Garis besar topik

  • Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Salam sejahtera untuk kita semua 

    Tabik pun.......

    Selamat datang Rekan Rekan Mahasiswa yang saya banggakan. Semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan dalam Lindungan Allah SWT.

    Selamat datang di mata kuliah  Manajemen Kompensasi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya. Mata kuliah ini ditujukan bagi peserta didik yang sedang mengambil program S1 Sarjana pada rumpun Ilmu Ekonomi dan Bisnis, terutama terkait dengan kosentarasi Sumber Daya Manusia.

    Mata kuliah Manajemen Kompensai (teori) merupakan matakuliah pilihan yang wajib diambil sebagai syarat pemenuhan sks sesuai dengan kurikulum berjalan. Matakuliah ini memiliki bobot 2 sks.  Total pertemuan 16 kali sudah termasuk UTS dan UAS. Detail pembelajaran selama 1 semester dapat dilihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan telah saya sajikan di laman LMS.  Mata kuliah ini mempelajari tentang Konsep Manajemen Kompensasi, Kompensasi Upah, Keamanan dan Kesehatan, 

    Strategi Kompensasi Dalam Meningkatan Kinerja Karyawan, Motivasi, Komitmen dan Engagement serta sistem Imbalan, Kompensasi Insentif, Kompensasi Tunjangan, Kompensasi Pelengkap, 
    Kompensasi Gaji, Kompensasi Pensiun, Kompensasi Tabungan Hari Tua, Organisasi Karyawan sebagai
    Determinan Kompensasi, Pasar Tenaga Kerja dan Pekerjaan sebagai Determinan Kompensasi finansial, 
    Peraturan Perundang-undangan dan isu terkait Kompensasi, Sistem Kompensasi dengan Hubungan Industrial.

    Semoga mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, tetap semangat dan mendapatkan hasil yang memuaskan di matakuliah Manajemen Kompensasi ini. Dan Allah SWT akan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses belajar mengajar.... Amin
    Wassalamualaikum wr.wb

    beautiful photo


    • I. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
      Sikap
      1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius
      2. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.

      Keterampilan Umum:
      3. Menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau
      implementasi ilmu pengetahuan dan/atau teknologi sesuai dengan bidang manajemen.
      4. Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya
      dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri

      CP Keterampilan Khusus
      5. Mampu merumuskan fungsi manajeman pada level operasional di berbagai tipe organisasi.
      6. Mampu menyusun rencana strategi pengelolaan SDM
      7. Mampu melakukan fungsi kontrol dan evaluasi atas kegiatan operasional SDMNo. 4.FM-D2.04.03

      CP Pengetahuan
      8. Menguasai konsep teoritis, metode dan perangkat analisis fungsi manajemen dan fungsi
      organisasi pada berbagai jenis organisasi
      9. Menguasai konsep dan teknik menyusun rencana strategis dan menjabarkannya dalam rencana
      operasional.

      II. Capaian Pembelajaran Matakuliah (CPMK)
      Mahasiswa memiliki kemampuan merancang kompensasi karyawan di perusahaan yang bergerak di bidang industri barang dan jasa.

      III. Deskripsi Matakuliah : 
      Mata kuliah ini membahas tentang model, konsep dan pendekatan untuk merancang, menyusun dan merumuskan rencana kompensasi untuk karyawan pada suatu perusahaan 

  • Ruang Lingkup Manajemen Kompensasi
    1. Pengertian Manajemen Kompensasi
    2. Filosofi Manajemen Kompensasi
    3. Tujuan Manajemen Kompensasi
    4. Pentingnya Kompensasi
    5. Tujuan Manajemen Kompensasi

    • 1 Konsep Manajemen Kompensasi

       1.1.1 Pengertian Kompensasi

      Kompensasi akan menjadi tepat bila disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Ketidaksesuaian kompensasi dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenagakerjaan di kemudian hari, menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Pemberian kompensasi tergantung kebijakan pimpinan, kemampuan perusahaan maupun manajemen perusahaan (Muljani, 2002). Karena kompensasi memang dirancang untuk keberhasilan bersama. Dengan kompensasi karyawan termotivasi untuk memberikan kinerja terbaiknya, dengan demikian perusahaan memperoleh keuntunganyaitu efektivitas dan produktivitas kerja karyawan. Tingkat kompensasi menentukan skala kehidupan ekonomi karyawan, status dan harga kerja karyawan (Rachmawati, 2015; Manggala dan Ditha, 2016).  

      Beberapa konsep, definisi dan batasan tentang Kompensasi dikemukakan oleh beberapa ahli.

      Kompensasi memiliki arti yang lebih luas daripada upah atau gaji (Yuliannisa, et al., 2018).

      Kompensasi dapat diberikan secara bervariasi, bisa berupa kompensasi variabel, gaji, upah, pembagian keuntungan (Muljani, 2002).

      Kompensasi menjadi bentuk pengganti dari kontribusi kinerja maupun jasa yang diberikan karyawan untuk perusahaan (Rumenda, 2018; Silviyanty, 2019). Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan (Nofriandi, 2016;

      Abadiyah and Purwanto, 2016). Compensation can be defined to include ΓÇ£all forms of financial returns and tangible services and benefits employees receive as part of an employment relationship (Gerhart, 2017).

      Kompensasi berkaitan dengan hubungan kerja yang mencakup semua bentuk financial returns, tangible services dan manfaat yang karyawan terima. Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Hasibuan, 2010).

      Menurut Mujanah (2019) kompensasi adalah bentuk penghargaan atau imbal jasa dari organisasi yang diberikan kepada karyawan karena telah menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya atau telah mencapai standart atau target yang ditetapkan. Kompensasi merupakan semua bentuk pengembalian dalam bentuk keuangan, jasa yang berkaitan dengan hubungan kerja dan manfaatnya dirasakan nyata oleh karyawan (Wati et al., 2016).  

      Kompensasi diistilahkan pula sebagai remuneration yang diartikan sebagai imbalan yang mencakup semua pengeluaran perusahaan yang ditujukan untuk pekerja, baik secara langsung, rutin  maupun tidak langsung (Rahmawati & Setyanto, 2015). Menurut Kadarisman (2016) Compentation is what employee receive in exchange of their work. Wheather hourly wages or periodeic salaries, the personnel department usually design and administers employee compentation.

      Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Hasibuan, 2010). Kelechi et al. (2018) mendefinisikan kompensasi sebagai pembayaran tunai (direct cash payment) dan indirect payment (pembayaran tidak langsung) dalam bentuk tunjangan dan insentif bagi karyawan yang dimaksudkan agar karyawan termotivasi dan mencapai produktivitas tinggi. Compensation which includes direct cash payment, indirect payments in the form of employee benefits and incentives to motivate employees to strive for higher levels of productivity is a critical component of the employment relationship. A good

      compensation package is a good motivator. Hence, the primary responsibility of the HR manager is to ensure that the company's employees are well paid (Kelechi et al., 2018).

       

      1.1.2 Definisi Manajemen Kompensasi

       

      Kajian tentang manajemen kompensasi menjadi cukup kompleks karena banyak dimensi yang

      terdapat di dalamnya dan sensitivitas permasalahan yang berhubungan dengan manajemen kompensasi, mengingat fungsinya sebagai penopang kebutuhan dasar karyawan dan program manajemen kompensasi mempengaruhi loyalitas serta kepuasan karyawan dalam bekerja. Pengelolaan kompensasi menjadi bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia karena keterkaitan kompensasi dengan kinerja karyawan dan kompensasi berkaitan dengan kontribusi kerja karyawan (Desiawandini & Fuadi, 2018; Simamora, 2006). Pemberian kompensasi bagi karyawan menjadi fungsi strategik sumber daya manusia yang mempengaruhi fungsi-fungsi sumber daya manusia lainnya. Dengan kompensasi, karyawan mendapatkan imbalan atas pengorbanan berbentuk pekerjaaan.

       

      Sistem kompensasi yang baik akan mampu memberikan jaminan kepuasan bagi karyawan,

      sehingga organisasi atau perusahaan akan mendapatkan karyawan yang memiliki sikap dan perilaku positif serta produktif dalam bekerja demi kepentingan perusahaan (Mujanah, 2019). Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia yang berhubungan dengan semua jenis pemberian pengharagaan indicidual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas. Employee Compensation adalah semua bentuk imbalan atau bayaran kepada karyawan dari perusahaan, sebagai akibat dari hubungan kerja karyawan dengan perusahaan (Dessler, 2015). Kompensasi adalah total dari semua penghargaan yang diberikan kepada pegawai sebagai imbalan atas jasa mereka kepada organiasi (Sinambela, 2018). (Hasibuan, 2010). Menurut Adeoye and Elegunde (2014), manajemen kompensasi telah menjadi fenomena global yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasi serta tujuan individual karyawan, yang digunakan sebagai alat untuk mengontrol keterlibatan karyawan dalam pekerjaan. 

      Manajemen kompensasi merupakan kegiatan perusahaan yang merancang, mengelola serta mengatur imbal jasa terhadap pekerja atau karyawannya yang telah melakukan pekerjaan dan menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, dengan bentuk yang imbalan yang adil, obyektif, terbuka sesuai kontribusi karyawan, sehingga penerima kompensasi yaitu karyawan mendapatkan kepuasan (Mujanah, 2019). Sedangkan Mujanah (2019) mendefinisikan Sistem Kompensasi sebagai sistem yang terdiri dari komponenkomponen kompensasi yang meliputi penentuan besaran kompensasi, cara pemberiannya, cara menghitung besaran kompensasi imbalan ataupun balas jasa.

      Manajemen Kompensasi menyiratkan struktur kompensasi yang mendorong karyawan memberikan kinerja terbaiknya dengan bekerja lebih keras dan membantu mendorong suasana kompetitif dalam perusahaan (Patnaik & Padhi, 2012). 

      1.2 Ruang Lingkup Manajemen Kompensasi

      1.2.1 Fungsi Manajemen Kompensasi

      Salah satu fungsi utama manajemen kompensasi perusahaan adalah menciptakan persaingan yang ketat diantara para karyawan untuk mencapai efisiensi dan memberikan peluang kepada karyawannya. One of the key functions of compensation management of any company is to create a hearty competition among the employees in order to attain more efficiently and provide growth opportunities to its employees (Khan, Aslam, & Lodhi, 2011). Secara historis penelitian-penelitian di bidang ekonomi khususnya tentang kompensasi telah lama berfokus pada tingkat gaji, maka perlu pengembangan pembahasan pada kompensasi PFP (Pay For Performance) (Gerhart, 2017).

      Dari berbagai pendapat tentang kompensasi, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup dalam manajemen kompensasi meliputi:

      1. Pemenuhan kebutuhan ekonomi

      2. Meningkatkan produktivitas kerja

      3. Memajukan organisasi atau perusahaan

      4. Menciptakan keseimbangan dan keahlian

      1.2.2 Type Of Compensation

      Hidayat (2020) mengemukakan bahwa Compensation is a complex and difficult thing, hal ini disebabkan kompensasi menyangkut dasar kelayakan, logika rasional, berkaitan dengan faktor emosional karyawan. Maka sebagai bentuk pertanggung jawaban perusahaan maka sistem kompensasi yang dbuat dengan memperhatikan sistem penilaian kinerja karyawan. Secara garis besar terdapat tiga tipe kompensasi (Type Of Compensation) antara lain:  

      1. Job Based 

      Tingkat pembayaran penggajian pada setiap karyawan bisa berbeda disebabkan oleh tanggung jawab akan pekerjaannya. Pada struktur berbasis pekerjaan berfokus pada nilai pekerjaan (yang akan menentukan nilai relatif suatu pekerjaan sesuai struktur organisasinya), bagaimana pekerjaan tersebut dihargai, bagaimana menerjemahkan pekerjaan dengan nilainya, sehingga struktur dasar gaji karyawan berdasarkan posisiny  atau based on their job position (Rachmat & Putranto, 2019).

       2. Skill Based

      Penilaian kompensasi yang didasarkan pada kemampuan, kompetensi, pengetahuan, pengalaman pada setiap karyawan menawarkan kemampuan beradaptasi untuk menyesuaikan bakat dengan lingkungan kerja yang terus ditingkatkan (Gerhart, 2017). Skema penggajian dengan skill based biasanya dilakukan jika perusahaan memiliki beragam divisi, keahlian yang dimiliki beberapa kelompok sangat jarang ditemukan sehingga perlu mendapatkan gaji lebih besar dikarenakan kelebihan skill atau keahlian karyawan tersebut, namun kelemahannya adalah sulitnya menentukan keadilan karena perbedaan gaji yang diterima karyawan yang belum atau tidak memiliki keahlian (Mujanah, 2019).

      3. Team Based

      Penilaian kompensasi berdasarkan team performance atau kinerja tim akan lebih efektif dalam memotivasi tim yang lemah. Hal ini karena identitas tim yang kuat akan menghasilkan output tertinggi, incremental performance yang lebih tinggi daripada first performance-based reward strategy (Hidayat, 2020). Blazovich (2008) menemukan bahwa kombinasi kinerja berbasis tim dan kinerja individu dapat menghasilkan kinerja tertinggi.

      1.3 Tujuan Manajemen Kompensasi

      Tujuan utama menjadi karyawan adalah untuk memperoleh kompensasi sehingga karyawan dapat memenuhi kebutuhannya secara layak, mendapatkan status sosial dan dihargai hasil kerjanya. Namun pemberian kompensasi seringkali menjadi pertentangan antara perusahaan dengan karyawan. Dalam perspektif perusahaan atau manajemen, kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam memberikan imbalan. Sedangkan dalam perspektif karyawan, kompensasi adalah harapan karyawan akan penghargaan organisasi atau perusahaan terhadap kontribusi kerjanya. Oleh karena itu, pemberian kompensasi perlu mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain kebutuhan karyawan, nilai dari pekerjaan karyawan, unsur motivasi yang terdapat dalam kompensasi (Kadarisman, 2016). Secara garis besar, tujuan manajemen kompensasi adalah memberikan penghargaan dengan merumuskan dan menerapkan strategi maupun kebijakan kepada karyawan secara adil, merata, dan konsisten sesuai dengan nilainya bagi organisasi (Adeoye & Elegunde, 2014).

      1.3.1 Tujuan Pemberian Kompensasi

      Tujuan Pemberian Kompensasi

      1. Perusahaan saling bersaing di pasar tenaga kerja untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas, karenanya diperlukan kompensasi yang kompetitif.

      2.   Kompensasi yang kompetitif akan mampu mempertahankan karyawan yang potensial dan

            berkualitas, dan menghindari pembajakan karyawan.

      3.  Administrasi kompensasi dapat memenuhi keadilan sehingga menjaga harmonisasi hubungan

           perusahaan dg karyawan

      4.  Kompensasi yang layak, adil akan memperbaiki sikap dan perilaku yg tdk menguntungkan         dan memenuhi produktivitas kerja.

      5. Program kompensasi yang rasional membantu perusahaan untuk mendapatkan dan         mempertahankan Sumber daya manusia pada tingkat biaya yang layak.

      Rachmawati (2015) menyebutkan tujuan pemberian kompensasi kepada karyawan, antara lain :

      1. Mendapatkan karyawan yang berkualitas. Pada pasar tenaga kerja terjadi persaingan ketat untuk mendapatkan karyawan berkualitas dan memenuhi standar, sehingga untuk menarik calon karyawan berkualitas perlu dirancang tingkat kompensasi yang mampu merangsang calon pelamar. Tingkat pembayaran haruslah responsive dengan suplay dan permintaan pada pasar tenaga kerja (Manggala & Ditha, 2016). Dengan penawaran akan kompensasi yang kompetitif, maka perusahaan akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar dalam proses seleksi karena besarnya jumlah pelamar yang masuk (Mujanah, 2019).

      Dengan demikian kompensasi yang layak dan kompetitif akan menentukan kualitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya berkaitan dengan efektivitas kinerja karyawan dan efisiensi anggaran organisasi (Dwianto et al., 2019).

      1. Mempertahankan karyawan yang sudah ada Kompensasi yang kompetitif akan mempertahankan karyawan yang berkualitas dan potensial agar tetap bekerja di perusahaan. Ini untuk mencegah kemungkinan tingkat perputaran kerja dan kasus pembajakan karyawan sehingga pindah ke perusahaan lain dengan iming-iming gaji tinggi (Rachmawati, 2015). Kompensasi yang tidak kompetitif mengakibatkan labor turn over tinggi, apalagi jika peraturan bagi karyawan juga tinggi (Silviyanty, 2019). labor turn over yang tinggi akan sangat merugikan perusahaan, karena pengorbanan yang dikeluarkan sejak proses rekrutmen, pelatihan yang diberikan, dan kekosongan posisi yang ditinggalkan, apalagi jika yang keluar adalah karyawan dengan kompetensi yang tinggi atau potensial (Mujanah, 2019). Besarnya kompensasi harus diusahakan sehingga mampu mengikat pegawainya. Hal ini sangat penting sebab bila kompensasi yang diberikan pada pegawainya tersebut terlalu kecil bila dibandingkan dengan organisasi lain pada umumnya, maka bila ada kesempatan hal ini menimbulkan kecenderungan pindahnya pegawai tersebut ke organisasi lain.

      2. Menjamin keadilan. Karyawan akan termotivasi bekerja manakala imbalan yang didistribusikan mengandung keadilan (Simamora, 2006). Program kompensasi yang baik akan mampu memberikan keadilan internal dan keadilan eksternal. Administrasi kompensasi diharapkan memberikan jaminan akan terpenuhinya rasa keadilan pada hubungan antara manajemen dengan karyawan (Rachmawati, 2015).

      3. Perubahan sikap dan perilaku Kompensasi yang layak dan adil hendaknya mampu memperbaiki sikap dan perilaku yang tidak menguntungkan serta mempengaruhi produktivitas kerja karyawan, yang tercermin pada rasa tanggung jawab, pengalamman, kesetiaan, motivasi untuk berprestasi (Rachmawati, 2015).

      4. Penghargaan Terhadap Perilaku yang Diinginkan Pembayaran hendaknya memperkuat perilaku yang diinginkan dan bertindak sebagai insentif untuk perbaikan di masa depan, rencana kompensasi efektif, menghargai kinerja, ketaatan, pengalaman, tanggumg jawab dan perilaku-perilaku lainnya. Program kompensasi dapat pula berupa penghargaan terhadap perilaku positif yang diperlihatkan karyawan dan perilaku tersebut diinginkan perusahaan. Penghargaan yang diberikan dapat berupa insentif, bonus, atas effort dan kontribusinya terhadap perusahaan, misalnya dapat berupa pemberian kompensasi atas work ethic, disiplin kerja, tanggung jawab dan sebagainya (Mujanah, 2019).

      6. Efisiensi biaya. Program kompensasi yang rasional akan membantu perusahaan untuk    memperoleh dan mempertahankan sumber daya manusia pada tingkat biaya yang layak, kompetitif,  sehingga diperoleh peningkatan etos kerja karyawan. Kompensasi harus memiliki dasar yang logis, rasional dan dapat dipertahankan karena menyangkut banyak faktor emosional dari sudut pandang para pegawai. Pengelolaan kompensasi secara efektif disertai pengukuran kinerja, akan menimbukan kepuasan, menurunkan tingkat labor turn over.(Mujanah, 2019) Manajemen kompensasi yang efektif akan memberikan pekerja kompensasi yang sesuai atau bahkan diatas standart ((Sinambela, 2018).

      7. Administrasi Legalitas. .  Administrasi kompensasi juga memiliki batasan legalitas karena diatur oleh pemerintah dalam bentuk Undang-undang, yang bertujuan agar perusahaan atau organisasi tidak sewenang-wenang memperlakukan asset perusahaan yaitu karyawan. Legalitas faktor yang dipertimbangkan perusahaan akan dapat menjamin kebutuhan dasar karyawan (Sinambela, 2018). Indonesia telah memiliki Undang-Undang Ketenagakerjaan no. 13 tahun. 2003, yang membahas tentang besaran kompensasi karyawan (Mujanah, 2019).

      8. Terbuka dan Transparan. Sistem kompensasi yang terbuka dan transparan (fairness) akan membuat karyawam mudah memahami dan mengetahui komponen-komponen kompensasi yang akan diterima karyawan sehingga program kompensasi menjadi efektif dan mampu memotivasi karyawan untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya, meningkatkan kinerja dan memperoleh kepuasan kerja.

      9. Meningkatkan Efesiensi Administrasi. Sistem kompensasi yang dikelola secara efektif dan efisien akan membuat sistem informasi sumber daya manusia menjadi sistematis, terintegrasi antara satu unit dengan unit yang lain (Mujanah, 2019), meskipun tujuan ini menjadi pertimbangan sekunder, namun efisiensi administrasi pada program upah dan gaji harus dirancang efisien (Sinambela, 2018; Manggala and Ditha, 2016). Disadari atau tidak, kompensasi menjadi faktor penting untuk memotivasi dan memberikan kepuasan kerja (Kadarisman, 2016). Tujuan utama dari fungsi kompensasi adalah menciptakan sistem penghargaan yang dapat diterima kedua belah pihak, sehingga terjalin hubungan harmonis.

      Karenanya Adeoye and Elegunde (2014) menyebutkan secara ringkas tujuan manajemen kompensasi, antara lain :

      1. Kompensasi harus mampu menarik orang-orang yang tepat dalam hal kualifikasi dan

      2. pengalaman seperti yang dipersyaratkan oleh organisasi dalam jumlah yang cukup.

      3. Setiap orang harus diperlakukan secara adil sehubungan dengan jumlah yang dibayarkan sesuai dengan usaha, kemampuan, keterampilan dan pelatihan yang diperolehnya

      4. Pembayaran, tunjangan, dan hadiah lainnya harus memberikan paket hadiah total yang wajar.

      5. Menyediakan karyawan dengan rasa keamanan finansial melalui asuransi dan skema pensiun.

      6. Gaji sesuai kemampuan organisasi, dan pemberian insentif yang memotivasi produktivitas kerja karyawan

      7. Gaji harus dapat mencegah karyawan yang berharga meninggalkan organisasi

      8. Gaji harus mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar tenaga kerja dengan tetap mendorong produktivitas, agar biaya yang dikeluarkan perusahaan rendah.

      Dwianto, Purnamasari dan Tukini (2019) mengemukakan bahwa kompensasi menjadi hak karyawan karena telah memberikan tenaga, pikiran dan waktu agar mencapai kinerja yang ditentukan perusahaan, karenanya tujuan kompensasi perlu mempertimbangkan :

      1. Penghargaan akan prestasi kerja

      2. Jaminan keadilan

      3. Untuk mempertahankan karyawan

      4. Memperoleh karyawan yang berkualitas


  • Kompensasi Upah, Keamanan dan Kesehatan

    1.Pengertian Upah
    2.Proses penentuan upah
    3. Faktor-faktor yang menentukan besarnya tingkat upah konpensasi karyawan

    • Upah Adalah: Arti, Sistem, dan Perbedaannya dengan Gaji


      article thumbnail

      Contoh dan Sistem Upah di Indonesia

      Penentuan kompensasi yang diterima pekerja perlu diatur dengan sistem upah. Sistem ini adalah strategi atau kebijakan dalam pengaturan upah.

      Ada beberapa sistem penentuan upah di dunia kerja.  Secara umum, sistem tersebut diatur berdasarkan beberapa poin berikut ini. 

      1. Sistem Upah Berdasarkan Waktu Kerja

      Sistem upah yang pertama dan sangat lazim diterapkan ialah penentuan berdasarkan waktu kerja. Upah dapat dihitung dalam hitungan jam, hari, minggu, atau bulan.

      Salah satu contoh upah harian ialah upah yang diterima oleh pekerja pabrik atau upah lembur yang dihitung berdasarkan perhitungan jam.

      2. Sistem Upah Berdasarkan Hasil

      Ada juga perusahaan yang menghitung upah berdasarkan hasil. Sistem ini umum diterapkan di perusahaan industri atau perusahaan manufaktur.

      Perusahaan memberikan upah sesuai dengan hasil produksi yang dicapai oleh setiap pekerja. Semakin banyak seorang pekerja menyelesaikan hasil produksi, semakin besar pula upah yang akan diterimanya.

      Di samping perusahaan manufaktur, pekerja UMKM di industri kerajinan juga kerap diberi upah berdasarkan hasil kerajinan yang diselesaikannya. Kadang wartawan pun dibayar dengan sistem upah berdasarkan hasil, yaitu sesuai berita yang ia tulis.

      Dengan demikian, upah yang diterima oleh satu karyawan dengan karyawan lainnya mungkin berbeda tergantung hasil kerja atau produktivitas masing-masing.

      3. Sistem Upah Borongan

      Berbeda dengan dua sistem sebelumnya, upah borongan didasarkan pada volume pekerjaan yang disepakati antara pekerja dan pengusaha di awal. Upah borongan adalah upah keseluruhan pekerjaan sejak awal sampai pekerjaan tersebut selesai.

      Dengan kesepakatan ini, kemungkinan besar tidak akan ada tambahan upah di luar perjanjian awal.

      Sistem ini banyak diterapkan dalam proyek pembangunan. Pekerja yang terlibat umumnya pekerja lepas dan upah yang diberikan merupakan perhitungan keseluruhan untuk pekerjaan pembangunan hingga selesai.

      Ketiga jenis sistem tersebut ialah sistem pengelolaan umum dalam penentuan upah. Meskipun begitu, masih ada sistem lain seperti sistem upah co-partnership dan premi.

      Dalam sistem co-partnership, upah yang diberikan kepada pekerja berbentuk saham atau obligasi perusahaan. Perusahaan yang menerapkan sistem ini umumnya berharap karyawan bisa makin produktif sebab adanya kepemilikan atas perusahaan.

      Kemudian, sistem premi adalah upah yang mungkin diterima pekerja karena bekerja di luar kelaziman. Contoh upah dengan sistem premi, misalnya bekerja di luar jam kerja, melakukan pekerjaan yang sangat berbahaya, atau mempunyai keterampilan khusus.

      Jenis Upah

      Kamu sudah mengetahui pengertian, sistem, dan contoh upah, kini saatnya mengenali jenis-jenis upah. Berikut ini penjelasannya.

      1. Upah Nominal atau Money Wages

      Upah nominal adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada pekerja secara tunai sebagai imbalan atas jasa atau pelayanan sesuai dengan perjanjian. 

      Karena itu, upah nominal sering juga disebut money wages sehubungan dengan pemberiannya memang dalam bentuk uang.

      Biasanya, tidak ada tambahan atau keuntungan lain yang ditambahkan ke dalam jenis upah yang satu ini.

      2. Upah Nyata atau Real Wages

      Upah nyata atau real wages adalah upah yang benar-benar harus diterima oleh seseorang yang berhak. Penentuan upah nyata biasanya berkaitan erat dengan daya beli pekerja yang bersangkutan.

      Tentunya, daya beli ini dipengaruhi oleh besaran upah yang diterima oleh pekerja serta biaya hidup yang diperlukan.

      Berbeda dengan upah nominal, upah nyata tidak selalu diterima dalam bentuk uang. Kadang jenis upah ini diberikan dalam wujud fasilitas yang setara dengan nilai uang yang seharusnya diberikan.

      3. Upah Hidup

      Bukan tanpa alasan jenis upah ini disebut upah hidup, yaitu karena upah yang satu ini harus relatif cukup membiayai keperluan hidup yang luas. 

      Artinya, tidak hanya sebatas bisa memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga dapat menyelesaikan kebutuhan sosial keluarga seperti pembayaran premi asuransi jiwa, dana pendidikan, dan lain-lain.

      4. Upah Minimum atau Minimum Wages

      Upah minimum merupakan batas upah paling kecil yang harus diberikan pemberi kerja kepada penerima kerja supaya pekerja bisa memenuhi kebutuhannya. Maka dari itu, cost of living perlu diperhatikan dalam penentuan upah minimum.

      Adapun tujuan pemberlakukan upah minimum, antara lain:

      • Menonjolkan peran tenaga kerja sebagai subsistem kreatif dalam suatu sistem kerja
      • Melindungi kelompok kerja dari sistem pemberian upah yang kurang adil atau kurang memuaskan
      • Mendorong adanya pemberian upah yang sesuai dengan nilai pekerjaan setiap pekerja
      • Mengupayakan terjaminnya ketenangan dalam bekerja

      5. Upah Wajar atau Fair Wages

      Sesuai namanya, upah wajar adalah upah yang nominalnya dianggap cukup wajar baik oleh pengusaha maupun pekerja sebagai imbalan jasa atau tenaga pekerja untuk perusahaan.

      Besaran upah wajar ini tentu bervariasi dan ada dalam rentang upah minimum dan upah hidup. Pemberian upah wajar diperkirakan cukup untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan karyawan beserta keluarganya.

      Bentuk Upah

      Meskipun upah lazim diberikan dalam bentuk uang, KUH Perdata pasal 1601-p mengatur tentang hal ini dan menyebutkan bahwa upah dapat berbentuk hal lain sebagai berikut ini.

      • Upah dapat berbentuk bahan pangan, bahan bakar, dan bahan penerangan.
      • Pakaian seragam atau seragam kerja.
      • Hasil perusahaan yang ditentukan bagi karyawan.
      • Sejumlah nominal yang diberikan selama masa cuti dan lain-lain.

      Nah, terkait upah yang berbentuk uang, pasal 1602h menyebutkan bahwa upah harus dibayarkan dengan alat pembayaran yang sah, yaitu mata uang Indonesia. Apabila upah ditetapkan dengan mata uang asing, perhitungannya didasarkan pada kurs pada waktu serta tempat pembayaran.

      Kesimpulan

      Setiap orang yang bekerja tentu mengharapkan kompensasi atau imbalan, baik dalam bentuk gaji ataupun upah. Sebelumnya, kamu telah mengetahui pengertian upah dan gaji.

      Upah adalah uang atau hal lain yang diberikan kepada pekerja sebagai imbalan atau kompensasi atas tenaga yang dikeluarkannya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

      Sementara itu, gaji adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan pada waktu yang tetap. Dari pengertian tersebut, sudah terlihat bahwa perbedaan gaji dan upah salah satunya dari aspek bentuk.

      Gaji selalu diberikan dalam bentuk uang, sedangkan upah mungkin diberikan dalam wujud barang berharga lain, seperti saham, obligasi, emas, bahan pangan, bahan bakar, bahan penerangan, dan lain-lain.

      Lalu, sistem upah dan gaji juga relatif berbeda dari sisi waktu pemberian. Gaji rata-rata diberikan setiap bulan. Namun, tidak ada waktu tetap untuk pemberian upah sebab biasanya tergantung waktu penyelesaian pekerjaan.

      Upah juga memiliki perhitungan tersendiri, yaitu ada yang didasarkan pada waktu kerja, hasil kerja, atau borongan. Hal ini umumnya ditetapkan dan disepakati sebelum pekerjaan dimulai.

      Sebagai pemilik usaha, penting sekali untuk memahami sistem, contoh, dan jenis upah. Dengan begitu, kamu dapat memberikan upah yang adil bagi karyawan. 

    • Silahkan untuk memberikan analisa tentang video di pertemuan ke 2.

      Tulis jawaban anda di laman ini.

  • Strategi Kompensasi dalam meningkatkan Kinerja karyawan

    1. Kinerja karyawan kaitannya dengan kinerja organisasi

    2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan

    3.Strategi manajemen kompensasi sebagai pendorong kinerja karyawan dan kinerja organisasi dalam perusahaan



    • Strategi Kompensasi Karyawan: Arti, Tujuan, Komponen Utama, dan Cara Membuat

      strategi kompensasi

      Menurut laman AIHR, strategi kompensasi karyawan adalah sebuah rencana untuk menentukan imbalan atau manfaat, serta gaji karyawan agar sesuai dengan tujuan perusahaan.

      Hal tersebut diperlukan guna merekrut dan mempertahankan karyawan yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan sikap sesuai dengan tugas yang dijalankannya.

      Tidak hanya itu, strategi ini juga dapat membantu perusahaan agar dapat beroperasi sesuai anggarannya. Alhasil, mereka bisa terhindar dari berbagai risiko kerugian.

      Tujuan Strategi Kompensasi

      tujuan strategi

      Strategi kompensasi tidak hanya ditujukan untuk menentukan imbalan karyawan. Justru, inisiatif tersebut menawarkan beragam solusi strategis lain, seperti:

      1. Memberikan penghargaan kepada karyawan yang bekerja dengan baik

      Ketika karyawan mencapai tujuan tertentu dan menampilkan performa luar biasa, memberikan penghargaan berupa kompensasi dapat meningkatkan motivasi serta membuat mereka merasa dihargai.

      Sehingga, mereka takkan ragu untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan memberikan hasil lebih untuk perusahaan.

      2. Mendefinisikan nilai-nilai perusahaan

      Nilai-nilai perusahaan dapat tercermin dalam skema kompensasi. Sebagai contoh, perusahaan yang sangat memerhatikan kesehatan karyawan umumnya memberikan asuransi kesehatan tambahan.

      3. Meningkatkan reputasi perusahaan

      Kompensasi yang transparan dan sesuai dengan nilai-nilai perusahaan dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata karyawan dan masyarakat.

      4. Menarik karyawan berbakat

      Reputasi perusahaan yang baik melalui pemberian kompensasi yang memadai dapat menarik karyawan berbakat sesuai kebutuhan perusahaan.

      4 Komponen Utama Strategi Kompensasi di Perusahaan

      strategi kompensasi

      Ada empat komponen utama yang dapat membantu kamu merancang strategi kompensasi yang efektif:

      1. Upah pokok

      Upah pokok merupakan pendapatan utama dari pekerjaan yang dilakukan karyawan. Nilai ini biasanya disepakati selama proses rekrutmen dan menjadi dasar perhitungan pajak, asuransi, BPJS, dan sebagainya.

      2. Insentif

      Insentif diberikan ketika karyawan mencapai pencapaian di luar tugas utama, seperti program referral, bonus, pembagian keuntungan, dan pemberian saham.

      3. Benefit karyawan

      Benefit diberikan sebagai keuntungan tambahan, umumnya untuk kesejahteraan karyawan seperti asuransi kesehatan, dana pensiun, kendaraan perusahaan, hingga keanggotaan pusat kebugaran.

      Di era modern ini pun, karyawan bertalenta sudah pasti mengutamakan benefit. Penawaran upah tinggi saja takkan cukup menggaet loyalitas mereka.

      7 Cara Membuat Strategi Kompensasi Karyawan yang Efektif

      benefit

      1. Alokasi anggaran

      Strategi ini harus mencakup pendekatan organisasi dalam mengalokasikan uang kompensasi untuk gaji dan tunjangan. 

      Alokasi anggaran tersebut  menentukan jumlah diperuntukkan untuk gaji dan persentase yang dialokasikan untuk insentif lainnya. 

      Sebagai contoh, dari anggaran kompensasi sebesar Rp100.000.000, jika 90% untuk gaji dan 10% untuk tunjangan, perlu ditentukan pembagian 10% tersebut, seperti 7% untuk tunjangan kesehatan, 2% untuk tunjangan pensiun, dan 1% untuk bonus.

      2. Mengembangkan rentang gaji

      Pengembangan rentang gaji diperlukan untuk memastikan gaji karyawan tetap bersifat kompetitif. 

      Untuk itu, kamu bisa membuat perbandingan gaji antara setiap pekerjaan serupa dalam industri yang sama.

      Nah, untuk perusahaan kecil mungkin bisa membayar vendor untuk membantu mengembangkan rentang gaji. Sedangkan, perusahaan besar dapat melakukan penelitian secara internal.

      3. Melakukan audit gaji

      Melakukan audit gaji secara rutin sangat penting karena pasar terus berubah. 

      Rentang gaji harus mencerminkan tren kompensasi saat ini, terutama dalam sektor industri tertentu. Tujuannya adalah menentukan seberapa kompetitif pekerjaan yang diperlukan dan memahami tuntutan pasar eksternal.

      4. Tentukan total manfaat paket

      Banyak perusahaan menggunakan paket tunjangan selain gaji untuk menarik dan mempertahankan karyawan. 

      Paket ini mencakup tunjangan kesehatan, pensiun, penggantian uang sekolah, dan tunjangan lainnya.

      Nah, dengan investasi dalam paket tunjangan dapat menjadi daya tarik bagi karyawan, membantu mengendalikan turnover, dan mempertahankan karyawan yang berharga.

      5. Mengelola kinerja karyawan

      Proses manajemen kinerja terstruktur diperlukan untuk memastikan karyawan mencapai tujuan perusahaan.

      Hal ini akan melibatkan penilaian kinerja tahunan, pengembangan tujuan, dan proses pembinaan karyawan.

      Paket kompensasi ini dapat memengaruhi keterlibatan karyawan dan meningkatkan produktivitas positif.

      6. Menjaga kepatuhan hukum

      Strategi kompensasi yang baik harus bisa memerhitungkan persyaratan hukum untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap undang-undang negara.

      Hal ini bisa menghilangkan bias dalam keputusan perekrutan dan mendorong dewan direksi dalam mematuhi undang-undang terkait upah minimum atau upah lembur karyawan.

      7. Membuat administrasi terstruktur

      Struktur program kompensasi merupakan hal yang sangat penting.

      Kamu dapat melakukan pengembangan proses peninjauan tahunan, seperti audit gaji, timeline kenaikan gaji, dan penetapan tanggung jawab untuk semua bidang kompensasi.

      Strategi yang komprehensif dapat menjadi landasan untuk menciptakan keterlibatan karyawan yang kuat. 

      Sebab, keberhasilan bisnis tergantung pada perekrutan karyawan yang tepat, penetapan ekspektasi jelas, manajemen kinerja efektif, dan penghargaan yang adil terhadap karyawan berkinerja baik. 

    • Silahkan analisis video diatas dan buatkan analisis nya

  • Kompensasi insentif

    1. Pengertian insentif

    2. Tujuan insentif

    3. Jenis-jenis insentif


    • Apa Itu Insentif: Pengertian, Jenis, Tujuan Pemberian, dan Contohnya

      Insentif Adalah: Arti, Jenis, dan Manfaatnya

      Apa Itu Insentif? 

      Dalam pengertiannya secara umum, insentif adalah jenis tambahan penghasilan. 

      Pemberiannya bisa berupa uang tunai, barang, maupun fasilitas lain yang tujuan pemberiannya berguna untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. 

      Lebih lanjut, kamu dapat mengetahui pengertian insentif menurut para ahli sebagai berikut:

      • Andrew F. Sikula
        ΓüáDalam pendapatnya, Andrew F. Sikula mengungkapkan kalau gaji insentif adalah salah satu bentuk rangsangan pada sebuah kegiatan. Pemberiannya berguna untuk memperbaiki produksi.
        Γüá
      • Gorda
        ΓüáSelanjutnya, Gorda mengungkapkan kalau uang insentif adalah sarana dalam meningkatkan motivasi karyawan. Pemberiannya pun dilakukan dengan sengaja dengan harapan agar karyawan bisa lebih giat dan produktif dalam menyelesaikan pekerjaannya.
        Γüá
      • Heidjrachman
        ΓüáPengertian apa itu insentif kerja menurut heidjrachman merupakan salah satu bentuk tindakan dari perusahaan yang pemberiannya beda dari gaji atau upah. Tujuan pemberiannya adalah karena tingkat prestasi antar karyawan yang berbeda satu sama lain.
        Γüá
      • Samsudin
        ΓüáDalam penjabarannya, Samsudin mengemukakan kalau insentif adalah jenis upah atau gaji yang berbeda. Pemberiannya dilakukan bukan dengan memperhatikan jabatan, tetapi lebih berdasarkan pada prestasi kerja masing-masing karyawan.
        Γüá
      • Simamora
        ΓüáMenurut pendapat Simamora, pemberian insentif adalah program yang pelaksanaannya mempunyai kaitan erat dengan nilai pembayaran serta produktivitas karyawan di tempat kerja.
        Γüá
      • Hasibuan
        ΓüáDalam pendapatnya, Hasibuan mengungkapkan kalau pemberian insentif merupakan bentuk tambahan balas jasa. Pemberiannya ditujukan pada karyawan tertentu yang dianggap punya prestasi melebihi karyawan lain. Keberadaannya pun menjadi sarana perusahaan dalam menempatkan prinsip kompensasi yang adil.
        Γüá

      Perbedaan Insentif dan Bonus 

      Ilustrasi uang insentif untuk karyawan.

      Kamu mungkin bakal mengalami kesulitan dalam membedakan arti insentif dengan bonus. 

      Keduanya memang mempunyai kemiripan. Meski begitu, keduanya mempunyai perbedaan yang penting untuk kamu pahami.  

      Bonus umumnya merupakan jenis pemberian dari perusahaan yang sebelumnya tidak dijanjikan. 

      Selain itu, pemberiannya berlangsung setelah karyawan berhasil mencapai tujuan tertentu. 

      Contohnya adalah ketika mencapai target penjualan atau menyelesaikan proyek tepat waktu.  

      Sementara itu, arti insentif dalam kerja adalah jenis pemberian yang sudah menjadi bagian dari skema pembayaran kesejahteraan karyawan. 

      Pemberian insentif dilakukan berdasarkan performa dan mempunyai kaitan erat dengan target tertentu yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. 

      Dari penjabaran tersebut, kamu bisa mengetahui perbedaan insentif dan bonus yang paling utama terletak pada cara dan manfaat pemberian insentifnya. 

      Perusahaan memberikan bonus setelah berhasil mencapai tujuan. Sementara itu, pemberian insentif menjadi tambahan penghasilan bagi karyawan yang didapatkan sebagai dorongan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.
      Γüá

      Jenis-jenis Insentif 

      Ilustrasi uang insentif untuk karyawan perusahaan.

      Setelah memahami arti insentif, kamu dapat mengenalnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

      1. Social incentive 

      Pertama adalah jenis insentif yang bersifat sosial. Pemberian insentif sosial umumnya jarang disadari oleh para karyawan. 

      Beberapa contoh insentif karyawan yang berupa jenis insentif sosial antara lain:

      • Acara family gathering yang diadakan oleh kantor
      • Pelaksanaan makan malam bersama di kantor
      • Penghargaan karyawan berprestasi yang diumumkan secara terbuka di lingkup perusahaan
      • Pelaksanaan aktivitas outbound untuk mendekatkan hubungan antara masing-masing karyawan 

      2. Financial incentive atau insentif finansial 

      Ada pula insentif finansial yang pemberiannya berupa uang, baik yang berwujud digital atau tunai. Pihak perusahaan melakukan pemberian insentif finansial di luar gaji pokok. 

      Insentif finansial juga kerap jadi pilihan perusahaan karena pelaksanaannya yang relatif mudah dan efektif dalam mendongkrak performa karyawan.  

      Ada banyak contoh pemberian insentif finansial yang bisa diberikan oleh pihak perusahaan, termasuk di antaranya adalah:

      • Biaya rekreasi
      • Reimbursement yang berkaitan dengan kebutuhan keluarga
      • Asuransi kesehatan 

      3. Non financial incentive atau insentif non finansial 

      Berikutnya adalah jenis insentif yang disebut insentif non finansial. Contoh insentif karyawan yang termasuk dalam jenis insentif non finansial di antaranya adalah:

      • Fasilitas tempat tinggal
      • Penggunaan kendaraan dinas
      • Kesempatan dalam pengembangan karier
      • Jenjang karier yang jelas
      • Promosi jabatan
        Γüá

      Manfaat Insentif untuk Karyawan 

      Seorang karyawan wanita tampak bahagia setelah menerima uang insentif dari perusahaan.

      Pemberian insentif oleh perusahaan dapat memberikan banyak manfaat bagi karyawan. Manfaat tersebut meliputi:  

      1. Pekerjaan terasa lebih bermakna 

      Pemberian incentive oleh perusahaan membuat karyawan merasa kalau pekerjaannya punya makna yang lebih. 

      Karyawan akan menganggap kalau pekerjaan yang mereka jalani di tempat kerja punya makna lebih besar.  

      Bukan sekadar tempat untuk mengais rezeki dan mendapatkan penghasilan rutin. 

      Namun, tempat kerja juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri, beraktivitas sehari-hari dan bahkan bagian dari aktualisasi diri.  


      2. Merasa dihargai 

      Selanjutnya, karyawan juga bisa mendapatkan manfaat insentif berupa adanya penghargaan dari pihak perusahaan. 

      Apalagi, penghargaan tersebut muncul berkat kerja keras serta dedikasi yang telah mereka berikan kepada perusahaan.  

      Keberadaan insentif yang mereka terima merupakan bukti rasa terima kasih perusahaan kepada karyawan. 

      Alhasil, karyawan akan terus berusaha meningkatkan performa kerjanya dan berupaya memajukan perusahaan.  

      Apa jadinya kalau karyawan yang telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasinya tidak pernah memperoleh incentive dari perusahaan? 

      Mereka bakal merasa tak dihargai bahkan tidak dianggap keberadaannya oleh perusahaan. 

      Padahal, keberadaan mereka memberikan dampak secara positif kepada perusahaan.  

      3. Nyaman di kantor 

      Manfaat pemberian insentif kepada karyawan juga membuat mereka bisa bekerja dengan lebih nyaman. 

      Tingkat keinginan karyawan untuk pindah kerja ke tempat lain menurun. Hal ini kemudian berdampak pada penurunan turnover karyawan.  

      Apalagi, ketika memilih pindah ke tempat kerja yang baru, mereka tidak mempunyai jaminan memperoleh kenyamanan yang sama. 

      Ditambah lagi, tak semua perusahaan memiliki standar pemberian insentif yang sama.  

      4. Kebutuhan tambahan terpenuhi 

      Manfaat insentif selanjutnya yang bisa didapatkan karyawan dari pemberian gaji insentif adalah pemenuhan terhadap kebutuhan menjadi lebih tercukupi. 

      Apalagi, kalau mereka sudah mendapatkan nominal gaji yang cukup tinggi.

      Keberadaan incentive membuat karyawan dapat mencapai tingkat kesejahteraan hidup yang lebih baik.  

      Sebagai bagian dari penghasilan tambahan, keberadaan incentive bakal mendorong para karyawan bekerja lebih bersemangat. 

      Dengan begitu, mereka bisa mencapai target yang telah ditetapkan pihak perusahaan dan memperoleh incentive sebagai bagian dari haknya.  

      5. Meningkatkan produktivitas dan keterampilan kerja 

      Ada pula manfaat incentive yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja para karyawan. 

      Dengan tingkat motivasi yang tinggi, karyawan bisa bekerja secara lebih efektif dan efisien. Alhasil, karyawan pun bisa meningkatkan produktivitas mereka secara drastis.  

      Di waktu yang sama, pemberian incentive juga membantu karyawan dalam meningkatkan keterampilan kerja. Seperti yang kamu ketahui, pemberian stimulus tidak cuma berupa uang insentif. 

      Ada pula contoh insentif nonfinansial yang berupa keikutsertaan dalam pelatihan, workshop, atau aktivitas yang bersifat meningkatkan keahlian lainnya.
      Γüá

      Alasan Pemberian Insentif 

      Seorang pimpinan perusahaan sedang menghitung uang insentif karyawan.

      Pihak perusahaan melakukan pembagian incentive kepada para karyawan dengan tujuan tertentu. 

      Beberapa alasan yang menjadi landasan kenapa perusahaan memberikan insentif tersebut di antaranya adalah: 

      1. Menangani tugas di luar lingkup pekerjaan 

      Perusahaan mempunyai alasan dalam memberikan incentive ketika karyawan melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya. 

      Kemampuan seorang karyawan dalam melaksanakan tugas di luar kewajibannya merupakan salah satu bentuk dedikasi serta loyalitas kepada perusahaan.  

      Oleh karena itu, perusahaan dapat memberikan insentif sebagai bagian dari rasa terima kasih dan penghargaan kepada karyawan. 

      Dengan begitu, karyawan akan terus berupaya dalam melakukan upaya yang terbaik demi tercapainya tujuan bisnis perusahaan dalam masa-masa mendatang.  

      Baca juga: Baru saja memulai pekerjaan dan mendapat tawaran lain? Inilah yang harus Anda lakukan 

      2. Mengikuti rangkaian pelatihan 

      Selanjutnya, ada alasan pemberian uang insentif ketika karyawan secara aktif mengikuti berbagai pelatihan. 

      Apalagi, perusahaan umumnya mempunyai program peningkatan kualitas dengan mengikutsertakan karyawan dalam program pelatihan maupun sertifikasi sebagai delegasi.  

      Pihak perusahaan pun dapat melakukan inisiatif untuk memberikan insentif kepada para karyawan yang berpartisipasi dalam program tersebut. 

      Tujuannya, agar mereka mempunyai semangat tinggi dalam mengikuti acara dan sekaligus dapat mengaplikasikan pengetahuan barunya demi kemajuan perusahaan.  

      3. Menjadi perwakilan kantor dalam sebuah acara 

      Pihak perusahaan bisa juga memberikan incentives bagi karyawan saat menugaskannya sebagai delegasi dalam sebuah acara. 

      Apalagi, acara tersebut memiliki manfaat penting bagi perusahaan. Misalnya, ketika karyawan diminta untuk menghadiri undangan klien dalam menghadiri sebuah acara.  

      Pemberian stimulus bagi karyawan yang terpilih sebagai perwakilan kantor, mendorong mereka untuk dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh semangat. 

      Mereka pun bakal selalu berupaya yang terbaik agar citra perusahaan tetap terjaga selama menjalankan tugas. 

      4. Memegang peran penting dalam menjaga kelangsungan bisnis

      Terakhir, manfaat insentif bagi perusahaan adalah dapat membantu pengusaha dalam menjaga kelangsungan bisnis mereka. 

      Apalagi, bagi karyawan yang dianggap memiliki peran sentral dalam aktivitas bisnis perusahaan.  

      Pemberian stimulus tersebut menjadi bentuk rasa terima kasih perusahaan kepada karyawan. 

      Harapannya, karyawan dapat terus melanjutkan peran pentingnya sehingga memberikan manfaat yang lebih besar kepada perusahaan.
      Γüá

      Syarat Pemberian Insentif 

      Seorang pimpinan perusahaan bersalaman dengan karyawannya setelah memberi uang insentif kerja.

      Incentive mempunyai kemiripan dengan bonus. Salah satu kemiripannya adalah karena tidak semua karyawan memiliki hak untuk menerima insentif dari perusahaan. 

      Terdapat persyaratan yang perlu dipenuhi sehingga seorang karyawan memiliki hak untuk menerimanya.  

      Oleh karena itu, perusahaan umumnya menetapkan indikator terkait karyawan yang berhak menerima apa itu insentif kerja. 

      Terdapat beberapa parameter yang umumnya digunakan dalam penilaian penerima insentif dari pihak perusahaan, yaitu:  

      1. Prestasi kerja 

      Faktor pertama yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menetapkan penerima insentif adalah prestasi kerja. 

      Perusahaan ingin memberikan insentif, baik yang berupa uang maupun barang, kepada karyawan yang mereka anggap memiliki capaian kerja sangat baik.  

      Ada beberapa contoh capaian kerja yang kemudian membuat seorang karyawan berhak mendapatkan incentive dari kantor, di antaranya adalah:

      • Berhasil melakukan penjualan produk jauh melebihi target
      • Mengembangkan produk yang inovatif
      • Mampu mengimplementasikan sistem operasional kantor yang efektif dan efisien 

      2. Jam kerja pegawai 

      Parameter selanjutnya yang kerap menjadi pertimbangan pemberian stimulus kepada karyawan adalah jam kerja. 

      Perusahaan memiliki kecenderungan untuk memberikan insentif dengan nilai lebih besar kepada mereka yang mempunyai jam kerja lebih banyak.  

      Hanya saja, dalam praktiknya parameter jam kerja pegawai tidak berlaku secara mutlak. 

      Perusahaan kerap pula memperhatikan aspek lain, termasuk di antaranya adalah efektivitas serta efisiensi kerja karyawan.  

      3. Pengalaman pegawai 

      Aspek selanjutnya yang menjadi perhatian lebih bagi perusahaan saat memberikan gaji insentif adalah tingkat pengalaman kerja karyawan. 

      Perusahaan akan memberikan alokasi insentif yang lebih banyak bagi karyawan dengan tingkat pengalaman tinggi.  

      Pemberian incentive bagi karyawan berpengalaman ini memiliki tujuan tertentu. 

      Harapannya, karyawan tersebut dapat memanfaatkan pengalamannya untuk bisa bekerja secara lebih efektif dan efisien.  

      Selain itu, keberadaan pegawai berpengalaman juga dapat menjadi panutan bagi karyawan baru. 

      Mereka bisa memberikan teladan dan membagikan pengalamannya kepada mereka. Dengan begitu, karyawan baru bisa mendapatkan insight penting dari pegawai berpengalaman.  

      4. Kebutuhan staf 

      Selanjutnya, perusahaan bakal aktif dalam memberikan insentif ketika mereka ingin mempertahankan keberadaan karyawan. 

      Nilai incentive tersebut dapat meningkat, terutama jika ditujukan kepada karyawan yang mempunyai talenta tinggi.  

      Harapannya, keberadaan insentif dari perusahaan dapat mendorong keinginan para talenta tinggi tersebut untuk bertahan. 

      Secara keseluruhan, perusahaan pun menginginkan agar karyawan betah dan menurunkan turnover

      Kamu perlu tahu bahwa tingkat turnover tinggi sangat merugikan perusahaan. Kerugian tersebut di antaranya adalah:

      • Biaya tinggi. Apalagi, perusahaan perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk setiap proses perekrutan karyawan baru.
      • Citra perusahaan yang memburuk. Turnover yang tinggi dapat pula berdampak pada citra perusahaan. Perusahaan jadi lebih sulit mencari karyawan baru bertalenta tinggi dan bisa pula berdampak pada aktivitas bisnis.
      • Mengganggu operasional bisnis. Tak kalah penting, turnover bisa berdampak buruk pada operasional bisnis perusahaan. Perusahaan dapat mengalami kekurangan tenaga kerja karena banyaknya karyawan yang resign.  

      5. Keadilan dan kesesuaian 

      Aspek yang tak kalah penting berkaitan dengan pemberian stimulus adalah keadilan dan kelayakan karyawan. 

      Perusahaan biasanya mempunyai sistem penilaian keadilan dan kelayakan tersendiri yang kemudian dapat digunakan untuk menilai karyawan yang layak dan berhak mendapatkan insentif. 

      Transparansi dalam penilaian punya peran yang sentral dalam pemberian incentive. Tujuannya, biar perusahaan benar-benar memberikan imbalan yang layak dan dilakukan secara tepat. 

      Dengan begitu, tidak ada kecemburuan sosial di antara para karyawan yang kemudian berdampak pada kondusifitas lingkungan kerja.  

      6. Penilaian jabatan karyawan 

      Parameter selanjutnya yang kerap menjadi penilaian perusahaan dalam menentukan insentif karyawan adalah jabatannya. 

      Mereka yang memiliki jabatan tinggi, umumnya bisa memperoleh insentif yang lebih banyak.  

      Jabatan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, mereka yang mempunyai jabatan tinggi bisa memberikan dampak yang lebih besar terhadap perusahaan dibandingkan karyawan dengan jabatan rendah.  

      Dengan pertimbangan tersebut, perusahaan bersedia memberikan insentif tinggi bagi karyawan yang punya jabatan tinggi. 

      Hal ini pun membuat karyawan pada jabatan yang rendah termotivasi untuk bekerja lebih giat dan optimal biar bisa naik jabatan.




  • Konpensasi Tunjangan

    1. Pengertian tunjangan

    2. Tujuan tunjangan

    3. Jenis-jenis tunjangan



    • Tunjangan Kerja: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Manfaatnya

      Pengertian Tunjangan Kerja

      Tunjangan kerja adalah kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan di luar gaji pokok.

      Employee allowance atau tunjangan kerja ini bertujuan sebagai imbalan untuk karyawan agar dapat meningkatkan produktivitasnya.

      Selain itu, employee allowance diberikan pada karyawan agar perusahaan dapat mempertahankan keberadaan mereka sebagai bagian organisasi dalam jangka waktu yang panjang.

      Malah, employee allowance kadang bisa lebih menggiurkan dibandingkan dengan gaji dan upah pokok yang ditawarkan oleh perusahaan.

      Tunjangan kerja ini bisa berupa tunjangan transpor, kesehatan, komunikasi, parkir, tabungan pensiun, bahkan keanggotaan gym.

      Bentuknya bisa diberikan secara tunai langsung bersamaan dengan pembayaran gaji, seperti kata Investopedia.

      Akan tetapi, bisa juga perusahaan mengikutsertakan karyawan dalam program keanggotaan yang sudah dibayarkan iurannya.

      Karyawan hanya tinggal menggunakannya atau beberapa ada yang menggunakan sistem reimburse.

      Undang-Undang yang Mengatur Tunjangan

      Tidak semua tunjangan diatur dalam undang-undang, dan kebanyakan regulasinya tergantung pada kebijakan tiap perusahaan.

      Akan tetapi, terdapat juga beberapa aturan seperti UU No. 13 Pasal 99, yang mengatur adanya jaminan sosial bagi para pekerja.

      Selain itu, terdapat juga undang-undang terkait dengan THR Keagamaan yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994.

      Berdasarkan undang-undang tersebut, perusahaan wajib memberikan THR Keagamaan yang telah memiliki masa kerja selama 3 bulan atau lebih.

      Bagi pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan, jumlah THR setara dengan gaji untuk 1 bulan.

      Sementara itu, untuk pekerja yang masa kerjanya di bawah 12 bulan, perhitungannya adalah jumlah bulan masa kerja dibagi 12 lalu dikalikan dengan jumlah satu bulan gaji (prorata).

      Ada pula undang-undang yang mengatur hukum tunjangan karyawan apabila mereka lembur.

      Menurut Hukumonline, aturan ini dapat ditemukan pada Pasal 77 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

      Pasal ini menyatakan bahwa setiap pengusaha wajib memberlakukan ketentuan jam kerja.

      Apabila karyawan telah bertugas hingga melewati jam kerja, perusahaan wajib memberikannya upah lembur.

      Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap

      tunjangan


      Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah, terdapat tiga komponen upah yang menjadi hak pekerja.

      Ketiga komponen itu adalah upah pokok, serta tunjangan tetap dan tidak tetap.

      Tunjangan tetap adalah sebuah kompensasi yang akan secara rutin dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran gaji pokok.

      Sebagai contoh, biaya untuk keperluan keluarga, perumahan, dan daerah tempat tinggal karyawan.

      Sementara itu, tunjangan tidak tetap dapat diberikan secara langsung maupun tidak dan sifatnya tidak mutlak.

      Contohnya adalah kompensasi untuk akomodasi seperti biaya makan dan transportasi yang dibayarkan berdasarkan jumlah kehadiran.

      Perbedaan Tunjangan dan Gaji

      Menyadur EdenRed, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok antara tunjangan dan gaji, terutama dari tujuannya.

      Beberapa perbedaan tersebut di antaranya seperti;

      • Gaji merupakan upah sebagai bentuk balas jasa atas kinerja karyawan. Di sisi lain, tunjangan diberikan sebagai upaya untuk membantu karyawan mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya.
      • Gaji adalah pembayaran yang rutin dibayarkan oleh perusahaan pada karyawan setiap bulannya. Di sisi lain, tunjangan dapat diberikan secara tidak rutin, dan bersifat insidental atau pada waktu tertentu.
      • Gaji selalu diberikan dalam bentuk uang sedangkan tunjangan dapat berupa uang atau barang.

      Jenis-Jenis Tunjangan

      Setelah mengetahui tunjangan tetap dan tidak tetap, kini, kamu harus mengetahui jenis-jenis tunjangan yang dapat ditawarkan perusahaan pada calon karyawannya.

      Jenis-jenisnya cukup beragam, dan masing-masing kategori jenis dapat memberikan manfaat yang berbeda.

      Yang perlu kamu ingat adalah bahwa seluruh jenis employee allowance di bawah ini telah disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan umum yang dimiliki oleh para pekerja.

      Nah, apa saja jenis-jenis employee allowance yang perlu kamu ketahui? Berikut penjelasannya:

      1. Tunjangan jabatan

      Tunjangan jabatan adalah jenis employee allowance pertama yang perlu kamu ketahui.

      Jenis kompensasi ini akan diberikan kepada para karyawan yang sudah memiliki jabatan tinggi di dalam perusahaan.

      Alasannya adalah karena para pemegang jabatan ini dirasa telah memikul beban yang lebih berat dibandingkan dengan karyawan lainnya.


      2. Kompensasi umum

      Jenis employee allowance berikutnya adalah kompensasi umum. Jenis tunjangan satu ini akan diberikan kepada seluruh karyawan yang tidak memiliki jabatan tinggi.

      Sederhananya, kompensasi umum adalah sebuah tanda apresiasi perusahaan terhadap kinerja karyawannya selama bertugas di kantor.

      3. Tunjangan keluarga

      Tunjangan keluarga merupakan jenis kompensasi yang akan disediakan perusahaan untuk karyawannya yang sudah berkeluarga.

      Contohnya adalah kompensasi istri, yang akan diberikan bila istri seorang karyawan tidak memiliki pekerjaan.

      Ada pula kompensasi anak, yang ditujukan bagi karyawan dengan seorang anak dengan usia di bawah 21 tahun dan belum bekerja.

      4. Kompensasi kesehatan

      Jenis tunjangan berikutnya yang akan diberikan perusahaan adalah kompensasi kesehatan.

      Bentuk employee allowance ini disediakan sebagai cara perusahaan untuk mengelola kesehatan fisik dan psikis karyawannya.

      Dengan adanya tunjangan ini, perusahaan mengharapkan bahwa seluruh karyawan berada dalam kondisi yang prima untuk terus bekerja dan produktif.

      5. Kompensasi pensiun

      Sesuai dengan namanya, jenis kompensasi ini akan disiapkan perusahaan sebagai bentuk jaminan hari tua untuk karyawan mereka.

      Kompensasi ini disediakan dengan maksud untuk menyejahterakan karyawan perusahaan di hari tua nanti, agar kelak mereka tak perlu merasa khawatir saat sudah berhenti bekerja.

      6. THR

      Sepertinya, jenis kompensasi ini sudah tidak asing lagi di telinga para pekerja. Ya, THR atau tunjangan hari raya, wajib disediakan oleh perusahaan.

      Jenis kompensasi ini ditujukan agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan mereka ketika hari raya keagamaan datang.

      THR umumnya diberikan sebanyak satu tahun sekali, khususnya sebelum hari raya keagamaan tiba.

      7.  Biaya akomodasi

      Jenis kompensasi terakhir yang akan diberikan perusahaan adalah kompensasi. Akan tetapi, perlu kamu ingat bahwa biaya akomodasi sifatnya tidak tetap.

      Jadi, jenis employee allowance ini hanya bisa diberikan selama karyawan sedang bertugas atau berada di luar kantor atas perintah perusahaan.

      Agar dapat menerima tunjangan ini, karyawan perlu memastikan bahwa mereka telah mengisi formulir kehadiran.

      Tujuannya adalah agar tim keuangan dapat mengambil keputusan apakah biaya akomodasi merupakan hak yang wajib diterima karyawan.

      Tunjangan Dijadikan Perhitungan Pesangon

      Pesangon adalah uang yang dibayarkan perusahaan pada karyawan dalam bentuk apa pun berkenaan dengan berakhirnya masa kerja.

      Dalam Pasal 88 ayat (3) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dapat kamu temukan pengaturan tentang tunjangan yang dijadikan perhitungan untuk pesangon.

      Komponen uang pesangon diatur dalam Pasal 157 ayat (1) UUK yang berbunyi:

      Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima yang tertunda, terdiri atas upah pokok serta segala macam bentuk tunjangan yang bersifat.

      Hal ini termasuk harga pembelian dari catu yang diberikan kepada pekerja secara cuma-cuma, yang apabila catu harus dibayar pekerja dengan subsidi, maka sebagai upah dianggap selisih antara harga pembelian dengan harga yang harus dibayar oleh mereka.

      Manfaat Tunjangan

      Sebagai benefit dari sebuah pekerjaan, tunjangan memiliki manfaat baik bagi karyawan maupun perusahaan yang menyediakannya.

      Tak hanya sebagai cara untuk meningkatkan loyalitas karyawan, employee allowance juga memiliki manfaat lainnya, lho.

      Manfaat dari tunjangan adalah seperti berikut ini:

      • Meningkatkan produktivitas karyawan. Tunjangan kesehatan, misalnya. Jika banyak karyawan yang sakit, tentu saja perusahaan juga akan merasakan rugi.
      • Memberikan kenyamanan dan keselamatan kerja. Dengan merasa nyaman dan terjamin keselaman kerjanya, para karyawan tentunya akan dapat bekerja lebih efisien.
      • Menyejahterakan kehidupan karyawan. Sebagai bagian dari perusahaan yang sudah membantu memajukan perusahaan, sudah selayaknya karyawan mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Kesejahteraan hidup akan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
      • Mengurangi tuntutan karyawan atas upah kerja.

      Itu dia serba-serbi tunjangan yang telah Glints rangkum khusus untukmu.

      Intinya, tunjangan adalah kompensasi di luar gaji yang memang jadi hak pekerja. Peraturan mengenainya juga dapat kamu temukan pada berbagai sumber hukum, seperti undang-undang.

      Maka dari itu, jangan ragu untuk tanyakan employee allowance setiap kali kamu hadir dalam interview. Sebab, kesejahteraan pekerja merupakan sebuah hal yang perlu direncanakan oleh tiap perusahaan. 

  • Memahami Kompensasi Tunjangan

    1. Pengertian kompensasi pelengkap

    2. Jenis-jenis kompensasi pelengkap


    • Pengertian Kompensasi Pelengkap

      Kadarisman (2012; 270) menyebutkan arti kompensasi pelengkap sebagaisalah satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan paket/benefit  dan program-program pelayanan karyawan untuk mempertahankan keberadaankaryawan dalam jangka panjang.

       Menurut Handoko (dalam Bahri, 2019), program-program penyediaan  Fringe Benefit 
       menjadi semakin penting bagi organisasi dikarenakan program-program pemberian kompensasi pelengkap akan memberikan keuntungan bagi organisasisalah satunya adalah peningkatan semangat kerja dan kesetiaan karyawan

  • UJIAN TENGAH SEMESTER PENDEK 2023 -2024

    MATAKULIAH : MANAJEMEN KOMPENSASI

    KELAS : 7MA1

  • Kompensasi Gaji

    1. Pengertian gaji

    2. Sistem Penggajian

    3. Tujuan Pemberian gaji

    4. Struktur Gaji



    • Gaji adalah: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Sistem dan Perbedaannya

      Penjelasan Apa itu Gaji
      Gaji adalah: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Sistem dan Perbedaannya 


      Di dalam sebuah perusahaan, pegawai atau pekerja akan diberikan imbalan sebagai balasan dari jasa dan usahanya yang diberikan kepada perusahaan tersebut. Gaji diterapkan oleh perusahaan untuk menunjang potensi pekerja sebagai sumber daya manusia secara maksimal untuk meraih tujuan perusahaan.

      Rangsangan berupa gaji ini diberikan agar pekerja atau pegawai perusahaan untuk melakukan tugas dengan baik. Untuk penjelasan lebih detail mengenai apa itu gaji

      1. Pengertian


      Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul "Gaji adalah: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Sistem dan Perbedaannya".

      Klik untuk baca: https://www.idntimes.com/business/finance/rinda-faradilla/apa-itu-gaji.

      1. Kamus Besar Bahasa Indonesia

       Gaji adalah balas jasa yang diterima pekerja dalam bentuk uang berdasarkan waktu tertentu.

      2. Anwar Prabu Mangkunegara (2008: 85)

      Gaji merupakan uang yang dibayarkan kepada pengawas atau dasar jasa pelayanan yang diberikannya secara bulanan.

      3. Handoko

      Gaji merupakan suatu pemberian pembayaran finansial kepada karyawannya sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang telah dilakukannya dan juga sebagai motivasi untuk pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang.

      Pengertian Gaji

      Gaji adalah salah satu hal yang penting bagi setiap karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan, karena dengan gaji yang diperoleh seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

      Hasibuan (2002) menyatakan bahwa ΓÇ£Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pastiΓÇ¥ (p. 118). Pendapat lain dikemukakan oleh Handoko (1993), ΓÇ£Gaji adalah pemberian pembayaran finansial kepada karyawan sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivasi pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datangΓÇ¥ (p. 218). Selain pernyataan Hasibuan dan Handoko, ada pernyataan lainnya mengenai gaji dari Hariandja (2002), yaitu Gaji merupakan salah satu unsur yang penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, sebab gaji adalah alat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pegawai, sehingga dengan gaji yang diberikan pegawai akan termotivasi untuk bekerja lebih giat.

      Teori yang lain dikemukakan oleh Sastro Hadiwiryo (1998), yaitu : 

      Gaji dapat berperan dalam meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih efektif, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas dalam perusahaan, serta mengimbangi kekurangan dan keterlibatan komitmen yang menjadi ciri angkatan kerja masa kini. Perusahaan yang tergolong modern, saat ini banyak mengaitkan gaji dengan kinerja.

      Pernyataan di atas juga didukung oleh pendapat Mathis dan Lackson (2002), ΓÇ£Gaji adalah suatu bentuk kompensasi yang dikaitkan dengan kinerja individu, kelompok ataupun kinerja organisasiΓÇ¥ (p. 165).

      Peranan Gaji

      Menurut Poerwono (1982) peranan gaji dapat ditinjau dari dua pihak, yaitu :

      Aspek pemberi kerja (majikan) adalah manager

      Gaji merupakan unsur pokok dalam menghitung biaya produksi dan komponen dalam menentukan harga pokok yang dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Apabila suatu perusahaan memberikan gaji terlalu tinggi maka, akan mengakibatkan harga pokok tinggi pula dan bila gaji yang diberikan terlalu rendah akan mengakibatkan perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja.

      Aspek penerima kerja

      Gaji merupakan penghasilan yang diterima oleh seseorang dan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Gaji bukanlah merupakan satu ΓÇô satunya motivasi karyawan dalam berprestasi, tetapi gaji merupakan salah satu motivasi penting yang ikut mendorong karyawan untuk berprestasi, sehingga tinggi rendahnya gaji yang diberikan akan mempengaruhi kinerja dan kesetiaan karyawan.

      Fungsi Penggajian

      Menurut Komaruddin (1995) fungsi gaji bukan hanya membantu manajer personalia dalam menentukan gaji yang adil dan layak saja, tetapi masih ada fungsi-fungsi yang lain, yaitu (p. 164) :

      1. Untuk menarik pekerja yang mempunyai kemampuan ke dalam organisasi
      2. Untuk mendorong pekerja agar menunjukkan prestasi yang tinggi
      3. Untuk memelihara prestasi pekerja selama periode yang panjang

      Tujuan Penggajian

      Menurut Hasibuan (2002) tujuan penggajian, antara lain :

      • Ikatan kerja sama

      Dengan pemberian gaji terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas ΓÇô tugasnya dengan baik, sedangkan pengusaha atau majikan wajib membayar gaji sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

      • Kepuasan kerja

      Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan ΓÇô kebutuhan fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.

      • Pengadaan efektif

      Jika program gaji ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.

      • Motivasi

      Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.

      • Stabilitas karyawan

      Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.

      • Disiplin

      Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Karyawan akan menyadari serta mentaati peraturan ΓÇô peraturan yang berlaku.

      • Pengaruh serikat buruh

      Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

      • Pengaruh pemerintah

      Jika program gaji sesuai dengan undang ΓÇô undang yang berlaku (seperti batas gaji minimum) maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.  

  • Kompensasi Pelengkap

    1. Pengertian Kompensasi Pelengkap
    2. Jenis-jenis Kompensasi Pelengkap

    • KOMPENSASI PELENGKAP


      Kompensasi pelengkap merupakan salah satu cara yang dapat diberikan oleh perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan dapat berimbas pada tujuan organisasi atau tujuan perusahaan.

      Kompensasi pelengkap (benefit) Digunakan untuk mempertahankan karyawan perusahaan dalam jangka panjang. Kompensasi ini diberikan dalam bentuk paket benefit dan penyelenggaraan program pelayanan karyawan dengan harapan karyawan akan menjadi lebih produktif. Manfaat dari pemberian kompensasi pelengkap ini adalah:

       a. penarikan lebih efektif 

      b. peningkatan semangat kerja dan kesetiaan, 

      c. turunnya perputaran karyawan dan absensi,

       d. pengurangan kelelahan, 

      e. pengurangan pengaruh serikat kerja,

       f. hubungan masyarakat yang lebih baik, 

      g. pemuasan kebutuhan karyawan, h. minimasi biaya kerja lembur. Perkembangan pemberian kompensasi pelengkap

      Perkembangan pemberian kompensasi pelengkap dipengaruh oleh

      a.) perubahan sikap karyawan

       b.) tuntutan serikat pekerja. 

      c.) persaingan yang memaksa perusahaan untuk menyediakan benefit yang menarik 

      d.) persyaratan-persyaratan yang ditetapkan pemerintah 

      e.) tuntutan kenaikan biaya hidup Prinsip pokok pemberian kompensasi pelengkap (benefit) adalah benefit harus memberikan kontribusi pada perusahaan palig tidak sama dengan biaya yang dikeluarkan. 

      Menurut T. Hani Handoko (2001) Kompensasi pelengkap dikelompokkan menjadi 5 macam bentuk yaitu : 

      1) Time off benefits (pembayaran upah pada waktu tidak bekerja), mencakup : a. istirahat di tempat kerja b. hari ΓÇô hari sakit dengan pembatasan waktu maksimum jumlah hari sakit per tahun dengan ditunjang bukti dari dokter atau rumah sakit. c. liburan dan cuti d. alasan lain antara lain kehamilan, kecelakaan, wajib militer, upacara pemakaman. 

      2) Perlindungan ekonomis terhadap bahaya, bentuk perlindungan yang umum diperhatikan karyawan adalah asuransi. Disamping asuransi terdapat benefit lain yang dapat meningkatkan perasaan atau jaminan keamanan : a. jaminan pembayaran upah dalam jumlah tertentu dalam suatu periode b. rencana pensiun c. tunjangan hari tua dan pengobatan d. pembentukan koperasi yang menguusi kredit para karyawan. 

      3) Program pelayanan karyawan, program ini diberikan dalam bentuk : a. program rekreasi bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja b. cafetaria untuk memberikan pelayanan makan dan minum bagi karyawan dengan maksud memperbaiki gizi karyawan. c. perumahan dengan tujuan untuk membantu para karyawan yang belum mempunyai tempat tinggal sehingga mereka lebih konsentrasi pada pekerjaanya. 

      4) Pembayaran kompensasi yang ditetapkan secara legal yaitu sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pemberian gaji / upah.

      5) Keamanan dan kesehatan karyawan dengan tujuan untuk memberikan kondisi kerja yang lebih aman dan lebih sehat serta lebih bertanggung jawab atas kegiatan itu. Program ini dapat diberikan dalam bentuk membuat kondisi kerja aman, melakukan kegiatan pencegahan kecelakaan dengan mengendalikan praktek ΓÇô praktek praktek manusia yang tidak aman dan penciptaan lingkungan kerja yang aman.



    • Jawablah pertanyaan berikut :

      1. Apa yang dimaksud dengan Kompensasi pelengkap

      2. Apa saja yang jenis jenis yang termasuk kompensasi pelengkap. Jelaskan

      3. Mengapa tingkat kompensasi mempengarruhi tingkat prestasi kerja?

      4. Apa dampak dari kompensasi pelengkap yang tidak di penuhi oleh perusahaan?

      5. Mengapa Kompensasi Pelengkap harus di berikan ke karyawan? Jelaskan berikut contohnya