Garis besar topik
-
Kompensasi insentif
1. Pengertian insentif
2. Tujuan insentif
3. Jenis-jenis insentif
-
Apa Itu Insentif: Pengertian, Jenis, Tujuan Pemberian, dan Contohnya
Apa Itu Insentif?
Dalam pengertiannya secara umum, insentif adalah jenis tambahan penghasilan.
Pemberiannya bisa berupa uang tunai, barang, maupun fasilitas lain yang tujuan pemberiannya berguna untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan.
Lebih lanjut, kamu dapat mengetahui pengertian insentif menurut para ahli sebagai berikut:
- Andrew F. Sikula
ΓüáDalam pendapatnya, Andrew F. Sikula mengungkapkan kalau gaji insentif adalah salah satu bentuk rangsangan pada sebuah kegiatan. Pemberiannya berguna untuk memperbaiki produksi.
Γüá - Gorda
ΓüáSelanjutnya, Gorda mengungkapkan kalau uang insentif adalah sarana dalam meningkatkan motivasi karyawan. Pemberiannya pun dilakukan dengan sengaja dengan harapan agar karyawan bisa lebih giat dan produktif dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Γüá - Heidjrachman
ΓüáPengertian apa itu insentif kerja menurut heidjrachman merupakan salah satu bentuk tindakan dari perusahaan yang pemberiannya beda dari gaji atau upah. Tujuan pemberiannya adalah karena tingkat prestasi antar karyawan yang berbeda satu sama lain.
Γüá - Samsudin
ΓüáDalam penjabarannya, Samsudin mengemukakan kalau insentif adalah jenis upah atau gaji yang berbeda. Pemberiannya dilakukan bukan dengan memperhatikan jabatan, tetapi lebih berdasarkan pada prestasi kerja masing-masing karyawan.
Γüá - Simamora
ΓüáMenurut pendapat Simamora, pemberian insentif adalah program yang pelaksanaannya mempunyai kaitan erat dengan nilai pembayaran serta produktivitas karyawan di tempat kerja.
Γüá - Hasibuan
ΓüáDalam pendapatnya, Hasibuan mengungkapkan kalau pemberian insentif merupakan bentuk tambahan balas jasa. Pemberiannya ditujukan pada karyawan tertentu yang dianggap punya prestasi melebihi karyawan lain. Keberadaannya pun menjadi sarana perusahaan dalam menempatkan prinsip kompensasi yang adil.
Γüá
Perbedaan Insentif dan Bonus
Kamu mungkin bakal mengalami kesulitan dalam membedakan arti insentif dengan bonus.
Keduanya memang mempunyai kemiripan. Meski begitu, keduanya mempunyai perbedaan yang penting untuk kamu pahami.
Bonus umumnya merupakan jenis pemberian dari perusahaan yang sebelumnya tidak dijanjikan.
Selain itu, pemberiannya berlangsung setelah karyawan berhasil mencapai tujuan tertentu.
Contohnya adalah ketika mencapai target penjualan atau menyelesaikan proyek tepat waktu.
Sementara itu, arti insentif dalam kerja adalah jenis pemberian yang sudah menjadi bagian dari skema pembayaran kesejahteraan karyawan.
Pemberian insentif dilakukan berdasarkan performa dan mempunyai kaitan erat dengan target tertentu yang ditetapkan oleh pihak perusahaan.
Dari penjabaran tersebut, kamu bisa mengetahui perbedaan insentif dan bonus yang paling utama terletak pada cara dan manfaat pemberian insentifnya.
Perusahaan memberikan bonus setelah berhasil mencapai tujuan. Sementara itu, pemberian insentif menjadi tambahan penghasilan bagi karyawan yang didapatkan sebagai dorongan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.
ΓüáJenis-jenis Insentif
Setelah memahami arti insentif, kamu dapat mengenalnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Social incentive
Pertama adalah jenis insentif yang bersifat sosial. Pemberian insentif sosial umumnya jarang disadari oleh para karyawan.
Beberapa contoh insentif karyawan yang berupa jenis insentif sosial antara lain:
- Acara family gathering yang diadakan oleh kantor
- Pelaksanaan makan malam bersama di kantor
- Penghargaan karyawan berprestasi yang diumumkan secara terbuka di lingkup perusahaan
- Pelaksanaan aktivitas outbound untuk mendekatkan hubungan antara masing-masing karyawan
2. Financial incentive atau insentif finansial
Ada pula insentif finansial yang pemberiannya berupa uang, baik yang berwujud digital atau tunai. Pihak perusahaan melakukan pemberian insentif finansial di luar gaji pokok.
Insentif finansial juga kerap jadi pilihan perusahaan karena pelaksanaannya yang relatif mudah dan efektif dalam mendongkrak performa karyawan.
Ada banyak contoh pemberian insentif finansial yang bisa diberikan oleh pihak perusahaan, termasuk di antaranya adalah:
- Biaya rekreasi
- Reimbursement yang berkaitan dengan kebutuhan keluarga
- Asuransi kesehatan
3. Non financial incentive atau insentif non finansial
Berikutnya adalah jenis insentif yang disebut insentif non finansial. Contoh insentif karyawan yang termasuk dalam jenis insentif non finansial di antaranya adalah:
- Fasilitas tempat tinggal
- Penggunaan kendaraan dinas
- Kesempatan dalam pengembangan karier
- Jenjang karier yang jelas
- Promosi jabatan
Γüá
Manfaat Insentif untuk Karyawan
Pemberian insentif oleh perusahaan dapat memberikan banyak manfaat bagi karyawan. Manfaat tersebut meliputi:
1. Pekerjaan terasa lebih bermakna
Pemberian incentive oleh perusahaan membuat karyawan merasa kalau pekerjaannya punya makna yang lebih.
Karyawan akan menganggap kalau pekerjaan yang mereka jalani di tempat kerja punya makna lebih besar.
Bukan sekadar tempat untuk mengais rezeki dan mendapatkan penghasilan rutin.
Namun, tempat kerja juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri, beraktivitas sehari-hari dan bahkan bagian dari aktualisasi diri.
2. Merasa dihargai
Selanjutnya, karyawan juga bisa mendapatkan manfaat insentif berupa adanya penghargaan dari pihak perusahaan.
Apalagi, penghargaan tersebut muncul berkat kerja keras serta dedikasi yang telah mereka berikan kepada perusahaan.
Keberadaan insentif yang mereka terima merupakan bukti rasa terima kasih perusahaan kepada karyawan.
Alhasil, karyawan akan terus berusaha meningkatkan performa kerjanya dan berupaya memajukan perusahaan.
Apa jadinya kalau karyawan yang telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasinya tidak pernah memperoleh incentive dari perusahaan?
Mereka bakal merasa tak dihargai bahkan tidak dianggap keberadaannya oleh perusahaan.
Padahal, keberadaan mereka memberikan dampak secara positif kepada perusahaan.
3. Nyaman di kantor
Manfaat pemberian insentif kepada karyawan juga membuat mereka bisa bekerja dengan lebih nyaman.
Tingkat keinginan karyawan untuk pindah kerja ke tempat lain menurun. Hal ini kemudian berdampak pada penurunan turnover karyawan.
Apalagi, ketika memilih pindah ke tempat kerja yang baru, mereka tidak mempunyai jaminan memperoleh kenyamanan yang sama.
Ditambah lagi, tak semua perusahaan memiliki standar pemberian insentif yang sama.
4. Kebutuhan tambahan terpenuhi
Manfaat insentif selanjutnya yang bisa didapatkan karyawan dari pemberian gaji insentif adalah pemenuhan terhadap kebutuhan menjadi lebih tercukupi.
Apalagi, kalau mereka sudah mendapatkan nominal gaji yang cukup tinggi.
Keberadaan incentive membuat karyawan dapat mencapai tingkat kesejahteraan hidup yang lebih baik.
Sebagai bagian dari penghasilan tambahan, keberadaan incentive bakal mendorong para karyawan bekerja lebih bersemangat.
Dengan begitu, mereka bisa mencapai target yang telah ditetapkan pihak perusahaan dan memperoleh incentive sebagai bagian dari haknya.
5. Meningkatkan produktivitas dan keterampilan kerja
Ada pula manfaat incentive yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja para karyawan.
Dengan tingkat motivasi yang tinggi, karyawan bisa bekerja secara lebih efektif dan efisien. Alhasil, karyawan pun bisa meningkatkan produktivitas mereka secara drastis.
Di waktu yang sama, pemberian incentive juga membantu karyawan dalam meningkatkan keterampilan kerja. Seperti yang kamu ketahui, pemberian stimulus tidak cuma berupa uang insentif.
Ada pula contoh insentif nonfinansial yang berupa keikutsertaan dalam pelatihan, workshop, atau aktivitas yang bersifat meningkatkan keahlian lainnya.
ΓüáAlasan Pemberian Insentif
Pihak perusahaan melakukan pembagian incentive kepada para karyawan dengan tujuan tertentu.
Beberapa alasan yang menjadi landasan kenapa perusahaan memberikan insentif tersebut di antaranya adalah:
1. Menangani tugas di luar lingkup pekerjaan
Perusahaan mempunyai alasan dalam memberikan incentive ketika karyawan melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya.
Kemampuan seorang karyawan dalam melaksanakan tugas di luar kewajibannya merupakan salah satu bentuk dedikasi serta loyalitas kepada perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan dapat memberikan insentif sebagai bagian dari rasa terima kasih dan penghargaan kepada karyawan.
Dengan begitu, karyawan akan terus berupaya dalam melakukan upaya yang terbaik demi tercapainya tujuan bisnis perusahaan dalam masa-masa mendatang.
Baca juga: Baru saja memulai pekerjaan dan mendapat tawaran lain? Inilah yang harus Anda lakukan
2. Mengikuti rangkaian pelatihan
Selanjutnya, ada alasan pemberian uang insentif ketika karyawan secara aktif mengikuti berbagai pelatihan.
Apalagi, perusahaan umumnya mempunyai program peningkatan kualitas dengan mengikutsertakan karyawan dalam program pelatihan maupun sertifikasi sebagai delegasi.
Pihak perusahaan pun dapat melakukan inisiatif untuk memberikan insentif kepada para karyawan yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Tujuannya, agar mereka mempunyai semangat tinggi dalam mengikuti acara dan sekaligus dapat mengaplikasikan pengetahuan barunya demi kemajuan perusahaan.
3. Menjadi perwakilan kantor dalam sebuah acara
Pihak perusahaan bisa juga memberikan incentives bagi karyawan saat menugaskannya sebagai delegasi dalam sebuah acara.
Apalagi, acara tersebut memiliki manfaat penting bagi perusahaan. Misalnya, ketika karyawan diminta untuk menghadiri undangan klien dalam menghadiri sebuah acara.
Pemberian stimulus bagi karyawan yang terpilih sebagai perwakilan kantor, mendorong mereka untuk dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh semangat.
Mereka pun bakal selalu berupaya yang terbaik agar citra perusahaan tetap terjaga selama menjalankan tugas.
4. Memegang peran penting dalam menjaga kelangsungan bisnis
Terakhir, manfaat insentif bagi perusahaan adalah dapat membantu pengusaha dalam menjaga kelangsungan bisnis mereka.
Apalagi, bagi karyawan yang dianggap memiliki peran sentral dalam aktivitas bisnis perusahaan.
Pemberian stimulus tersebut menjadi bentuk rasa terima kasih perusahaan kepada karyawan.
Harapannya, karyawan dapat terus melanjutkan peran pentingnya sehingga memberikan manfaat yang lebih besar kepada perusahaan.
ΓüáSyarat Pemberian Insentif
Incentive mempunyai kemiripan dengan bonus. Salah satu kemiripannya adalah karena tidak semua karyawan memiliki hak untuk menerima insentif dari perusahaan.
Terdapat persyaratan yang perlu dipenuhi sehingga seorang karyawan memiliki hak untuk menerimanya.
Oleh karena itu, perusahaan umumnya menetapkan indikator terkait karyawan yang berhak menerima apa itu insentif kerja.
Terdapat beberapa parameter yang umumnya digunakan dalam penilaian penerima insentif dari pihak perusahaan, yaitu:
1. Prestasi kerja
Faktor pertama yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menetapkan penerima insentif adalah prestasi kerja.
Perusahaan ingin memberikan insentif, baik yang berupa uang maupun barang, kepada karyawan yang mereka anggap memiliki capaian kerja sangat baik.
Ada beberapa contoh capaian kerja yang kemudian membuat seorang karyawan berhak mendapatkan incentive dari kantor, di antaranya adalah:
- Berhasil melakukan penjualan produk jauh melebihi target
- Mengembangkan produk yang inovatif
- Mampu mengimplementasikan sistem operasional kantor yang efektif dan efisien
2. Jam kerja pegawai
Parameter selanjutnya yang kerap menjadi pertimbangan pemberian stimulus kepada karyawan adalah jam kerja.
Perusahaan memiliki kecenderungan untuk memberikan insentif dengan nilai lebih besar kepada mereka yang mempunyai jam kerja lebih banyak.
Hanya saja, dalam praktiknya parameter jam kerja pegawai tidak berlaku secara mutlak.
Perusahaan kerap pula memperhatikan aspek lain, termasuk di antaranya adalah efektivitas serta efisiensi kerja karyawan.
3. Pengalaman pegawai
Aspek selanjutnya yang menjadi perhatian lebih bagi perusahaan saat memberikan gaji insentif adalah tingkat pengalaman kerja karyawan.
Perusahaan akan memberikan alokasi insentif yang lebih banyak bagi karyawan dengan tingkat pengalaman tinggi.
Pemberian incentive bagi karyawan berpengalaman ini memiliki tujuan tertentu.
Harapannya, karyawan tersebut dapat memanfaatkan pengalamannya untuk bisa bekerja secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, keberadaan pegawai berpengalaman juga dapat menjadi panutan bagi karyawan baru.
Mereka bisa memberikan teladan dan membagikan pengalamannya kepada mereka. Dengan begitu, karyawan baru bisa mendapatkan insight penting dari pegawai berpengalaman.
4. Kebutuhan staf
Selanjutnya, perusahaan bakal aktif dalam memberikan insentif ketika mereka ingin mempertahankan keberadaan karyawan.
Nilai incentive tersebut dapat meningkat, terutama jika ditujukan kepada karyawan yang mempunyai talenta tinggi.
Harapannya, keberadaan insentif dari perusahaan dapat mendorong keinginan para talenta tinggi tersebut untuk bertahan.
Secara keseluruhan, perusahaan pun menginginkan agar karyawan betah dan menurunkan turnover.
Kamu perlu tahu bahwa tingkat turnover tinggi sangat merugikan perusahaan. Kerugian tersebut di antaranya adalah:
- Biaya tinggi. Apalagi, perusahaan perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk setiap proses perekrutan karyawan baru.
- Citra perusahaan yang memburuk. Turnover yang tinggi dapat pula berdampak pada citra perusahaan. Perusahaan jadi lebih sulit mencari karyawan baru bertalenta tinggi dan bisa pula berdampak pada aktivitas bisnis.
- Mengganggu operasional bisnis. Tak kalah penting, turnover bisa berdampak buruk pada operasional bisnis perusahaan. Perusahaan dapat mengalami kekurangan tenaga kerja karena banyaknya karyawan yang resign.
5. Keadilan dan kesesuaian
Aspek yang tak kalah penting berkaitan dengan pemberian stimulus adalah keadilan dan kelayakan karyawan.
Perusahaan biasanya mempunyai sistem penilaian keadilan dan kelayakan tersendiri yang kemudian dapat digunakan untuk menilai karyawan yang layak dan berhak mendapatkan insentif.
Transparansi dalam penilaian punya peran yang sentral dalam pemberian incentive. Tujuannya, biar perusahaan benar-benar memberikan imbalan yang layak dan dilakukan secara tepat.
Dengan begitu, tidak ada kecemburuan sosial di antara para karyawan yang kemudian berdampak pada kondusifitas lingkungan kerja.
6. Penilaian jabatan karyawan
Parameter selanjutnya yang kerap menjadi penilaian perusahaan dalam menentukan insentif karyawan adalah jabatannya.
Mereka yang memiliki jabatan tinggi, umumnya bisa memperoleh insentif yang lebih banyak.
Jabatan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, mereka yang mempunyai jabatan tinggi bisa memberikan dampak yang lebih besar terhadap perusahaan dibandingkan karyawan dengan jabatan rendah.
Dengan pertimbangan tersebut, perusahaan bersedia memberikan insentif tinggi bagi karyawan yang punya jabatan tinggi.
Hal ini pun membuat karyawan pada jabatan yang rendah termotivasi untuk bekerja lebih giat dan optimal biar bisa naik jabatan.
- Andrew F. Sikula
-