Garis besar topik

    • 1.      Mahasiswa mampu memilih topic dan menentukan unit observasi dan unit anaisis   penelitian ilmiah

      2.      Mahasiswa  mampu mengidentifikasi masalah

      3.      Mahasiswa mampu merumuskan masalah penelitian 

      4.     Mahasiswa mampu mmbuat tujuan penelitian



    • Investigasi Ilmiah

      Investigasi ilmiah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang ataupun beberapa orang peneliti untuk mengupas inti permasalahan dengan tujuan untuk menemukan jawaban dari apa yang sedang diteliti sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan . investigasi ilmiah cenderung bersifat objektif daripada subjektif, dan menolong manager untuk menyoroti faktor yang paling genting di situasi yang memerlukan perhatian khusus untuk dihindari, diperkecil, atau diselesaikan. Investigasi ilmiah dan pengambilan keputusan managerial merupakan aspek ΓÇô aspek integral dari pemecahan masalah yang efektif.

      https://docs.google.com/presentation/d/1_P_nr6D4kFd832IgePOCYD0a5_wQqIHJ/edit?usp=share_link&ouid=103962330034157529241&rtpof=true&sd=true

      Observasi

      Observasi adalah proses pemerolehan data informasi dari tangan pertama, dengan cara melakukan pengamatan. Observasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Observasi dilakukan untuk mendapat informasi yang lebih akurat, baik berupa tempat, (ruang), pelaku, objek, kegiatan, perbuatan atau peristiwa.

      Observasi terbagi menjadi dua, yakni:

      1. Observasi secara langsung

      Observasi dilakukan secara langsung tanpa perantara terhadap objek di tempat kejadian atau tempat berlangsungnya peristiwa. Dalam hal ini, observer berada bersama objek yang diteliti.

      2. Observasi secara tidak langsung

      Observasi yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa atau objek yang akan diteliti. Pengamatan dengan observasi tidak langsung dapat dilakukan di laboratorium melalui film, slide, foto, recorder, citra satelit dan lain sebagainya.
      Selain itu, berdasarkan buku "Cermat berbahasa Indonesia: Suplemen Materi Bahasa Indonesia" oleh Sutarno, S.Pd, dijelaskan tujuan, manfaat dan jenis-jenis observasi, sebagai berikut.

      A. Tujuan Observasi
      1. Menggambarkan objek yang diamati

      Observer harus bisa menggambarkan kembali objek yang telah diamati untuk memberikan pengetahuan kepada orang lain.

      2. Mendapatkan sebuah kesimpulan

      Hasil akhir dari dilakukannya observasi adalah adanya laporan yang di dalamnya terdapat kesimpulan dari observer tentang hasil pengamatannya.

      3. Mendapatkan data dan informasi

      Kegiatan observasi juga bisa dimanfaatkan oleh para peneliti untuk mendapatkan data bagi penelitian mereka. Sehingga laporan hasil observasi tidak hanya berbentuk teks bacaan melainkan juga karya ilmiah.

      B. Manfaat Observasi
      - Mendapatkan hasil yang bisa direlevansikan dengan penelitian yang sudah ada.

      - Mendapatkan hasil yang bisa digunakan sebagai bahan acuan memprediksi suatu kejadian yang akan datang.

      - Menjelaskan suatu objek atau peristiwa yang diobservasi.

      - Sebagai pembuktian dari sebuah isu tidak jelas yang telah berkembang.

      - Menemukan sebuah penemuan baru jika dikombinasikan dengan sebuah eksperimen.

      C. Jenis-jenis Observasi
      1. Observasi Partisipatif
      Observasi yang dilakukan dengan cara aktif terlibat secara langsung. Dalam observasi ini, observer harus terjun langsung melakukan proses yang diamatinya sehingga ia akan mengetahui dan mendapatkan secara jelas gambaran dari apa yang diobservasi.

      2. Observasi Sistematis
      Observasi yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah dirancang, yang telah dirancang sebelumnya tanpa menyalahi aturan tersebut. Untuk melakukan observasi ini, observer harus menentukan terlebih dahulu faktor yang mendasari observasi berdasarkan kategorinya.

      3. Observasi Eksperimental
      Observasi yang dilakukan secara eksperimen, observer telah mempersiapkan suatu kegiatan dan situasi tertentu untuk melakukan percobaan dalam kegiatannya melakukan observasi. Observasi ini cukup menyita banyak biaya dan waktu karena eksperimen yang sesungguhnya tidak bisa dilakukan hanya sekali saja.

      https://docs.google.com/presentation/d/1f9nGjYZ8JWMfaIFEimdOgPCy_v6Gml2i/edit?usp=share_link&ouid=103962330034157529241&rtpof=true&sd=true


    • Research gap adalah celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau penelitian terdahulu. Penelitian ilmiah pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan sebuah jawaban baru terhadap sesuatu yang dianggap sebagai masalah. Itulah sebabnya, peneliti harus berhadapan dengan sesuatu yang menjadi permasalahan dan didukung dengan pembenaran atau justifikasi penelitian yang baik. Hal tersebut dilakukan untuk mencari jawaban baru dari masalah yang dinilai penting untuk diteliti.

      Jenis Research Gap
      Berikut adalah 7 jenis research gap:

      1. Theoretical Gap
      Theoretical gap adalah kesenjangan yang terjadi melalui teori yang sebelumnya menjadi dasar penelitian. Ada kemungkinan teori tersebut memiliki keterbatasan dan belum bisa mendukung penelitian.

      2. Evidence Gap
      Evidence gap adalah kesenjangan yang ada dalam bukti penelitian. Singkatnya, peneliti menemukan titik kesenjangan antara fenomena yang tidak asing dengan bukti lapangan yang ditemukan.

      3. Population Gap
      Population gap adalah jenis research gap yang berdasarkan produktivitas bisnis dan jangkauan populasi saat mengambil data penelitian. Dalam dunia bisnis, untuk melihat apakah ada population gap atau tidak di penelitian sebelumnya, biasanya menggunakan penentuan target market sebagai dasarnya.

      4. Empirical Gap
      Jenis research gap selanjutnya adalah empirical gap yang menunjukkan adanya kesenjangan fenomena empiris. Peneliti perlu memperhatikan apakah ada inkonsistensi dalam penelitiannya.

      5. Knowledge Gap
      Jenis research gap selanjutnya adalah knowledge gap, menurut jurnal Types of Research Gaps oleh Hamidul Islam Shohel, knowledge gap adalah penelitian yang mencari sesuatu yang belum ada.

      6. Practical-knowledge Gap
      Practical knowledge gap adalah kegiatan atau perilaku profesional dari penelitian yang tidak terpenuhi oleh penelitian.

      7. Methodological Gap
      Methodological gap terjadi karena adanya keterbatasan dalam metodologi yang diterapkan untuk penelitian.

      Cara Menemukan Research Gap
      Bagaimana cara menemukan research gap yang efisien? Sebagai solusinya, berikut metode yang bisa digunakan:

      1. Mencari Konsep yang Luput dari Penelitian
      Metode pertama yang perlu dilakukan adalah mencari konsep yang mungkin luput dari perhatian peneliti sebelumnya. Peneliti selanjutnya kemudian berusaha untuk mencari jawaban dari research gap yang muncul.

      2. Menganalisa Celah dalam Penelitian
      Metode yang diterapkan dalam melakukan penelitian memang harus dilakukan secara ilmiah. Hal dilakukan untuk menghindari kesalahan dan mendapatkan jawaban yang sebenar-benarnya. Namun, hasil penelitian tidak selalu sempurna karena berbagai faktor. Menganalisa celah dalam penelitian adalah solusi yang masih memungkinkan untuk dilakukan.

      3. Berpatokan pada Hasil Riset yang Kurang Jelas
      Metode selanjutnya untuk menemukan research gap adalah fokus dengan hasil penelitian yang kurang jelas. Hasil sebuah penelitian menggambarkan bagaimana penelitian tersebut diproses. Jika hasilnya kurang jelas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan adanya research gap akibat proses penelitian sebelumnya.

      Contoh Research Gap
      Menurut buku Konsep dan Tips dalam Menulis Karya Ilmiah terbitan Pascal Books, contoh research gap dapat ditemukan seperti contoh berikut:

      Contoh 1
      Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Suwati menunjukkan adanya kebijakan pemberian kompensasi yang tepat dan diterima oleh karyawan dapat meningkatkan kinerja mereka. Suwati turut menyampaikan bahwa kebijaksanaan kompensasi, baik besarannya, susunan, dan waktu pembayarannya dapat mendorong kinerja dan keinginan karyawan untuk mewujudkan prestasi kerja yang maksimal sehingga membantu mencapai cita-cita perusahaan.

      Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Suwati, penelitian yang dilakukan Rizal menemukan bahwa hubungan kompensasi terhadap kinerja tidak signifikan. Tingkat kompensasi yang tinggi membuat kinerja pegawai akan meningkat tetapi kenaikannya tidak nyata. Hal ini justru kontra dengan hasil penelitian yang dilakukan Suwati.

      Contoh 2
      Contoh lainnya dapat ditemukan dalam buku 13 Langkah Efektif Menembus Jurnal Scopus dan WoS Q1 oleh Jacob F N Dethan, ada penelitian yang menyebut bahwa meningkatkan panjang material benda A,menyebabkan benda tersebut menjadi lebih kuat. Sebaliknya, ada penelitian yang menyebut benda A justru menjadi lemah jika panjang materialnya ditingkatkan. Ini adalah contoh masalah yang bisa diselesaikan sehingga kita dapat melakukan penelitian untuk menjawab hasil yang bersifat inkonsisten dalam penelitian.

      Untuk lebih jelas lagi silahkan anda unduh PPT sbb: 




    • Research gap adalah celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau penelitian terdahulu. Penelitian ilmiah pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan sebuah jawaban baru terhadap sesuatu yang dianggap sebagai masalah. Itulah sebabnya, peneliti harus berhadapan dengan sesuatu yang menjadi permasalahan dan didukung dengan pembenaran atau justifikasi penelitian yang baik. Hal tersebut dilakukan untuk mencari jawaban baru dari masalah yang dinilai penting untuk diteliti.

      Jenis Research Gap
      Berikut adalah 7 jenis research gap:

      1. Theoretical Gap
      Theoretical gap adalah kesenjangan yang terjadi melalui teori yang sebelumnya menjadi dasar penelitian. Ada kemungkinan teori tersebut memiliki keterbatasan dan belum bisa mendukung penelitian.

      2. Evidence Gap
      Evidence gap adalah kesenjangan yang ada dalam bukti penelitian. Singkatnya, peneliti menemukan titik kesenjangan antara fenomena yang tidak asing dengan bukti lapangan yang ditemukan.

      3. Population Gap
      Population gap adalah jenis research gap yang berdasarkan produktivitas bisnis dan jangkauan populasi saat mengambil data penelitian. Dalam dunia bisnis, untuk melihat apakah ada population gap atau tidak di penelitian sebelumnya, biasanya menggunakan penentuan target market sebagai dasarnya.

      4. Empirical Gap
      Jenis research gap selanjutnya adalah empirical gap yang menunjukkan adanya kesenjangan fenomena empiris. Peneliti perlu memperhatikan apakah ada inkonsistensi dalam penelitiannya.

      5. Knowledge Gap
      Jenis research gap selanjutnya adalah knowledge gap, menurut jurnal Types of Research Gaps oleh Hamidul Islam Shohel, knowledge gap adalah penelitian yang mencari sesuatu yang belum ada.

      6. Practical-knowledge Gap
      Practical knowledge gap adalah kegiatan atau perilaku profesional dari penelitian yang tidak terpenuhi oleh penelitian.

      7. Methodological Gap
      Methodological gap terjadi karena adanya keterbatasan dalam metodologi yang diterapkan untuk penelitian.

      Cara Menemukan Research Gap
      Bagaimana cara menemukan research gap yang efisien? Sebagai solusinya, berikut metode yang bisa digunakan:

      1. Mencari Konsep yang Luput dari Penelitian
      Metode pertama yang perlu dilakukan adalah mencari konsep yang mungkin luput dari perhatian peneliti sebelumnya. Peneliti selanjutnya kemudian berusaha untuk mencari jawaban dari research gap yang muncul.

      2. Menganalisa Celah dalam Penelitian
      Metode yang diterapkan dalam melakukan penelitian memang harus dilakukan secara ilmiah. Hal dilakukan untuk menghindari kesalahan dan mendapatkan jawaban yang sebenar-benarnya. Namun, hasil penelitian tidak selalu sempurna karena berbagai faktor. Menganalisa celah dalam penelitian adalah solusi yang masih memungkinkan untuk dilakukan.

      3. Berpatokan pada Hasil Riset yang Kurang Jelas
      Metode selanjutnya untuk menemukan research gap adalah fokus dengan hasil penelitian yang kurang jelas. Hasil sebuah penelitian menggambarkan bagaimana penelitian tersebut diproses. Jika hasilnya kurang jelas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan adanya research gap akibat proses penelitian sebelumnya.

      Contoh Research Gap
      Menurut buku Konsep dan Tips dalam Menulis Karya Ilmiah terbitan Pascal Books, contoh research gap dapat ditemukan seperti contoh berikut:

      Contoh 1
      Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Suwati menunjukkan adanya kebijakan pemberian kompensasi yang tepat dan diterima oleh karyawan dapat meningkatkan kinerja mereka. Suwati turut menyampaikan bahwa kebijaksanaan kompensasi, baik besarannya, susunan, dan waktu pembayarannya dapat mendorong kinerja dan keinginan karyawan untuk mewujudkan prestasi kerja yang maksimal sehingga membantu mencapai cita-cita perusahaan.

      Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Suwati, penelitian yang dilakukan Rizal menemukan bahwa hubungan kompensasi terhadap kinerja tidak signifikan. Tingkat kompensasi yang tinggi membuat kinerja pegawai akan meningkat tetapi kenaikannya tidak nyata. Hal ini justru kontra dengan hasil penelitian yang dilakukan Suwati.

      Contoh 2
      Contoh lainnya dapat ditemukan dalam buku 13 Langkah Efektif Menembus Jurnal Scopus dan WoS Q1 oleh Jacob F N Dethan, ada penelitian yang menyebut bahwa meningkatkan panjang material benda A,menyebabkan benda tersebut menjadi lebih kuat. Sebaliknya, ada penelitian yang menyebut benda A justru menjadi lemah jika panjang materialnya ditingkatkan. Ini adalah contoh masalah yang bisa diselesaikan sehingga kita dapat melakukan penelitian untuk menjawab hasil yang bersifat inkonsisten dalam penelitian.

      Untuk lebih jelas lagi silahkan anda unduh PPT pada link sbb: 

      https://docs.google.com/presentation/d/1hUwnV4u4zlLn6snMdkv7-dhll-ooaJej/edit?usp=sharing&ouid=103962330034157529241&rtpof=true&sd=true