Garis besar topik

    • Assalamualaikum, kita melanjutkan materi Teori akuntansi..tentang Aset. Aset merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan didalam Laporan Posisi Keuangan. Laporan posisi keuangan dalam struktur akuntansi konvensional merupakan penghubung antara dua laporan laba rugi. Sementara penilaian terhadap aset merupakan proses penentuan besarnya potensi jasa yang dapat digunakan pada periode mendatang.

      Sumber: Ghozali, 2014 hal 245 bab 8.

    • PSAK tentangASET

      Acuan: 

      Persediaan, piutang, trading dan available for sale PSAK 14 Persediaan, PSAK 50, PSAK 70 PSAK 60, Plan Property dan Equipment, PSAK 16 Aset Tetap, PSAK 13 Properti investasi ,PSAK 26 Bunga Pinjaman, PSAK 48 Penurunan nilai Aset Tetap, PSAK 69 

    • Pengertian Aset Dalam Akuntansi, Jenis-Jenis Aset, Siklus, Perencanaan dan Penggunaan Aset

      Pengertian Aset Menurut Para Ahli
      Ilustrasi Aset

      Pengertian Aset Secara Umum

      Apa itu aset? Pengertian Aset adalah semua sumber ekonomi atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa depan. Di dalam ilmu akuntansi (baca: pengertian akuntansi), aset atau aktiva dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.

      Sumber ekonomi atau kekayaan tersebut adalah semua sumber daya yang dimiliki, baik itu dalam bentuk benda ataupun hak kuasa yang diperoleh di masa lalu dan dimaksudkan agar memberikan manfaat di kemudian hari.

      Untuk mendapatkan pengakuan sebagai aset, maka semua sumber ekonomi tersebut terlebih dahulu harus dapat diukur dengan satuan mata uang, baik itu dollar, rupiah, atau mata uang lainnya.

      Ada beberapa cara yang umum dilakukan untuk mendapatkan aset, misalnya dengan cara membeli, membangun sendiri, dan pertukaran aset.

      Pengertian Aset Menurut Para Ahli

      Definisi aset juga dijelaskan oleh para ahli, baik melalui pendapat, teori-teori, asumsi, dan juga melalui undang-undang. Berikut ini adalah pengertian aset menurut para ahli:

      1. Hidayat

      Menurut Hidayat pengertian aset adalah barang atau benda yang bergerak dan juga tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible), dimana keseluruhan hal tersebut mencakup aset atau harta aset dari suatu organisasi, instansi, badan usaha, ataupun perorangan.

      2. Munawir

      Menurut Munawir pengertian aset adalah sarana atau sumber daya yang memiliki nilai ekonomis yang mampu menunjang perusahaan dalam harga perolehnnya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.

      3. Siregar

      Menurut Siregar pengertian aset adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nila komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha, instansi atau perorangan.

      4. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

      Menurut IAI pengertian aset adalah sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan mendatangkan manfaat ekonomis di masa depan bagi perusahaan.

      5. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

      Menurut PSAK No. 16 revisi tahun 2011 pengertian aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan, baik berwujud maupun tidak berwujud yang berharga atau bernilai yang akan mendatangkan manfaat bagi seseorang atau perusahaan tersebut.

      6. International Accounting Standards Committe (IASC)

      Menurut IASC pengertian aset adalah suatu sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu dimana diharapkan perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan.

      7. International Financial Reporting Standards (IFRS)

      Menurut IFRS definisi aset adalah suatu sumber yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu (misalnya menciptakan sendiri atau membeli) dan dari manfaat ekonomis masa depan (arus kas masuk dan aset lain) yang diharapkan.

      8. Financial Accounting Standards Board (FASB)

      Menurut FASB pengertian aset dalam kerangka konseptualnya (SFAC No. 6, prg. 25) adalah sebagai manfaat ekonomik masa depan yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai/ dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

      Jenis-Jenis Aset

      Seperti yang disebutkan sebelumnya, aset merupakan hak yang bisa dipakai dalam operasional perusahaan. Beberapa benda yang dianggap sebagai aset diantaranya; gedung/ bangunan, mobil, merk dagang, hak paten teknologi, uang kas, dan benda/ barang berharga lainnya.

      Pada umumnya, aset dibagi menjadi beberapa kategori untuk keperluan analisis (baca: pengertian analisis)

      1. Aset Lancar (Current Asset)

      Pengertian aset lancar adalah aset yang diharapkan dapat terealisasi dan memberikan manfaat dalam jangka pendek, yaitu sekitar satu tahun. Aset lancar ini berupa investasi jangka pendek, kas, piutang, persediaan, biaya yang harus dibayar, dan penghasilan yang masih diterima.

      2. Aset Tetap (Fixed Asset)

      Pengertian aset tetap adalah aset yang memiliki wujud dan siap untuk digunakan/ difungsikan dalam operasional perusahaan. Aset tetap tidak dimaksudkan untuk dijual, dan memiliki manfaat yang lebih dari satu tahun. Beberapa aset tetap meliputi; gedung, tanah, investasi jangka panjang.

      3. Aset Tak Berwujud (Intangible Asset)

      Pengertian aset tidak berwujud adalah aset tetap yang tidak memiliki wujud dan memiliki manfaat dengan memberikan hak ekonomi dan hukum kepada pemiliknya. Beberapa aset tidak berwujud ini diantaranya; merk dagang, waralaba, hak cipta, goodwill, hak paten.

      4. Aset Lain

      Aset lain ini adalah gambaran berbagai pos yang tidak dapat secara layak digolongkan ke dalam aset lancar, aset tetap, dan aset tidak berwujud.


      Siklus Hidup Aset

      Hindrawan dkk mengatakan bahwa siklus hidup dari aset atau kelompok aset terdiri dari empat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan. Berikut penjelasan singkat mengenai fase siklus hidup aset tersebut:

      1. Fase Perencanaan, yaitu tahapan dimana perusahaan mengidentifikasi kebutuhan akan adanya permintaan atas aset.
      2. Fase Pengadaan, yaitu tahapan ketika aset dibangun atau dibuat, bahkan dibeli. Pengadaan aset ini tergantung kebutuhan dan sesuai perencanaan.
      3. Fase Operasi dan Pemeliharaan, yaitu tahapan ketika aset digunakan/ dimanfaatkan untuk tujuan yang ditetapkan. Pada fase ini biasanya juga terdapat aktivitas pembaruan, perbaikan, dan pergantian yang dilakukan secara berkesinambungan atas aset.
      4. Fase Penghapusan, yaitu tahapan dimana umur ekonomis suatu aset telah habis atau ketika kebutuhan akan aset tersebut telah hilang.

      Perencanaan Aset

      Masih menurut Hindrawan dkk, perencanaan aset yang baik seharusnya terdiri dari beberapa hal berikut ini:

      • Mengidentifikasi adanya permintaan akan aset, dan membeli aset yang diperlukan
      • Perencaan pengadaan aset sebaiknya menegaskan mengenai jenis dan waktu kebutuhan aset, serta menjelaskan cara pengadaan aset
      • Memaksimalkan pemakaian aset yang telah ada dengan begitu pengadaan aset baru tidak perlu dilakukan
      • Melakukan evaluasi terhadap aset yang dimiliki, apakah memiliki performa yang baik atau justru membutuhkan biaya tinggi dalam operasionalnya
      • Membuat skala prioritas dalam pengadaan dan atau penambahan aset
      • Membuat berbagai pertimbangan solusi non-aset untuk mengurangi kebutuhan akan aset

      https://www.maxmanroe.com/


    • Aset Tetap menurut IFRS:
      1. Komponen biaya perolehan merupakan perkiraan estimasi biaya untuk memindahkan aset
      2. Suku cadang dengan kriteria tertentu diakui sebagai aset tetap
      3. Penilaian aset tetap dikurangi dengan depresiasi dan penurunan nilai
      4. Pertukaran aset tetap tidak membedakan similar atau non similar, menggunakan harga wajar.
      5. Review atas masa manfaat, nilai residu setiap pelaporan
      6. Penilaian dengan menggunakan model revaluasi.

      Biaya perolehan aset tetap terdiri dari:

      a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain

      b) Biaya-biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen

      c) Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

      Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali:

      ΓÇô tidak memiliki substansi komersial

      ΓÇô Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal

      Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.

      Entitas harus memilih antara cost mode dan  revaluation model sebagai kebijakan akuntansinya, dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

       Klasifikasi Aset Tidak Lancar Menurut IFRS

      1. Investasi Bersifat ΓÇ£Held-to-maturityΓÇ¥
      Masuk dalam kelompok ini adalah instrument investasi yang disimpan hingga jatuh tempo, yang biasanya berjangka waktu panjang. Misalnya: efek hutang (debt securities), efek ekuitas, dan saham istimewa yang wajib ditebus oleh pihak lain (istilahnya ΓÇ£ redeemed preferred shares ΓÇ£). Investasi jenis ini diukur pada biaya teramortisasi.

      2. Property Investasi
      Yang dimaksud dengan ΓÇ£ Property Investasi ΓÇ¥ ( investment property) adalah property (=tanah, bangunan/gedung) yang diperoleh bukan untuk digunakan dalam operasional perusahaan secara normal, melainkan untuk mendapat keuntungan tertentu, misalnya: dengan cara disewakan atau dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

      Property investasi, awalnya, diukur sebesar nilai perolehannya. Selanjutnya, seiring waktu, property investasi diukur entah dengan menggunakan metode fair value atau model pengukuran berdasarkan biaya perolehan.

      3. Tanah, Bangunan, Mesin dan Peralatan
      Masuk dalam kelompok ini adalah bangunan, mesin dan peralatan, yang digunakan dalam operasional perusahaan guna menghasilkan barang/jasa, memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun buku.

      Masuk dalam kelompok ini, antara lain: tanah, bangunan/gedung, mesin, peralatan, furniture, dan kendaraan.

      Akumulasi penyusutan atas kelompok aset tak lancar ini harus disajikan dalam laporan keuangan atau di catatan kaki atau di bagian penjelasannya. Misalnya:

      Bangunan = xxx
      Dikurangi akumulasi penyusutan = (xxx)
      Nilai buku bangunan = xxx

      Atau

      Bangunan (net dari akumulasi Rp xxx) = xxx

      Metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan, harus disebutkan di bagian ΓÇ£penjelasan laporan keuanganΓÇ¥.

      4. Aset Tak Berwujud
      ΓÇ£Aset Tak BerwujudΓÇ¥ ( intangible assets ) adalah aset tak lancar perusahaan yang tidak memiliki wujud fisik, akan tetapi diharapkan akan mendatangkan manfaatΓÇöbaik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

      Masuk dalam klasifikasi ini adalah:
      1. Aset tak berwujud yang bisa diidentifikasi (misal: goodwill)
      2. Aset tak berwujud yang tidak bisa diidentifikasi (misal: merk dagang, patent, copyrights, dan biaya oragnisasional).
      IAS 38 mengharuskan perusahaan untuk mengamortisasi aset tak berwujud. Seperti halnya aset berwujud, akumulasi amortisasi aset tak berwujud-pun harus dinyatakan dengan jelas dalam laporan keuangan atau dicatatan kaki atau di bagian penjelasannya.

      5. Aset Dimiliki Untuk Dijual
      Sedikit mirip dengan property investasi, hanya saja ΓÇ£aset dimiliki untuk dijualΓÇ¥ tidak harus direncanakan sejak awal. Jika perusahaan berencana untuk menjual sekelompok aset, mesikpun tadinya digunakan untuk operasional, maka aset tersebut harus diklasifikasikan sebagai ΓÇ£aset dimiliki untuk dijualΓÇ¥.

      Menurut IFRS 5, ΓÇ£aset dimiliki untuk dijualΓÇ¥ diukur sebesar nilai buku yang lebih rendah atau nilai wajar dikurangi ongkos penjualan.

      6. Aktiva Lain-lain
      Segala aset tak lancar yang tidak bisa dimasukan ke dalam 5 klasifikasi di atas, masuk ke kelompok ini. Misalnya: ΓÇ£Uang MukaΓÇ¥ yang baru akan habis dibiayakan dalam jangka waktu lama (panjang), ΓÇ£Aset Pajak TangguhanΓÇ¥ yang waktu pemulihannya lama atau tidak pas

      Sumber:

      1.http://jurnalakuntansikeuangan.com/2012/11/neraca-klasifikasi-aset-dan-liabilitas-sesuai-ifrs

      2.http://trizulhijah.wordpress.com/2011/12/31/aset-tetap-ifrs

      3.http://estywidyastuty.blogspot.co.id/2014/01/aset-tetap-pada-ifrs.html