Garis besar topik

    • Materi Pertemuan 3 dapat Download Disini


      1. Bilangan Desimal

      • Desimal adalah sistem bilangan berbasis 10, yang menggunakan angka 0 hingga 9. Ini adalah sistem yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
      • Untuk menghitung bilangan desimal, kita mengalikan setiap digit dengan pangkat dari 10 sesuai posisinya, dimulai dari posisi paling kanan (digit paling kanan merupakan pangkat nol).

      Contoh:

      • Bilangan desimal 345 dihitung sebagai:
        • 3├ù102+4├ù101+5├ù1003 \times 10^2 + 4 \times 10^1 + 5 \times 10^0
        • =300+40+5=345= 300 + 40 + 5 = 345

      2. Bilangan Oktal

      • Oktal adalah sistem bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 hingga 7. Bilangan oktal sering digunakan dalam pengkodean komputer karena mudah dikonversi ke sistem biner.
      • Untuk menghitung bilangan oktal menjadi desimal, kita mengalikan setiap digit dengan pangkat dari 8 sesuai posisinya.

      Contoh:

      • Bilangan oktal 157 dihitung menjadi desimal sebagai:

        • 1├ù82+5├ù81+7├ù801 \times 8^2 + 5 \times 8^1 + 7 \times 8^0
        • =64+40+7=111= 64 + 40 + 7 = 111 (dalam desimal).
      • Untuk mengonversi dari desimal ke oktal, kamu bisa membagi bilangan desimal dengan 8 berulang kali dan mencatat sisa hasil bagi.

      Contoh:

      • Konversi desimal 111 menjadi oktal:
        • 111 ├╖ 8 = 13 sisa 7
        • 13 ├╖ 8 = 1 sisa 5
        • 1 ├╖ 8 = 0 sisa 1
        • Jadi, 111 dalam desimal = 157 dalam oktal.

      3. Bilangan Heksadesimal

      • Heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16, yang menggunakan angka 0 hingga 9 dan huruf A hingga F (A = 10, B = 11, ..., F = 15). Heksadesimal banyak digunakan dalam pengkodean komputer, terutama dalam pengaturan memori dan warna.
      • Untuk menghitung bilangan heksadesimal menjadi desimal, kita mengalikan setiap digit dengan pangkat dari 16 sesuai posisinya.

      Contoh:

      • Bilangan heksadesimal 1A3 dihitung menjadi desimal sebagai:

        • 1├ù162+A├ù161+3├ù1601 \times 16^2 + A \times 16^1 + 3 \times 16^0
        • =1├ù256+10├ù16+3= 1 \times 256 + 10 \times 16 + 3
        • =256+160+3=419= 256 + 160 + 3 = 419 (dalam desimal).
      • Untuk mengonversi dari desimal ke heksadesimal, gunakan pembagian berulang dengan 16 dan catat sisa hasil bagi.

      Contoh:

      • Konversi desimal 419 menjadi heksadesimal:
        • 419 ├╖ 16 = 26 sisa 3
        • 26 ├╖ 16 = 1 sisa 10 (A)
        • 1 ├╖ 16 = 0 sisa 1
        • Jadi, 419 dalam desimal = 1A3 dalam heksadesimal.

      Ringkasan:

      • Desimal (base 10): Menggunakan angka 0 hingga 9.
      • Oktal (base 8): Menggunakan angka 0 hingga 7.
      • Heksadesimal (base 16): Menggunakan angka 0 hingga 9 dan huruf A hingga F.