

      - Indikator pengungkapan

      - kesimpulan

  • Assalamu'alaikum Wr Wb



    Alhamdulillah kita sudah berada di penghujung semester, Siap UAS kan.. Tetap Semangat ya..

    Berikut ibu lampirkan soal UAS, sebelumnya silahkan baca dulu instruksi pengerjaannya berikut ini:

    Instruksi Pengerjaan:

     1.   Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan

    2.   TIDAK diperkenankan browsing internet dan tidak di perkenankan mencontek dalam bentuk apapun,

    diperkenankan open book

    3.   Kerjakan  dengan teliti di Kertas, Tulis Tangan, sesuai dengan waktu yang disediakan di LMS

    4.   Silahkan upload kembali hasil pekerjaan anda ke LMS, bisa dalam bentuk jpeg/PDF

    5.   Presensi Kehadiran UAS, dengan mengetik kata ΓÇÿHadirΓÇÖ pada laman LMS


    Proses tidak akan pernah menghianati hasil,

    jika Anda berusaha dan berdoa sungguh2, InsyaAllah bisa!


    Wassalam,


     

     




    • KERJAKAN SOAL BERIKUT INI