Investigasi ilmiah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang ataupun beberapa orang peneliti untuk mengupas inti permasalahan dengan tujuan untuk menemukan jawaban dari apa yang sedang diteliti sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan . investigasi ilmiah cenderung bersifat objektif daripada subjektif, dan menolong manager untuk menyoroti faktor yang paling genting di situasi yang memerlukan perhatian khusus untuk dihindari, diperkecil, atau diselesaikan. Investigasi ilmiah dan pengambilan keputusan managerial merupakan aspek ΓÇô aspek integral dari pemecahan masalah yang efektif.
Observasi adalah proses pemerolehan data informasi dari tangan pertama, dengan cara melakukan pengamatan. Observasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Observasi dilakukan untuk mendapat informasi yang lebih akurat, baik berupa tempat, (ruang), pelaku, objek, kegiatan, perbuatan atau peristiwa.
Observasi terbagi menjadi dua, yakni:
1. Observasi secara langsung
Observasi dilakukan secara langsung tanpa perantara terhadap objek di tempat kejadian atau tempat berlangsungnya peristiwa. Dalam hal ini, observer berada bersama objek yang diteliti.
2. Observasi secara tidak langsung
Observasi yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa atau objek yang akan diteliti. Pengamatan dengan observasi tidak langsung dapat dilakukan di laboratorium melalui film, slide, foto, recorder, citra satelit dan lain sebagainya.
Selain itu, berdasarkan buku "Cermat berbahasa Indonesia: Suplemen Materi Bahasa Indonesia" oleh Sutarno, S.Pd, dijelaskan tujuan, manfaat dan jenis-jenis observasi, sebagai berikut.
A. Tujuan Observasi
1. Menggambarkan objek yang diamati
Observer harus bisa menggambarkan kembali objek yang telah diamati untuk memberikan pengetahuan kepada orang lain.
2. Mendapatkan sebuah kesimpulan
Hasil akhir dari dilakukannya observasi adalah adanya laporan yang di dalamnya terdapat kesimpulan dari observer tentang hasil pengamatannya.
3. Mendapatkan data dan informasi
Kegiatan observasi juga bisa dimanfaatkan oleh para peneliti untuk mendapatkan data bagi penelitian mereka. Sehingga laporan hasil observasi tidak hanya berbentuk teks bacaan melainkan juga karya ilmiah.
B. Manfaat Observasi
- Mendapatkan hasil yang bisa direlevansikan dengan penelitian yang sudah ada.
- Mendapatkan hasil yang bisa digunakan sebagai bahan acuan memprediksi suatu kejadian yang akan datang.
- Menjelaskan suatu objek atau peristiwa yang diobservasi.
- Sebagai pembuktian dari sebuah isu tidak jelas yang telah berkembang.
- Menemukan sebuah penemuan baru jika dikombinasikan dengan sebuah eksperimen.
C. Jenis-jenis Observasi
1. Observasi Partisipatif
Observasi yang dilakukan dengan cara aktif terlibat secara langsung. Dalam observasi ini, observer harus terjun langsung melakukan proses yang diamatinya sehingga ia akan mengetahui dan mendapatkan secara jelas gambaran dari apa yang diobservasi.
2. Observasi Sistematis
Observasi yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah dirancang, yang telah dirancang sebelumnya tanpa menyalahi aturan tersebut. Untuk melakukan observasi ini, observer harus menentukan terlebih dahulu faktor yang mendasari observasi berdasarkan kategorinya.
3. Observasi Eksperimental
Observasi yang dilakukan secara eksperimen, observer telah mempersiapkan suatu kegiatan dan situasi tertentu untuk melakukan percobaan dalam kegiatannya melakukan observasi. Observasi ini cukup menyita banyak biaya dan waktu karena eksperimen yang sesungguhnya tidak bisa dilakukan hanya sekali saja.
https://docs.google.com/presentation/d/1f9nGjYZ8JWMfaIFEimdOgPCy_v6Gml2i/edit?usp=share_link&ouid=103962330034157529241&rtpof=true&sd=true